
"Sepertinya latar belakang kakek tua itu tidak sesederhana jika dipikirkan sejenak," ucap Luo Jian yang kemudian juga menundukan kepalanya dengan hormat.
Swuuuuuush!
Muncul dua sayap hitam dibelakang punggung kakek tua itu yang seolah olah kini menunjukan sikap dominasinya melayang kearah langit tepat dimana kerusakan segel formasi yang telah dibuat oleh Luo Jian.
Swuuuuuuung!
Segel yang perlahan memudar itu berdengung dan lenyap dari kehampaan. Para warga yang melihat segel itu telah hilang akibat leluhur mereka segera kembali bersujud dan berterimakasih telah menyelamatkan generasi mereka saat ini.
"Leluhur terimakasih atas bantuuan anda," ucap para warga dan hal itu membuat Luo Jian merasa para warga desa Ling Jhin benar benar bodoh.
"Cuiiiih! Ternyata dengan kemunculannya saja aku sudah dapat memahami konspirasi tetua busuk itu," ucap kesal dalam hati Luo Jian.
Tetua itu hanya mengangguk, lalu terbang mendekati Luo Jian dengan perasaan yang penuh campur aduk.
"Bocah siapa namamu, dan sepertinya kau bukan berasal dari keluarga ku," ucapnya berpura pura ramah.
Ling Shen yang merasa akan adanya hal tidak baik segera berlari dan menjawab pertanyaan leluhurnya dengan cepat. Sedangkan Luo Jian hanya diam, dan menajamkan pendengarannya.
"Oh jadi begitu, tapi kulihat pemuda ini tidak memiliki niat baik...," Ucap dingin leluhur keluarga Ling itu yang tidak ingin identitasnya terbongkar.
"Nak siapa namamu, jika kau mengatakan yang sebenarnya maka aku tidak akan mempersulit kematianmu...," Ucap telepati Ling Han dengan nada dingin.
"Heh kakek tua bau iblis tak punya otak, bukankah dengan kekuatanmu itu menjadikan mereka sebagai boneka itu mudah? Kenapa kau masih berpura pura membela mereka dengan akting kerenmu itu?" Tanya Luo Jian dengan suara keras membuat wajah para warga Ling Jhin menjadi merah padam.
Bahkan Ling Shen yang mengira Jiang She adalah pemuda sopan santun dan tau aturan tiba tiba membentak Luo Jian.
"Saudara Jiang She, ternyata kamu..." Ucap terhenti Ling Shen.
"Kau masih muda, belum mengerti akan kerasnya cara dunia bekerja, lebih baik kau diam ... Maka kau akan tau siapa yang benar ataupun salah...," Ucap dingin Luo Jian yang seketika membuat bulu kuduk Ling Shen merinding dibuatnya.
__ADS_1
"Hebat hebat! Kau berani menindas keluargaku disaat aku berada di desa inii!" Ucapnya Ling Han keras menggunakan sedikit nada tertawa.
"Pak tua sialan bau iblis, aku tahu kau tidak akan melepaskanku setelah menyerap inti segel milik klan Iblis Langit bukan?" Tanya Jiang She atau Luo Jian.
Semua warga seketika terkejut, dan tentunya menatap tajam leluhur mereka, ucapan Luo Jian benar benar membuat mereka curiga.
"Asal kalian tau, bukankah wabah yang kalian kira datang dari hewan buas itu? Dan lagi, aku hanya ingin mengingatkan kalian, semua ini hanyalah bahan konspirasi mudah yang dapat aku pecahkan." Sambil menunjuk hewan buas yang telah dibunuh olehnya tiga hari lalu.
"Bocah, kau jangan memutarkan balikan fakta!" Ucap mengeras Ling Han dengan kesal.
Meskipun Luo Jian sedang berdebat, ia yang tidak hanya jenius dalam memahami sesuatu, ia juga dapat berdebat sambil memahami alasan Ling Han tidak melakukan dengan instan tetapi harus dengan konspirasi bodoh yang saat ini terjadi.
"Sepertinya keluarga kecil ini memiliki harta atau sumber daya yang bahkan sosok bawahan ras iblis Langit ini tidak bisa menggunakan atau memperdaya mereka secara instan," gumam Luo Jian.
"Jiang She apakah yang dikatakan kau itu benar," ucap ragu Ling Shen.
"Benar atau tidaknya sebentar lagi akan terpecahkan," ucap Luo Jian dengan tenang, meskipun ia sangat waspada jika Ling Han tiba tiba menyerangnya.
Ling Han memejamkan matanya sejenak, setelah itu ia tertawa menggelegar yang membuat getaran pada desa Ling Jhin hanya dengan suaranya saja.
"Hahahahaha! Aku tidak tahu siapa kamu, tapi dari tebakanku kamu sudah tau apa yang aku inginkan, dan untuk tujuannya kau belum mengetahuinya bukan!" Ucap meninggi Ling Han.
Swuuuuuung! Swuuuuuuush!
Aura kultivasi tingkat Kaisar menyebar menyebabkan para warga kehilangan kesadaran mereka, sedangkan dua perisai muncul menutup tubuh Ling Shen serta Ling Zhuo. Luo Jian sedikit terhempas, namun kesadaran Dewanya segera melindungi tubuhnya dari tindasan aura kultivasi milik Ling Han dengan cepat. Namun anehnya, tidak hanya kesadaran Dewa, kesadaran Iblis yang telah tertanam didalam tubuhnya juga melindungi tubuh Luo Jian dari tindasan aura kultivasi yang dipancarkan oleh Ling Han.
"Jirah emas yang terpasang ditubuh mereka sepertinya aku mengenali," ucap dalam hati Luo Jian namun sesaat itu wajahnya menatap tajam Ling Han yang bersiap menyerangnya.
Wajah Ling Han berkedut disaat merasakan dua kesadaran muncul melindungi tubuh pemuda yang ada dihadapannya.
"Ini..." Ucapnya terkejut yang seketika menyerang Luo Jian dengan cara menghilang dari kehampaan lalu muncul dan memberikan serangan tinju tepat di bagian perut Luo Jian.
__ADS_1
Baaaaaaamss!
Luo Jian terpental sambil memuntahkan seteguk darah merahnya dari bibir. Karena bagaimanapun, serangan dari Ling Han sangat cepat yang didasari oleh perbedaan yang sangat jauh dari ranah kultivasi keduanya.
"Sangat kuat," gumam Ling Han kagum dengan kekuatan tubuh Luo Jian yang telah menerima serangan fisiknya.
"Jika bertarung dengan fisik dan Qi tentu aku akan kalah telak, tapi berbeda dengan kesadaran Dewaku," gumam Luo Jian yang kemudian memejamkan matanya.
Swuuuuuush!
Muncul lingkaran menutup tubuh Luo Jian, lingkaran itu memiliki dua warna. Hitam dan keemasan, hal itu menyebabkan Luo Jian cukup terkejut.
"Lebih baik aku fokus dalam pertarungan," gumam Luo Jian.
"Kau ingin melawanku dengan kesadaran anehmu itu?" Sedikit menyunggingkan senyum misteriusnya.
"Tentu pertarungan Qi dan fisik aku akan kalah, tapi jika menggunakan kesadaran kita masing masing, sepertinya belum tau akan hasilnya," ucap Luo Jian menyunggingkan senyum remehnya.
Hal itu menyebabkan Ling Han sangat kesal, ingin membuktikan kesadaran iblisnya yang paling kuat, Ling Han memejamkan matanya.
Swuuuuuung!
Tubuhnya bergetar dibarengi dengan munculnya asap kehitaman keluar dari tubuhnya berkumpul lalu membentuk sosok iblis yang sangat menyeramkan. Luo Jian juga tak tinggal diam, ia melakukan penyusunan kesadaran Dewanya membentuk tubuhnya yang lama saat ia menjabat sebagai Kaisar Langit.
"Pertarungan ini bahkan lebih berbahaya dari pertempuran apapun, jadi aku harus fokus," ucap Luo Jian dalam hati.
Disisi lain, Ling Shen dan Ling Zhuo yang terus memperhatikan pertikaian keduanya mundur dari pijakan mereka. Seketika tubuh mereka bergetar melihat kenyaataan apa yang mereka lihat.
"Shener, apa benar leluhur telah berkhianat dengan keluarga kita ini, dan lagi pemuda itu..." Ucapnya tercekat karena mereka melihat bentuk kesadaran keduanya.
"Kakek pada jaman generasi awal leluhur keluarga kita tentu aku belum lahir, bagaimana kita mengetahui sosok apa keduanya itu," ucap Ling Shen.
__ADS_1