Kaisar Langit

Kaisar Langit
Benar berasal dari klan kuno


__ADS_3

Luo Jian membenarkan pernyataan Zhi Yu. Namun saat  Zhi Yu ingin memberikan pedang tingkat tinggi, Luo Jian menolaknya, karena ia sendiri memiliki dua pedang didalam cincin ruangnya.


"Saudari Yu aku rasa aku memiliki pedang sebelum aku hilang ingatan," ucap Luo Jian mengeluarkan pedang berwarna keemasan dari dalam cincin ruangnya.


Meskipun Zhi Yu sendiri hanya tau pedang tertinggi adalah tingkat Dewa, tapi melihat pedang emas yang dikeluarkan oleh Luo Jian memiliki aura yang sangat agung membuatnya segera menyegel kawasan tersebut.


"Saudara Lang pedang ini..." Ucap terkejut Zhi Yu yang perlahan mulai mundur dari tempatnya.


Melihat reaksi Zhi, Yu Luo Jian sedikit heran,


"Saudari Yu memang apa yang salah dengan pedang ini?" Karena Luo Jian sendiri tidak dapat merasakan apapun kecuali perasaan nyaman ketika menggenggam pedang emas yang kini ada ditangannya.


"Jika dia memiliki pedang tingkat Dewa maka identitasnya..." Ucap tercekat Zhi Yu.


"Saudara apakah kau sudah bisa mengendalikan sebuah elemen?" Tanya Zhi Yu kembali menghilangkan rasa keterkejutannya.


Swuuuuush!


Luo Jian mengangguk, setelah itu ia mengeluarkan penguasaannya terhadap elemen cahaya. Mata Zhi Yu terbuka lebar.


"Benar benar berasal dari klan kuno, tapi kekuatannya sangatlah rendah, siapa identitas sebenarnya Yin Lang," gumam Zhi Yu.


Karena tidak ingin ada yang melihat Luo Jian adalah berasal dari klan cahaya, dan tentunya memiliki senjata tingkat Dewa yang akan menyebabkan petaka bagi Luo Jian sendiri, akhirnya Zhi Yu membawa Luo Jian ketempat kediamannya untuk berlatih.


Setibanya.


"Saudari bukankah tempat tadi sangat nyaman untuk berlatih?"


"Saudara jujur saja aku khawatir dengan pedang yang kau miliki itu, selain dapat memicu perebutan senjata, mereka pastinya akan membunuhmu juga," ucap serius Zhi Yu.


Akhirnya Luo Jian mengerti alasan Zhi Yu, hatinya tersentuh karena kepedulian yang diberikan oleh Zhi Yu.

__ADS_1


"Saudari terimakasih," ucap Luo Jian.


Sesaat setelah perbincangan, Zhi Yu mengajarkan teknik dasar berpedang. Pelatihan itu berjalan sangat lancar, bahkan Zhi Yu tidak bisa mempercayai pemahaman yang luar biasa yang dimiliki oleh Luo Jian.


"Sangat jenius," gumam Zhi Yu menatap Luo Jian yang terus melatih gerakan yang diberikan olehnya.


"Bahkan ketika awal aku berlatih berpedang aku membutuhkan waktu satu bulan dalam pemahaman dasarnya," ucap Zhi Yu sambil tersenyum kecut.


Satu jam melihat gerakan yang diperagakan oleh Luo Jian semakin sempurna, akhirnya Zhi Yu memberikan satu jurus yang ia miliki untuk menjaga diri Luo Jian sebelum Weng Lao memberikan teknik bertarung pada Luo Jian. Lagi dan lagi jurus yang ia pelajari selama satu tahun membuatnya terkejut saat Luo Jian dapat melakukannya dalam kurun waktu kurang dari tiga jam. Wajahnya kaku, senyum pahit ia perlihatkan.


"Ini bukan jenius lagi! Tapi monster!"


Lima jam kemudian, Zhi Yu kembali mengantarkan Luo Jian ke kediaman milik Yin Kun. Setibanya, Yin Kun telah menungggu kedatangan mereka dengan senyuman lembutnya. Melihat senyuman yang diperlihatkan wajah Yin Kun, Zhi Yu sangat ingin menamparnya, tapi apa boleh buat saat ini ia hanyalah murid elite yang dimiliki oleh puncak Zhi Yin.


"Guru..." Hormat kepura puraan Zhi Yu.


Yin Kun mengangguk, kemudian menatap Luo Jian.


"Langer tunjukan saja didepannya bahwa kau adalah pengendali elemen cahaya, karena jika menggunakan batu agung aku takut mereka akan menggunakanmu untuk kepentingan mereka sendiri," ucap telepati Zhi Yu.


Swuuuuuuush!


Bola cahaya muncul ditangan  Luo Jian, hal itu menyebabkan reaksi Yin Kun sama dengan yang diperlihatkan oleh Zhi Yu.


"Kau..."


Yin Kun mundur dari tempatnya sambil menatap tajam Luo Jian. Sedangkan Luo Jian sendiri hanya diam dan mematung.


"Apakah kamu hanya berpura pura hilang ingatan, yang sebenarnya kau adalah anggota klan cahaya yang diperintahkan untuk memata matai sekte kami!" Ucap Yin Kun meninggi sambil meningkatkan kewaspadaannya.


Luo Jian bingung dalam menjawab pertanyaan Yin Kun, seketika ia menatap wajah Zhi Yu yang juga diam, namun terlihat sedang berpikir.

__ADS_1


"Jadi dia benar benar tidak menculik bocah ini, tapi..." Ucap dalam hatinya ragu dan terhenti sesaat setelah Luo Jian tercekik oleh energi Qi milik Yin Kun.


"Akkkkkkh!" Pekik Luo Jian yang tidak dapat berbuat apapun.


"Guru aku sudah menyelidiki ingatannya, dia benar benar hilang ingatan!" Ucap Zhi Yu memohon saat udara bergetar lebih hebat, dibarengi dengan aura kematian yang sangat pekat keluar dari tubuh Yin Kun.


"Apakah kau bisamemastikan itu untuukku? Dan apa buktiya?" Tanya Yin Kun masih mencengkeram leher Luo Jian menggunakan energi Qinya.


Zhi Yu mematung, karena ia sendiri tidak memiliki bukti kuat untuk membuktikan bahwa Luo Jian memang hilang ingatan.


"Kenapa diam muridku? Apa kau tau jika kita membiarkan dia hidup disini?" Tanya sinis Yin Kun kemudian hendak mematahkan tulang leher milik Luo Jian.


Swuuuuuush!


Seuliet asap melempar sosok Yin Kun, dan Yin Kun yang tahu serangan itu milik siapa segera berlutut dihadapan Weng Lao yang baru saja muncul disamping Luo Jian.


"Yin Kun sudahi pertengkaran ini, biarkan bola kenangan miliknya yang akan menjawab," ucap tenang Weng Lao mengeluarkan bola kenangan yang terbuat dari kristal kehidupan ingatan Dewa kecerdasan.


"Baik ketua," ucap Yin Kun.


"Bocah kau teteskan darahmu pada bola kenangan ini, aku harap kau memang hilang ingatan, jika tidak maafkan aku yang tidak segan padamu...," Ucap dingin Weng Lao.


Luo Jian mengangguk, tanpa ragu dan rasa takut, lagian dia tidak memiliki pilihan lain, Luo Jian pada akhirnya menggigit jarinya dan melakukan apa yang diperintahkan Weng Lao.


Swuuuuuuuuuush!


Tiba tiba bola kenangan itu menembakan sinar kebiruan yang transparan dan tidak memunculkan kenangan apapun. Hal itu membuat Zhi Yu bisa menghela napas panjang.


"Sepertinya bocah ini benar benar tidak memiliki ingatan sama sekali," ucap dalam hati Yin Kun dan Weng Lao.


Hasil yang puas membuat Weng Lao sebagai ketua sekte aliran hitam terbesar itu menyungginkan senyum misteriusnya.

__ADS_1


"Mulai saat ini, kau akan tinggal di kediamanku, Dai Mubai akan menjemputmu nanti, jadi bersiap siaplah," ucap Weng Lao kemudian menghilang dari pandangan.


__ADS_2