
"Hahahahaha! Kau dasar wanita jal*ng!"
Swuuuush!
Gao Cuan melesat kearah Ling Hua hendak menarik pakaiannya agar robek. Namun pergerakan Gao Cuan sangatlah lambat, sehingga Ling Hua dengan santainya menepis tangan Gao Cuan dengan cara memutarnya dengan paksa.
Kraaaack!
"Akkkh! Tanganku!" Gao Cuan berteriak kemudian didorong oleh Ling Hua.
"Pak tua lihat apa! Cepat bunuh wanita jal*ng ini untukku!" Teriak murka Gao Cuan.
"Baik tuan muda!"
Swuuuuuung!
Penginapan yang telah memanas itu bergetar karena tiga tetua itu mengeluarkan kekuatan mereka. Semua orang didalam restoran seketika menghamburkan diri keluar dari resto.
"Mati!"
Swuuuuush!
Tapak hitam melesat dari kehampaan melesat kearah Ling Hua.
"Hmmmpp!"
Dhuuuuuaar!
Hanya sekali dengusan, tapak itu menghilang tertelan kehampaan membuat ketiga tetua membelalakan mata mereka.
"Saudara tiga tetua dan tuan muda bodoh itu kita apakan?" Tanya Ling Hua kepada Luo Jian yang sejak tadi asik minum arak.
"Terserah saudari saja, tapi ingatlah sepertinya tuan muda Gao Cuan memiliki latar belakang yang tidak biasa aku sarankan jangan membunuhnya," ucap Luo Jian kembali menyesap araknya.
"Baik," jawab Ling Hua kemudian berdiri dari tempatnya kemudian menatap Gao Cuan dan tiga tetua dengan seringai dingin.
"Tu-tuan muda kau dibelakang kami," ucap panik tiga tetua yang melihat Ling Hua berjalan santai kearah mereka.
Swuuuuush!
Sekedipan mata, Ling Hua muncul didepan Gao Cuan. Gao Cuan berkeringat dingin saat tiba tiba tubuhnya tidak bisa ia gerakan sama sekali, bahkan tiga tetua yang berada didepan Gao Cuan pun sama.
Baaaaaams! Plaaaaak!
Ling Hua melumpuhkan Kultivasi Gao Cuan dengan cara menyentil bagian dantiannya. Setelah itu ia menamparnya dengan cukup keras tanpa menggunakan energi Qi, sehingga Gao Cuan tidak meledak menjadi kabut darah.
__ADS_1
Sesaat setelah itu, Ling Hua melakukan hal yang sama kepada tiga tetua yang masih diam mematung.
"Pelayan," panggil Luo Jian.
Pelayan tiba dengan wajah ketakutan yang terpampang jelas diraut wajahnya.
"Ini untuk bayaran makanan dan minuman. Sedangkan ini untuk kerusakan perabotan resto," ucap santai Luo Jian.
"Ba-baik tuan..." Ucap pelayan itu menerimanya dan langsung menjauh.
Luo Jian dengan santainya berjalan menghampiri Ling Hua sambil menatap ketiga tetua yang terus memegangi wajahnya akibat tamparan Ling Hua.
"Saudari aku rasa kamu perlu mengganti pakaianmu, maka rampas saja cincin ruangnya," ucap Luo Jian.
Ling Hua mengangguk, dan setelah itu hanya dengan mengangkat tangannya. Empat cincin yang terpasang dijari mereka terhisap kedalam genggaman Ling Hua.
"Jika kau muncul dihadapan ku lain kali, aku tak segan akan membunuhmu...," Ucap dingin Ling Hua.
Diluar resto.
"Aku rasa pemuda pemudi itu akan mengalami hal yang besar, karena Klan Gao tidak pernah mentolelir siapapun yang menyentuh anggota keluarga mereka," ucap penonton.
"Saudara benar, bahkan Kekaisaran sendiri sedikit segan dengan kekuatan klan Gao."
"Saudara cincin," ucap Ling Hua.
"Saudari lebih baik kau gunakan untuk membelanjakan pakaian baru untukmu dan Shui Long," ucap ramah Luo Jian.
"Saudara tidak mau?" Tanya Ling Hua berjalan beriringan.
"Saudari tenang saja, aku juga memiliki uang," ucap Luo Jian kemudian memimpin mencari tempat toko pakaian terdekat.
Dua menit berjalan dengan para warga yang melihat mereka dengan wajah yang khawatir. Hal itu tidak membuat Luo Jian dan Ling Hua terlalu memikirkannya, hingga tiba di toko pakaian.
"Tuan, nona silahkan masuk," ucap ramah penjaga toko.
Luo Jian mengangguk, dan setelah itu tak berselang lama memasuki toko. Tiba tiba Luo Jian sedikit merasa familiar dengan pemuda yang berada disampingnya. Wajah pemuda itu cukup tampan mengenakan jubah yang mungkin baru dibeli.
"Siapa dia," ucap Luo Jian dalam hati melewati pemuda itu.
"Saudari kau duluan, jika uangnya kurang kamu dapat mengabariku," ucap Luo Jian.
"Saudara tapi..."
Luo Jian hanya menganggukan kepalanya kearah pemuda yang telah keluar dari toko pakaian itu. Setelah berpamitan pada Ling Hua, Luo Jian segera mengikuti arah jalan pemuda yang kini mengarah ketempat seleksi turnamen tahap pertama dimulai.
__ADS_1
"Heemm, aku rasa dia juga akan mengikuti turnamen ini," ucap pemuda yang diikuti Luo Jian tersenyum senang.
"Mata Dewa...," Gumam Luo Jian menyelidiki tubuh pemuda yang menuju tempat seleksi turnamen.
"Tidak ada hal aneh, tapi ini cukup menarik," gumam Luo Jian tertarik.
Setelah berjalan selama tiga puluh menit, tepatnya ditempat turnamen diadakan. Luo Jian mencari bangku kosong yang mengakibatkannya kehilangan sosok pemuda yang ia curigai sejak awal.
"Ternyata dia peserta," gumam Luo Jian.
"Saudara saudara, kenapa sejak tadi kau tidak menonton turnamen seleksi tahap awal, padahal tadi peserta dari sekte Naga Langit Shui Long menggemparkan para penonton," ucap pemuda gendut yang duduk disamping Luo Jian mencoba bercengkerama.
Luo Jian menaikan alisnya karena penasaran.
"Memang apa yang terjadi?" Tanya Luo Jian.
"Shui Long mampu membuat batu langit bersinar sangat cerah melebihi banyak peserta, maka sudah dipastikan pemuda itu sangatlah berbakat."
Luo Jian hanya menganggukan kepalanya. Ia sendiri juga tau bakat yang terpendam pada Shui Long. Tapi yang pasti ia lebih mengutamakan pentingnya sosok pemuda, dan terus menganalisis sosok pemuda yang telah ia ikuti sejak awal.
"Kekuatannya tidak bisa aku ukur sama sekali, siapa dia...," Ucap dalam hati Luo Jian.
Melihat pemuda yang baru duduk disampingnya mencuekinya, pemuda gendut itu sedikit murung. Hingga tiba tiba, dari salah satu bangku penonton utama yang ditempati oleh banyaknya orang penting. Gao Xhuan menghancurkan kursinya sendiri melihat anaknya menjadi cacat tanpa Kultivasi.
Sontak apa yang dilakukan oleh Gao Xhuan menjadi perhatian utama. Dan menyebabkan seluruh penonton serta peserta mengalihkan perhatian mereka.
"Siapa yang telah membuatmu seperti ini, cepat katakan!" Ucapnya keras menggunakan energi Qi.
"Ayah dia sepertinya juga akan menonton pertandingan ini," ucap Gao Cuan kemudian mencoba mencari sosok yang ia cari.
Kaisar Lin Zhao yang juga hadir kemudian mencoba menenangkan Gao Xhuan, karena bisa bisa turnamen akan tertunda jika terjadi pertumpahan darah.
"Patriak Gao Xhuan, jika anda ingin membuat masalah lebih baik anda keluar dari tempat ini," ucap Lin Zhao menatap tajam Gao Xhuan.
Gao Xhuan yang merasa terusir merubah wajahnya menjadi berwarna merah kehitaman.
"Kaisar Zhao... Apakah seperti ini cara anda menyambut tamu dari Klan luar? Lihatlah anakku dia kini telah cacat dibuat oleh seseorang yang tak dikenal."
Lin Zhao hanya menggelengkan kepalanya, karena ia sendiri sudah tau karakter asli anak Gao Xhuan yang kurang baik.
"Dari pada kau membuat keributan, lebih baik kau tanyakan dulu masalahnya pada anakmu...," Ucap dingin Lin Zhao.
Semua orang terdiam melihat pertiakan mereka yang sepertinya memang saling membenci.
****
__ADS_1