Kaisar Langit

Kaisar Langit
Menyamar menjadi murid luar


__ADS_3

Penjelasan yang begitu detail membuat Luo Jian yang tidak memiliki pilihan selain menyetujuinya akhirnya menganggukan kepalanya.


"Senior aku setuju aku akan menerima misi ini dengan senang hati, namun sebelum itu jujur saja aku kekurangan teknik bertarung untuk membela diriku. Bukankah aku akan menyamar menjadi murid luar?" Tanya Luo Jian yang juga tau betapa bahayanya jika ia tidak memiliki persiapan.


Ditengah pembicaraan mereka.


Swuuuuuuuush!


Weng Lao tiba tiba muncul mengejutkan mereka bertiga.


"Guru!"


"Ketua!" Ucap ketiganya hormat.


Weng Lao tersenyum kearah ketiganya. Setelah itu ia segera menyampaikan maksud kedatangannya.


"Langer ini adalah kitab teknik bertarung dan kitab jurus yang akan kau pelajari, dan untuk Bai, aku rasa kali ini namamu akan begitu tinggi setelah menghancurkan kedok pemberontakan yang sedang terjadi ini," Weng Lao memberikan pujian terhadap kinerja yang dilakukan oleh Dai Mubai.


"Guru tenang saja, aku bukan seseorang yang terlalu memikirkan popularitas dan posisi dalam suatu kekuasaan, karena aku hanya ingin berbakti pada guru saja."


Jawaban Dai Mubai membuat Weng Lao begitu senang, mungkin dengan tangannya sendiri ia dapat menghancurkan satu puncak dengan mudah. Tapi ia sendiri masih ingin menyembunyikan kekuatannya yang selama ini ia rahasiakan.


"Baiklah lanjutkan rencana kalian, aku ada beberapa usuran penting yang harus ditangani. Yuer kau dapat memasuki puncak ini semau yang kau inginkan, jadi jika ada masalah panggil saja aku dengan giok ini," ucap Weng Lao sambil memberikan giok pada Zhi Yu.


Setelah kepergian Weng Lao, Dai Mubai kembali menjelaskan rencananya. Luo Jian yang akan ditugaskan menjadi mata mata itu terus memahami rencana yang telah disusun dengan baik oleh Dai Mubai. Tidak hanya itu, Dai Mubai juga memberikan pesan penting pada Yin Lang agar terus berhati hati terhadap banyak tetua yang tentunya akan menjadi sarang macan baginya.


"Saudari Yu, tugasmu mungkin akan sedikit berbeda. Karena itu kumohon kesediaanmu untuk menjadi wanita penghibur bagi She Yin." Ucap Dai Mubai yang kemudian juga menjelaskan tentang She Yin yang ingin mencari pendamping hidupnya.


Zhi Yu mengangguk walaupun ia merasa berat untuk melakukan tugas tersebut. Seketika wajah Zhi Yu menatap kearah Luo Jian dengan tatapan yang khawatir, sekaligus ia sebenarnya sangat ingin menolak tugas yang diberikan oleh Dai Mubai.


"Saudari Yu sepertinya kau enggan untuk melakukan misi ini," ucap serius Dai Mubai yang memahami.

__ADS_1


Zhi Yu kemudian menghela napas panjang, setelah memejamkan matanya beberapa saat. Ia menatap serius wajah Dai Mubai.


"Saudara Bai aku sungguh sangat bersedia," ucap Zhi Yu membuat Dai Mubai akhirnya dapat bernafas lega.


"Terimakasih saudari," ucap Dai Mubai kemudian menatap Luo Jian yang ternyata diam diam membaca kitab pemberian Weng Lao.


"Langer sepertinya kau benar benar ingin mempelajari kitab pemberian guru," ucap Dai Mubai membuat Luo Jian segera menutup kitab pemberian Weng Lao.


Beberapa saat setelah membahas rencana dan memutuskan untuk menyiapkan diri masing masing. Luo Jian kini hanya bersama Zhi Yu di ruang makan milik Dai Mubai.


"Langer kau harus berhati hati, mungkin saat ini kau beruntung memasuki sekte jahanam ini karena tinggal bersama senior yang baik. Tapi tidak dengan lain kali, kau akan tau betapa kejamnya sekte ini bekerja. Karena itu kau harus lebih berhati hati lagi," Zhi Yu kembali mengingatkan.


Luo Jian kemudian mengangguk, meskipun hanya seperempatnya saja ingatan yang ia dapat ingat. Dan tentu ia tahu Zhi Yu bukanlah wanita yang ingin memanfaatkannya seperti Weng Lao. Ia lebih baik memilih untuk diam dan masih berpura pura hilang ingatan, hingga pada akhirnya mungkin sandiwaranya cepat atau lambat akan terbongkar.


"Saudari juga harus lebih berhati hati lagi," balas ramah Luo Jian kemudian mereka berdua terus berbincang hingga sore hari.


Sore menjelang malam tak terasa telah mereka isi dengan canda dan tawa, hingga benar benar malam hari. Zhi Yu memutuskan untuk segera kembali kepuncak Zhi Yin. Setelah mengantar kepergian Zhi Yu, Luo Jian memutuskan untuk melatih kitab pemberian Weng Lao. Wajahnya begitu penasaran ketika kitab teknik pemberian Weng Lao itu berhubungan dengan elemen cahaya.


Tujuh hari telah berlatih kitab pemberian Weng Lao, akhirnya Luo Jian dapat memahami semua teknik dan beberapa jurus yang ada di kitab milik klan cahaya itu. Karena turnamen murid luar masih dua bulan lagi. Dan ia akan menyamar pada waktu yang telah ditentukan. Luo Jian memilih untuk kembali melatih dan menyempurnakan teknik berpedang milik klan Cahaya yang tidak lengkap itu.


Diatas langit tepatnya kediaman milik Dai Mubai, Weng Lao yang tidak sengaja melewati kediaman milik Dai Mubai itu menghentikan perjalanannya. Dan menatap pelatihan yang di lakukan oleh Luo Jian.


"Aku benar benar tidak salah mengangkatnya menjadi muridku sendiri. Dengan bakatnya saat ini tujuh pilar utama klan Cahaya mungkin tidak dapat mengukur bakatnya yang begitu luar biasa. Setelah kekacauan terselesaikan aku pastikan akan mencari asal usulmu di klan yang telah tidak lama ku kunjungi itu...," Ucapnya dengan nada dingin namun tersirat dendam yang begitu besar.


Swuuuuuuush!


Weng Lao melesat kearah Luo Jian sambil menyerang dengan energi Yin terbentuk menjadi bola sebesar kepalan tangan kearah Luo Jian yang sedang menyempurnakan gerakan pedangnya.


"Siapa!"


Swuuuuush! Dhuuuaaar! Dhuaaaaar!

__ADS_1


Ledakan yang dahsyat menggetarkan puncak kediaman milik Dai Mubai. Luo Jian yang berhasil menghindari seranga dari Weng Lao kini kembali harus menghindari sebuah tapak tangan hitam dari kehampaan menuju kearahnya.


"Guru."


Swuuuuush! Tiiiiiiingg! Dhuuuuuuuuar!


Luo Jian kemudian menahan tangan itu menggunakan pedangnya, sehingga suara dentingan logam yang beradu dengan energi Yin itu mendesir lalu meledak diatas langit. Melihat pencapaian yang diraih Luo Jian dalam menghindari serangan, dan mematahkan serangannya yang dapat membunuh kultivator Langit lima itu membuat Weng Lao membelakakan matanya.


"Kau sungguh sangat hebat!"


Puji Weng Lao yang seketika merubah wajahnya menjadi datar kembali. Disaat Luo Jian akan menjawab. Ratusan sosok dengan jubah elite puncak Api Dewa muncul dan segera memberi hormat setelah mengetahui siapa yang menyebabkkan suara ledakan yang membuat mereka keluar dari pengasingan mereka.


"Kalian pergilah," Weng Lao mengusir secara perlahan.


Swuuuuush!


Ratusan murid elite meninggalkan puncak kediaman milik Dai Mubai, sedangkan dua cahaya melesat cepat kearah Luo Jian. Keduanya ialah Murong dan Dai Mubai yang merasakan adanya pertarungan yang memicu energi pelindung mereka bergejolak yang dibuat untuk melindungi kediaman mereka. Sehingga mereka yang sedang tidak berada di kediaman segera kembali.


"Ehhh guru." Keduanya segera memberi hormat kepada guru mereka.


"Hehehe! Bai lihatlah juniormu ini, aku tidak menyangka memberinya beberapa serangan kecil tapi sangat mudah dipatahkan olehnya," ucap Weng Lao sambil tersenyum kecut.


Murong dan Dai Mubai tiba tiba menelan ludah mereka secara bersamaan. Karena mereka berdua adalah murid pribadi Weng Lao tentu tau apa yang dilakukan oleh Weng Lao. Dan mereka sangat tahu betapa kerasnya guru mereka melatih mereka saat mereka masih muda.


"Guru jadi kau telah memberinya beberapa pelatihan kecil untuk adik juniorku?" Tanya heran Dai Mubai sambil menyelidiki tubuh Luo Jian yang terlihat baik baik saja.


Weng Lao hanya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, karena ia tahu apa yang dipikirkan oleh kedua muridnya yang telah menikah itu.


"Hahahaha sudahlah aku ingin segera mencari beberapa sumber daya untuk membantu pelatihan Langer, jadi kalian berdua bisa memberinya beberapa pelatihan selagi aku meninggalkannya untuk beberapa waktu," ucap Weng Lao yang kemudian pergi meninggalkan mereka.


Dai Mubai dan Murong hanya bisa saling berpandangan, merasakan bahwa aura Weng Lao telah benar benar pergi dari puncaknya. Dai Mubai segera mengecek kondisi tubuh Luo Jian. Melihat reaksi keduanya Luo Jian sedikit heran, karena itu ia segera menanyakannya. Tapi jawaban keduanya hanya bisa menggelengkan kepala mereka secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2