
Swuuuuuuush! Dhuuuuuar!
She Wang pemimpin ke tiga pasukan Abadi segera mengeluarkan pedangnya, dan segera menghancurkan segel pelindung buatan pasukan Jiwa Cahaya dengan segenap kekuatannya. Mata Dao Shi Yun seketika terarah pada Luo Jian dan Luo Zhang yang sedikit kesal karena keduanya tidak menjawab ucapannya sama sekali.
"Saudara bagaimanapun pasukan kita kalah jumlah, dalam masalah paham saat ini tidak mungkin pertempuran terelakan," ucap serius Luo Zhang.
"Saudara tenanglah, disaat perisai hancur lempar aku kearah mulut iblis Huang Ruo," ucap telepati Luo Jian membuat Luo Zhang melototkan matanya.
"Sa..."
"Lakukanlah, aku tahu batasanku sendiri," ucap telepati potong Luo Jian tanpa memperhatikan Dao Shi Yun yang wajahnya memerah karena kehadirannya sama sekali tidak diperhatikan sama sekali.
"Dan ingatlah, setelah itu kalian jangan menyerang pasukan Abadi, biarkan Luo Zhuo saja yang menjelaskan," ucap telepati lagi Luo Jian yang dimengerti oleh Luo Zhang.
Disisi lain, She Wang yang merupakan pemimpin ketiga pasukan Abadi itu segera bersiap melepaskan jurus pamungkasnya disaat melihat Luo Zhuo yang terkena kibasan ekor berkali kali dari perwujudan iblis Huang Ruo.
"Pedang Langit! Surgawi Pembelah Neraka!"
Swuuuuuuuung!
Muncul sinar merah pada pedang She Wang, sinar itu menembus keatas langit membentuk sebuah pedang yang sangat besar.
"Hancur!"
Swuuuuuuuush! Kraaaaack! Dhuuuuar!
Pedang raksaksa itu melesat kearah pelindung yang dibuat oleh pasukan Jiwa Cahaya. Hingga kedua energi bertemu, ledakan yang disertai hempasan kedua energi terjadi. Hal itu menyebabkan ribuan pasukan Abadi serta Jiwa Cahaya terpental dan memuntahkan seteguk darah merahnya.
"Saudara sekarang!"
Luo Zhang sedikit ragu, namun pada akhirnya ia melakukan kemauan Luo Jian. Dengan segenap kekuatannya, ia melemparkan tubuh Luo Jian kearah mulut iblis Huang Ruo.
"Aku tahu ini sangat berbahaya, tapi dengan keberadaan Huang Ruo ini akan menjadi petaka bagi mereka," gumam Luo Jian bersiap memasuki mulut Iblis Huang Ruo.
Boooomsss!
__ADS_1
Sedangkan iblis Huang Ruo berhasil menghantam tubuh Luo Zhuo, sehingga ia baru sadar bahwa seuliet cahaya emas menuju kearah mulutnya.
Gluuuuk!
"Arrrrggghhh!"
Beberapa saat setelah berada diperut iblis Huang Ruo, Luo Jian sedikit terkejut dengan kesadaran Iblis yang begitu kuat menerpa tubuhnya.
"Aku tidak menyangka, sepertinya ada yang membangkitkanmu," ucap Luo Jian yang dapat didengar oleh Huang Ruo.
"Kau..." Suara berat dari Huang Ruo membuat Luo Jian mengeluarkan pedang hitamnya.
"Kaisar Langit, aku juga tidak menyangka kita bertemu lagi, tapi sepertinya kau harus mati. Karena aku baru menyadari, kau telah bereinkarnasi, dan sekarang kekuatanmu hanyalah semut! Apalagi kau berani memasuki tubuhku! ENYAHLAH!"
Seketika daging berwarna hitam yang dimiliki iblis Huang Ruo mempersempit ruang gerak Luo Jian, meskipun ia tahu daging milik Huang Ruo sangatlah keras. Luo Jian segera menancapkan pedang hitamnya kesisi kanannya.
Jleeeeeeb! Sraaaaaack!
Luo Jian yang telah menancapkan pedang hitamnya berlari dengan menggunakan energi Qinya berharap dapat membelah daging perut iblis Huang Ruo menjadi dua bagian.
"Arghhhhhh!" Iblis Huang Ruo berguling guling menyebabkan Luo Jian terombang ambing didalam perut iblis Huang Ruo.
Ditengah pembicaraan mereka itu, tiba tiba mereka teralihkan pada iblis Huang Ruo yang berguling guling, lalu memukul mukulkan perutnya sendiri.
"Ternyata saudara Jian menyerang pada area yang bahkan iblis itu tidak dapat melukai saudara Jian sendiri, ide ini sangat jenius. Tapi..." Ucap Luo Zhuo tercekat disaat melihat iblis Huang Ruo berdiri dan melepaskan serangan api ke segala arah.
"Pasukan Abadi! Buat formasi pertahanan!" Teriak memerintah Pangeran Zhuo.
Swuuuuuuung!
Seketika seluruh sudut muncul ribuan perisai yang menghancurkan bola api buatan milik iblis Huang Ruo. Mereka tentunya tidak tahu apa yang sedang dilakukan pemuda bertopeng emas didalam tubuh iblis Huang Ruo.
Sedangkan didalam tubuh iblis Huang Ruo.
Luo Jian telah berhasil membelah perut iblis Huang Ruo sepanjang satu meter dengan menggunakan energi Qinya.
__ADS_1
"Sepertinya aku akan melakukan hal yang lebih gila!" Teriak Luo Jian kemudian mengeluarkan pedang emas miliknya.
Swuuuuuung!
Kedua pedang berdengung saat berada ditangan Luo Jian, kiri pedang emas, kanan pedang hitam. Sesaat setelah itu, daging keras Huang Ruo itu tiba tiba kembali membesar mempersempit gerakan Luo Jian.
"Mari sampai kapan kamu dapat bertahan dengan rasa perih luka yang diakibatkan dua pedang mengerikan ini!"
"Gerakan Ilahi! Pedang Yin Dan Yang!"
Swuuuuuush!
Luo Jian menebas dengan gerakan sangat cepat seperti kilatan cahaya, perlahan tapi pasti, kulit yang keras itu terbelah menjadi beberapa garis. Hingga tiba tiba, daging dari dalam yang memiliki diameter tiga puluh senti menjulur mencoba mengingkat tubuh Luo Jian.
"Hehehehehe! Akhirnya terpancing juga," gumam Luo Jian membiarkan tubuhnya terlilit daging kecil itu.
Sedikit menahan tekanan yang sangat kuat. Luo Jian membiarkan tubuhnya terseret daging itu menuju sebuah tempat yang sedikit luas. Tentu senyumnya terukir disaat melihat dua jantung, dan bola sebesar batu berurukuran lima meter mengambang di tempat itu berwarna merah darah, dan memiliki aura yang sangat mengerikan.
"Huang Ruo, kukira aku sendiri yang akan mencari kelemahanmu, tapi tak disangka..." Ucap terhenti Luo Jian kemudian memberikan pikiran terhadap kedua pedangnya.
Swuuuuuuung! Slaaaaashhh! Slaaaaash!
Pedang emas dan hitam lepas dari genggamannya, setelah itu kedua pedang berdengung menebas kearah daging kecil yang melilit tubuh Luo Jian. Setelah terlepas dari lilitan, Luo Jian membuat segel tangan yang sangat rumit.
"Meskipun saat ini aku bukanlah Dewa, tapi tentu aku masih bisa menggunakan semua segel formasi, jadi jangan pernah berpikir untuk kembali ke alam Dewa maupun alam Fana!"
"Segel Dewa! Pelenyap Roh Agung!"
Swuuuuung!
Segel berdengung dan melesat kearah dua bagian penting kehidupan Iblis maupun Dewa. Setelah segel itu menutup kedua bagian itu, Luo Jian merasakan ribuan daging yang sama dengan mengikatnya mengarah kearah tubuhnya. Daging daging yang seolah olah memiliki pikiran itu bergerak dengan cepat mencoba menusuk tubuh Luo Jian sebelum segel berhasil diaktifkan.
Tapi kedua pedang emas dan hitam tidak tinggal diam, mereka yang telah diberikan pikiran berputar memutari kedua tubuh Luo Jian melindungi dari serangan ribuan suluran daging tersebut.
"Segel pelenyap aktif!"
__ADS_1
Swuuuuuuung! Booooommmmssss!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi, dibarengi dengan hancurnya kedua benda kehidupan seorang Dewa dan Iblis. Tubuh Huang Ruo pun meledak membuat Luo Jian terlempar kearah perisai buatan pasukan Abadi. Kesadaran Luo Jian menurun akibat daya tabrak yang begitu kuat. Tapi yang jelas, kekuatan fisiknya yang telah tertempa itu tidak terluka sedikitpun.