Kaisar Langit

Kaisar Langit
Kalajengking ekor merah


__ADS_3

"Bao Yun, akui kesalahanmu maka aku tidak akan memperpanjang masalah ini...," Ucap dingin Zhao Shun membuat Ling Hua membuka matanya.


"Dewa Bintang, saat ini aku hanya menjalankan tugas!" Ucapnya kesal.


"Ingin mencari mati dengan petir Surgawi? Ingatlah Luo Jian saat ini telah menjadi manusia biasa, kau tidak perlu untuk membunuhnya."


"..." Bao Yun terdiam.


"Jangan sampai sebelum petir Surgawi tiba, aku yang akan membunuhmu terlebih dahulu!"


Melihat Bao Yun masih terdiam, Zhao Shun kemudian menembakan air surgawi kelangit. Sontak gerimis meluas kesegala penjuru Kekaisaran akhirnya tiba. Dan hal itu membuat semua orang tak sadarkan diri.


"Bao Yun, kau ingin melanjutkan masalah ini?" Tanya Dewa Bintang.


"Huh! Dewa Bintang, era baru para Dewa telah dimulai, kau hanyalah sebuah cacing kecil yang baru keluar dari dalam tanah, jadi tidak usah sok berkuasa!"


Swuuuush!


Bao Yun menjentikan jarinya, seketika Bao Yun dan Zhao Shun menghilang dari pandangan. Melihat itupun, Ling Hua melesat kearah barat mengejar keberadaan Luo Jian dan memberitahu akan kedatangan Dewa Bintang.


Kepergian mereka bertiga dibarengi dengan sadarnya para pasukan, dan seluruh Kultivator yang ada didalam Kekaisaran. Disisi lain, Luo Jian yang masih menggunakan penyamaran Ling Hua melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya ditingkat puncak. Ditengah perjalanan, Lin Yue kemudian menanyakan alasan Luo Jian tidak menyuruh Dewa Bintang membunuh Bao Yun.


"Yuer, kau belum tahu larangan langit, jadi aku jelaskan singkat saja. Para Dewa dilarang untuk mengeluarkan kekuatannya di Benua manapun kecuali hal itu adalah hal yang sangat genting, jika tidak petir Surgawi yang merupakan petir ilahi akan menyambar para Dewa hingga menjadi abu," ucap Luo Jian membuat Lin Yue bergidik ngeri.


"Tuan lalu siapa pemilik petir ilahi tersebut? Bukankah dia layak menjadi penguasa jika mampu membunuh para Dewa dengan mudah?" Tanya Lin Yue heran.


Luo Jian menggelengkan kepalanya kearah Lin Yue yang menggembungkan pipinya karena berharap mendapat jawaban dari tuannya.


"Aku juga tidak tahu, yang pasti petir itu adalah hukum langit yang tidak bisa dibantah," ucap Luo Jian terus melesat kearah barat menuju lembah cinta.


Ditengah perjalanannya, Luo Jian merasakan kehadirannya beberapa ras siluman yang mengintai.


"Tuan..." Ucap Lin Yue terhenti.


"Biarkan saja, jika mereka menyentuh maka aku tak segan untuk membunuhnya," ucap Luo Jian kemudian melanjutkan perjalanannya.


Siluman yang mengintai itu terus mengikuti Luo Jian, sehingga Lin Yue begitu kesal.


"Yuer tenanglah," ucap telepati Luo Jian terus melesat hingga tiba ditengah hutan yang terdapat resto megah berdiri.


"Ini aneh," ucap dalam hati Luo Jian kemudian memberikan pesan pada Ling Hua untuk berhenti ditengah perjalanan.


"Mata Dewa!" Gumam Luo Jian.

__ADS_1


Swuuush!


Matanya bersinar beberapa detik, setelah itu ia menyunggingkan senyumnya.


"Cukup menarik," gumam Luo Jian kemudian memasuki resto tersebut.


Setibanya, sang pelayan segera menghampiri Luo Jian.


"Tuan muda anda ingin pesan apa?"


"Emm makanan mewah dan beberapa arak terenak di resto ini," ucap santai Luo Jian.


Setelah pelayan pergi, Luo Jian menatap Lin Yue yang ingin memakan siluman kecil yang ternyata menyamar menjadi pelayan tersebut.


"Yuer kau ingin apa," ucap telepati Luo Jian.


"Tentu ingin memakannya tuan," ucap Lin Yue jujur.


Luo Jian hanya menggelengkan kepalanya, setelah beberapa saat. Tiba tiba ia merasakan dua aura kuat bertempur diatas celah dimensi Benua tersebut.


"Ini pasti pertempuran mereka," gumam Luo Jian khawatir karena itu akan memantik datangnya petir Surgawi.


Ditengah ia yang sedang melamun, tiba tiba pelayan membawakan pesanan Luo Jian.


"Terimakasih," ucap Luo Jian kemudian mencium aroma racun terdapat pada makanan yang disajikan.


"Tuan tunggu! Makanan ini terdapat racun!" Ucap panik Lin Yue.


Luo Jian hanya mengangguk, tapi ia tetap memakannya. Dibalik ruangan tiap sudut, beberapa pasang mata mengawasi Luo Jian yang kini mulai menyantap makanannya. Lin Yue terdiam, melihat Luo Jian yang seperti kelaparan itu.


"Tuan pelanlah makannya, karena bukankah anda hanya datang sendiri," ucap pelayan yang tersenyum kearah Luo Jian.


"Benar juga katamu," ucap Luo Jian terus mengunyah daging yang penuh di bibirnya.


Beberapa menit kemudian, Luo Jian tiba tiba tak sadarkan diri. Lin Yue pun panik dibuatnya, namun tiba tiba ia merasa aneh dengan Luo Jian yang menggerakan kedua jari diatas mejanya.


Melihat kode yang diberikan, Lin Yue tau tuan mudanya hanya berpura pura. Karena itu ia tetap diam.


"Tuan pemuda yang anda inginkan telah tak sadarkan diri," ucap pelayan kearah balik pintu ruangan manager.


Zhong muncul dari balik pintu bersama siluman rubah dua ekor yang belum bertransformasi menjadi manusia dengan baik.


"Mungkin kamu bisa lari dari anggota sekteku, tapi bukan bearti kau dapat berlari dari genggamanku," ucap Zhong kemudian menjilati bibirnya menatap tubuh Ling Hua yang mulus.

__ADS_1


Luo Jian hanya menyunggingkan senyumnya mendengar Zhong yang ternyata tidak ingin melepaskan Ling Hua.


Setibanya disamping Luo Jian, Zhong kemudian membelai wajah cantik Luo Jian yang menyamar menjadi Ling Hua. Saat tangan Zhong akan bergerak kearah area sensitif, tiba tiba tangan Luo Jian dengan cepat menampar Zong.


Plaaaaaak!


"Akkkhh!" Pekik Zhong kemudian mengelus pipinya sendiri.


"Ka-kau..."


Swuuuuush! Swuuuuush!


Siluman yang berkerja sama dengan Zong kemudian muncul disamping Zong dengan tatapan datar.


"Bagaimana kau bisa bertahan dari racun yang kami beri," ucap heran salah satu siluman yang transformasi menjadi manusianya masih belum sempurna.


"Itu sangat mudah, karena kalian itu bodoh! Termasuk," ucap Luo Jian menunjuk wajah Zong membuat Zong begitu murka.


"Arghhhh! Bunuh dia!"


Swuuuush!


Mendengar perintah Zong, mereka segera menggunakan wujud yang tak lain kalajengking ekor merah. Serangan ujung ekor melesat secara cepat kearah Luo Jian yang dengan segers mengeluarkan pedang hitamnya


Tiiiiiiing!


"Huh! Siluman rendahan," ucap Lin Yue dipikiran Luo Jian.


Swuuuuush!


Luo Jian kemudian menghindsr dari dua serangan ekor lainnya yang mengarah ke tubuhnya.


"Mati!"


Memutar tubuhnya dengan cepat, Luo Jian bergerak kekiri lalu menebas pangkal ekor Kalajengking dengan memberikan serangan tipuan.


Slaaaash!


Pangkal ekor yang telah terlepas dari tubuh kalajengking membuat cairan hijau kemerahan keluar menyembur.


"Siluman ini..." Ucap tercekat Luo Jian.


Luo Jian sangat tahu, bahwa kalajengking memang memiliki racun. Tapi racun didepannya bukanlah racun biasa yang memiliki banyak penawar. Karena sudah tahu racun yang dimiliki sangat berbahaya, Luo Jian segers keluar dari resto untuk mencari tempat yang lebih luas.

__ADS_1


Saat keluar.


Luo Jian membelalakan matanya melihat puluhan kalajengking yang sama menghadang pergerakannya.


__ADS_2