Kaisar Langit

Kaisar Langit
Dewa Bintang


__ADS_3

"Dia wanita yang diinginkan tuan muda Zhong dan patriak Gao Xhuan cepat tangkap!" Teriak pimpinan pasukan.


Swuuuuuush!


Pasukan itu melesat kearah Luo Jian yang menyamar, Luo Jian yang tidak ingin membunuh mereka semua menyunggingkan senyum misteriusnya.


"Seandainya jika aku kejam maka tidak ada yang bisa lolos satupun hari ini... Tapi aku bukan Dewa rendahan seperti Shen Long!"


"Gerakan Ilahi! Batas Domain Dewa!"


Swuuuuung!


Sebuah perisai muncul membatasi puluhan prajurit dan anggota sekte Tapak Api. Sontak yang berada diluar pembatas domain dewa mencoba memecahkan batas itu menggunakan pedang mereka. Namun sayangnya, jurus batas domain dewa bukanlah jurus tingkat rendah yang dapat dihancurkan oleh siapapun semudah membalikan telapak tangan mereka.


Luo Jian yang masih berada jauh didepan calon mayat yang akan ia bunuh berjalan secara perlahan sambil menyunggingkan senyumnya.


"Hari ini aku akan memberikan pelajaran pada kalian, apa yang boleh disentuh dan tidak!"


Swuuuuuung!


Pedang hitam ditangan Luo Jian bergetar hebat, setelah itu Luo Jian membiarkan pedang hitam mengambang lalu melesat kearah puluhan anggota kerajaan dan juga sekte yang ada didalam pembatas domain dewa.


Melihat Lin Yue telah bergerak dan menebas dengan cara melesat tanpa menghentikan lajunya. Luo Jian baru berlari dan mulai membunuh sisa anggota kerajaan yang terlepas dari arah serangan Lin Yue.


Kraaaaack!


Sulingnya ia keluarkan, gerakan lihai seperti menari ia peragakan. Meskipun lembut, tapi setiap suling yang mengenai anggota tubuh lawannya membuat tulang lawan hancur. Bahkan tidak ada yang bisa hidup dari sentuhan seruling yang tumpul itu. Luo Jian terus bergerak seperti Dewa Kematian yang sedang menunjukan bakat tarinya.


Diluar pembatas, serangan demi serangan menggunakan pedang mereka lakukan untuk menghancurkan perisai yang membatasi mereka.


Disaat Luo Jian akan mengeluarkan tapak tangan dari kehampaan untuk menyelesaikan misinya. Tiba tiba seuliet bayangan emas mendahuluinya, bahkan kecepatan Lin Yue tersusul oleh bayangan itu yang membunuh hanya dengan melewatinya saja.


Diluar pembatas, para anggota sekte dan kerajaan membelalakan mata mereka yang mengira Luo Jian mengeluarkan jurusnya. Sehingga mereka yang segera tersadar segera kabur untuk menyelamatkan diri masing masing.


Sosok bayangan emas yang telah membunuh sisa lawan Luo Jian kemudian berdiri memunggungi Luo Jian.


Swuuuuuush!


Lin Yue berada digenggaman tangan Luo Jian karena ia sendiri belum mengetahui sosok pemuda didepannya.


"Saudara Jian, sudah sangat lama kita tidak bertemu," ucap Zhao Shun kemudian membalikan tubuhnya dan merubah wajah aslinya.


"Ini ka-kamu..." Ucap Luo Jian menancapkan pedang hitam ke permukaan tanah lalu berlari dan merangkul saudara yang telah lama tidak mengunjunginya itu.


"Benar ini aku!" Ucap Zhao Shun membalas pelukan Luo Jian dengan hangat.


Setelah melepas rindu beberapa detik, Luo Jian melepas pelukannya dan menatap serius Zhao Shun.


"Saudara, lebih baik kita cari tempat yang aman untuk membicarakan sesuatu," ucap Zhao Shun.

__ADS_1


Swuuuuung!


Segel teleportasi muncul, kemudian Zhao Shun menatap pedang hitam yang menancap dengan tatapan sinis.


"Saudara seejak kapan kau berteman dengan iblis kecil?" Tanya heran Zhao Shun.


"Saudara nanti aku jelaskan, lebih baik kita segera pergi.


Setelah itu mereka berdua yang bersama Lin Yue menggunakan wujud pedangnya memasuki gerbang teleportasi menuju ketempat yang tersembunyi.


****


Disisi lain, Ling Hua yang menyamar menggunakan tampilan Luo Jian membantai apapun yang ada didepannya. Bahkan tanpa rasa gentar, Ling Hua terus melesat dan memborbardir dengan elemen airnya.


Diatas langit. Tepatnya Bao Yun berada.


"Jika aku membunuhnya saat ini itu tidak mungkin, karena adanya sampah sampah yang sedang menginginkan nyawanya," gumam Bao Yun terus memantau dan sebenarnya ingin segera menyelesaikan tugasnya.


Para Dewa memiliki hukum langit yang tidak bisa dibantah, karena itu Bao Yun lebih memilih diam dan melihat aksi keji yang dilakukan oleh Ling Hua.


***


Swuuuuung!


Luo Jian, Zhao Shun, dan Lin Yue muncul diruang kehampaan. Sesaat merasa aman tidak ada yang mengikuti, Zhao Shun membuka topik pembicaraannya.


"Sudara ini mungkin sudah takdir," ucap Luo Jian.


"Ooh iya bagaimana kamu tahu aku berada di benua ini?" Tanya Luo Jian.


"Saudara saat aku mendengar kabar dari prajurit ku, aku segera datang ke alam Dewa untuk memastikannya. Namun setibanya, aku langsung diserang oleh beberapa Dewa baru yang memiliki aura hitam sangat pekat," ucap serius Zhao Shun.


"Ras iblis," gumam Luo Jian.


"Karena aku tidak bisa mengalahkan ketiga Dewa itu, aku melarikan diri kembali ke Benua Bintang untuk kembali menjalankan tugasku, tapi..." Ucap Zhao Shun terdiam.


"Saudara apa ada masalah?"


"Itu benar, ternyata mereka datang ke Benua Bintang untuk membantai kami, untungnya saat itu aku berhasil membuat mereka mundur."


Luo Jian mengeratkan rahangnya sendiri.


"Bahkan dia berani menyentuh alam Bintang, itu sangat melawan hukum langit," ucap Luo Jian.


"Saudara, sepertinya perang Surgawi antar darah Dewa akan segera terjadi, dahulu kala orang tua kita melawan para Iblis untuk menyetabilkan kondisi seluruh alam, tapi kini kita harus berperan melawan saudara kita sendiri," ucap Zhao Shun pasrah.


"Saudara ini semua juga campur tangan ras iblis yang tersegel, aku rasa Shen Long termakan omongan Kaisar utama Iblis," ucap Luo Jian.


"Bagaimana saudara tahu?" Tanya heran Zhao Shun.

__ADS_1


"Entahlah aku juga belum bisa memastikannya, yang pasti berita tiga Dewa baru itu membuatku yakin," ucap Luo Jian.


Ditengah pembicaraan mereka, tiba tiba aura mengerikan sampai di ruang hampa yang dibuat oleh Zhao Shun.


"Gawat! Ini kesadaran Dewa Pedang!" Ucap Luo Jian panik.


"Saudara bukankah kita ditempat aman," heran Zhao Shun.


"Tidak saudara, aku menggunakan tampilan saudariku, sedangkan saudariku menggunakan tampilan ku, pasti saat ini Bao Yun sedang bertempur dengan saudariku... Saudara aku ingin kau membantuku," ucap Luo Jian serius.


"Baiklah, tapi aku takut kau tidak bisa bertahan tanpa aku disini. Jadi apakah kau ada tempat untuk bersembunyi?" Tanya Zhao Shun khawatir.


"Ada saudara, tapi ingatlah setelah pertempuran kecil kalian harus pergi dan bertemu di Lembah Cinta, jangan lupa hapus ingatan para Kultivator agar tidak menimbulkan masalah dengan air surgawi."


"Baik!"


Swuuuuush!


Zhao Shun kemudian mengibaskan tangannya, setelah itu mereka kembali ditempat yang sama.


"Saudara aku harap kau tidak membunuh Bao Yun, karena ini akan mengubah situasi," ucap Luo Jian kemudian melesat kearah Lembah Cinta.


Zhao Shun mengangguk, lalu ia menjentikan jarinya muncul ditempat pertempuran yang sangat kacau saat ini. Terlihat Ling Hua yang menyamar menjadi bulan bulanan oleh Bao Yun yang terprovokasi.


"Dewa rendahan! Apa kau tidak malu dilihat oleh ribuan Kultivator melawanku yang kini hanya manusia biasa!" Ucap provokasi lagi Ling Hua.


"Luo Jian apakah kamu lupa, bahwa aku memiliki air surgawi?" Tanya Bao Yun.


Ling Hua yang tidak mengerti kemudian berpura pura mengeratkan rahangnya.


"Aku tidak tahu kau bisa menahan serangan sepuluh persen ku menggunakan apa, yang pasti detik ini kau akan mati dengan pedangku!"


Swuuuuuuush!


Pedang itu melesat kearah Ling Hua. Ling Hua yang tidak bisa bergerak banyak itu kemudian memejamkan matanya sambil bergumam.


"Saudara Jian semoga tanpaku kamu bisa membuat Shui Long menjadi raja Siluman yang baik," ucap Ling Hua memejamkan matanya.


Swuuuuush!


Zhao Shun muncul menerima pedang tingkat Surgawi milik Dewa Pedang menggunakan tangan kosongnya.


Swuuuung!


Pedang itu bergetar saat berada digenggaman Zhao Shun yang telah menggunakan mode Dewanya.


Tujuh bintang berada dibalik punggungnya, yang diartikan ialah penguasa bintang yang sesungguhnya.


"De-dewa Bintang!" Ucap terkejut Bao Yun.

__ADS_1


__ADS_2