Kaisar Langit

Kaisar Langit
Batu Bai Xian Cahaya Abadi


__ADS_3

"Aku tidak akan pergi, tapi alasanku masih berada di sekte ini juga tak lain untuk membalaskan dendam keluargaku!" Ucap semangat Zhi Yu yang membuat Luo Jian mengangguk.


Swuuuuush!


Kekuatan gelap hilang dari tubuh Zhi Yu membuatnya segera melesat dan menyerang para murid sekte Darah Iblis dengan bringas.


***


Didalam alam mimpi.


"Yang Mulia, kenapa aku merasakan adanya sebuah segel aneh didalam tubuh Yang Mulia?" Tanya heran tetua yang berada didalam alam mimpi Luo Jian.


Merasa mereka adalah saudara, teman, sahabat dan keluarganya sendiri kemudian Luo Jian menjelaskan apa yang telah ia alami dialam Dewa. Hal itu membuat tetua itu bergidik ngeri dibuatnya.


"Ternyata alam Dewa yang dikenal damai lebih mengerikan," gumam tetua itu.


***


Didunia nyata.


"Ternyata kau juga memiliki darah yang sama denganku, dan sepertinya ini semua adalah rencana kalian, enyahlah!"


Dhuuuuuuuuuar!


Gelombang dahsyat menyebar yang menyebabkan beberapa ahli dari klan Cahaya meledak menjadi kabut darah.


Swuuuuuush!


Luo Jian melesat dan kemudian menyerang Weng Lao dengan gesit. Meskipun ranah iblis sembilan kepala berada di tingkat Dewa Bumi satu, nyatanya Weng Lao tidak gentar sedikitpun.


"Weng Lao sudah saatnya kau menebus dosamu!"


"Cahaya abadi! Tangisan surga!" Teriak Luo Jian.


Weng Lao hanya bisa menyunggingkan senyum misteriusnya, "Menggunakan jurus yang aku juga memilikinya? Begitu naif!"


Auuuuuuuuuuuu! Dhuuuuaar! Dhuuuuuar!


Tiba tiba ledakan demi ledakan terdengar, serangan suara cahaya itu membuat para ahli dari klan Cahaya segera keluar dari dunia buatan dan membabat habis anggota sekte Darah Iblis.  Weng Lao dan Luo Jian yang saling bertempur itu terlihat sangat imbang, hingga keduanya terus menghancurkan setiap sudut dunia kecil buatan Weng Lao itu.


***


Dialam mimpi.


"Bagaimana Weng Lao dapat mengimbangi kecepatan maupun kekuatan kalian yang telah bergabung?" Tanya heran Luo Jian.

__ADS_1


"Yang Mulia, karena batu Bai Xian Cahaya Abadi telah menyatu dengan tubuhnya, karena itu Weng Lao sangat kuat," ucap tetua itu jujur.


Luo Jian mengamati pertempuran mereka yang sangat sengit itu sambil berpikir sejenak.


"Jika begini keduanya akan mati," ucap Luo Jian.


"Yang Mulia benar, alasan kami bersekutu dengan iblis tidak ada alasan yang buruk, membunuh Weng Lao dan kitapun akan ikut mati. Karena sejatinya kami juga telah mati setelah bersekutu dengan iblis."


Luo Jian melototkan matanya, jika begitu maka sama saja ia akan mati bersama mereka. Tentunya sebelum pembalasan dendamnya berakhir baru ia rella jika harus mati tanpa alasan.


"Tapi aku tidak bisa," ucap Luo Jian.


Tetua itu merasa sangat bersalah, pertemuan yang tidak terduga itu dan juga yang melibatkan anak dari leluhur yang telah hidup dialam Dewa itu harus mengorbankan nyawanya.


"Yang Mulia maafkan ka..." Ucap mereka terhenti.


"Kalian ikut aku," ucap Luo Jian membuat segel tangan yang menghubungkan kearah dantiannya.


Swuuuuuush!


Roh mereka lenyap dan tiba di dantian yang sangat luas milik Luo Jian. Setelah itu para tetua yang berwujud roh itu terlihat heran diatas dantian tepatnya pembatasnya  terdapat puluhan rantai emas yang tersulur kesana kemari.


"Aku harap dengan bantuan kalian, rantai itu dapat hancur."


Luo Jian menjelaskan bahwa rantai emas yang ada diatas pembatas dantian adalah segel yang membuatnya hilang ingatan. Saat mereka akan mencoba menghancurkan rantai emas belenggu itu tiba tiba Luo Jian menghentikan tindakan mereka.


Para tetua akhirnya mengerti alasan Luo Jian meminta mereka untuk menghancukan rantai emas yang mengekang pikirannya.


"Tentu bisa Yang Mulia, namun jika ingin mengendalikan kekuatan ini, Yang Mulia harus menghancurkan kami semua. Tapi kekuatan ini hanya akan betahan lima menit setelah kami benar benar telah kealam baka," ucap salah satu tetua.


"Sekarang kalian lakukanlah, aku pastikan akan membunuh Weng Lao," ucap Luo Jian tulus.


Karena hanya cara ini saja yang dapat ia lakukan. Para tetuapun mengangguk dan bersiap melancarkan serangan mereka kearah rantai emas yang mengekang pikiran Luo Jian.


"Harus bisa!" Ucap Luo Jian bersiap menahan rasa sakit yang akan ia alami.


Swuuuuush! Dhuuuuar! Dhuuuuuar!


Ledakan maha dahsyat terjadi disaat para tetua mulai menyerang rantai emas, hal itu menyebabkan lautan dantian milik Luo Jian bergejolak hebat. Dibarengi dengan ledakan yang bersyahut syahutan, Luo Jian merasakan perasaan yang pernah ia rasakan. Rasa sakit pada area kepalanya, namun dengan serangan beruntun itu, dan para tetua itu yang dulunya memiliki ranah Kaisar Dewa sangat mudah untuk menghancurkan satu rantai.


Rasa sakit yang tak terbayang itu akhirnya terbayar dengan ingatan Luo Jian yang perlahan pulih. Tidak ada alasan lain untuk berteriak menahan rasa sakit yang menyebabkan para tetua menghentikan tindakan mereka.


"Yang Mulia apa yang terjadi!" Ucap salah satunya panik.


"Ka... Kalian lanjutkan saja, ini memang harga yang harus kubayar jika ingin mengembalikan ingatanku," ucap Luo Jian membuat para tetua ragu.

__ADS_1


"Cepat lakukan! Jangan hiraukan apapun yang terjadi padaku!" Teriak Luo Jian.


*****


Di dunia buatan.


Luo Jian menjadi bulan bulanan oleh Weng Lao akibat gempuran hebat didalam tubuh Luo Jian.


"Para keparat itu sedang melakukan apa!" Ucap kesal roh asli iblis sembilan kepala yang merasakan pikirannya begitu kacau.


Weng Lao yang tidak ingin menyia nyiakan kesempatan emas terus menggempur Luo Jian dengan bringasnya.


Sepuluh menit berlalu, Luo Jian yang telah mengembalikan sepenuhnya ingatannya telah membunuh para tetua klan Cahaya.


"Semoga kalian berinkarnasi sebagai anggota klan cahaya lagi," gumam Luo Jian kemudian mengambil alih kesadarannya.


Baaaaaams!


Luo Jian terpental dan setelah itu ia yang mendapatkan kesadarannya kembali menyeka darah merah yang keluar dari bibirnya. Perlahan matanya terbuka, dibarengi dengan bola matanya yang berubah menjadi keperakan.


"Lima menit, itu sudah cukup untuk membunuhmu...," Ucap dingin Luo Jian.


Weng Lao menaikan kedua alisnya, karena suara Luo Jian telah kembali seperti semula.


Swuuuuush! Swuuuuush!


Dua pedang yang merupakan pedang tingkat Surgawi muncul digenggaman Luo Jian, kiri adalah pedang hitam, dan kanan adalah pedang emas yang merupakan pedang milik ayahnya sendiri.


"Tuan muda," sapa terkejut Chi Yue yang terbangun dari tidur panjangnya.


"Yuer nanti aku jelaskan semuanya, sekarang kita beri pelajaran pada pengkhianat ini," ucap telepati Luo Jian.


"Luo Yuan itukah namamu? Hari ini aku akan menghapus namamu dari klan Cahaya!"


"Domain Dewa! Gerakan Ilahi!"


Swuuuuush!


Luo Jian seketika melesat dan menggempur dengan cepat kearah Weng Lao, serangan yang sangat cepat, terarah dan tentunya Luo Jian yang menggunakan dua pedang secara bersaamaan membuat Weng Lao harus terus mundur dan menghindari serangan Luo Jian yang brutal.


"Jurus apa ini! Kenapa aku tidak mengetahuinya," gumam kesal Weng Lao.


Luo Jian yang terus memojokan Weng Lao membuat Weng Lao mau tak mau mengeluarkan kartu trufnya.


Baaaaaammss!

__ADS_1


"Batu Bai Xian Cahaya Abadi aktif!"


__ADS_2