
Tujuh hari telah terlewati, para ahli klan Cahaya termasuk petinggi dan juga Luo Zhang akhirnya dapat memahami cara kerja kesadaran Dewa yang begitu mengagumkan.
"Ingatlah, jangan sembarangan menggunakan kesadaran Dewa," ucap Luo Jian.
"Baik saudara," ucap mereka semua sambil menangkupkan tinjunya.
Luo Jian mengangguk senang, namun tiba tiba ia melamun sejenak.
"Saudara apa ada hal yang saat ini menganggu pikiranmu?" Tanya Luo Zhang yang membuat Luo Jian menggelengkan kepalanya.
"Tidak, seminggu yang lalu sosok pemuda dengan rambut putih berkunjung ke klan ini," ucap Luo Jian yang membuat mereka semua terkejut.
Melihat reaksi mereka, membuat Luo Jian heran dengan sosok pemuda itu. Luo Zhang pun menjelaskan, bahwa sosok itu merupakan Luo Zhuo yang juga leluhur mereka. Setelah Luo Zhang menjelaskan semua tentang Luo Zhuo dan kenapa ia tidak berada di klan membuat Luo Jian bisa memakluminya.
"Sudahlah, lagian kalian juga tidak tahu tentang keberadaan saudara Zhuo, dan hal yang terpenting saat ini kalian harus menyelamatkan benua ini dari kesadaran iblis." Ucap Luo Jian.
"Saudara tapi sebelum kepergian patriak pendiri klan ini (Luo Ling / ayah Luo Jian), kami tidak diperbolehkan keluar dari klan jika tidak menggunakan penutup tubuh atau topeng."
Luo Jian mengangguk, kemudian ia menjelaskan saat ini klan Cahaya telah hancur, tapi ia kembali menegaskan bahwa hanya klannya saja yang hancur. Tapi jiwa cahaya mereka akan tetap bersinar untuk membantu setiap permasalahan dan tentunya menjadi secercah cahaya yang berguna bagi orang lain.
"Aliansi ini akan kuberikan nama Jiwa Cahaya, apakah ada yang keberatan?" Tanya Luo Jian.
Mereka semua menggelengkan kepalanya. Melihat mereka yang setuju, Luo Jian kemudian meminta pada Luo Zhang agar memberikannya berapa bahan yang ia butuhkan.
"Saudara semuanya ada padaku," ucap Luo Zhang kemudian memberikan cincin ruang yang berisi harta klan pada Luo Jian.
"Harta ini sangatlah banyak, akan tetapi sudah tidak berguna untuk kalian," gumam Luo Jian yang melihat isinya.
"Itu benar saudara, apalagi setelah kita menghancurkan sekte Darah Iblis, tapi sayangnya saat ini kita tidak memiliki penerus," ucap Luo Zhang merasa sedih.
Luo Jian tersenyum.
"Apakah kalian ingin berkelana denganku? Menjelajahi seluruh alam dan menciptakan kedamaian?" Tanya Luo Jian yang memiliki rencana membawa mereka ke alam Dewa.
__ADS_1
Seketika semangat mereka hadir membara dan langsung menjawab tanpa memikirkan resikonya. Setelah membahas hal itu, Luo Jian kemudian melakukan kembali tugasnya, yaitu meleburkan beberapa bahan menjadi topeng dan beberapa jirah perang yang akan melambangkan identitas mereka sebagai Jiwa Cahaya.
"Saudara Jian juga seorang penempa," ucap bertambah kagum semua ahli yang melihat Luo Jian meleburkan besi dan baja tingkat tinggi milik klan dengan mudah.
Tiga hari kemudian, akhirnya Luo Jian berhasil membuat jirah perang dan topeng dengan simbol cahaya diatas kepalanya yang diberi warna keemasan.
"Ingatlah, karena kalian akan membantu orang lain, gunakan nama aliansi kita. Jika ada sesuatu yang berbahaya dan tidak dapat dilakukan, lebih baik tinggalkan dengan segera," ucap Luo Jian.
"Baik ketua," jawab mereka yang kemudian menggunakan jirah serta topeng keemasan yang sangat elegan buatan Luo Jian.
Setelah mereka bersiap siap, Luo Jian kemudian meminta peta disekitar klan cahaya. Dengan kecerdasaannya saat ini, Luo Jian menjelaskan strategi yang akan mereka gunakan. Ia juga membagi kelompok yang terdiri dari sepuluh anggota klan ahli cahaya. Setelah semua selesai dipersiapkan.
"Ingatlah untuk tahu batasan diri, gunakan kesadaran Dewa dengan sebaik mungkin," ucap Luo Jian.
"Baik," ucap mereka kompak segera keluar dari istana utama klan Cahaya.
Semua anggota telah pergi, kecuali Luo Jian dan Luo Zhang.
Luo Jian lagi dan lagi hanya menyunggingkan senyumnya.
"Semua takdir sudah ditentukan, lalu kita bisa berbuat apa?" Tanya Luo Jian yang kemudian menceritakan klan cahaya di alam Dewa telah lenyap tanpa sisa.
Luo Zhang seketika membisu, tentu yang dimaksud Luo Jian adalah saudaranya sendiri. Karena dari buku catatan sejarah yang ditinggalkan oleh pendiri klan cahaya (Luo Ling). Setengah dari klan yang ada di Benua Api itu telah berpindah ke tempat yang dimana katanya ada istilah penguasa seluruh alam.
"Saudara aku turut sedih mendengar cerita ini," ucap Luo Zhang merubah raut wajahnya.
"Tapi jika anda adalah putra tunggal patriak Ling, maka seharusnya wajah anda..." Ucap tercekat Luo Zhang sedikit tidak enak.
"Hehehe, saudara tidak perlu takut membuatku sakit hati perihal umur. Sejatinya pemilik kesadaran Dewa, dia tidak akan pernah menua meski umur mereka lebih dari satu juta tahun bahkan seratus juta tahun," ucap Luo Jian membuat Luo Zhang terkejut setengah mati.
"Jadi kami pun sama?"
Luo Jian mengangguk dan menjelaskan sisi lain manfaat kesadaran Dewa. Setelah semuanya dibahas, Luo Jian yang ingin mengungkit tentang Pangeran Zhuo membuat Luo Zhang mengerti apa yang dipikirkan Luo Jian.
__ADS_1
"Tugas Pangeran Zhuo adalah sebagai pemimpin pasukan Abadi yang di isi oleh para ahli dari masing masing klan yang ada di Benua Api."
Luo Zhang kemudian menjelaskan semua tugas yang ia ketahui. Disisi lain, tugas dari pasukan Abadi adalah mendamaikan Benua Api dari kekacauan internal ataupun eksternal. Mereka juga dikenal dengan pasukan bayangan yang bisa saja menghancurkan salah satu klan jika sang pemimpin pasukan menginginkannya.
Luo Jian menganggukan kepalanya.
"Jika begitu, bukankah kekacacuan iblis kesadaran membuat pasukan Abadi bergerak?" Tanya Luo Jian.
Luo Zhang kini yang berganti menganggukan kepalanya.
"Saudara benar, dan jika pasukan Jiwa Cahaya bertemu mereka, tidak akan ada perseteruan yang berujung peperangan, karena bagaimanapun saat ini mereka pastinya akan berjuang bersama," ucap tenang Luo Zhang.
Pembicaraan mereka terus berlanjut, hingga tiba tiba gelombang dahsyat muncul di sebelah barat klan Cahaya.
Dhuuuar! Dhuuuaar!
Luo Zhang menaikan kedua alisnya, sedangkan Luo Jian terlihat sedikit waspada ketika kesadaran Dewanya yang mencoba menyelusuri gelombang yang disertai suara ledakan itu dengan seksama.
"Saudara ada pertempuran, mari kita lihat," ucap Luo Jian kemudian menarik paksa tangan Luo Zhang.
Setelah menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, Luo Jian tiba tiba bergidik ngeri saat merasakan dua aura kuat yang saling bertarung dari tiga kilometer jauhnya pertarungan itu.
"Sepertinya yang melakukan pertarungan Pangeran Zhuo," ucap Luo Jian yang mengenali aura Pangeran Zhuo dengan menggunakan kesadaran Dewanya.
Hal itu membuat Luo Zhang begitu bersemangat dan tentunya sangat penasaran siapa lawan leluhurnya itu.
Swuuuuuush!
Sebuah perisai Qi menyelimuti tubuh Luo Jian, setelah itu Luo Zhang segera terbang keatas langit dan membawa tubuh Luo Jian bersamanya. Setelah berada didekat pertempuran, Luo Jian melihat Pangeran Zhuo yang begitu kewalahan menghadapi sosok iblis kesadaran dengan tubuh yang sangat besar.
"Sepertinya aku mengenal monster itu, tapi..." Ucap Luo Jian tercekat, tapi tebakannya tidak mungkin meleset.
"Iblis Huang Rou!" Akhirnya Luo Jian dapat mengingatnya.
__ADS_1