
Berjalan dua puluh menit lamanya, tiba tiba Luo Jian menghentikan langkahnya disaat melihat pembullyan didepan matanya. Pemuda beramput pirang terlihat dipukuli dengan wajah yang terlihat memar, jubah identitas murid luar yang telah robek itu membuat hati Luo Jian merasa tersentuh.
"Dasar anj*ng tidak tau diri! Mati saja dari pada kau menjadi beban sekte!" Teriak salah satu murid dalam kemudian menendang tubuh pria berambut pirang itu hingga terpental kearah Luo Jian.
Luo Jian kemudian menatap santai rombongan murid dalam yang telah membuly pria berambut pirang yang ada didepannya.
"Hei bocah baru tolong tendangkan tubuh sampah itu kemari!" Ucap salah satunya kearah Luo Jian.
Luo Jian hanya bisa menaikan kedua alisnya, tapi wajah tenangnya mengisyaratkan tidak ingin melakukan sesuai dengan keinginan murid dalam untuk menendang tubuh pria berambut pirang yang kini tidak bisa berbuat apapun.
"Apa hak kalian menyuruhku? Jika kalian mampu datanglah kemari dan ambil tubuh pemuda ini sendiri," ucap tenang Luo Jian.
Ucapan Luo Jian yang dianggap seperti tantangan itu membuat murid dalam itu tertawa kesetanan. Karena apa yang mereka lihat, Luo Jian hanya berada ditingkat Langit satu.
"Sayangi kultivasimu itu, atau kau akan menjadi sepertinya...," Ucap dingin salah satu murid sambil memainkan kepalan tangannya.
Melihat pemuda yang baru memasuki sekte itu terkena masalah karenanya, pria berambut pirang itu berdiri dengan langkah sempoyongan mencoba untuk berjalan kearah murid dalam.
"Teman lebih baik kau urungkan niatmu memasuki sekte ini," ucap pria berambut pirang mengkuatkan tekadnya untuk melangkahkan kakinya menuju kearah murid dalam yang membulinya.
Luo Jian dengan sigap segera menghentikan langkah pria berambut pirang itu dengan menarik lengannya dengan lembut.
"Teman, kau tenang saja. Meskipun aku tidak mengenalmu, tapi keberanianku bukan sekedar mengantarkan nyawa sepertimu, lihatlah aku akan memberikan mereka pelajaran untukmu," ucap Luo Jian dengan tenang melangkahkan kakinya kearah lima murid dalam yang membuly pemuda berambut pirang itu.
"Ohh ternyata kau memiliki keberanian juga, maka jangan salahkan kami hari pertamamu memasuki sekte ini akan menjadi pengalaman pahit selama hidupmu!"
Swuuuuuuush!
Salah satu pemuda melesat dan menyerang menggunakan tinjunya kearah wajah Luo Jian. Luo Jian masih berada ditempatnya, hanya sunggingan kecil ia perlihatkan saat melihat tinju itu hampir mengenai wajahnya.
"Sepertinya kau terlalu percaya diri! Rasakan ini!" Teriak pemuda itu.
Haaaaap! Plaaaaaaak!
__ADS_1
Dengan mudahnya Luo Jian memblokir tinju pemuda itu menggunakan telapak tangannya. Setelah itu Luo Jian memberikan tamparan yang cukup keras, sehingga beberapa gigi pemuda itu terlepas. Wajah keempat rekannya menjadi jelek setelah melihat teman mereka dipermalukan oleh murid baru yang tak lama akan menjadi murid luar itu.
"Matiiii!"
Swuuuuush!
Ye Fang melesat dan melancarkan serangannya menggunakan tangan kosong yang telah di aliri dengan menggunakan energi Qi.
"Sepertinya aku harus melumpuhkanmu!"
Swuuuuuuush!
Luo Jian bergerak seperti bayangan lalu muncul didepan Ye Fang sambil melepaskan tendangannya kearah otong milik Ye Fang.
Pyaaaaar!
Tendangan yang cepat itu membuat Ye Fang hanya bisa melototkan matanya. Rasa sakit yang tak terbayangkan tiba tiba ia rasakan dibawah perutnya. Dan saat ia sadar, bahwa darah merah telah menetes dari balik celananya.
"Akkkkkh!" Teriakan Ye Fang sangat keras.
"Meskipun murid baru itu begitu kuat, tapi sayangnya nyawanya tidak akan tertolonng setelah melukai Ye Fang," ucap mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Luo Jian dengan sikap tenangnya menatap tiga murid dalam yang tersisa. Melihat mereka diam tak bergerak, Luo Jian berjalan santai kearah Ye Zhao yang tak lain pria berambut pirang itu.
"Teman terimakasih atas bantuanmu, tapi..."
"Aku hanya tidak suka melihat pembulian seperti ini, jadi kau tidak perlu berterimakasih padaku," ucap Luo Jian kemudian meninggalkan Ye Zhao kearah bangunan penerimaan murid.
Ye Zhao yang merasa hutang budi seketika berlari dan mencoba berhubungan baik dengan Luo Jian yang telah menyelamatkannya. Nyatanya hal itu hanya sekedar alasan Ye Zhao saja, karena ia sendiri takut masalah besar akan terjadi pada Luo Jian yang telah menyakiti kakaknya sendiri.
Para murid luar dan dalam seketika memberikan jalan disaat Luo Jian berjalan kearah mereka dengan tenang tanpa memperdulikan sekitarnya. Bebebapa dari mereka ada yang ingin membangun hubungan baik, tapi ada juga yang sepertinya memiliki niat terselubung dibalik tatapan mereka.
"Teman tunggu!" Ucap Ye Zhao kemudian menghentikan langkah Luo Jian.
__ADS_1
Luo Jian menatap ramah Ye Zhao.
"Yaa?" Tanya singkat Luo Jian.
"Bolehkah aku mengetahui namamu?" Tanya Ye Zhao.
"Namaku Yin Lang," ucap tenang Luo Jian membuat semua orang ternganga.
"Pantas saja dia berani menyentuh Ye Fang, karena latar belakangnya yang begitu mengerikan," gumam Ye Zhao.
Begitu juga dengan wajah keterkejutan murid luar dan dalam yang mendengar nama Yin Lang. Karena mereka tahu marga Yin merupakan keluarga besar yang sangat mengerikan di Benua Api karena para tetua dari klan Yin itu memegang banyak kekuatan di beberapa sekte putih maupun hitam terbesar.
Disisi lain, Ye Fang yang juga mendengar nama Yin Lang tiba tiba terdiam.
"Meskipun kau berasal dari klan Yin, selama kau berada di sekte ini kau tidak akan pernah bisa selamat dari bahaya yang akan datang menghampirimu," ucap Ye Fang tersenyum misterius dan segera meninggalkan tempat itu dengan wajah kesalnya.
"Teman meskipun kau berasal dari keluarga Yin tapi bukankah klan manapun tidak akan pernahikut campur dalam urusan sekte..."
"Teman tenanglah, aku tahu batasanku, terimakasih telah mengingatkanku," ucap Luo Jian kemudian meminta Ye Zhao untuk mengantarkannya kearah bangunan penerimaan murid baru.
Lima belas menit berjalan, dan Ye Zhao terus memberikan jawaban apa yang diminta oleh Luo Jian dengan baik. Menurut pengamatan Luo Jian dari informasi yang didapatkan, sekte Darah Iblis sedang mengalami kekacauan besar yang bisa saja menghancurkan sekte ini.
"Teman kita sudah tiba," ucap Ye Zhao.
"Terimakasih telah mengantarkanku, jika ada masalah dan sampah itu menganggumu, kau bisa mencariku," ucap Luo Jian lalu meninggalkan Ye Zhao.
Setelah berada didalam ruangan penerimaan murid yang terlihat ramai itu.
"Bocah apa tujuanmu kemari?"
"Aku hanya ingin mengambil plat identitas dan jubah untuk aku kenakan," jawab Luo Jian kepada tetua penjaga ruangan penerimaan murid itu.
Penjaga itu mengangguk, dan setelah itu ia meminta pada Luo Jian untuk segera meneteskan darahnya pada plat identitas murid luar itu.
__ADS_1
Setelah mengambil identitas dan jubah yang akan ia kenakan, mata Luo Jian tertuju pada sosok pemuda berambut putih yang tergerai dibahunya menatap santai kearahnya.
"Haiis sangat tidak ramah," ucap Luo Jian sedikit kesal kemudian meninggalkan bangunan itu dan menuju keasramanya.