Kaisar Langit

Kaisar Langit
Menjadi anggota dalam puncak Api Dewa


__ADS_3

Melihat kepergian Weng Lao, Yin Kun kemudian menatap tajam Luo Jian.


"Jika kau berbuat macam macam disekte ini, aku sendiri yang akan datang dan membunuhmu bocah!"


Swuuuuush!


Yin Kun menghilang dari pandangan, tak berselang lama kepergian mereka. Zhi Yu kemudian menanyakan kondisi Luo Jian setelah tercekik oleh energi Qi milik Yin Kun.


"Saudari aku baik baik saja," jawab Luo Jian ramah.


Zhi Yu kemudian memberikan  batu giok jiwa miliknya pada Luo Jian, sesaat setelah membicarakan hal serius pada Luo Jian. Zhi Yu terus meminta Luo Jian pada Zhi Yu untuk tetap berhati hati pada sekitarnya. Karena ia sendiri tidak bisa melindungi Luo Jian. Dan tentunya kekuatan puncak Api Dewa sangat rahasia.


"Terimakasih atas peringatannya saudari, aku berharap memiliki waktu untuk mengunjungimu kemari," ucap Luo Jian bersikap tenang sambil memberikan senyumannya.


Zhi Yu mengangguk, tak berselang lama tiba tiba burung Phoenix memekik dilangit kediaman milik Yin Kun.


"Weng Lao benar benar mengutus Dai Mubai untuk menjemput Luo Jian, jika begini maka keselamatan Yin Lang akan baik baik saja," gumam Zhi Yu kemudian keluar dari kediaman Yin Kun bersama Luo Jian.


Setelah diluar kediaman, Phoenix api mendarat tepat dihadapan mereka. Sosok pemuda tampan mengenakan jubah elit puncak Api Dewa turun dari Phoenix api tersebut dan menatap tenang Luo Jian.


"Kau yang bernama Yin Lang?" Tanya Dai Mubai.


"Benar senior," jawab Luo Jian hormat.


Dai Mubai mengangguk, kemudian matanya terarah pada Zhi Yu yang memasang waajah penuh harap.


"Adik Yu dari puncak Zhi Yin apa ada yang ingin kau katakan padaku?" Tanya ramah Dai Mubai.


"Senior Bai jaga Yin Lang untuukku!" Ucapnya tegas karena ia merasa nyaman ketika berada didekat Luo Jian.


"Adik Yu kau tenang saja, hal itu adalah kewajibanku untuk menjaganya, karena Ketua memintaku untuk menjaganya selama dipuncak Api Dewa."


Zhi Yu akhirnya bisa tenang mendengar ucapan Dai Mubai, mungkin ia mengenal Dai Mubai, tapi tidak terlalu dekat. Tapi menurutnya sendiri Dai Mubai bukan seseorang yang licik seperti anggota sekte lainnya.

__ADS_1


Setelah berpamitan akhirnya Luo Jian menunggangi Phoenix api dan pergi meninggalkan puncak Zhi Yin bersama Dai Mubai. Ketika dalam perjalanan menuju puncak Api Dewa.


"Adik Lang, sepertinya Zhi Yu wanita dingin itu menaruh perasaan padamu," ucap Dai Mubai membuka topik pembicaraannya.


"Senior aku juga tidak tahu," jawab ramah Luo Jian.


Dai Mubai kemudian membicarakan sosok Zhi Yu yang ia ketahui, karena ia sendiri sudah pernah menjalankan beberapa tugas bersama Zhi Yu keluar dari sekte. Luo Jian mengangguk, dan akhirnya ia tahu alasan Dai Mubai mengira Zhi Yu menaruh perasaan pada Luo Jian.


"Jika itu benar biarkan takdir yang menentukannya, karena hal utama tujuanku saat ini hanya mencari identitasku sendiri," gumam Luo Jian.


Satu jam kemudian.


"Senior Bai," sapa penjaga gerbang puncak Api Dewa membiarkan mereka terbang dengan bebas dikawasan puncak Api Dewa.


"Energi sepiritual disini sangat pekat," gumam kagum Luo Jian.


Gumaman Luo Jian terdengar oleh Dai Mubai, setelah itu Dai Mubai menimpal gumaman Luo Jian.


"Tentu kawasan ini adalah terlarang bagi puncak lainnya, dan tentunya puncak lain tidak pernah dapat mengetahui kekuatan sebenarnya puncak Api Dewa," ucap Dai Mubai tenang kemudian mengarahkan Phoenix api kearah kediamannya.


"Adik Lang kau akan tinggal bersamaku, jika ada hal yang dibutuhkan panggil saja Murong istriku untuk melayanimu, ingatlah rumahku adalah rumahku juga," ucap Dai Mubai ramah yang membuat Luo Jian sendiri merasa tidak nyaman.


"Hahahaha! Adik kau tidak perlu sungkan, karena aku sudah menganggapmu sebagai adikmu sendiri," ucap lagi Dai Mubai.


"Senior terimakasih."


Dai Mubai mengangguk, setelah itu ia meminta istrinya untuk keluar dan menyambut Luo Jian dengan hangat, karena ia sendiri akan pergi ke puncak anggota Api Dewa untuk mengambilkan identitas Luo Jian yang saat ini akan menjadi murid dalam puncak Api Dewa.


Sosok wanita cantik dengan dandanan seperti Zhi Yu muncul, dia adalah Murong, istri dari Dai Mubai datang menyambut sambil memberikan senyum hangatnya.


"Langer mari masuk," ucap Murong membawa Luo Jian kekamar yang disediakan untuk Luo Jian.


"Ini kamarmu, jika ada keperluan kau bisa mencariku, ooh iya kau harus berhati hati dengan puncak kediaman disekitar sini, karena mereka sangat membenci pendatang baru. Apalagi identitasmu yang dikabarkan baru masuk ke sekte dan mendapat perlakuan lebih dari ketua sekte," ucap Murong memperingatkan Luo Jian.

__ADS_1


"Senior terimakasih," ucap Luo Jian kemudian memasuki kamarnya dan memilih untuk berkultivasi.


Saat akan menyerap pill yang diberikan oleh Weng Lao, Luo Jian mengingat ucapan Zhi Yu agar tetap berhati hati pada sekitarnya.


"Tapi aku rasa senior Bai dan Murong tidak perlu aku curigai, sifat mereka dan kedatanganku juga disambut baik olehnya," gumam Luo Jian memutuskan untuk berkultivasi.


Seminggu berlalu dengan cepat, Luo Jian masih berkultivasi dan menunggu adanya terobosan ketingkat yang lebih tinggi lagi. Hingga lima jam kemudian energi didalam Dantiannya telah tenang, Luo Jian masih belum merasakan terobosannya.


"Ada apa dengan tubuhku? Kenapa sepuluh pill peningkat Kultivasi tidak memberikan peningkatan padaku sama sekali," ucapnya sedikit mengeluh kemudian keluar dari kamarnya.


Dan ternyata ia sudah disambut oleh Murong dan Dai Mubai yang sedang menikmati makanan buatan Murong.


"Adik kemari, aku tahu kau lelah berkultivasi jadi cepat isi perutmu keburu lauk ini dingin," ucap Dai Mubai.


Keramahan yang ditunjukan Dai Mubai akhirnya membuat Luo Jian memakan makanan yang sengaja disiapkan oleh Murong. Tak berselang lama setelah makan, Dai Mubai memberikan jubah murid dalam dan juga plat murid dalam puncak Api Dewa pada Luo Jian.


"Jika berpergian keluar dari puncak, gunakan plat ini... Aku pastikan hanya segelintir anggota sekte yag berani menyentuhmu," ucap Dai Mubai.


"Senior terimakasih," ucap Luo Jian kemudian keluar dari kediaman dan mencari tempat untuk melatih teknik berpedangnya.


Satu jam berlatih, diam diam Dai Mubai melihat pelatihannya. Karena merasa kasihan Luo Jian masih menggunakan teknik dasar berpedang, dan tentunya Luo Jian sudah menguasai teknik dasar itu dengan baik. Dai Mubai akhirnya mengajari teknik milikknya pada Luo Jian.


Hal yang dilihat Dai Mubai ketika melatih Luo Jian adalah ketidak percayaan. Kata kata "monster" dan "jenius" selalu ia ucapkan ketika mengajari teknik berpedang pada Luo Jian. Tak berselang lama,tiba tiba Weng Lao muncul disamping Dai Mubai.


"Guru..."


Weng Lao hanya mengangguk, tapi matanya terarah pada Luo Jian yang sedang melatih teknik berpedang yang ia buat sendiri untuk identitas puncak Api Dewa.


"Ternyata aku tidak salah membuat keputusan," ucap senang Weng Lao kemudian mencoba menyerang Luo Jian dengan menggunakan kekuatan fisiknya.


Swuuuus!


Weng Lao menyerang kearah punggung Luo Jian secara tepat, hal itu disadari oleh Luo Jian yang seketika menghindari serangan kejutan Weng Lao dengan cara memutarkan tubuhnya, dan memberikan serangan tebasan pedang kearah leher Weng Lao. Namun saat melihat sosok yang menyerangnya adalah Weng Lao, Luo Jian segera menghentikan tindakannya, namun tiba tiba tinjuan kearah perutnya membuat Luo Jian terpental dan memuntahkan seteguk darah merahnya.

__ADS_1


"Akkkkh!"


"Jangan lengah, siapapun lawanmu, sekuat apapun dia kau harus bisa melawannya! Sekarang lawan aku dan aku ingin tahu sampai mana batas kekuatanmu!"


__ADS_2