Kaisar Langit

Kaisar Langit
Mencari gara gara denganku? Huhh tidak tau diri!


__ADS_3

Tinjuan yang sangat keras terarah pada titik vital dantian milik Bao Ling. Dan hal itu membuat Bao Ling kehilangan kultivasinya sekaligus berguling guling karena merasakan rasa sakit yang tidak pernah terbayang olehnya.


"Akkkkh! Bunuh dia!" Teriak Bao Ling sambil terus berguling guling.


Mendengar perintah Bao Ling, empat murid luar tentunya bawahan Bao Ling segera melesat kearah Luo Jian dan menyerangnya dengan tangan kosong. Luo Jian yang sudah menduga hal seperti ini akan terjadi tidak segan untuk membunuh mereka. Namun saat ini ia tidak ingin melakukannya, karena ia sendiri membutuhkan beberapa informasi mengenai sekte utama Darah Iblis, karena itu ia hanya ingin memberi pelajaran kepada keempat bawahan Bao Ling.


Swuuuuuuuush!


Sekedipan mata, Luo Jian bergerak lebih cepat mendahului pergerakan keempatnya dan melancarkan tendangan maut bagi otong mereka.


Pyaaaar! Pyaaaaar! Pyaaar! Pyaaaaar!


Suara renyah terdengar disaat tendangan Luo Jian yang secara bergantian mengenai keempat otong murid tersebut. Sontak wajah mereka memerah menahan rasa sakit yang tak terbayangkan. Kondisi mereka tentunya seimbang dengan luka yang dialami oleh Bao Ling. Karena telah memberi pelajaran, Luo Jian mendekati Bao Ling yang kini semakin ketakutan karena Luo Jian tiba tiba telah berada didepannya.


"Ka... Kau mau apa!" Ucapnya keras tapi tiubuhnya gemetar tak karuan.


"Tenanglah, aku sedang tidak ingin membunuh siapapun, sekarang katakan padaku dimana asrama untuk murid luar beristirahat," ucap tenang Luo Jian.


Bao Ling kemudian segera memberikan jawaban yang semua diinginkan Luo Jian dengan baik. Bahkan beberapa murid dalam yang berkuasa di sekte utama. Luo Jian yang telah mendapatkan beberapa informasi itu kemudian menampar Bao Ling dan hendak menendangnya kearah tembok.


"Ap... Apakah kau tidak tahu aku adalah adik Bao Wei dari puncak Api Dewa!" Ucap Bao Ling mencoba menggunakan nama kakaknya sendiri.


"Bahkan jika Bao Wei datang kemari, jika aku ingin membunuhmu dia tidak akan pernah dapat menyelamatkan hidupmu...," Ucap dingin Luo Jian kemudian meninggalkan Bao Ling.


Berjalan sesuai dengan arahan Bao Ling, Luo Jian tidak menyangka hari pertama ia memasuki sekte utama harus bertemu dengan adik Bao Wei. Tapi hal itu tidak begitu ia pikirkan sama sekali, saat ini hal utama yang harus ia lakukan adalah mencari asrama dan mengambil identitasnya sebagai murid luar. Wajahhya berkerut, seketika rautnya berubah menjadi datar tanpa ekspresi.


"Baj*ngan itu mengerjaiku ternyata. Kau kira aku tidak bisa menjaga diriku sendiri," ucap Luo Jian sambil tersenyum misterius berjalan santai kearah bangunan tua yang terlihat kumuh namun didalam bangunan itu terdapat beberapa aura yang mendiaminya.


Didalam bangunan itu. Dua pemuda kembar yang duduk dibangku utama menaikan kedua alisnya kemudian menatap heran murid luar yang berada disekitarnya.

__ADS_1


"Siapa yang berani ketempat ini sendiri? Bukankah ia datang mengantarkan nyawanya sendiri," Shu Ling memainkan jari jarinya diatas bangku.


"Hehehehe! Kakak apakah kau ingin meminum darahnya?" Tanya Shu Yuan merupakan adik dari Shu Ling.


Shu Ling mengangguk, dan kemudian menatap bawahannya untuk segera menyambut tamu yang entah siapa datang kemarkas aliansi mereka.


***


Swuuuuush!


Tiga murid mengenakan jubah murid luar tiba dihadapan Luo Jian menghalangi langkah Luo Jian.


"Hei sepertinya dia murid baru yang tersesat, bagaimana sebelum senior Ling dan Yuan membunuhnya, lebih baik kita berinya sedikit pelajaran tentang kehidupan sebelum kematian?" Tanya arogan salah satu murid luar itu.


Luo Jian yang telah menghentikan perjalananya itu seketika menahan tawanya saat mendengar percakapan mereka yang tentunya mana mungkin mereka dapat melakukannya.


"Bocah apa yang kau tertawakan!" Ucap kesal salah satunya.


Swuuuuuush!


Dhuuuuuuarrr! Dhuuuuaaar!


Luo Jian melesat dan memberikan tinju beruntun secarra bergantian kepada tiga pemuda itu yang membuat mereka terpental dan merobohkan bangunan tua. Sontak dibalik tembok Shu Yuan dan Shu Ling membelalakan mata mereka, bahkan beberapa murid luar yang juga berada disekitar mereka. Namun keterkejutan mereka hanya sementara, karena saat ini wajah mereka menjadi memerah dengan urat urat syaraf yang terlihat jelas.


"Kau menghancurkan markasku!" Ucap Shu Ling kesal langsung melesat kearah Luo Jian.


Wajah datar Luo Jian di perlihatkan disaat akan menyambut tinju yang telah dialiri dengan energi Qi milik Shu Ling itu. Meskipun Shu Ling berada ditingkat Langit satu. Tapi kekuatannya berbanding jauh dengan Luo Jian yang juga sama ditingkat Langit satu.


Dhuuuuuuuuar!

__ADS_1


Shu Ling membelalakan matanya disaat tubuhnya terpental. Kejadian singkat itu tiba tiba dikejutkan dengan tangan kanannya yang tidak bisa digerakan.


"Akkhh! Bagaimana tanganku bisa patah hanya dengan sekali tinjunya," ucap Shu Ling merasa terkejut.


Luo Jian hanya tersenyum, setelah itu ia menatap Shu Yuan yang masih melongo melihat adiknya dibuat tak berdaya setelah pertukaran tinju itu.


Melihat mereka yang masih diam, dengan santai Luo Jian meninggalkan tempat itu dan bergegas menuju kearah asrama yang di sediakan untuk murid luar. Tapi, tiba tiba langkahnya terhenti disaat merasakan udara yang dipenuhi dengan aura kematian yang lumayan pekat. Seketika Luo Jian membalikan tubuhnya dan menatap santai Shu Yuan yang akan melesat kearahnya dengan niat membunuh.


"Setelah melukai adikku apakah aku harus membiarkanmu melewatiku begitu saja?"


"Ciiih! Banyak omong!"


Swuuuuuush!


Luo Jian bergerak sangat cepat seperti bayangan dan langsung memberikan serangan tinju kearah wajah Shu Yuan, serangan cepat itu membuat Shu Yuan terpental dan merobohkan tembok markasnya sendiri. Wajah murid luar seketika berkedut melihat Shu Yuan dengan mudahnya dikalahkan oleh Luo Jian.


"Jika ingin seperti mereka saat ini kalian bisa maju bersama...," Ucap dingin Luo Jian sambil menatap tajam murid luar yang kini tubuh mereka gemetar tak karuan.


Melihat mereka hanya diam tidak menjawab, Luo Jian kembali melanjutkan perjalanannya kearah asrama murid luar. Berjalan santai sambil melihat keadaan sekte yang begitu kacau itu. Luo Jian hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena tempat yang saat ini ia tempati sama saja dengan tempat penindasan bagi mereka yang lemah. Ditengah perjalanannya yang tidak ingin mengganggu aktivitas para murid lain,Luo Jian merasakan sepasang mata mengawasinya dari sudut bangunan besar yang menyediakan makanan untuk murid sekte.


"Sepertinya pemuda itu yang bernama Hei Shen," gumam Luo Jian yang mengira pemuda yang mengawasi adalah Hei Shen dari informasi yang diberikan oleh Bao Ling.


Tanpa memperdulikan tatapan dari penguasa murid dalam nomor satu itu, Luo Jian terus mencari tujuan utamanya, yaitu asrama tempatnya beristirahat. Lima belas menit berjalanan dengan wajah bosan melihatĀ  penindasan yang selalu ia lihat, Luo Jian akhirnya tiba di gerbang asrama yang di sediakan untuk murid luar.


"Bocah tunggu!" Ucap tetua penjaga asrama itu menghentikan langkah Luo Jian.


"Ya?"


"Sebelum kau memasuki asrama ini, kau harus mendapatkan identitasmu dahulu, jadi kau harus mengambil plat identitas dan jubah di ruang penerimaan murid baru," ucap penjaga asrama itu tanpa menatap wajah Luo Jian sama sekali.

__ADS_1


"Terimakasih," ucap Luo Jian segera meninggalkan penjaga asrama itu tanpa menghormatinya sama sekali.


"Murid baru akhir akhir ini memang tidak tahu diri," ucap penjaga asrama yang ternyata diam diam mengetes keramahan murid yang baru masuk sekte dengan menggunakan percakapan singkatnya.


__ADS_2