
Ketiga pemuda lainnya segera memberi ruang gerak kearah pemuda yang bersiap melancarkan serangan pedangnya. Muncul sinar hitam memanjang di ujung mata pedang itu sebesar dua puluh meter, hal itu membuat Luo Jian dengan tenangnya menggunakan sedikit energi Qi kearah kedua jarinya.
"Mati!"
Swuuuuuush!
Sinar hitam yang berasal dari pedang pemuda itu melesat kearah Luo Jian, para penonton seketika membisu.
"Ini sangat mudah!"
Swuuuuush!
Luo Jian memutarkan tubuhnya lalu dengan santainya menangkis sinar hitam dari pedang milik pemuda itu menggunakan kedua jarinya. Mata semua orang terbelalak, terkejut, kagum dan tentunya perasaan itu tercampur menjadi satu.
"Yin Lang sekuat itukah!" Semua orang seketika bersorak melihat Yin Lang yang begitu hebat dalam pertarungan dan kali ini menepis serangan jurus dengan kedua jarinya dengan mudah.
Swuuuuush!
Tanpa memperdulikan sorakan para penonton, Luo Jian berlari kearah pemuda yang telah mengeluarkan jurus itu dan bersiap memberikan serangan tinjunya. Pemuda itu kini terpojok disaat gempuran Luo Jian terus mengarah kearah titik vitalnya. Serangan yang semakin cepat itu sungguh membuat pemuda itu begitu kewalahan.
"Arghhh! Jika tidak ingin kalah bersama cepat bantu aku!" Teriak pemuda itu kearah ketiga pemuda lainnya.
Luo Jian tidak mempermasalahkannya, bahkan serangan tangan kosongnya semakin gencar menari nari mengarah kearah tubuh pemuda yang berteriak itu. Sedangkan ketiga pemuda lainnya mulai menyerang Luo Jian menggunakan pedangnya.
"Sampai disini saja!"
Disaat keempatnya menyerang bersama kearah leher Luo Jian. Luo Jian dengan sigap menghindari dengan cara menundukan kepalanya lalu ia memberikan serangan kearah bawah tepatnya arena yang ia pijaki.
Dhuaaaar!
Suara ledakan yang dibarengi dengan keempat pemuda yang terpental karena hempasan energi Qi milik Luo Jian terlihat dan terdengar. Semua penonton dan para tetua tentunya bersorak melihat idola mereka yang didukung itu memenangkan pertempuran.
Swuuuuuush!
Tang Wei yang sejak awal seperti kesal melihat sosok murid baru yang pastinya akan menjadi idola baru itu melesat kearah atas panggung. Aura kultivasinya ditingkat Langit lima mengedar dari tubuhnya mencoba mengintimidasi mental Luo Jian.
"Sepertinya murid dalam urutan ketiga meminta Yin Lang untuk bertarung!" Ucap salah satu penonton.
"Hormat pada tetua dan juga ketua sekte, saya Tang Wei ingin mencoba keahlian Yin Lang, apakah diperbolehkan?" Tanya Tang Wei dengan hormat.
Yin Kun seketika menatap karah Weng Lao dan juga tetua lainnya, tapi Weng Lao yang sudah tau bakat Yin Lang itu hanya menganggukan kepalanya.
"Baiklah karena ketua sekte sendiri menyetujuinya maka kali ini keputusannya hanya ada pada Yin Lang itu sendiri. Yin Lang, bagaimana tanggapanmu?" Tanya Yin Kun.
__ADS_1
Yin Lang mengangguk dan menyetujuinya, hal itu membuat para murid lainnya terkejut. Karena bagaimana pun Tang Wei merupakan peringkat ketiga teratas, soal kekuatan serta bakatnya tidak mungkin dapat diremehkan begitu saja. Melihat Yin Lang menyetujui tantangannya, Tang Wei memberikan senyum misteriusnya.
"Aku akui keberanianmu, tapi ingatlah saat pertarungan ini berlangsung tidak ada siapapun yang dapat membantumu...," Ucap dingin Tang Wei.
Beberapa saat setelah mengambil posisi, Tang Wei yang sangat percaya diri itu kemudian memberikan Luo Jian sebuah kode keras untuk segera menyerangnya.
"Gunakanlah seluruh kemampuanmu," ucap Tang Wei.
Kedua alis Luo Jian menyatu melihat rasa kepercayaan diri Tang Wei yang begitu tinggi, bahkan jika ia menggunakan setengah kekuatannya. Mungkin hanya satu gerakan, Tang Wei akan tumbang. Meskipun ia akui sendiri Tang Wei juga memiliki kekuatan diatas rata rata yang dimiliki oleh kultivator Langit lima.
Swuuuush!
Luo Jian yang masih menyembunyikan kekuatannya melesat menggunakan kecepatan yang sama dimiliki oleh Langit lima. Gerakannya yang sangat cepat dan tentunya sama dengan kecepatan yang dimiliki oleh Tang Wei. Hal itu membuat Tang Wei sedikit meningkatkan gairah bertarungnya.
"Ternyata kau menyembunyikan kekuatanmu, baiklah biar kuberi tahu padamu! Kekuatanmu saat ini hanyalah semut dimataku!" Teriak Tang Wei.
Tang Wei menyambut serangan tinju Luo Jian menggunakan telapak tangannya, gempuran yang semakin cepat itu terus membuat Tang Wei sangat bersemangat. Karena ia tidak menyangka selain lawan abadinya Ruo Gu dan Mu Lei, nyatanya kini hadir sosok murid baru yang tentunya membuat semangat bertarungnya meningkat.
"Heheheh! Tapak Iblis!" Tang Wei kemudian melepaskan jurus dari kehampaan.
Swuuush! Swuush!
Dari kehampaan muncul puluhan tapak tangan mengarah kearah Luo Jian. Bergerak secara zig zag dan kemudian menghindari serangan satu persatu Luo Jian perlihatkan, Tang Wei yang melihat Luo Jian menghindari serangannya sedikit geram.
"Tapak pengikat!"
Swuuuuush!
"Hanya itu saja?"
Swuuuuush!
Dibarengi dengan itu, tiba tiba Luo Jian melesat dengan kecepatan tak kasat mata membuat Tang Wei melototkan matanya.
Baaaaams! Dhuuuuuuar!
Luo Jian yang tidak ingin menyia nyiakan kesempatan keterkejutannya Tang Wei itu dengan segera melepaskan tinju dan juga tendangan beruntun. Hal itu menyebakan Tang Wei terpental dan juga memuntahkan seteguk darah merahnya.
"Kecepatannya setidaknya sama dengan kita," ucap Ruo Gu yang disetujui oleh Mu Lei.
Tang Wei yang telah mendapat keseimbangan tubuhnya itu wajahnya memerah, karena serangan kejutan yang diberikan oleh Luo Jian tidak masuk dalam perencanaannya. Merasa bahwa dirinya dipermalukan dihadapan semua orang, Tang Wei mengeluarkan pedangnya.
Sontak para tetua segera berdiri, namun tindakan para tetua yang tidak ingin melihat dua murid berbakat saling membunuh itu segera dihentikan oleh Weng Lao.
__ADS_1
"Sepertinya bocah itu masih menyembunyikan kekuatannya, jadi kita lihat saja. Lagian aku juga tidak ingin kehilangan anggota sekte yang berbakat," alasan Weng Lao tenang.
Semua tetua akhirnya kembali duduk dan tidak mempermasalahkan apa yang akan dilakukan oleh Tang Wei. Disisi lain, Luo Jian memutarkan tubuhnya, dengan sengaja ia memperlihatkan penguasaannya terhadap elemen cahaya. Tapi sayangnya elemen cahaya yang dikuasai oleh Luo Jian terasa gelap.
"Kenapa jadi begini," gumam Luo Jian kebingungan namun ia kembali fokus dalam pertarungan dan membuat sebilah pedang dari elemen cahayanya.
Hal itu membuat para tetua kembali terkejut atas apa yang dapat dilakukan oleh Luo Jian.
"Sangat berbakat," gumam She Yin kini semakin kagum dengan sosok Yin Lang.
Sedangkan disisi lain, Weng Lao pun sama terkejutnya.
"Sejauh inikah perkembangannya," gumam Weng Lao.
Swuuuuush!
Tang Wei yang sudah geram itu melesat dan menyerang menggunakan pedangnya kearah tubuh Luo Jian. Luo Jian yang telah fokus itu dengan santainya memutarkan tubuhnya dan mulai memberikan serangan balik pada Tang Wei. Ditengah tengah pertukaran serangan menggunakan pedang, Luo Jian yang terlihat seperti menari nari itu tiba tiba merasakan perasaan aneh.
"Argghhh!"
Luo Jian mengaum, lalu aura kekacauan yang sangat pekat segera menyebar. Dibarengi dengan itu, Tang Wei tiba tiba mundur dari pijakannya dan seketika berlutut menahan aura kekacauan yang menindasnya.
"Aura iblis sembilan kepala!" Ucap She Yin dan Weng Lao terkejut.
Swuuuuuush!
Kabut hitam muncul diatas langit dunia itu, Weng Lao yang tidak menyangka iblis itu muncul disaat seperti ini tiba tiba menatap tajam She Yin yang pura pura terkejut.
"Makanan...," Ucap dingin sosok kabut diatas langit menatap kearah bawah.
Dibarengi dengan suara itu, tiba tiba Luo Jian jatuh berlutut.
"ArghhhhH!" Teriak Luo Jian yang tubuhnya terangkat menuju kabut itu.
"She Yin apakah kau yang melepaskan iblis sembilan kepala...," Ucap dingin Weng Lao.
She Yin hanya menggelengkan kepalanya karena ia sendiri juga tidak tahu bahwa iblis sembilan kepala terlepas dari segel yang telah mengekangnya kurang lebih seratus tahun lamanya.
"Tetua segel abadi!" Teriak Weng Lao terbang keatas langit dan kemudian diikuti para tetua.
Diatas langit.
"Aura kesadaran Dewa," ucap iblis sembilan kepala yang ternyata telah menandai tubuh Luo Jian semenjak berada dilapangan pelatihan.
__ADS_1
Disisi lain, Luo Jian yang merasakan tubuhnya dikendalikan oleh kekuatan iblis yang sangat gelap itu mencoba melawan dengan mengendalikan tubuhnya.
"Aku akan menggunakan tubuhmu, setelah itu akan membunuh kalian semua. Hahahahaha!" Tawa iblis sembilan ketawa yang menggelegar dan menyebabkan dunia itu bergetar hebat.