
"Saudara Jian, jadi para iblis kesadaran menggunakan kekuatan yang tidak kami miliki?" Tanya ahli klan cahaya tersebut.
Luo Jian mengangguk, lalu ia mengeluarkan token Bai Xian Cahaya Abadi yang berisi setengah kesadaran Dewa milik ayahnya.
"Bukankah kalian tahu benda ini," ucap Luo Jian mengeluarkan token batu Bai Xian, sontak semua para ahli sangat terkejut. Karena sepengetahuan mereka, jika token itu telah bergabung dengan tubuh seseorang. Jika orang itu mati, batu Bai Xian akan ikut hancur. Luo Jian kemudian menjelaskan manfaat dan tentunya apa itu batu Bai Xian sendiri.
Semua para ahli tercengang, karena mereka baru sadar setelah memiliki kekuatan yang tinggi akan tetapi tidak mengerti tentang kekuatan kesadaran yang begitu mengerikan. Apalagi mereka yang telah menyimpan batu Bai Xian selama jutaan tahun itu tidak mengerti akan kegunannya.
"Karena kekacauan sedang memanas saat ini, dan tentunya hanya kalian orang yang dapat aku percaya sepenuhnya, aku mengijinkan kalian menyerap kesadaran Dewa ini, lakukanlah sebaik mungkin yang dapat kalian lakukan." Ucap Luo Jian dengan jelas kemudian memberikan cara penyerapannya.
Setelah semua para ahli termasuk peninggi dan patriak memahami cara penyerapan kesadaran Dewa, Luo Jian segera membuat segel tangan yang begitu rumit, bahkan semua orang yang melihatnya begitu kagum.
"Sangat rumit, bahkan sangat cepat," ucap Luo Zhang yang disetujui Luo Lang dan lainnya.
Swuuuung!
Segel itu berdengung dan melesat kearah langit langit istana utama klan Luo. Sedetik kemudian segel itu membesar dan mulai menutup semua pori pori atau celah yang bisa membuat kesadaraan Dewa bocor keluar dari istana.
"Kalian fokuslah, saudara Zhang kemari," ucap Luo Jian yang kemudian kembali membuat segel.
Setelah Luo Zhang berada disampingnya, Luo Jian kemudian meminta pada Luo Zhang untuk memberikan kekuatannya.
"Ini segel apa saudara?" Tanya Luo Zhang seperti orang yang polos.
"Ini segel waktu yang tentunya sangat melanggar aturan langit dan bumi, tapi tenang saja tidak ada efek samping ketika kita menggunakannya," ucap Luo Jian yang membuat Luo Zhang memberikan energi kearah segel ciptaan Luo Jian.
Swuuuuuung!
Segel itu kembali berdengung setelah itu melesat kearah atas atap istana dan memecah menjadi butiran debu halus berwarna keemasan. Seketika, mereka merasa seperti diruang yang berbeda, dibarengi dengan hal tersebut, mereka merasakan peraliran energi Qi serta darah mereka yang bergerakk sangat cepat.
"Sekarang kalian seraplah," ucap Luo Jian melemparkan batu Bai Xian keatas langit yang kemudian disusul dengan hancurnya segel yang menutup token batu Bai Xian.
__ADS_1
Swuuuuuush!
Kesadaran Dewa yang terkandung menyebar dan terlihat sangat menyilaukan sehingga beberapa ahli segera menutup mata mereka.
"Mata Dewa," ucap Luo Jian kemudian memantau para ahli yang kini memulai penyerapan kesadaran Dewa.
"Saudara Zhang, sekarang kau seraplah," ucap Luo Jian yang mengejutkan Luo Zhang.
"Ahhh baik baik."
Setelah semuanya sedang menyerap energi kesadaran Dewa, Luo Jian kemudian duduk bersila.
"Sepertinya aku harus membuat beberapa segel ilusi di istana ini," gumam Luo Jian kemudian kembali membuat segel ilusi dari tangannya.
Setelah terpasang dengan baik, Luo Jian kembali berkultivasi ikut menyerap kesadaran Dewa milik ayahnya. Tak terasa, mereka yang berkultivasi menyerap kesadaran Dewa seperti telah melewati beberapa minggu lamanya. Namun nyatanya di dunia nyata hanya dua jam telah berlalu.
"Sebentar lagi naik tingkat," gumam Luo Jian yang merasakan tanda tanda akan menerobos.
Baaaaaams!
Tak ingin menyia nyiakan waktu dan tentunya segel waktu yang ia gunakan juga memiliki batasan. Luo Jian kembali berkulltivasi dengan menggunakan teknik Kaisar Dewanya, hingga penyerapannya yang begitu ekstrem membuat cahaya keemasan yang tak lain kesadaran Dewa itu berkumpul dan terus memasuki tubuh Luo Jian dengan sangat cepat.
Tiga jam terlewati di dunia nyata ternyata mereka yang didalam segel waktu itu merasa seperti telah melewati tiga minggu selama pelatihan.
"Surga dua!"
Luo Jian kembali memfokuskan pikirannya untuk menaikan ranah Kultivasinya. Hingga ledakan kecil teredam di dalam tubuhnya, merasa bahwa ia tidak bisa memaksa naik tingkat secara terus menerus. Luo Jian membuka matanya, kini sinar yang begitu terang menjadi memudar. Dan tanpa menggunakan mata dewanya, ia bisa melihat kesadaran Dewa yang memasuki tubuh para ahli klan cahaya yang terus berkultivasi dengan baik.
"Lebih baik aku membuat pill kultivasi untuk memperkuat Benua Rendah," gumam Luo Jian yang tiba tiba terpikirkan menggunakan sumber daya yang ia dapatkan dilembah hantu.
Karena bagaimanapun semua sumber daya yang diberikan oleh rekan lamanya itu sangat berguna, jadi Luo Jian tidak menyia nyiakannya. Dan lagian dengan kekuatannya saat ini dibantu dengan kesadaran Dewa, mungkin pembuatan pill selama berminggu minggu tanpa istirahat dapat ia lakukan.
__ADS_1
Segel waktu yang telah hilang, dibarengi dengan selesainya penyerapan kesadaran Dewa membuat para ahli klan cahaya itu menatap pertunjukan yang diperlihatkan oleh Luo Jian. Kekaguman mereka semakin menjadi jadi disaat Luo Jian melelehkan, menyatukan semua bahan yang dikeluarkan dari dalam cincin ruang. Bahkan mereka sempat terkejut setelah melihat hasil buatan pill yang di hasilkan oleh Luo Jian.
"Master pembuat pill!" Ucap salah satunya yang tidak bisa menyembunyikan wajah keterkejutannya.
Hal itu membuat Luo Jian mengalihkan fokusnya.
"Ternyata kalian sudah selesai," ucap Luo Jian memasukan ribuan pill buatannya dan kemudian menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
"Saudara anda juga seorang alkhemist?" Tanya cepat Luo Zhang yang tidak bisa menyembunyikan wajah keterkejutannya.
"Bisa dikatakan begitu, namun aku masih perlu banyak belajar lagi hehe," ucap Luo Jian sambil sedikit tertawa.
Karena situasi menjadi tidak menyenangkan, Luo Jian kemudian meminta mereka untuk mempelajari cara penggunaan kesadaran Dewa dengan baik. Setelah memberikan arahan. Tiba tiba kesadaran Dewa Luo Jian merasakan aura yang setidaknya sama dengan milik Chi Yue.
Swuuuuuuuung!
Dengan cepat, ia yang tidak tahu siapa pemilik aura itu segera membuat segel ilusi yang lebih kokoh dan tentunya bahkan para Dewa tidak dapat mengetahui keberadaan mereka sama sekali. Disisi lain, Pangeran Zhuo yang berkunjung ke tempat kelahirannya itu terlihat lesu melihat kondisi klan yang sangat sepi. Bahkan ia sendiri berpikir bahwa klan kelahirannya itu telah hancur.
Swuuuuuuush!
Dengan kecepatannya saat ini, Pangeran Zuo seperti bayangan yang sangat cepat tiba didepan istana utama klan Luo.
"Kenapa tidak ada satupun aura kehidupan disini," gumam Pangeran Zhuo kemudian memejamkan matanya dan mengedarkan kekuatan jiwanya.
"Apa klanku telah hancur...," Ucap Pangeran Zhuo yang tiba tiba jatuh berlutut.
Luo Jian yang menggunakan kesadaran Dewanya untuk mengamati Pangeran Zhuo itu menaikan kedua alisnya.
"Siapa dia? Kenapa memiliki darah cahaya didalam tubuhnya," ucap Luo Jian.
Namun ia yang tidak ingin membahayakan sisa anggota klan cahaya akhirnya membiarkan Pangeran Zhuo yang masih berlutut didepan halaman istana. Setelah beberapa saat Pangeran Zhuo berlutut, akhirnya ia pergi dengan raut wajah yang begitu kecewa karena seharusnya ia tahu apa yang telah terjadi pada klannya.
__ADS_1