
Swuuuuuuung!
Kedua kesadaran yang terbentuk berdengung dan keduanya kini mulai membuka mata mereka secara bersamaan. Luo Jian tersenyum simpul, meskipun ia tahu kesadaran Dewanya tidak sepekat dahulu. Tapi baginya hal ini sudah cukup untuk mengalahkan kakek tua itu dari pada harus bertarung secara fisik yang tentunya ia tidak dapat menyentuh bahkan membunuh kakek tua yang merupakan leluhur keluarga Ling tersebut.
"Ingatlah bocah, hari ini aku Ling Han lah yang akan membunuh kesombonganmu itu!"
"Mati!"
Kesadaran iblis milik Ling Han melesat menyerang kesadaran Dewa milik Luo Jian dengan bringas, Luo Jian sendiri yang fokus menggerakan bentuk kesadaran dewa melalui pikirannya hanya bisa menghindar untuk mendapat celah, sehingga ia bisa melakukan serangan balik yang cukup fatal.
Disisi lain, mata besar dengan energi Yin sangat pekat menatap pertempuran kedua kesadaran dibawahnya dengan wajah penuh keterkejutan.
"Sejak kapan dunia tersembunyi ini terdapat kesadaran Dewa? Dan lagi, kulihat auranya sangat tidak asing bagiku," ucap sosok mata besar yang berada dilangit.
Wuuuuush! Wuuuuush!
Kedua bentuk kesadaran milik Ling Han dan Luo Jian saling menyerang satu sama lain. Terbang kesana kemari diatas langit, tidak ada suara ledakan. Hanya ada aura kekacauan yang disebabkan ketika kedua kesadaran beradu tinju ataupun bertukar serangan. Ling Shen yang pada dasarnya suka membaca buku peninggalan para leluhur itu terus berpikir keras untuk memahami mahluk hitam dan emas yang saling bertarung diatas langit.
"Kakek sepertinya aku mengingat kedua mahluk yang dibentuk oleh keduanya itu," ucap Ling Shen membuat Ling Zhuo segera tersenyum untuk memberikan informasi padanya.
"Shener cepat katakan," ucap Ling Zhuo yang kemudian membuat perisai menggunakan energi Qi untuk melindungi warganya dari aura kekacauan yang saat ini terus menyebar seperti gelombang angin.
"Jika tak salah, mahluk hitam milik leluhur tercipta dari rasa kebencian dan dendam yang disebut dengan Kesadaran Iblis. Sedangkan yang dimiliki Jiang She adalah kesadaran Dewa, kesadaran Dewa sendiri dimiliki oleh para penguasa di dunia atas, yang dimana keluarga Ling kita ini berasal," ucap Ling Shen membuat Ling Zhuo cukup terkejut.
"Jadi Jiang She itu..." Terhenti Ling Zhuo
"Benar apa dugaan kakek. Dan leluhur Ling Han merupakan pengkhianat keluarga kita," timpal Ling Shen.
Disisi lain, keluar darah dari sudut bibir Ling Zhuo disaat kesadaran Dewa mulai membabi buta menyerang bentuk kesadaran iblisnya dengan brutal. Mungkin fisik mereka terlihat baik baik saja, akan tetapi berbeda dengan kondisi dalam tubuh mereka.
"Kesadaran emas bocah itu sangat mengerikan, bahkan aku telah mendapat luka dalam separah ini. Jika dilanjutkan..." Ucapnya terhenti disaat ia kehilangan fokus akibat membagi pikirannya.
Swuuuuuush! Swuuuuuush!
Kesadaran Dewa bergerak zig zag sambil menghantam area wajah kesadaran iblis dengan brutal. Tadinya, Luo Jian yang ingin menggunakan satu serangan langsung melumpuhkan kesadaran iblis seketika mengurungkan niatnya disaat pikiran leluhur Zhuo sangat kuat.
"Hancur!" Kesadaran Dewa milik Luo Jian bergerak seperti kilatan cahaya mengarahkan satu titik kearah wajah kesadaran iblis milik Ling Zhuo.
Dhuuuuuuuuar!
__ADS_1
Gelombang dua kesadaran yang bertabrakan kembali menyebabkan aura kekacauan hebat. Bahkan Ling Zhuo harus memuntahkan seteguk darah hitam dari sudut bibirnya.
"Hehehehe! Pak tua, kali ini kau akan mati!"
Swuuuuush!
Luo Jian berkata dibarengi dengan bentuk kesadaran Dewa yang memutarkan tubuh lalu muncul puluhan pedang berwarna keemasan disekitar tubuhnya. Sekian detiknya waktu berjalan, puluhan pedang yang terbentuk dari kesadaran Dewa itu melesat kearah kesadaran iblis.
"Gawat! Pangeran iblis! Apakah kau hanya bisa diam dan melihatku mati dibawah serangan kesadaran ini!" Teriak menggema Ling Zhuo.
Pangeran Dou Fu yang merupakan pangeran keenam dari ras Iblis Langit itupun bergerak seperti kilatan petir kearah Ling Zhuo.
Dhuuuuuuuar!
Ledakan maha dahsyat terjadi ketika Dou Fu menggunakan tubuhnya untuk memblokir puluhan pedang yang terbentuk dari kesadaran Dewa milik Luo Jian. Kedua mata Luo Jian seketika menyipit melihat kemunculan Dou Fu yang tentunya ia kenali.
"Kaisar iblis memiliki 9 anak utama, dan jika tak salah kau adalah Pangeran ke enam dari permaisuri Hong Ye bukan?" Tanya Luo Jian membuat Dou Fu terkejut setengah mati.
"Tunggu bocah, seranganmu ini memang cukup membuat kesadaran iblisku menjadi kacau. Tapi .... Bagaimana kau bisa tau identitasku dengan jelas..," Ucap dingin Dou Fu yang sebenarnya ia sendiri sangat terkejut.
"Kau menyebutku bocah? Seharusnya kau menyebutku leluhur Dewa...," Muncul aura sejati yang terbuat dari Kesadaran Dewa membuat tubuh Dou Fu bergetar.
Plaaaaaak! Baaaaaaammmms!
Dengan seketika, Dou Fu menampar wajah Ling Zhuo.
"Tuan maafkan kelancangan bawahanku yang tidak senonoh, dan lagi sepertinya aku harus segera cepat cepat pergi dari sini," ucap Ling Zhuo kemudian menarik paksa tubuh Dou Fu menggunakan energi Qinya.
"Tu..."
"Diam..."
Saat Dou Fu akan pergi, tiba tiba Luo Jian menghentikan langkah Dou Fu.
"Siapa yang menyuruh kalian pergi?" Tanya Luo Jian.
"...." Dou Fu terdiam, memejamkan matanya sejenak.
"Aku tidak boleh gegabah, karena bagaimanapun kabar tentang kematian Kaisar Langit setelah reinkarnasi mungkin tidaklah benar," ucap didalam hati Dou Fu kemudian memberikan senyumnya.
__ADS_1
"Tuan, apa ada hal yang ingin disampaikan?"
"Serahkan cincin ruang kalian padaku," ucap Luo Jian sambil menyunggingkan senyum misteriusnya.
Wajah Dou Fu berkedut, tubuhnya terasa panas seolah olah elemen api yang terdapat didalam tubuhnya membakar jiwa raganya.
"Bukankah ini terlalu keterlaluan?"
"Dou Fu ini memiliki pikiran yang lebih luas dari delapan saudara iblis lainnya, dan..." Ucap dalam hati Luo Jian mengangguk.
Swuuuuuuuung!
Aura yang terbentuk dari kesadaran Dewa milik Luo Jian kembali menyebar mencoba menekan pergerakan Dou Fu.
"Pastinya kau bisa memastikan identitasku bukan?"
Menelan ludah, serta penghinaan yang dilakukan oleh mantan Kaisar Langit itu membuat Dou Fu berkali kali ingin bertarung. Meskipun dirinya adalah iblis yang didasari kehidupan kebencian serta pendendam. Dou Fu yang tidak ingin rencananya gagal itu akhirnya menganggukan kepalanya.
"Baik aku akan memberinya padamu."
Swuuuuuuung! Swuuuuuuush!
Dou Fu menarik paksa cincin ruang milik Ling Zhuo, setelah itu ia juga melepaskan cincin ruangnya. Dengan cepat, ia melemparkan kedua cincin ruang kearah Luo Jian.
"Tuan, apa aku sudah boleh pergi?"
Permintaan maaf author sebesar besarnya, mungkin bulan kemarin author punya janji akan update lancar dibulann selanjutnya. Tapi sepertinya tidak, karena apa? Author sendiri nganggur, dan untuk update author memakai laptop, untuk pemakaian data update di Web dan Mobile(Hp) tentu sangat berbeda jauh, karena itu author tidak bisa update akibat ketiadaannya paket data.
Mungkin dibenak kalian akan bertanya seperti ini.
"Thor kenapa ga masang wifi?"
"Tau gitu ga di hp?"
Di daerah author mungkin masuk kota, tetapi melalui gang yang cukup jauh dari tiang utama kabel fibernya, jadi tidak bisa untuk memasang wifi.
Untuk kenapa tidak di Hp? Hp author ada beberapa kendala seperti di layar gerak gerak sendiri, alhasil susah kan buat nulis.
__ADS_1
Sekian terimakasih untuk rekan rekan yang telah membaca novel ini sejauh ini. Dan untuk update author tidak bisa berjanji untuk tiap hari update.