
Luo Jian yang hanya terdiam itu membuat Yang Shen heran, tapi sesaat itu juga Yang Shen tiba tiba medapat pesan giok yang membuat wajahnya menjadi tegang.
"Ini..." Ucapnya tercekat, wajahnya tercampur dengan raut kesedihan, haru dan senang yang menjadi satu.
Melihat perubahan wajah Yang Shen yang berubah ubah itu membuat Luo Jian kebingungan.
"Meskipun anak ini berada disekte Darah Iblis, tapi sepertinya ini hanyalah konspirasi yang membuatnya mau memasuki sekte ini karena sebuah masalah," ucap dalam hati Luo Jian melihat wajah Yang Shen yang kini tersenyum kearahnya.
"Saudara sepertinya dalam waktu dekat aku akan kembali ke klan Yang untuk beberapa saat," ucap senang Yang Shen.
Luo Jian mengangguk, dan setelah itu Yang Shen yang ingin mengucapkan rasa terimakasihnya dengan cara mempertemukan adiknya yang ternyata telah kembali sehat itu pada Luo Jian. Luo Jian ingin menolak, tetapi karena melihat Yang Shen yang kembali bersedih itu atas penolakannya, membuatnya segera mengurungkan niatnya.
"Baiklah aku akan ikut denganmu," ucap Luo Jian tulus.
Tapi ia meminta pada Yang Shen, ia akan ikut Yang Shen kembali ke klan Yang setelah turnamen pemilihan murid luar telah selesai. Tentu Yang Shen menyetujuinya. Karena bagaimanapun turnamen akan diadakan kurang lebih dua minggu lagi.
"Tentu saudara, aku akan menunggumu. Dan pastinya aku menunggu kemenanganmu, setidaknya dengan kekuatanmu yang diatasku, mungkin hanya murid dalam peringkat tiga teratas yang dapat mengimbangimu," ucap serius Yang Shen.
"Hahahaha! Saudara kau tidak perlu seserius itu, karena bagaimanapun mereka tidak mungkin akan ikut campur tentang urusan murid luar bukan?"
Yang Shen menggelengkan kepalanya, "Saudara dengan bakatmu, mereka pasti akan berusaha untuk menyingkirkanmu, dan turnamen itu juga para murid dalam yang merasa terancam kedudukannya bisa menantang pada murid itu."
Yang Shen kemudian menjelaskan pada Luo Jian turnamen sebelumnya yang begitu kacau. Bahkan membunuh sesama murid itu diperbolehkan, karena ia takut tiga peringkat teratas murid dalam ikut menonton ia menyarankan Luo Jian agar tidak menonjolkan diri. Ia juga menjelaskan ketiganya yang seharusnya telah memasuki lima puncak dan hidup dalam kemewahan, tapi mereka memilih menolak dan lebih suka berkuasa tinggal dipusat sekte. Tentu Luo Jian yang memiliki misi hanya mengangguk. Ia sendiri tidak peduli kekuatan mereka, yang pasti ia akan tetap menonjolkan diri agar dapat memasuki puncak Ling.
Sesudah pembicaraan itu, Yang Shen mengantarkan Luo Jian ke asrama murid luar dengan perasaan yang begitu risih. Karena didalam perjalanan mereka, keduanya terus diperhatikan oleh murid luar dengan perasaan yang ngeri. Bahkan ada beberapa lebih baik menghindar dari pada harus berpapasan dengan mereka.
Nama Yin Lang kini terus naik daun, hingga Luo Jian tidak menyadari tentang hal itu. Setibanya diruangan kamarnya.
"Saudara terimakasih," ucap Luo Jian.
__ADS_1
Setelah kepergian Yang Shen, Luo Jian memasuki kamarnya. Terlihat lima wajah murid luar yang sekamar dengannya itu wajahnya memucat melihat Luo Jian. Apalagi mereka berlima ada pada saat pertikaian terjadi dilapangan pelatihan.
"Teman," sapa canggung salah satunya.
Tanpa menjawab, Luo Jian menganggukan kepalanya dan menuju kearah ranjang yang ia gunakan sebagai tempat kultivasi. Saat akan mencoba menghancurkan segel ingatannya, tiba tiba Luo Jian kembali membuka matanya dan menatap kelima murid itu dengan santai.
"Aku ingin melakukan pelatihan tertutup, aku harap kalian bisa menjagaku selama aku masih berlatih," ucap Luo Jian yang membuat mereka hanya bisa menganggukan kepalanya.
"Ooh iya jika waktu turnamen akan dimulai, kalian harus membangunkanku dari pelatihan tertutupku," ucap Luo Jian seketika menutup matanya.
Swuuuush!
Rohnya muncul diatas lautan Dantiannya yang tenang. Puluhan rantai emas yang mengembang menembus batas penghalang lautan dantiannya itu membuat Luo Jian menghela napas.
"Aku tahu, aku adalah mantan seorang Dewa, tapi tanpa ingatan yang sepenuhnya kembali aku tidak tahu apa penyebabnya aku berada di alam fana ini," ucap Luo Jian kemudian mengedarkan elemen cahanya.
Tubuh Luo Jian bersinar sangat terang seperti cahaya mentari pada pagi hari. Dibarengi dengan cahaya yang bersinar disetiap pori pori tubuhnya, muncul ratusan bola bola cahaya dibelakang tubuhnya.
Swuuuuush! Swuuuuush! Dhuaaar! Dhuuuuar!
Ratusan bola cahaya itu melesat dan meledak saat bertabrakan dengan rantai emas misterius itu. Dibarengi dengan ledakan, Luo Jian merasakan tubuhnya seperti ingin meledak, aura yang sangat kacau pun merembes pada tubuh nyatanya. Tidak hanya itu lautan tubuhnya bergejolak sangat hebat.
Sontak lima murid yang sedang mengawasi pelatihan tertutup Luo Jian itu tertindas dengan aura kekacauan yang tiba tiba keluar dari tubuh Luo Jian. Aura itu mungkin sangat kacau, tapi aura itu sudah sangat cukup untuk menekan atau mengintimidasi kelima murid lainnya.
"Aura ini..." Ucap tercekat mereka kebingungan bagaimana melakukannya.
Disisi lain, Weng Lao yang sedang meditasi dengan tenangnya tiba tiba membuka matanya.
"Bocah ini...," Ucapnya tercekat merasa segel pembudidayaan iblis yang ia pasang tertelan oleh aura kekacauan yang ada ditubuh Luo Jian.
__ADS_1
Tidak ingin rencananya gagal Weng Lao menyudahi meditasinya dan segera mencari keberadaan Luo Jian dengan cara menyamar menjadi sosok murid misterius.
Di dalam lautan dantian.
Dhuuar! Dhuaaar!
Ledakan masih bersyahut syahutan yang dibarengi dengan ketidak stabilan tubuh nyatanya. Rasa sakit mulai menjalar dikepalanya. Nyatanya Luo Jian yang terus menahan rasa sakit itu menccoba mengkuatkan tekadnya. Hingga ia tak sedari bahwa di fisik atau tubuh nyatanya. Mulutnya telah memuntahkan banyak darah segar.
"Sebentar lagi!" Ucap Luo Jian melemparkan puluhan bola cahaya kembali saat satu rantai emas yang terlihat seperti akan pudar.
Dhuuuuar! Dhuuuar!
Ledakan kembali menggema, tapi usahanya tentu membuahkan hasil yang ia inginkan tentunya. Beberapa pikiran telah kemballi, merasa tubuhnya kembali terluka karena memaksa, Luo Jian duduk bersila diatas dantiannya untuk menyembuhkan tubuh dari luka yang ia dapati setelah menghancurkan satu rantai emas yang mengekang pikirannya itu.
Satu hari yang telah berlalu, setelah Weng Lao mencari ruangan asrama milik Luo Jian, akhirnya ia telah menemukannya dari penjaga asrama yang sedang berjaga. Tanpa banyak kata Weng Lao segera memasuki kamar Luo Jian yang kini benar benar telah kacau.
Terlihat lima murid lain yang berada dikamar itu wajahnya memucat dan sudah tidak sadarkan diri.
"Muridku ini sedang melakukan apa sehingga auranya menjadi semengerikan ini," ucapnya kebingungan kemudian ia menetralkan aura yang telah memenuhi udara kamar tersebut.
Setelah berhasil menetralkan aura, Weng Lao kemudian membantu mengecek kondisi Yin Lang dengan seksama.
"Apa dia telah melakukan pertempuran hebat," gumam Weng Lao yang pada akhirnya membantu penyembuhan pada tubuh Luo Jian.
Beberapa jam kemudian, merasakan lima murid yang tak sadarkan diri itu akan terbangun. Weng Lao segera menyudahi tugasnya dan membuat segel tangan yang begitu rumit.
"Aku harus mengawasinya," ucap Weng Lao kemudian memasuki segel itu dan lenyap dari pandangan.
Tak lama kepergian Weng Lao, kelima murid itu akhirnya kembali tersadar. Dan setelah itu mereka terlihat kebingungan, karena tidak merasakan aura yang membuat mereka tak sadarkan diri. Sedangkan didalam lautan Dantian milik Luo Jian.
__ADS_1
"Aku akan menghancurkan beberapa rantai lagi untuk mengetahui ingatan yang hilang sebelum turnamen akan dilaksanakan," ucap Luo Jian