Kaisar Langit

Kaisar Langit
Kebodohan dan kematian Weng Lao


__ADS_3

Gelombang yang sangat dahsyat muncul membuat Luo Jian segera mundur dari tempatnya, kejadian yang tiba tiba itu dibarengi dengan tubuh Weng Lao yang bersinar sangat terang.


"Inikah batu Bai Xian," gumam Luo Jian merasakan aura yang mencoba menindas tubuhnya.


"Hehehe! Mungkin jika tidak ada pusaka ini, aku sudah kabur sejak awal kekacauan, jadi simpan saja semua harapanmu untuk membunuhku!"


Perlahan mata Weng Lao terbuka, dan setelah itu aura kultivasinya seketika naik hingga Dewa Bumi tingkat satu. Luo Jian tidak gentar sedikitpun, karena ia sendiri telah hidup lebih dari satu juta tahun lamanya yang tentunya memiliki pengalaman bertarung yang cukup.


"Hilangkan angan anganmu, karena saat ini aku bukanlah mahluk keji yang tadi...," Ucap dingin Luo Jian mengedarkan kesadaran Dewanya.


Seketika aura yang terasa gelap dari tubuh Luo Jian menjadi sangat agung, bahkan auranya itu tidak mampu dinetralkan oleh batu Bai Xian itu sendiri. Wajah Weng Lao menegang, ia yang merasakan aura agung itu terasa seperti bertemu seorang Dewa yang ingin membunuhnya. Namun pikiran tersebut segera ia tepis, karena yang ia tahu para Dewa tidak akan datang hanya untuk membunuhnya.


"Domain Dewa!"


Kraaaaaack!


Dunia kecil buatan Weng Lao seketika hancur dimulai dari sudut barat, selatan, utara, dan juga timur secara bergantian. Hal itu membuat Weng Lao menyadari bahwa sektenya benar benar telah hancur. Genangan darah telah menyebar, tapi hal yang membuatnya murka pada pertempuran antar sektenya ketiadaannya pasukan puncak Ling yang membantu menghabisi para ahli klan cahaya.


"Tanpa mereka pun aku masih dapat melenyapkan semuanya hahahaha!"


Swuuuuuuush!


Weng Lao melesat, melihat Weng Lao melesat dan hendak menyerangnya. Tiba tiba Luo Jian menyunggingkan senyum misteriusnya, karena ketidak sadaran Weng Lao yang telah memasuki jebakannya.


"Domain Dewa! Gerakan ilahi!" Teriak Luo Jian kemudian memutarkan tubuhnya lalu menyambut lesatan Weng Lao dengan kedua pedangnya ditingkat Surgawi.


"Pedang asura!"


Swuuuuush!


Weng Lao kemudian membuat pedang dari elemen cahayanya, ia dengan segera menyerang sambil menghindari serangan milik Luo Jian yang sangat brutal.

__ADS_1


Dhuaaaar! Dhuuuuar!


Ledakan beruntun disaat pedang mereka saling berbenturan dengan brutal, tiga puluh gerakan pedang mereka lewati tanpa adanya yang terluka akibat goresan pedang. Namun Weng Lao masih belum sadar akan kebodohannya.


"Sejauh ini dia masih belum mengerti juga," gumam Luo Jian yang ternyata lawan Weng Lao hanyalah ilusi.


Karena Weng Lao tidak sadar akan kesalahannya, Luo Jian keluar dari jurus Domain Dewanya dan ikut membantu para ahli klan cahaya yang sedang membantai jutaan murid dari empat puncak beserta ratusan ribu murid sekte utama dan juga ratusan para tetua yang setia dengan Weng Lao.


Diatas langit.


"Apakah ayah berasal dari benua ini? Kekuatan klan yang sangat kuat," gumam Luo Jian yang terus memantau dari atas langit.


Tentunya ia tidak menyangka bahwa kehidupan keduanya kali ini akan tiba di Benua Api yang nyatanya benua ini adalah benua tempat kelahiran ayahnya sendiri. Yang pasti takdir ini tidak dapat ditebak dan ditentukan, meskipun ia sendiri adalah sang Kaisar Langit. Dari pengamatan Luo Jian yang pernah membaca informasi tentang benua Api itu terus berpikir bahwa nyatanya benar akan kekuatan klan Cahaya yang begitu mengerikan, dan sangat misterius. Tapi sayangnya dunia tidak tahu, bahwa klan Cahaya nyatanya telah hancur, kini hanya menyisakan ratusan orang saja akibat ulah Weng Lao. Merasa tidak ada masalah, Luo Jian kemudian kembali ke tempat Domain Dewa iilusi yang ia buat untuk mengelabuhi Weng Lao.


"Argggghh! Kenapa aku masih belum bisa membunuhmu kepar*t!" Murka Weng Lao yang merasa iblis sembilan kepala sangat berbeda.


"Sejak kapan klan cahaya memiliki jurus aneh seperti ini!" Murka Weng Lao mencoba menyerang tapi serangan dari ilusi Yin Lang itu begitu brutal saat memainkan pedangnya.


Swuuuuuush!


Luo Jian muncul dikehampaan, lalu ia menatap Weng Lao yang kini menatap bayangan Luo Jian perlahan menghilang.


"Arrrghhh! Sejak kapan aku terkena ilusi!" Teriak Weng Lao yang merasa membuang tenaga dengan percuma.


"Kita sudahi saja sampai disini," ucap Luo Jian membuat segel tangan dengan cepat.


"Cahaya penghancur sukma!"


Swuuuuuush!


Setelah membuat segel tangan, Luo Jian melesat menjadi seuliet cahaya yang berbentuk seperti pedang kearah Weng Lao. Hal itu membuat Weng Lao hanya bisa membelalakan matanya, karena ia sendiri tidak bisa mengikuti kecepatan Luo Jian.

__ADS_1


Swuuuuush! Slaaaassshh!


Luo Jian yang berhasil membunuh Weng Lao tepat dijantungnya, dengan cepat ia  kemudian segera mengangkat tangannya keatas langit.


"Segel aktif!"


Segel yang telah dibuat oleh Luo Jian melesat kearah mayat Weng Lao. Setelah berada diatas tubuh Weng Lao, segel itu menembakan sinarnya. Perlahan tapi pasti sinar itu memasuki tubuh Weng Lao dengan seksama. Tiga detik kemudian, tiba tiba tubuh Weng Lao yang sudah tidak bernyawa itu bergetar di barengi dengan munculnya sebuah batu berwarna keemasan yang terbalut segel buatan milik cahaya.


"Batu Baixian," gumam Luo Jian meneteskan air matanya, karena batu itu adalah separuh kekuatan kesadaran Dewa yang ditinggalkan oleh ayahnya menurut pengakuan para tetua yang bersekutu dengan ras iblis.


Setelah mengamati sesaat, Luo Jian segera menyimpannya kedalam cincin ruangnya.


Kraaaack!


Dengan mudahnya, sekali kibasan tangan. Domain Dewa itu hancur menjadi kepingan udara, Luo Jian menatap kesekelilingnya dengan perasaan yang sulit digambarkan.


"Aku tidak ingin membunuh mereka semua, karena bagaimanapun target saudaraku hanyalah Weng Lao," gumam Luo Jian yang kemudian mengedarkan kesadaran Dewanya.


Udara seketika bergetar, dibarengi dengan aura yang sangat agung menyebar kesetiap sudut sekte Darah Iblis. Hal itu menyebabkan pertarungan terhenti dan para murid serta tetua yang sedang mempertahankan sekte mereka dari kehancuran menatap kearah Luo Jian dengan tatapan ketidak percayaan.


"Jika ingin hidup segeralah pergi dari tempat ini, tapi jika masih bersikeras mempertahankan sekte ini kurasa kalian sudah tau akibatnya!" Ucap menggelegar Luo Jian yang membuat para murid saling berpandangan.


"Apa Yin Lang telah membunuh ketua sekte," ucap para tetua sekte yang masih kebingungan.


Tapi pikiran semua itu mereka tepis jauh jauh, karena bagaimanapun pertempuran puncak Kaisar Dewa pasti akan menimbulkan kekacauan yang sangat besar bagi sekitarnya. Sedangkan kubu klan Cahaya saat  melihat Yin Lang atau sosok iblis sembilan kepala keluar dari pertempuran dengan mudah itu tersenyum penuh kemenangan.


"Akhirnya pengorbanan kita tidak sia sia." Ucap pelan Luo Zhang yang akhirnya bisa bernafas lega.


"Arghhhhh! Yin Lang pengkhianat mati kau!" Dewi Yuan yang masih hidup melesat kearah Luo Jian.


Senyuman tengil Luo Jian sunggingkan dengan tenang, setelah itu muncul pedang hitam dikehampaan. Aura pedang itu terasa sangat mematikan.

__ADS_1


__ADS_2