Kaisar Langit

Kaisar Langit
Memanfaatkan kekacauan 1.


__ADS_3

"Saudari coba kau rasakan sesuatu diatas langit," ucap telepati Luo Jian.


Kesadaran silumannya seketika mengedar, namun tidak ada yang dapat merasakannya kecuali Luo Jian itu sendiri.


"Dewa Pedang," balas telepati Ling Hua mengerti.


"Lalu rencana tuan? Bukan kah alangkah baiknya kita tidak mengikut sertakan manusia dialam fana ini?" Tanya telepati Ling Hua.


"Kita akan memanfaatkan kekacauan ini untuk pergi darinya. Ingatlah saat ini dia sedang memastikan diriku sendiri," balas Luo Jian.


Ling Hua mengangguk mengerti, dia sungguh tidak bisa menebak alur jalan yang dibuat oleh Luo Jian. Mungkin ini beresiko tapi setidaknya rencana ini dapat mengelabuhi Bao Yun.


Disisi lain, turnamen sesi pertama terus berjalan dengan baik. Setelah seleksi tahap pertama, peringkat pertama diduduki oleh Shui Long karena cahaya batu langit yang bersinar paling terang. Karena seleksi pertama usai, kini seleksi kedua. Yaitu para peserta diwajibkan untuk saling bertarung diatas panggung menunjukan teknik pertarungan terbaik mereka.


Luo Jian dan Ling Hua menatap kearah panggung dengan tenang melihat pertunjukan yang jarang mereka lihat. Namun disela sela itu, Luo Jian menatap kearah Zhao Shun dengan wajah yang sulit digambarkan.


"Apakah dia saudara Shun?" Tanya dibenaknya sendiri.


Namun pikiran itu sirna dalam sekejap, karena Zhao Shun teman sekaligus saudaranya itu berada disalah satu bintang yang bersinar paling cerah jika malam hari.


"Gang Shun melawan Lei Kong dari sekte Lembah Obat!" Berita menggema membuat semua orang mencari sosok Gang Shun dan Lei Kong.


Begitu Gang Shun yang ternyata sosok Zhao Shun maju, daya tarik Luo Jian menjadi lebih tinggi lagi.


Gang Shun yang tidak ingin menjadi perhatian lebih kemudian maju dengan berjalan santai kearah panggung. Setibanya, ia memberikan hormat pada para Ketua sekte dan juga Kaisar Lin Zhao.


"Gang Shun, dan Lei Kong, apakah kalian sudah siap?" Tanya wasit.


"Siap senior!" Jawab keduanya kompak.


Mata Luo Jian terus menyelidik kearah Gang Shun, hingga tiba tiba telepati Ling Hua mengejutkannya.


"Saudara sepertinya dia bukan manusia," ucap Ling Hua yang tidak dapat mengukur kekuatannya.


"Benar, karena itu aku tertarik padanya," jawab Luo Jian tenang.


Swuuuuush!


Lei Kong melesat dengan cepat kearah Gang Shun, lalu Lei Kong memberikan tinju keras pada wajah Gang Shun. Dengan santainya, Gang Shun menepis serangan Lei Kong menggunakan tangan kiri dan memutarnya.

__ADS_1


Kraaaaack!


"Uuughhh!" Lei Kong melototkan matanya.


Suara tulang patah yang renyah terdengar itu membuat semua orang melongo karena mereka dapat merasakan rasa sakit yang sama pada Lei Kong.


Bruuuuugh!


Gang Shun kemudian menendang tubuh Lei Kong keluar dari arena yang membuatnya menjadi pemenang. Setelah itu, mata Gang Shun menatap kearah Luo Jian dengan tatapan lembut.


"Aku tahu itu kamu," ucap tenang Gang Shun kemudian keluar dari panggung.


Pertunjukan pada sesi kedua turnamen tidak membuat gairah para penonton memanas. Karena kebanyakan tidak ada yang memberikan perlawanan sengit. Hingga tiba tiba.


"Shui Long dari sekte Naga Langit, melawan Yi Shi dari sekte Sembilan Harta silahkan bertarung!" Teriak wasit.


"Shui Long!"


"Shui Long!" Para penonton bersorak, salah satunya Dao Yun yang juga menonton disamping ayahnya.


"Yuner kau telah dijodohkan dengan tuan muda Zhong, karena itu kau tidak perlu mendukungnya...," Ucap dingin ayahnya.


"Tapi ayah aku tidak mencintainya!" Ucap kesal Dao Yun.


"Ayah kau selalu memikirkan kedudukan, tapi tidak pernah memikirkan anakmu sendiri!" Kesal Dao Yun memalingkan wajahnya.


Shui Long yang telah memberikan hormatnya kepada para Ketua sekte dan juga Kaisar Lin Zhao menatap Dao Yun yang saat ini terlihat kesal.


"Aku harap keluargamu menyesal," ucap dalam hati Shui Long.


"Saudari jangan sungkan untuk mengeluarkan jurus terkuatmu," ucap Shui Long.


Yi Shi tersenyum, namun perkataan Shui Long seperti menyepelekan kekuatannya.


"Saudara Long sepertinya kau yang harus melakukan hal itu!"


Swuuuuung!


Aura Tao tingkat tiga mengedar dari tubuhnya, sehingga siapapun terkagum kagum dengan sosok Yi Shi. Para penonton mulai memberikan komentar mereka terhadap Yi Shi yang umurnya masih muda tapi memiliki kekuatan yang sangat tinggi diseusianya.

__ADS_1


Shui Long hanya menanggapinya dengan senyuman. Tombak tingkat normal pemberian Yan Long ia keluarkan dari cincin ruangnya.


Swuuuuush!


Yi Shi melesat dan mengeluarkan selendang putih terbalut corak merah ia sabetkan kearah lengan Shui Long. Namun Shui Long tidak tinggal diam, ia segera memutarkan tubuhnya lalu menggunakan tombaknya menepis serangan selendang Yi Shi.


Gerakan memutar Shui Long perlihatkan, teknik yang ia pelajari dari kitab Tombak Yang Fu terus ia perlihatkan. Membuat siapapun termasuk Lin Zhao terpana.


"Ternyata saudara Long bisa menguasai teknik ini dengan baik," ucap senang Luo Jian terus memantau pertarungan.


Swuuuuush!


"Gerakan pertama! Tombak Bermata Tiga!"


Gerakan Shui Long berubah menjadi tajam dan lihai. Setiap tebasan ia lakukan mengarah pada titik vital Yi Shi. Sehingga membuat Yi Shi harus mewaspadai setiap serangan Shui Long dengan jeli.


"Selendang pengikat!" Teriak Yi Shi mengeluarkan jurusnya.


Swuuuuush!


Yi Shi bergerak kekanan dan kekiri mencoba mengikat gerakan Shui Long. Luo Jian yang menganalisis pertempuran membelalakan matanya melihat jurus Yi Shi yang ternyata memberikan jurus tipuan.


"Saudara Long, itu hanya ilusi selendang, biarkan selendang melilitmu dan gunakan tombak untuk merasakan aliran angin dari selendang yang asli!" Peringatan dipikiran Shui Long.


Shui Long mengangguk mengerti, kemudian ia membiarkan selendang yang terus mengejarnya mengikat tubuhnya. Hal itu membuat Yi Shi melototkan matanya.


"Secepat ini kau mengerti jurusku! Rasakan ini!" Ucap Yi Shi melepaskan serangan jurus yang asli menggunakan selendangnya.


Selendang putih itu berputar seperti jarum melesat kearah tepat titik vital pada Shui Long. Shui Long hanya menyunggingkan senyumnya, kemudian ia menepisnya menggunakan tombaknya.


Tiiiiiiing!


Suara nyaring terdengar saat kedua senjata berbenturan. Shui Long yang mendengar suara selendang menabrak tombaknya seperti logam membuatnya menghela napas panjang.


"Jika saudara Jian tidak memperingati ku mungkin aku sudah kalah," gumam Shui Long langsung serius terhadap pertempurannya.


"Sekarang!" Ucap Shui Long kemudian menancapkan tombaknya di permukaan panggung arena.


Swuuuuuung!

__ADS_1


Segel tangan ia perlihatkan dengan cepat. Setelah itu Shui Long menggunakan tenaga dalamnya kearah segel yang langsung melesat kearah tombak. Tombak seketika bergetar, dan tiba tiba melayang didepan Shui Long.


Semua orang terpana dengan jurus yang dikeluarkan oleh Shui Long. Karena hal yang dilakukan Shui Lomg sangatlah tabu dan baru pertama kali mereka melihatnya. Dengan tenang, Shui Long menggunakan jarinya mengendalikan tombaknya menyerang kearah Yi Shi.


__ADS_2