
Sambil menutup pintu, Dai Mubai segera menyegel ruangan itu.
"Aku datang kemari ingin memberikan inti jiwa phoenix berumur tiga ribu tahun dari guru," ucap Dai Mubai kemudian mengeluarkan inti jiwa itu.
Inti jiwa berwarna biru cerah seperti langit itu memancarkan aura yang begitu mengerikan, tanpa menolak. Luo Jian segera menerima inti phoenix itu dan berterimakasih pada Dai Mubai, dan tentunya pada Weng Lao. Setelah beberapa saat setelah menyerahkan inti jiwa, Dai Mubai menjelaskan bahwa turnamen akan dimajukan pada satu bulan sebelum hari turnamen ditetapkan. Dai Mubai juga menjelaskan keadaan Zhi Yu yang kini telah berada dipuncak milik She Yin untuk melakukan tugas mereka.
"Langer, bagaimana keadaanmu setelah tujuh hari lebih berada di sekte utama ini?" Tanya Dai Mubai yang sebenarnya mengetahui keganasan Luo Jian dalam memberikan pelajaran terhadap murid dalam yang tentunya memiliki arogansi yang berbeda.
"Senior aku baik baik saja, tapi bagaimana jika saat pemilihan murid dalam She Yin tidak menginginkanku?"
"Keluarkan semua bakatmu, di dunia ini tidak ada yang tidak ingin memiliki murid sejenius dirimu. Bahkan mungkin disaat mereka tahu kejeniusanmu, beberapa puncak akan bersaing dengan She Yin," ucap Dai Mubai tersenyum.
Luo Jian hanya menganggukan kepalanya, setelah itu keduanya berbincang sebentar sambil memberikan informasi satu sama lain. Satu jam kemudian, Dai Mubai memutuskan untuk kembali ke puncak Api Dewa untuk melaksanakan misi.
Setelah kepergian Dai Mubai.
"Mengikuti alur mereka sejenak, setelah itu aku harus bisa mencari cara untuk menghancurkan segel yang mengekang ingatanku," gumam Luo Jian mengeluarkan inti jiwa phoenix dengan tenang.
"Masih ada sebulan," gumam Luo Jian memutuskan untuk menyerap inti jiwa tersebut.
Tujuh hari berlalu, Luo Jian belum merasakan adanya tanda tanda terobosan. Namun inti jiwa phoenix yang memancarkan aura mengerikan juga masih belum hancur.
Dua minggu kemudian.
Swuuuuush! Kraaaaack!
Dibarengi dengan hancurnya inti jiwa phoenix itu, Luo Jian menyunggingkan senyumnya. Namun keseriusan terlukis diwajahnya disaat ia harus menghancurkan batas penghalang ketingkat Langit tiga.
Bammmmmss!
Hingga akhirnya, Luo Jian berhasil menerobos ketingkat Langit tiga, aura agung merembes dari tubuhnya menyebar kesegala sudut ruangan kamarnya. Setelah menarik kembali aura miliknya, Luo Jian merasakan perasaan yang janggal terhadap tubuhnya, tiba tiba terdapat beberapa segel muncul tepat dibeberapa titik seperti jantung, dan dantiannya. Sekilas ia heran, tapi tiba tiba sebuah kekuatan gelap muncul dipikirannya yang mencoba mengendalikan tubuhnya.
"Ini..." Ucap tercekat Luo Jian kemudian mencoba menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat menenangkan pikirannya.
"Sepertinya Weng Lao akan berbuat lebih jauh dari perkiraanku," ucap sedikit kesal Luo Jian kemudian merenungkan caranya menghancurkan pengekang rantai pikiran serta segel yang ada dibeberapa titik termasuk jantung dan dantiannya.
Tidak dapat yang dilakukan olehnya, Luo Jian memutuskan untuk mencari tempat untuk melatih beberapa teknik pemberian Weng Lao. Meskipun ia sudah menguasainya dengan baik, tapi Luo Jian ingin menambahkan atau menutup kekurangan pada setiap gerakan.
Tiba di lapangan pelatihan.
"Sangat ramai, jika begini aku tidak dapat melatih teknik pemberian Weng Lao." Gumam Luo Jian kemudian tiba tiba ia merasakan beberapa aura mengerikan dari arah selatan bergerak kearah utara yang tentunya akan melewatinya terlebih dahulu.
Swuuuuuush! Swuuuuuush!
Sepuluh aura, dari beberapa tetua yang berada dirombongan itu mengenakan jubah puncak Ling. Sekilas menatap mereka, tiba tiba pandangannya tertuju pada sosok wanita cantik bergaun putih yang juga menatapnya dengan lembut.
"Sepertinya aku mengenal wanita itu, tapi siapa dia," ucap Luo Jian merenung.
Wanita bergaun putih yang tak lain Zhi Yu itu sedikit malu dengan perubahan tampilannya yang ia buat sedemikian rupa untuk menarik perhatian She Yin. Karena ia sendiri baru pertama kali menggunakan pakaian itu, ia akhirnya hanya bisa memandangi Luo Jian dari atas langit dan mengikuti tetua puncak She Yin menuju aula rapat sekte utama.
Namun bagi Luo Jian serangan kejutan itu tidak berbahaya baginya. Karena itu, dengan segera ia menghindari serangan itu dengan cara menangkap tinju dari pemuda yang menyerangnya.
"Hebat juga kau Yin Lang!" Puji pemuda itu tersenyum mengerikan.
Luo Jian hanya bisa menaikan kedua alisnya, karena ia sendiri tidak mengenali sosok pemuda yang tiba tiba mengenal nama samarannya. Melihat Luo Jian tidak menjawab, murid dalam yang memiliki ambisi untuk mengalahkan sosok yang namanya sedang naik daun itu kembali menyerang Luo Jian dengan tangan kosongnya. Serangan yang begitu lambat dimata Luo Jian itu dengan mudah dihindari dengan hanya menggeser langkah kaki Luo Jian.
"Tidak tahu diri dan kemampuan!"
Baaaaaamsss! Plaaaaaak!
Dengan santainya melihat celah diarea perut, Luo Jian memberikan serangan tinju yang disusul dengan tamparan keras. Hal itu menyebabkan pemuda itu terpental dan meninggalkan beberapa gigi yang terjatuh dari mulutnya.
"Argghhh! Kau benar benar keterlaluan!" Ucap kesal pemuda itu mengedarkan kekuatannya ditingkat Langit tiga.
Aura langit tiga yang menyebar itu membuat perhatian para murid yang sedang berlatih di lapangan pelatihan itu segera berkumpul dan melihat siapa yang akan melakukan pertarungan itu.
__ADS_1
"Ternyata apa yang kudengar tentang desas desusmu memang benar adanya, hari ini akan kubuktikan, kau itu hanyalah sampah!"
"Sembilan wilayah! Cakaran neraka menghitam!"
Swuuuuuush!
Pemuda itu memutarkan tubuhnya, lalu mengibaskan tangannya dan setelah itu, muncul dari kehampaan lima cakar yang memiliki aura iblis berwarna hitam melesat kearah Luo Jian. Melihat serangan itu, hanya sunggingan kecil saja yang terlukis dibibir Luo Jian.
"Hanya mainan anak kecil!"
Swuuuush!
Luo Jian memutarkan tubuhnya, lalu setelah itu sekibasan tangan Luo Jian muncul bola bola emas yang terbuat dari elemen cahaya mengambang, dan berputar mengikuti gerakan kibasan tangannya. Pemuda itu hanya bisa menyunggingkan senyumnya melihat Yin Lang ingin mengadu jurus dengan bola bola sampah menurutnya itu.
Disaat lima cakar hampir bertabrakan dengan lima bola elemen cahaya, tiba tiba ledakan maha dahsyat terjadi saat seuliet sosok pemuda yang bernama Yang Shen muncul menerima kedua jurus itu dengan mudah menggunakan tubuhnya.
"Lihat! Dia adalah Yang Shen, murid urutan lima belas! Mungkin dia datang ingin ikut memberi murid baru itu pelajaran!" Ucap terkejut para murid.
Luo Jian dengan tenang menatap kedatangan Yang Shen, wajahnya berkerut disaat Yang Shen menatap kesal kearah Hua Yun yang merupakan musuh dari Luo Jian.
"Sepertinya keduanya memiliki dendam pribadi," ucap dalam hati Luo Jian.
Sedangkan disisi lain, Hua Yun terkejut dengan kemunculan Yang Shen.
"Hehehehe! Akhirnya kamu muncul juga, tapi kulihat kamu belum memperlihatkan perkembanganmu setelah melakukan pelatihan tertutup!" Ucap Hua Yun tenang.
"Jangan banyak omong! Hua Yun jangan lupa aku datang kesini untuk membalas penghinaan yang telah kau berikan pada adikku!" Ucap Yang Shen kemudian menatap Luo Jian dengan tatapan menghina.
"Bocah baru, lebih baik kau segera meninggalkan tempat ini, karena nyawa Hua Yun adalah milikku...," Ucap dingin Yang Shen.
Luo Jian hanya tersenyum, setelah itu dengan santai mendekati Yang Shen tanpa rasa sedikitpun.
"Jika aku juga menginginkan nyawanya?"
__ADS_1