
Luo Jian hanya menyunggingkan senyumnya sesaat, ia tahu bahwa suara itu adalah sosok tetua yang dekat dengan She Yin.
Swuuuuush!
Tetua kepercayaan She Yin yang bernama Yu Tian itu menatap tajam kearah Bai Wong. Dominasi aura yang yang sangat mengerikan masih terasa kearah tulang Bai Wong. Meskipun ia adalah tetua tingkat tinggi di sekte Darah iblis, tapi identitas Yu Tian tentu lebih tinggi karena kebenarannya Yu Tian adalah tetua dari lima puncak yang tentunya kendali sekaligus pilar kekuatan utama sekte Darah Iblis.
"Bai Wong, apakah kau tidak merasa malu melawan sosok junior sepertinya?" Tanya tenang, tapi tetap saja pertanyaan itu seperti sebuah peringatan keras bagi Bai Wong.
"Tetua aku..." Ucap Baim Wong tercekat.
"Sepertinya kami tidak membutuhkan pengecut sepertimu," ucapan She Yin memotong muncul disamping Yu Tian.
Bai Wong tiba tiba seketika berlutut.
"Ketua puncak Ling, aku sungguh meminta maaf atas perilaku ku yang tidak pantas," ucap Bai Wong dengan tubuh yang bergetar.
Swuuuush!
Sekali kedipan mata, She Yin bersama tetua Yu Tian muncul disamping Luo Jian.
"Tetua," sapa ramah Luo Jian.
Yu Tian dan She Yin menganggukan kepalanya, setelah itu She Yin menatap tajam Bai Wong.
"Sekarang kamu harus tau berbuat apa bukan?"
"Ta..."
"Pemuda lakukan apa yang seharusnya kau lakukan," ucap She Yin tenang.
Swuuuuush!
Luo Jian mengangguk dan segera melesat kearah Bai Zilong yang tiba tiba Bai Wong juga tidak mengindahkan kata kata She Yin.
"Sampah!"
Swuuuuuuung!
__ADS_1
Udara bergetar hebat dibarengi dengan tekanan yang lebih besar menekan pergerakan dari Bai Wong. Sehingga Luo Jian telah berhasil melewati Bai Wong. Dan kini bersiap memberi pelajaran terhadap Bai Zilong.
"Jangan salahkan aku karena ini juga bukan keinginanku!"
Baaaaaaams! Dhuuuuuuar!
Luo Jian melayangkan serangan tapak tangan tepat pada jantung Bai Zilong. Serangan yang juga telah diberikan energi Qi itu membuat Bai Zilong terpental dan memuntahkan seteguk darah merahnya. Belum selesai penderitaan Bai Zilong. Luo Jian kembali melesat dan memberikan pukulan tinju tepat diperut tepatnya di Dantiannya.
Kraaaaaack!
"Ughhh!"
Kembali memuntahkan darah dari bibirnya, aura kultivasi Langit lima milik Bai Zilong akhirnya menghilang. Wajah Bai Wong yang melihat anaknya menjadi cacat itu membeku. Amarah besar terpancar pada wajahnya, dibarengi dengan itu aura kematian yang terkumpul selama ia hidup menyebar. Namun hal itu sangat mudah dinetralkan oleh She Yin.
"Bai Wong, sepertinya kau ingin dikeluarkan dari sekte ini," ucap santai She Yin kemudian muncul tangan dari kehampaan mencengkeram leher Bai Wong.
"Arghhhhh! Meskipun aku bukan lawanmu, tapi ingatlah suatu saat nanti aku pasti akan membunuh pemuda tengik itu!"
Swuuuuuuush!
Sekali lemparan dengan tangan dari kehampaan milik She Yin itu, Bai Wong meluncur keatas langit, dan tidak terlihat sama sekali. Bai Zilong yang melihat ayahnya tidak bisa berbuat apapun, dan kini ia hanyalah sosok sampah tanpa kultivasi terus bergerak mundur. Dan pada akhirnya ia berlari kearah gerbang utama sekte.
"Tetua terimakasih," ucap Luo Jian yang ditanggapi senyuman misterius lalu She Yin dan Yu Tian pergi dari tempat tersebut.
Disisi lain, Zhi Yu yang ingin membantu Luo Jian mengurungkan niatnya setelah melihat She Yin dan Yu Tian membantu Luo Jian dengan cara mengeluarkan Bai Wong dari sekte.
Kepergian keduanya membuat Luo Jian tersenyum misterius.
"Akhirnya aku berhasil membuatnya tertarik," gumam Luo Jian kemudian tersadar bahwa Yang Shen tengah memukuli Hua Yun hingga Hua Yun benar benar telah berlumuran darah.
Wajahnya yang sudah memar dan tidak terbentuk itu membuat Luo Jian terkejut setengah mati, dengan santai ia mendekati kearah Yang Shen.
"Saudara Shen, sudahlah lagian kau memukulinya hingga kritis, aku rasa itu sudah pantas apa yang harus ia dapatkan," ucap Luo Jian,
"Diam memang kau tau apa yang telah ia lakukan pada adikku!"
Baaaaamss! Baaaaams!
__ADS_1
Yang Shen yang telah terlalap emosi itu terus memukuli wajah, perut, kaki, bahkan otong milik Hua Yun yang sudah tak sadarkan diri itu dengan bringas.
Swuuuuuush!
Saat akan meledakan tubuh Hua Yun, Luo Jian segera menahan tangan Yang Shen yang tiba tiba menatap tajam Luo Jian.
"Bukankah kau menginginkan aku membunuhnya...," Ucap dingin Yang Shen.
Luo Jian hanya bisa menggelengkan kepalanya, meskipun ia berkata seperti itu pada Yang Shen, tapi saat ini dalam kondisi yang berbeda. Selain Yu Tian dan She Yin yang telah pergi. Kini terdapat satu sosok dengan aura mengerikan mengawasi mereka dari salah satu bangunan didekat lapangan pelatihan.
"Aku tahu apa yang kau takutkan, tapi aku akan tetap membunuhnya," ucap Yang Shen kemudian menendang pedang yang ada didepan kakinya.
Jleeeeeb!
Akhirnya Hua Yun telah tewas, setelah tewas. Yang Shen memejamkan matanya sejenak, sedangkan Luo Jian menyebarkan kesadaran jiwanya untuk mengetahui pergerakan tetua yang mengawasi mereka sejak awal pertempuran.
"Adik akhirnya aku telah membunuhnya," ucap Yang Shen dengan hati yang sedih.
"Saudara terimakasih telah membantuku, dan maafkan aku yang..." Ucap terhenti Yang Shen.
"Saudara tenang saja, saat ini sepertinya kita sedang diawasi, lebih baik kita cari tempat untuk berbicara sesaat," ucap Luo Jian tenang.
Yang Shen mengangguk, kemudian ia yang ingin memberikan rasa terimakasihnya itu membawa Luo Jian kearah asramanya. Setengah jam berjalan, akhirnya mereka tiba di dalam kamar milik Yang Shen yang terlihat rapi.
"Saudara mungkin ini arak tidak terlalu bagus seperti yang biasa kau minum, jadi maafkan aku yang tidak bisa menyediakan arak yang lebih baik," ucap Yang Shen.
Luo Jian tidak mempermasalahkannya, setelah itu keduanya berbincang dengan santai sambil membahas kejadian tadi yang ia rasa sedikit janggal. Karena Luo Jian yang merasakan aura disalah satu bangungan itiu terasa lebih mengerikan dari She Yin itu sendiri. Tentu Yang Shen yang tidak dapat merasakan itu merasa aneh dengan cerita yang disampaikan oleh Luo Jian. Dan terkejutnya, selama ia memukuli dengan amarah pada Hua Yun ia tidak mengetahui bahwa She Yin dan tetua Yu Tian tiba membantu mereka.
"Kau merasakan aura itu berada dibangunan mana?" Tanya heran Yang Shen.
"Barat lapangan pelatihan, bangunan itu tidak terlalu besars, tapi tadi aku merasakan aura yang begitu mengerikan mencoba menyelidiki tubuhku," ucap Luo Jian membuat Yang Shen terdiam.
Lima menit Yang Shen terdiam, Luo Jian mengejutkan lamunan Yang Shen itu.
"Saudara apakah kau mengerti bangunan itu?" Tanya Luo Jian.
"Bukankah itu penjara iblis sembilan kepala?" Ucap Yang Shen.
__ADS_1
Luo Jian mengangguk, kemudian ia pernah mendengar cerita kekacauan yang terjadi akhir akhir ini di sekte Darah Iblis. Bukan ia peduli, tapi ia sendiri akan berpura pura setia dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh sekte Darah Iblis untuk membuatnya lebih kuat tanpa harus bersusah payah mencari sumber daya yang tersembunyi. Dan hal itu terkait dengan hal yang akan ia selidiki tentang She Yin itu sendiri.