
"Tao tingkat tiga," ucap kagum Fang Long.
Shui Long hanya tersenyum.
"Bagaimana senior?" Tanya Luo Jian memastikan.
"Tentu sangat bisa, karena tiap sekte mewajibkan untuk memilih tiga murid terbaiknya, dan sekarang hanya ada Dong Fang serta Chi Yue," ucap Yan Long.
Luo Jian mengangguk, setelah itu Yan Long memberikan plat sekte emas Naga Langit kepada Shui Long.
"Saudara Long, aku rasa turnamen yang akan diadakan besok adalah ajang bagimu untuk menunjukan jati dirimu, maka berkultivasilah dengan baik," ucap Luo Jian.
"Baik saudara," jawab Shui Long hormat kemudian berterimakasih pada Yan Long.
Tak berselang lama, arak pesanan Yan Long tiba. Dan mereka semua minum arak dengan tenang sambil bercerita tentang sekte Naga Langit.
"Senior dimana senior Yan Bei?" Tanya Luo Jian.
"Ooh adik saya sedang menggantikan tugasku di sekte, jadi ia tidak mengikutinya," ucap Yan Long.
Luo Jian kembali mengangguk, dan tak berselang lama. Pintu ruangannya terbuka, dengan munculnya sosok tuan muda Zhong dari sekte Tapak Api memasuki ruangan tanpa permisi.
"Kalian yang bernama Shui Long, dan Luo Jian?" Tanyanya tanpa menghormati adanya keberadaan tetua agung dan ketua sekte Naga Langit.
Shui Long melirik Zhong dengan santai, begitu juga dengan Luo Jian.
"Benar memang kenapa?" Tanya Shui Long ketus.
"Oooh, kalian juga ingin mengikuti turnamen ini, dan ternyata kalian adalah murid sekte Naga Langit, hal ini cukup mengejutkan bagiku. Tapi tenang saja disaat turnamen tidak ada satupun yang lolos dari genggamanku," ucap Zhong dengan arogan.
"Tuan muda sekte Tapak Api ini memang jenius, tapi atitudenya terlalu rendah, apakah sekte kalian tidak mengajarkan atitude?" Jawab Fang Lao yang kesal.
"Hahahaha! Tetua Agung ini ... Ini masalah para junior, dan untuk senior untuk apa ikut campur!" Jawab kesal Zhong.
"Haaiis, sudah lebih baik kau buktikan kekuatanmu diturnamen nanti, mulutmu memang seperti harimau tapi sayangnya otakmu sangat dangkal. Jika kau memang kuat buktikan saja di tempat turnamen nanti," jawab Luo Jian menimpali.
"Kau..." Ucap Zhong tercekat kemudian mengibaskan jubahnya meninggalkan ruangan milik Luo Jian.
Ling Hua hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kenaifan Zhong yang menurutnya sangat bodoh. Karena bagaimanapun, ucapannya adalah Mala petaka baginya sendiri karena saat ini Shui Long sendiri telah berada diatas ranah Kultivasinya.
__ADS_1
"Saudara Long, apakah kau mengambil hati untuk ucapannya?" Tanya heran Luo Jian.
"Ehh... Tidak saudara aku hanya kesal dengannya yang merendahkan kita," ucap Shui Long jujur.
"Disaat turnamen nanti kau harus dapat membuktikannya saudara," ucap Luo Jian serius.
Pertemuan bersama Yan Long dan Fang Lao akhirnya berakhir. Setelah itu, Luo Jian, Shui Long memutuskan untuk kembali berkultivasi.
"Saudari, jika kau bosan kamu bisa keluar dari ruangan ini dan menikmati indahnya Kekaisaran ini, tapi ingatlah jika terjadi sesuatu kabari kami," ucap Shui Long.
"Baiklah," jawab Ling Hua serius.
"Longer, ingatlah jangan terlalu memaksa untuk naik tingkat," ucap peringatan Luo Jian.
"Baik," jawab Shui Long.
Tiga hari kemudian, Luo Jian yang telah menelan sembilan pill Chung Yang masih belum merasakan tanda tanda terobosan lagi. Karena energi yang tersisa dari pill Chung Yang sedikit ia memutuskan untuk kembali menelan sembilan pill Chung Yang kembali. Berbeda dengan Shui Long, hanya dengan satu pill ia mampu naik satu tingkat.
Tiga hari kemudian, Luo Jian merasakan tubuhnya akan menerobos keranah Fondasi Tao satu. Hal itu membuat dirinya sangat bersemangat.
Swooooosh!
Aura kuat terpancar dari tubuhnya, Ling Hua yang sedang bermeditasi terbangun. Setelah itu ia yang tidak ingin masalah terjadi segera menyegel tubuh Luo Jian.
Baaaaaams!
Ledakan kecil teredam didalam tubuh Luo Jian, setelah memastikan bahwa ia telah naik tingkat. Luo Jian mencoba memadatkan energi langit dan bumi menjadi energi Qi.
"Akhirnya aku bisa menggunakan energi Qi!" Ucap senang Luo Jian.
Meskipun ia tahu, hanya ranah Fondasi Tao lima keatas yang dapat menggunakan energi Qi. Tapi tidak dengan kasusnya sendiri, dia telah mencapai tingkat Dewa Surga tingkat lima sehingga ia lebih cepat memahami apa itu energi Qi.
"Saudari Hua terimakasih," ucap Luo Jian namun tidak melihat keberadaan Shui Long.
"Saudara tidak perlu sungkan," jawab Ling Hua lembut kemudian menghilangkan segel buatannya.
"Saudari dimana saudara Long?" Tanya Luo Jian.
"Ooh, saat ini saudara sedang mengikuti seleksi turnamen tahap pertama," jawab Ling Hua serius.
__ADS_1
Luo Jian mengangguk, setelah itu ia memutuskan untuk keluar dari penginapan mencari resto atau kedai terdekat untuk mengisi perutnya.
Lima belas menit mencari, akhirnya mereka telah tiba. Terlihat sangat ramai akan para pengunjung.
"Pelayan apakah ada ruang VIP untuk kami berdua?" Tanya Luo Jian kepada sang pelayan.
"Tuan muda, VIP telah penuh hanya menyisakan tempat duduk di pojok sana," jawab pelayan ramah.
Luo Jian hanya menghela napas, kemudian ia memesan makanan dan menuju tempat yang ditunjukan oleh pelayan tersebut. Kedatangan mereka membuat rasa penasaran para pelanggan dari berbagai kalangan iri. Mereka berdua sangat sempurna dari segi ketampanan dan kecantikan.
"Hemm, saudara aku sungguh risih diperhatikan oleh mereka terus menerus," ucapnya Ling Hua.
"Saudari lagi pula sudah tidak ada ruangan tersisa, kita mengisi perut sebentar setelah itu kita akan pergi melihat Shui Long," jawab Luo Jian yang disetujui Ling Hua.
Setelah pesanan tiba, keduanya menikmati makanan dengan tenang tanpa memperdulikan sekitarnya. Hingga tiba tiba.
"Saudari, Saudara apakah aku boleh duduk disini?" Ucap pemuda mengenakan jubah bangsawan disamping Luo Jian.
"Ooh silahkan, ketus Ling Hua."
"Jal*ng ini ternyata jual mahal," ucap dalam hati pemuda itu.
Sedangkan Luo Jian tidak memperdulikannya, namun tiba tiba tangan pemuda itu menyentuh tangan Ling Hua dengan sengaja.
Swuuuush! Plaaaaak!
"Tidak sopan!" Ucap kesal Ling Hua langsung menampar pipi pemuda itu hingga terpental.
"Lancang!"
"Tuan muda!" Ucap pria paruh baya yang tiba tiba membantu pemuda jubah bangsawan itu.
"Hei kalian apakah tidak mengerti bahwa dia adalah tuan muda Gao Cuan!" Ucap kesal pria itu .
"Hei lihat itu ternyata pemuda yang ingin mendekati bidadari itu adalah Gao Cuan orang yang terkenal jenius!" Ucap para pelanggan terkejut.
"Aku suka dengan wanita yang kasar, tapi biasanya wanita seperti ini sangat hebat dalam bermain diranjang!" Jawab kesal Gao Cuan.
"Dimana mana banyak sekali pemuda yang sepertimu, aku sungguh muak," jawab Ling Hua santai menyesap araknya.
__ADS_1
"Hei cantik, minta maaflah padaku atau kau akan merasakan akibatnya," ucap Gao Cuan.
"Ciiih! Apa hebatnya dirimu? Hanya bisa mengandalkan orang lain," jawab Ling Hua ketus.