Kaisar Langit

Kaisar Langit
Perjalanan menuju makam Naga Bumi (Tiba di desa Ling Jhin)


__ADS_3

"Ling Shen telah tiba!" Ucap sorak salah satu penduduk kegirangan.


Desa yang tadinya sunyi, seketika ramai dengan warga desa yang berbondong bondong menghampiri rombongan mereka. Sedangkan Ling Shen meneteskan air matanya melihat kegembiraan yang terukir diwajah mereka.


Swuuuuuush!


Trenggiling yang telah dibunuh oleh Luo Jian kemudian dikeluarkan dari dalam cincin ruang yang dimiliki oleh Ling Shen.


"Akhirnya hewan bodoh ini tertangkap!"


"Akhirnya penawar telah didapatkan!" Sorakan para warga membuat Luo Jian menaikan sebelah alisnya.


Tak lama, suara kepala desa Ling Jhin memecahkan keramaian warga atas kerja keras yang dilakukan oleh Ling Shen.


"Shener akhirnya kamu telah kembali," ucap Ling Zhuo.


"Kakek," sapa ramah Ling Shen.


"Saudaraku semua, bukan kami yang membunuhnya, tapi saudara baru kami yang telah membunuhnya, jadi kalian..."


Swuuuuuuuung!


Tiba tiba langit desa Ling Jhin bergetar, sebuah segel fornasi muncul menutup seluruh desa. Awan seketika menghitam yang diramaikan suara petir petir kecil menari nari diatas langit. Sedikit terkejut dengan segel formasi yang dilihat, tiba tiba Ling Shen mengejutkan lamunan Luo Jian dengan menarik tubuh Luo Jian secara paksa memasuki rumah terdekat. Begitu juga dengan para warga yang segera kembali memasuki rumah mereka masing masing.


"Saudara, penyakit akan kambuh setelah segel formasi muncul, jadi kita harus memasuki rumah untuk mengurangi dampak wabah yang akan terjadi," ucap Ling Shen.


"Shener siapa dia? Sudah kakek bilang jangan bawa orang lain memasuki desa karena..." Ling Zhuo terhenti disaat Luo Jian keluar dari rumah yang saat ini mereka gunakan untuk berlindung.


"Saudara!" Teriak Ling Shen yang hendak mengejar Luo Jian namun dihentikan oleh kakeknya.


"Pemuda itu cari mati sendiri, biarkan saja," ucap ketus Ling Zhuo.


Di luar rumah.


"Sepertinya aku mengenal segel ini, tapi dimana," gumam Luo Jian mencoba mengingat ingat.


"Chi Yue... Ahhh sampai aku lupa bahwa kau masih tertidur," ucap dipikirannya sendiri yang ingin mencari informasi dari Chi Yue.

__ADS_1


Swuuuuuuush!


Aura yang sangat gelap kemudian muncul dari atas langit, lalu menyebar. Hal itu menyebabkan Luo Jian menyipitkan matanya, karena saat ini ia tersadar bahwa segel itu seperti memiliki kesamaan dengan segel yang dimiliki oleh ras iblis langit, yang merupakan lawan bebuyutan para Dewa.


"Semua ini kebetulan atau..."


Dhuuuuuuuar! Dhuuuuar!


Beberapa rumah yang berisi beberapa warga tiba tiba meledak, terlihat warga desa yang memiliki perubahan signifikan, muncul satu tanduk dan matanya memerah.


Rooaarrrh!


Mereka mengamuk dan mulai membabi buta menghancurkan apapun yang disekitarnya.


"Ini bukan wabah, melainkan kesadaran iblis tertanam ditubuh mereka," ucap Luo Jian kemudian segera membuat segel tangan yang pernah dibuat oleh Chi Yue.


Mengeratkan rahang, dan membulatkan tekadnya. Setelah segel itu berhasil dibuat, Luo Jian menatap inti formasi segel iblis langit yang berada diatas langit langit desa Ling Jhin.


"Hancur! Serap!"


Sinar keemasan muncul dari mata Luo Jian melesat kearah mata formasi segel iblis langit dengan cepat. Perlahan keretakan mulai muncul, keretakan itu juga membuat aura gelap dan kesadaran iblis merembes dari dalam keretakan perlahan memasuki Tubuh Luo Jian. Seketika tubuhnya bergetar dibarengi dengan tubuhnya mulai kehilangan kendali.


"Tubuhku adalah tubuh suci, tidak mungkin bukan iblis hati akan muncul," ucap Luo Jian dalam hati terus menahan luapan kesadaran iblis yang begitu kuat kedalam tubuhnya.


Tanpa ia sedari, sejak awal ia menyerap kesadaran iblis. Bukannya kesadaran Dewanya menetralkan kesadaran iblis, melainkan kesadaran iblis juga tumbuh disamping kesadaran Dewanya. Teriakan para warga yang telah hilang kendali itu membuat kengerian tersendiri. Banyak dari mereka yang tidak tahan akan rasa sakit membenturkan kepala mereka, serta membabi buta menghancurkan segala sesuatu didekat mereka.


Perlahan keretakan membesar disaat daya serap kesadaran iblis Luo Jian semakin meningkat. Tubuh Luo Jian terasa kebas. Meskipun ia adalah mantan seorang Dewa.


Nguuuuuuuuung!


"Surga tiga!" Luo Jian berbicara didalam hatinya.


Baaaaaamss!


Ledakan teredam dari dalam tubuhnya, hal itu ditandakan Luo Jian berhasil menembus tingkat Surga tiga hanya dengan menyerap kesadaran Iblis yang telah diolah menjadi sumber daya bagi Dantiannya. Tapi,tanpa ia sedari, kesadaran Iblis juga tertanam di sebelah kesadaran Dewanya hingga tumbuh sedemikian rupa.


Ditengah penyerapan kesadaran Iblis, kesadaran Dewanya merasakan sosok aura bersembunyi dibalik pepohonan besar sedang menatapnya dengan tujuan yang tentunya tidak bisa ia tebak. Disisi lain, Luo Jian masih belum menyadari akan kejiwaan iblis yang terus tumbuh jika menyerap kesadaran Iblis itu masih tetap tenang berkultivasi menyerap segel formasi diatas langit desa Ling Jhin dengan kecepatan ekstrem.

__ADS_1


"Sepertinya tetua itu yang memasang segel ini," gumam Luo Jian masih berkultivasi namun dengan sikap waspada.


Tetua dengan jubah hitam itu terus memandangi Luo Jian dengan wajah penuh tanda tanya. Disaat ia ingin menyerang, ia tiba tiba teringat akan identitasnya yang juga sama dengan Luo Jian.


"Bocah itu bisa menyerap kesadaran Iblis, mungkin dia salah satu dari rekanku. Tapi seharusnya dia tidak melakukan hal itu juga bukan," pikirnya sambil mengeraskan rahangnya.


Memilih untuk tetap mengawasi apa yang akan dilakukan oleh Luo Jian, disisi lain para warga yang telah hilang kendai perlahan sadar dari pengaruh kesadaran Iblis yang mereka kira wabah penyakit.


"Shener, sepertinya temanmu adalah tabib?" Tanya Ling Zhuo yang ditanggapi gelengan kepala dari Ling Shen.


Ling Shen hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia kemudian menceritakan pertemuannya dengan Luo Jian disaat ia ingin membunuh trenggiling yang mereka kira adalah penyebab wabah dengan jelas.


Disisi lain.


"Tetua itu masih belum bergerak, sudah saatnya aku kembali fokus," gumaman Luo Jian menambah fokusnya kearah penyerapan kesadaran Dewa.


Satu hari telah berlalu, Luo Jian telah meningkatkan kultivasinya hingga tingkat Surga lima. Wajahnya berkerut disaat segel diatasnya sudah tidak memiliki sedikitpun kesadaran Iblis yang dapat ia serap lagi.


"Aiiih ternyata sudah habis, tapi tetua itu masih mengawasiku hingga saat ini," ucapnya dalam hati kemudian menatap kearah warga desa yang juga tidak bergeming disaat mereka melihat keanehan yang terdapat ditubuh Luo Jian.


"Ini..." Luo Jian tercekat disaat merasakan dua lingkaran muncul dibelakang punggungnya.


Satu merupakan kesadaran Iblis, dan satunya adalah kesadaran Dewa terpampang jelas disaat ia membentuk segel formasi membuat cermin tiruan untuk mengamati tubuhnya.


"Bagaimana bisa..."


Prooook! Proook!


Dua kali suara tepukan tangan terdengar mengejutkan Luo Jian yang sedang terheran heran dengan perubahannya sendiri.


"Akhirnya kamu muncul juga...," Ucap dingin Luo Jian.


Sedangkan Ling Shen, Ling Zhuo, dan para warga lainnya terkejut dengan kemunculan leluhur mereka.


"Hormat pada leluhur keluarga Ling!" Ucap mereka kompak dengan cepat bersujud.


Sedangkan Luo Jian menyipitkan matanya, nyatanya sosok tetua yang mengawasinya adalah leluhur keluarga Ling. Tidak merasa takut, tapi dengan ranah Surga limanya tidak akan mampu mengimbangi sosok yang telah mengawasinya itu.

__ADS_1


__ADS_2