Kaisar Langit

Kaisar Langit
Danau Ping 3. Ling Hua.


__ADS_3

Shui Long hanya mengangguk.


"Jika sesuatu dapat membuat dampak yang besar bagi seseorang yang memanfaatkannya. Tentu sesuatu itu sebenarnya sangat berbahaya. Seperti kau memperkuat kekuatan jiwamu, jika kau salah langkah bukankah kau akan gila dan paling parahnya adalah mati?" Tanya Luo Jian.


"Saudara benar, maka kekuatan tertinggi diseluruh alam semesta adalah alam semesta itu sendiri. Jika alam semesta mengamuk, mungkin seluruh isi isinya akan musnah tak bersisa," ucap Shui Long mendapatkan pelajaran baru.


Luo Jian mengangguk, setelah itu ia tiba tiba meningkatkan kewaspadaannya setelah merasakan samar samar aura siluman mendekat kearahnya.


"Longer waspada!" Ucap Luo Jian menajamkan penglihatannya kearah permukaan air danau yang tenang.


Swuuuuuush!


Benar saja, muncul naga air seukuran lima meter dari bawah permukaan keluar menatap tajam kearah keduanya.


"Naga kecil," ucap telepati Luo Jian kearah Naga air yang terlihat mungil itu.


"Ka-kau bisa mengerti bahasaku?" Tanya Naga Air itu menyelidik.


"Menurutmu?" Tanya Luo Jian menyunggingkan senyum tengilnya.


Swuuuuuush!


Sosok Naga Air nyatanya juga meningkatkan kewaspadaannya, ia langsung menyemburkan air dari dalam mulutnya. Serangan cepat itu membuat Lin Yue yang berada tepat didepan Luo Jian berdecak kesal.


"Ingin menyakiti tuanku!" Ucap kesal Lin Yue.


Swuuuuuuung! Dhuuuuuaar! Dhuuuaar!


Muncul pelindung transparan yang membuat air tersebut hancur tak bersisa di hadapan Luo Jian yang kini hanya menyunggingkan senyum tengilnya.


"Ka-kau..." Ucap Naga Air itu.


Shui Long yang ketakutan melihat sosok siluman Naga Air itu perlahan mundur dari tempatnya.


"Longer kenapa kau takut, lagian dia juga hanya Naga kecil yang baru bisa terbang," ucap canda Luo Jian.


"Kau meremehkan ku bocah!" Ucap Naga Air bersuara wanita itu mengumpulkan energi Qi membentuk pusaran air yang cukup besar disekeliling tubuhnya.


"Kau benar benar ingin membunuh tuanku huh!" Dengus kesal Lin Yue bersiap membunuh Naga Air itu.


"Lin Yue jangan bunuh dia, dia sebenarnya baik dan hanya saja merasa terusik." Peringatan Luo Jian.


"Baiklah baiklah," balas Lin Yue ketus.


Swuuuuush!


Naga air yang siap melepaskan pusaran airnya terkejut, karena sebuah kekuatan besar menghentikan pusarannya.


"A-apakah kamu yang melakukannya," ucap Naga Air itu yang seketika meningkatkan kewaspadaannya.


Luo Jian menaikan kedua bahunya. Sedangkan Shui Long yang memang bertualang belum siap dari segi mental terus berada disudut kapal.


"Longer tenanglah dia Naga yang baik," ucap Luo Jian.


Swuuuuush!


Luo Jian tanpa permisi melompak dan menaiki punggung Naga Air itu. Sontak Naga Air melototkan matanya, karena ia sendiri berkelamin wanita dan sosok yang menungganginya adalah pria. Tentu ia seketika memberontak.

__ADS_1


"Haaaaa!" Teriak Luo Jian yang seperti orang bodoh akibat terombang ambing diatas punggung Naga Air.


"Manusia keparat turunlah dari punggungku! Atau kau akan menjadi santapanku!" Teriak murka Naga Air yang terus memberontak.


"Ka-kau Naga bodoh! Aku tidak ingin menyakitimu, malah kau berbuat sebaliknya!" Teriak Luo Jian memukul kepala Naga Air.


Plaaaaak!


Roaaaaarh!


Naga air mengaum, kemudian ia memasuki kedalam air danau yang tenang itu. Sehingga membuat Shui Long panik.


"Saudara Jian!" Ucapnya mencoba menggapai Luo Jian. Namun kecepatannya masih sangat lambat.


Sedangkan Lin Yue, ia hanya melongo melihat kekonyolan tuannya. Bahkan ia harus menahan tawanya melihat Naga Air begitu kesal karena Luo Jian menungganginya.


Didalam air.


"Naga bodoh! Keluar dari dalam danau cepat!" Ucap kesal Luo Jian.


"Kau yang bodoh! Kau kira aku hewan Iblis dan Suci yang seenaknya dapat kau miliki!" Ucapnya marah.


Swuuuuuush!


Naga itu mempercepat gerakannya mencari tempat yang sempit agar Luo Jian membentur dan jatuh dari punggungnya.


"Naga bodoh kau sungguh bodoh!" Teriak Luo Jian merasa bahwa kepalanya akan membentur sesuatu setelah melihat pergerakan Naga Air menuju celah sempit.


Dhuuuuuuaar!


"Bocah siapa sebenarnya kamu, kenapa kamu bisa mengetahui bahasaku," ucap Naga Air dengan tatapan tajam.


Luo Jian menggosok keningnya sendiri.


"Hahahaha, kenapa? Memang aku tidak boleh mempelajari bahasamu?" Tanya Luo Jian santai.


Swuuuuuung!


Air disekitar Naga Air bergejolak hebat membuat aliran deras disekitarnya bertambah kuat. Aura siluman berada di tingkat Langit empat mengedar dari tubuh sosok Naga Air itu.


"Aku tidak tahu sampai mana ranah Kultivasimu, yang pasti aku sangat membenci bangsa kalian!"


Roooaaaarh!


Auman naga kembali terdengar didalam air danau. Luo Jian menyatukan kedua alisnya karena heran.


"Naga Air... Eh tidak tidak, siluman Naga aku tahu kau sedang terluka, makanya aku ingin menolongmu," alasan Luo Jian.


Naga air terdiam, matanya yang tajam kemudian menyelidik keseluruh tubuh Luo Jian.


"Kau tau aku terluka? Kenapa kau tidak mau membunuhku?" Tanyanya menyelidik.


"Jika aku mau, aku sudah melakukannya sejak awal bukan?" Tanya Luo Jian santai.


"...." Naga air terdiam.


Swuuuuuuung!

__ADS_1


Luo Jian membuat segel tangan yang sangat rumit. Setelah itu segel formasi buatannya itu mengembang membesar menutup tubuhnya dan Naga Air dari tekanan air yang semakin deras.


"Segel ini..." Ucapnya menyelidik.


"Haiss kau ini terlalu berpikiran buruk kepadaku, memang kenapa mengenai segel ini?" Tanya Luo Jian.


"Kau pasti bukan berasal dari Benua ini bukan?" Tanya Naga Air menyelidik.


Luo Jian hanya mengangguk. Namun tiba tiba, Naga Air berubah menjadi sosok wanita yang sangat cantik jatuh berlutut sambil memegangi dadanya sendiri.


"Uuuughh!" Darah menyembur dari mulutnya.


Swuuuuuush!


Luo Jian muncul dihadapannya, setelah itu ia menghentikan peredaran darah siluman itu dengan santai.


"Lukamu sangat parah, bahkan di alam fana tidak ada obatnya. Sebenarnya siapa yang melakukan hal ini, karena ranah Kultivasimu sebenarnya sudah berada di tingkat Dewa Bumi bukan?" Tanya Luo Jian.


"A-aku... Ughhh!" Darah merah menyembur lagi dari mulutnya.


"Ahhh sudah, tidak perlu kau jawab," ucap Luo Jian kemudian memanggil Lin Yue.


Swuuuuuush!


Pedang hitam muncul tepat dihadapan siluman Naga Air itu.


"Tuan anda ingin menyembelihnya?" Tanya heran Lin Yue.


"Kau jangan bodoh!" Ucap kesal dipikiran Lin Yue.


"Beri aku energi murnimu untuk menghentikan racun yang menyebar didalam tubuhnya."


Swuuuuuung!


Seketika asap kehitaman menyebar ditangan Luo Jian. Luo Jian memejamkan matanya sejenak, perlahan elemen cahayanya membantu melawan energi murni Iblis milik Lin Yue agar dimurnikan.


"Penguasa elemen cahaya," ucap pelan Naga Air yang bernama Ling Hua.


Luo Jian hanya diam dan terus memurnikan energi murni Iblis Lin Yue menggunakan elemen cahayanya.


Swuuuuuung!


Asap kehitaman yang ada ditangan Luo Jian berubah menjadi hitam keemasan. Setelah melihat perubahan warna, Luo Jian kembali membuat segel tangan membentuk pembatas energi murni Lin Yue.


"Telanlah," ucap Luo Jian memberikan energi murni yang telah ia satukan dengan elemen cahaya kepada Ling Hua.


Ling Hua yang memang merasa hidupnya sudah diujung tanduk tidak memperdulikan apa yang diberikan oleh pemuda tampan didepannya.


Gleeeek!


Swuuuuuuung!


"Akkkkkkh!" Ling Hua memekik sangat keras saat racun didalam tubuhnya semakin menggila.


Dibarengi dengan itu, asap hitam yang lebih pekat juga keluar dari pori pori kulit Ling Hua.


"Naga Air tahanlah sebentar!" Ucap Luo Jian menyalurkan tenaga dalamnya membantu pengeluaran racun dari dalam tubuh Ling Hua.

__ADS_1


__ADS_2