Kaisar Langit

Kaisar Langit
Naik tingkat Fondasi Qi 5.


__ADS_3

"A-aku?" Ucap Shui Long kebingungan.


Ling Hua tetap berlutut dan terus menundukan wajahnya dengan khidmad. Luo Jian sendiri menghampiri Shui Long dengan wajah yang gembira.


"Saudara Long tombak yang kau pegang itu adalah peninggalan milik Wei Long rajanya para Siluman yang hidup di alam atas. Karena tombak pembunuh iblis telah memilih tuannya, maka kau kini akan menjadi raja dari para rajanya siluman, terima saja takdir ini. Karena kau juga tidak akan merasa rugi," ucap serius Luo Jian.


Shui Long menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Saudara tapi aku manusia," ucap Shui Long pelan.


"Benar kau manusia, kau seorang Kultivator biasa, tapi takdirmu adalah memimpin para siluman untuk kembali bangkit," ucap serius Luo Jian yang membuat Shui Long terdiam.


"Saudari Hua bangunlah, dan jelaskan semuanya karena saat ini aku masih belum mengerti," ucap Shui Long serius.


Ling Hua bangun, dan kemudian menatap Luo Jian meminta persetujuannya.


"Saudari jelaskan, tapi jangan terikat dengan para Dewa, karena saat ini dia belum berhak mengetahuinya," ucap telepati Luo Jian.


Ling Hua mengangguk kemudian menatap Shui Long dengan hormat.


"Sa... Raja Long, sejak dahulu kala siapapun yang berjodoh dengan tombak ini dinyatakan sebagai raja siluman diseluruh alam," ucap singkat Ling Hua namun sangat jelas.


Shui Long mengangguk, setelah ia mendengar jawaban langsung dari Ling Hua kini membuatnya tak terlalu penasaran lagi. Sesaat setelahnya, Luo Jian memutuskan untuk kembali berkultivasi, sedangkan Ling Hua mengajari teknik tombak pembunuh iblis milik Wei Long. Meskipun begitu nyatanya Shui Long masih akan mempelajari kitab Tombak Yang Fu pemberian Luo Jian jika ada waktu.


"Sembilan pill lagi, jika ini tidak naik tingkat aku bisa bisa gila," ucap pelan Luo Jian kemudian menelan pill Chung Yang.


Swuuuuush!


Kesadaran Dewa dan teknik Kultivasinya membantu penyerapan energi kedalam Dantiannya.


Tiga hari berlalu dengan cepat, Luo Jian akhirnya merasakan tanda tanda akan menerobos ke ranah Fondasi Tao lima. Namun dibarengi dengan energi yang ia serap akan habis sepenuhnya.


"Harus naik tingkat," gumam Luo Jian kemudian lebih fokus lagi.


Swuuuuuung! Baaaaaams!


Tubuhnya bergetar saat energi besar didalam dantiannya bergejolak menabrak penghalang tingkat. Hingga terdengar ledakan kecil yang menggema didalam tubuh. Hal itu diartikan Luo Jian benar benar telah naik tingkat.


"Huhh, akhirnya..." Gumam Luo Jian yang menatap Shui Long dan Ling Hua sedang berlatih.


Namun saat ini keduanya tampak lebih akrab seperti pasangan muda mudi yang baru mengenal cinta.


"Sepertinya mereka cocok," ucap Luo Jian menganggukan kepalanya lalu tiba tiba ia menghadap kearah samping.

__ADS_1


"Yuer sejak kapan kau ada disampingku?" Tanya heran Luo Jian yang melihat Lin Yue sedang bermeditasi disebelahnya.


"Sejak awal tuan berkultivasi," jawab Lin Yue.


Luo Jian mengangguk, dan setelah itu ia mendekat kearah Shui Long dan Ling Hua.


"Saudara, saudari mari kita lanjutkan perjalanan. Sepertinya kita harus meninggalkan dunia ini sebelum para bantuan Tang Yin tiba," ucap Luo Jian membuyarkan pelatihan mereka.


"Ba-baik saudara," jawab keduanya kompak.


Swuush! Swuuush!


Ketiganya melesat menggunakan ilmu meringankan tubuhnya menuju pintu keluar dunia kecil itu. Hingga tiba tiba, dari jarak tiga kilometer jauhnya dimulut lembah hantu Ling Hua dan Luo Jian merasakan ratusan aura Kultivator yang bergerak menuju kearah mereka.


"Cepat kita harus segera pergi," ucap Luo Jian.


Ling Hua mengangguk, dan setelah itu mereka menaiki punggung Ling Hua yang telah merubah wujudnya menjadi Naga menuju kearah Kekaisaran Lin.


Diatas langit, Luo Jian dan Shui Long bersama Ling Hua dapat melihat ratusan pria paruh baya dengan senjata lengkap menuju ketempat awal mereka berada.


"Hemm, sepertinya mereka benar benar sangat menyayangi Tang Yin," ucap Luo Jian yang disetujui oleh Shui Long dan Ling Hua.


Swuuuuuush!


Tanpa memperdulikan mereka, Ling Hua bergerak cepat membelah awan menuju Kekaisaran Lin. Dan untuk menempuh Kekaisaran, bagi Ling Hua tidak memerlukan waktu yang lama.


"Saudari turun disini saja," ucap Luo Jian yang membua Ling Hua langsung mendarat.


Setelah Ling Hua merubah kembali wujudnya menjadi manusia. Ketiganya berjalan santai menuju gerbang Kekaisaran yang saat ini antri dengan para Kultivator yang memang ingin menonton ataupun peserta dari banyak sekte yang hadir.


"Sangat ramai," gumam Luo Jian.


"Saudara benua ini kultivatornya sangat lemah semua, bagaimana bisa?" Tanya Ling Hua santai.


"Saudari aku juga tidak tahu," jawab Luo Jian sambil menaikan bahunya berjalan memantau para pemuda murid dari berbagai sekte yang hendak memasuki Kekaisaran.


Hingga tiba didepan gerbang dan menunggu antrian, tiba tiba Luo Jian menerima pesan dari Yang Long.


"Turnamen diajukan dari jadwal yang ditentukan," ucap Luo Jian mengerti kenapa kini telah banyak murid dari berbagai sekte yang tiba di Kekaisaran.


"Saudara Jian apakah anda ingin mengikuti turnamen?" Tanya Shui Long heran, karena tentunya dengan bakat yang dimiliki Luo Jian. Tentu Luo Jian akan menjadi pemenangnya.


"Tidak, sepertinya untukmu agar menambah pengalaman bertarungmu," ucap Luo Jian santai.

__ADS_1


"Ta-tapi aku bukan berasal dari salah satu sekte," ucap Shui Long.


"Tenanglah," ucap Luo Jian.


Setelah antri dan melewati pemeriksaan yang ketat. Akhirnya mereka bertiga dapat memasuki Kekaisaran Lin yang sangat indah dan damai. Banyak para warga setempat, dan juga murid dari berbagai sekte bahkan lainnya yang sedang menikmati keindahan Kekaisaran Lin ini.


"Saudara kita akan pergi ke Penginapan Mawar Hitam, karena disana ada rekanku," ucap Luo Jian.


"Baik."


Lima belas menit berjalan, akhirnya mereka tiba didepan penginapan Mawar Hitam. Setibanya mereka disambut oleh pelayan penginapan.


"Tuan apakah kalian ingin menyewa kamar? Saat ini kamar kami penuh," ucap pelayan ramah.


"Tidak pelayan, kami hanya ingin mengunjungi rekan kami yang berasal dari sekte Naga Langit," ucap Luo Jian hormat.


"Hah rekan? Di umur mudanya dia menganggap Tetua Agung, dan Ketua sekte Naga Langit sebagai rekan sebegitu arogannya kah kamu bocah," pelayan itu tidak percaya, namun disetiap kata katanya seperti menyepelekan Luo Jian.


"Kau..." Ucap Shui Long yang ingin memarahi pelayan itu namun segera dihentikan oleh Luo Jian.


"Lancang!" Tiba tiba suara pria paruh baya menimpal keluar dari tangga penginapan Mawar Hitam.


Luo Jian tersenyum mendengar suara Fang Lao.


"Pelayan antar mereka kekamar yang telah kami siapkan," ucap Fang Lao kemudian tersenyum kearah Luo Jian dan dua rekannya.


"Ba-baik tuan," jawab pelayan itu kemudian membawa Luo Jian dan rekannya menuju kamar yang telah dipesan oleh Fang Lao.


Setibanya.


Fang Lao dan Yan Long memasuki kamar milik Luo Jian serta rekannya dengan wajah yang tidak bisa mereka gambarkan.


"Tuan..." Ucap Yan Long dan Fang Lao hormat kepada Luo Jian.


"Senior kalian tidak perlu sungkan, oiya perkenalkan mereka saudara dan saudariku, Shui Long dan Ling Hua." Sambil memperkenalkan.


"Senior." Ucap hormat Shui Long dan Ling Hua kompak.


"Ahh kalian tidak perlu sebegitu hormatnya padaku, oiya tuan Jian apakah anda masih ingin mengikuti turnamen?" Tanya Yan Long serius.


"Tidak senior," jawab Luo Jian sambil menggelengkan kepalanya.


Yan Long melebarkan mulutnya menjadi huruf o mendengar jawaban Luo Jian.

__ADS_1


"Tuan tapi..."


"Bukan aku yang mengikuti tapi saudaraku Shui Long yang akan menggantikan ku. Dan aku harap senior mau membawanya mengikuti turnamen dengan membawa nama sekte Naga Langit pada saudara Long," ucap jelas Luo Jian.


__ADS_2