
"Jiwa murninya menolak energi Yin menjadi sumber utama kekuatannya. Jika begini maka aku harus mencari kitab milik Kultivator aliran putih," gumam Yin Kun tersenyum misterius.
"Bocah, lebih baik kau beristirahat terlebih dahulu. Karena kondisimu yang belum pulih jadi kau tidak dapat berkultivasi," alasan Yin Kun.
"Terimakasih senior," jawab Luo Jian yang kini termenung melihat kepergian Yin Kun.
Ditengah kebingungannya, Luo Jian yang melihat ruangan kamarnya berantakan memilih untuk merapikannya. Tak hanya ruangannya saja, saat ini ia membersihkan seluruh kediaman milik Yin Kun hingga terlihat sangat rapi.
Setelah tiga jam membersihkan.
"Heemm," gumamnya kemudian memutuskan untuk keluar dari kediaman Yin Kun.
"Yin Lang, anda dilarang keluar dari kediaman guru!" Ucap salah satu murid menghentikan tindakan Luo Jian yang ingin keluar melihat lihat keadaan sekitarnya.
"Ta-tapi aku sangat bosan!" Ucap Luo Jian jujur.
Saat murid Yin Kun akan menjawab, tiba tiba suara wanita lembut namun terdengar mengerikan ditelinga terdengar menggelegar.
"Biarkan saja Yin Lang keluar, lagian bukankah dia merasa bosan berada didalam kediaman guru!" Bantah Zhi Yu muncul dari kehampaan disamping Luo Jian.
"Ka-kau!" Ucap panik Luo Jian terlihat seperti bocah polos yang saat ini ketakutan setengah mati melihat kemunculan Zhi Yu secara tiba tiba.
"Yin Lang, tenanglah bukankah kau merasa bosan? Bagaimana aku mengajakmu bermain disekitar puncak Zhi Yin?" Tanya Zhi Yu ramah, meskipun wajahnya berdandan seperti layaknya wanita aliran hitam. Luo Jian kini hanya bisa menganggukan kepalanya karena penasaran dengan tempat yang akan ia tinggali saat ini.
"Jika guru marah katakan padanya bahwa Yin Lang sedang bermain denganku...," Ucap Zhi Yu memberikan tatapan dinginnya kearah dua murid Yin Lang.
"Ba-baik senior," ucap keduanya gemetaran.
Swuuuuuuush!
Zhi Yu menghentakan kakinya dan menggandeng Luo Jian terbang bersamanya dengan perlahan.
"Ternyata sangat indah." Gumaman Luo Jian yang terdengar.
"Tentu, tapi kenyataannya tempat yang indah ini menyimpan sejuta kengerian tersendiri," jawab Zhi Yu sambil tersenyum kecut.
Swuuuuuuush! Swuuuuush!
Ditengah perbincangan mereka, tiba tiba tiga murid elit puncak Zhi Yin menghentikan terbang Zhi Yu dan Luo Jian.
__ADS_1
"Senior," sapa salah satu murid salah tingkah.
"Katakan apa ada hal yang penting?" Tanya Zhi Yu acuh tak acuh.
"Tidak senior, kami hanya kebetulan lewat," ucap salah satu murid yang tubuhnya bergetar ketakutan.
Melihat reaksi dari beberapa murid yang telah bertemu dengan Zhi Yu, Luo Jian beransumsi bahwa Zhi Yu adalah sosok yang menakutkan. Karena itu kini ia meningkatkan kewaspadaannya terhadap Zhi Yu. Tanpa memperdulikan ekspresi ketiga murid yang nyatanya sedang bertugas untuk berkeliling menjaga puncak Zhi Yin. Zhi Yu kembali melanjutkan perjalanannya. Hingga lima menit terbang, akhirnya keduanya tiba ditempat kediaman yang mewah dan tentunya beberapa pelayan wanita berjaga disekitar kediaman tersebut.
"Putri," ucap mereka menundukan kepalanya.
Zhi Yu hanya mengangguk, kemudian ia memasuki kediamannya bersama Luo Jian. Setelah berada didalam kediamannya. Zhi Yu membuat segel tangan disekitar sudut ruangan dan tentunya Luo Jian segera mundur dari tempatnya.
"Ka-kau mau berbuat apa!" Ucapnya sedikit ketakutan.
"Yin Lang tenanglah," ucap Zhi Yu tiba tiba muncul didepannya membuat Luo Jian terus mundur dari tempatnya.
Swuuuuush!
Daya hisap yang kuat menarik paksa tubuh Luo Jian hingga wajah Luo Jian terbenam pada kedua gunung kembar milik Zhi Yu. Sontak Zhi Yue wajahnya memerah karena menahan malu, namun dengan segera ia mendorong pelan tubuh Luo Jian.
"Ma-maaf..." Ucap Zhi Yu merasa bersalah.
Luo Jian hanya bisa berkeringat dingin.
Zhi Yu mengangguk, kemudian ia menghela napas sejenak lalu menatap serius Luo Jian.
"Apakah kamu benar benar lupa ingatan...," Ucap dingin Zhi Yu mengedarkan aura kematian yang sangat pekat dari tubuhnya.
"A-aku..." Ucap Luo Jian tercekat karena tertindas aura milik Zhi Yu.
"Katakan yang sejujurnya," ucap Zhi Yu kemudian menarik aura kematiannya kembali.
"No-nona aku benar benar kehilangan ingatan," jawab serius Luo Jian memberanikan diri.
Swuuuuush!
Tak ingin percaya begitu saja, Zhi Yu muncul secara tiba tiba dihadapan Luo Jian kemudian mencoba menyerap ingatannya.
Swuuuuuush!
__ADS_1
Kekuatan aneh yang baru pernah ia lihat tiba tiba memblokir akses jalannya untuk mencuri ingatan Luo Jian. Hal itu membuatnya menaikan kedua alisnya.
"Kekuatan apa itu," ucap Zhi Yu kemudian menatap dari bawah hingga atas tubuh Luo Jian.
"Nona apa ada yang salah?" Tanya heran Luo Jian karena merasa Zhi Yu tidak memiliki niat yang buruk kepadanya.
"Yin Lang, maafkan aku yang curiga padamu," ucap Zhi Yu akhirnya mempercayai bahwa Luo Jian hilang ingatan setelah memeriksa jubah Luo Jian yang tidak ia kenali.
"Jubahnya bukan berasal dari benua ini, ini aneh..." Tapi tetap saja pikirannya terlihat heran.
"Nona?" Melihat Zhi Yu terdiam membuat Luo Jian heran.
"Ehhh..." Zhi Yu salah tingkah, kemudian ia bercerita kenapa ia mengajaknya ke kediamannya di puncak utama Zhi Yin.
"Aku hanya takut kau menjadi sepertiku, sengaja diculik oleh mereka dan dijadikan mesin pembunuh yang sebenarnya target mereka adalah keluarga kita sendiri," ucap Zhi Yu serius.
"Nona bagaimana aku bisa mempercayai ceritamu?" Tanya Luo Jian waspada karena belum mengenal Zhi Yu.
"Haiissh! Ingin percaya padaku atau tidak itu hakmu, tapi aku hanya mengingatkan sebelum bertindak jauh kau harus mencoba mencari asal usulmu terlebih dahulu. Mungkin alasan datangmu jatuh dari langit hanya akal akalan Weng Lao sialan itu untuk mengelabuhi dirimu," jawab Zhi Yu.
Zhi Yu yang menceritakan asal usulnya itu tidak menutupi satupun hal yang pernah terjadi dimasa lalunya. Karena bagaimanapun ia telah menjadi pengkhianat keluarganya sendiri, karena itu ia tidak ingin sosok pemuda yang hilang ingatan ini akan menjadi sosok sepertinya.
"Nona terimakasih telah mengingatkanku," ucap Luo Jian serius.
"Apakah kamu tidak merasa heran denganku yang berani memberikan cerita masalalu pahit tentang kehidupanku sendiri?" Tanya Zhi Yu.
"Nona mungkin aku sedikit curiga, tapi entah mengapa perasaanku membenarkan cerita yang nona katakan," ucap Luo Jian serius.
Akhirnya Zhi Yu melanjutkan ceritanya, bercerita tentang keburukan sektenya pada Luo Jian yang entah mengapa terus mempercayai cerita yang disampaikan oleh Zhi Yu.
"Jadi nona saat ini masih berpura pura hilang ingatan?" Tanya Luo Jian.
"Itu benar," jawab Zhi Yu.
Luo Jian menganggukan kepalanya.
"Coba kau mencoba mengingat sesuatu tentang masalalumu? Siapa tau aku dapat membantumu," ucap serius Zhi Yu.
Luo Jian mengangguk, dan kemudian mencoba mengingat sesuatu yang ada di kepalanya. Namun tiba tiba, kepalanya merasa pusing yang tak terbayangkan rasa sakitnya.
__ADS_1
"Akkkhh!" Pekik Luo Jian kemudian jatuh berlutut.
"Yin Lang!" Ucap panik Zhi Yu.