Kaisar Langit

Kaisar Langit
Kesalah pahaman


__ADS_3

Swuuuuung!


Tubuh Ling Hua bergetar hebat. Luo Jian yang masih fokus membantu penyerapan energi iblis milik Lin Yue mengeluarkan keringatnya.


Lima belas menit berlalu.


"Akhirnya," gumam Luo Jian menatap Ling Hua yang kini mulai menyetabilkan dan menekan energi iblis agar tidak mengendalikan tubuhnya.


"Ehhh..." Ucap Luo Jian membelalakan matanya melihat tumbuhan herbal didepannya.


Luo Jian perlahan menghampiri tumbuhan itu, namun tindakannya terhenti setelah mendengar suara Ling Hua yang lembut.


"Tuan maafkan kesalahan hamba," ucap Ling Hua berlutut.


Luo Jian membalikan tubuhnya, kemudian menatap lembut Ling Hua.


"Berdirilah, dan jika boleh tau tanaman Ganggang Gingseng Air ini siapa yang menanamnya?" Tanya Luo Jian.


"Tuan itu saya, saya yang membawanya dari Dunia Siluman," ucap jujur Ling Hua.


Luo Jian mengangguk, dan kemudian ia menaikan kedua alisnya.


"Memang apa yang terjadi?" Tanya Luo Jian.


Ling Hua menjelaskan bahwa Kerajaan Siluman telah hancur oleh para Dewa yang dipimpin oleh sosok asap hitam. Dan sosok itu disebut dengan nama Yang Mulia.


"Mungkin sosok pemimpin pasukan itu adalah Luo Jian, Kaisar Langit...," Ucap dingin Ling Hua.


Gleeeek!


Luo Jian menelan ludahnya dan berkeringat dingin mendengar namanya disebut dengan nada penuh kedendaman yang teramat dalam.


"Tuan siapa namamu, sangat tak sopan jika tidak mengetahui anda yang telah menyelamatkan nyawaku," ucap hormat Ling Hua.


"Tuan aku Luo Jian," ucap Luo Jian mencoba menenangkan dirinya.


"Luo Jian... Kau..." Ucap Ling Hua terhenti lalu mundur dari tempatnya sambil meningkatkan kewaspadaannya.


"Nona aku bisa jelaskan, tapi anda tidak boleh menyerang sembarangan," ucap Luo Jian serius.


"Kau yang menyerang Kerajaanku, bahkan Wei Long mati ditanganmu!" Ucapnya menyelidik.


"Nona jernihkan pikiran anda, ingatkah tentang wajah pembunuh Wei Long sang raja Kelelawar?" Tanya Luo Jian.


Ling Hua kemudian tersadar karena kesalahannya. Namun tetap saja, mendengar namanya dan energi hitam yang ia terima sangat kuat. Membuatnya berpikir didepannya adalah sosok asap hitam yang disebut dengan Yang Mulia oleh para Dewa.

__ADS_1


"Meskipun energinya tak sekuat waktu itu, tapi aku harus tetap waspada kepadanya," gumam Ling Hua.


"Nona dengarkan penjelasan ku."


Swuuuuung!


Muncul enam lingkaran dibelakang bahu Luo Jian, aura Dewa yang lemah menyebar, namun tetap saja aura tersebut masih terasa agung.


"Ka-kau benar benar seorang Dewa!" Ucap Ling Hua terkejut siap menyerang.


"Aku memanglah Luo Jian, tapi aku kini bukanlah Kaisar Langit. Meskipun hal ini sangat tabu dan tidak masuk akal di pikiran nona, tapi sekali lagi mohon anda tidak menaruh dendam padaku, dan soal Wei Long serta kaumnya yang telah mati ditangan para Dewa, aku Luo Jian akan menghakiminya namun tidak sekarang," ucap Luo Jian, aura kewibawaan sebagai Kaisar Langit terlihat dengan jelas.


"Tapi wajahnya juga berbeda," ucap Ling Hua pelan.


"Nona energi iblis yang aku berikan bukanlah energi milikku, melainkan pedang hitam yang menancap di sampingku ini," ucap Luo Jian jujur.


"A-anda Kaisar Langit yang sesungguhnya ta-tapi bagaimana mungkin...," Ucapnya pelan, wajahnya dipenuhi rasa keterkejutan yang tinggi.


Luo Jian menghela napas panjang, setelah itu Luo Jian menghampiri Ling Hua.


Swuuuuung!


Cahaya keemasan memasuki ingatan Ling Hua. Sontak Ling Hua melihat kejadian yang sebenarnya dan hal itu membuatnya jatuh berlutut dengan rasa bersalah yang teramat besar.


"Aku berani memberikan ingatanku kepadamu karena aku tahu, kamu ke dunia ini untuk bersembunyi dan memikirkan rencana untuk mengambil alih kerajaan siluman milik Wei Long. Karena kamu juga mengira bahwa aku yang memimpin pasukan para Dewa, aku sengaja memberikan ingatanku ini," ucap tenang Luo Jian.


"Kaisar Langit sekali lagi maafkan hamba!" Ucap Ling Hua kembali berlutut.


Swuuuuush!


Enam lingkaran yang menyimbolkan enam elemen yang ada di dunia menghilang di belakang punggung Luo Jian. Di barengi dengan aura Dewa yang semakin melemah.


"Nona, siapa nama anda? Dan aku harap anda tidak salah paham atas kejadian yang menimpa di kerajaan Siluman mengenai namaku," ucap Luo Jian.


"Yang Mulia..." Ucap Ling Hua terpotong.


"Panggil saja saudara Jian," ucap Luo Jian.


"Ta-tapi..." Ling Hua ragu.


"Aku tidak ingin meninggikan diriku sendiri, kita semua sama meskipun ras kita berbeda."


Ling Hua akhirnya memercayai Luo Jian perlahan, karena dari buku sejarah tercatat yang ia baca. Kaisar Langit sangatlah penyayang dan tidak ingin meninggikan diri sendiri walaupun seluruh alam semesta harus tunduk padanya.


"Sa-saudara Jian aku Ling Hua," ucap Ling Hua sedikit kaku.

__ADS_1


Luo Jian mengangguk, dan kemudian menatap penuh harap Ling Hua sejenak lalu kembali menatap Ganggang Gingseng Air yang tertanam sangat subur didepan mereka.


"Saudari bolehkah aku meminta beberapa tanaman Ganggang Gingseng Air ini?" Tanya Luo Jian.


Ling Hua mengangguk, sambil memberikan senyum manisnya.


"Saudara Jian tentu," ucap Ling Hua kemudian menarik ratusan Ganggang Gingseng Air itu kearah tangannya.


Swuuuuuung!


"Saudari ini terlalu banyak," ucap serius Luo Jian.


Ling Hua menggelengkan kepalanya. Dan kemudian melepaskan kekuatannya yang perlahan meningkat, hingga hampir mencapai tingkat yang sesungguhnya.


"Saudara Jian terimalah, aku sudah tidak terlalu memerlukannya. Dan tentunya anda yang lebih berhak memakainya." Ucap Ling Hua penuh hormat.


"Saudari terimakasih," ucap Luo Jian tak menyangka bahwa ia menemukan salah satu sumber daya tingkat tinggi untuknya naik tingkat lebih tinggi lagi.


Ling Hua mengangguk, dan kemudian menatap pedang hitam dengan tatapan ngeri.


"Saudara jika pedang ini menyimpan energi sekuat ini, bukankah kekuatannya..." Ucapnya terhenti setelah melihat pedang hitam yang tak lain Lin Yue berdengung lalu terbang kesana kemari membelah air danau.


"Saudari benar, pedang ini memiliki roh iblis, tapi tenang saja dia tidak akan melukai saudari," ucap Luo Jian.


Ling Hua mengangguk, tiba tiba diatas permukaan danau mereka merasakan gelombang air yang tidak beraturan.


"Gawat Shui Long!" Ucap Luo Jian merasakan aura pertempuran seseorang.


Swuuuuush!


Ling Hua yang peka kemudian menggenggam tangan Luo Jian dan membawanya kepermukaan danau. Setibanya, terlihat Shui Long yang terluka parah. Tiga tetua mengenakan jubah sekte Tapak Api memberikan tatapan menghina mereka kearah Shui Long.


"Kalian sekte keparat!" Ucap Shui Long.


"Hahahaha! Aku kemari diutus oleh tuan muda untuk membunuhmu! Jadi terima saja ajalmu!"


Swuuuuuush!


Salah satu tetua melesatkan pedangnya kearah Shui Long yang telah terluka. Luo Jian tidak tinggal diam, ia juga melempar pedang hitamnya kearah pedang yang mengarah ke Shui Long.


Tiiiing! Sleeeeeb! Klaaaaang!


Pedang hitam menancap persis dihadapan Shui Long, sedangkan pedang milik tetua itu patah menjadi dua bagian setelah membentur pedang hitam.


"Siapa!"

__ADS_1


__ADS_2