Kaisar Langit

Kaisar Langit
Iblis Huang Ruo


__ADS_3

"Baiklah aku akan memberikannya pada mu," ucap Luo Jian yang tidak memiliki pilihan lain itu kemudian membuat segel tangan sangat rumit.


Sedetik kemudian sebuah segel tangan berbentuk lingkaran yang berisi kehampaan berhasil dibuat dengan baik. Memejamkan matanya sejenak, lalu dengan cepat Luo Jian memberikan kesadaran Dewanya kearah segel itu. Segel yang tadinya hanya transparan itu perlahan muncul secercah cahaya. Disisi lain, Luo Zhuo tidak bisa berkata apa apa saat Luo Jian benar benar memberikan sedikit kesadaran Dewanya.


Swuuuuuush!


Setelah segel sebesar kepala orang dewasa itu telah berisi kesadaran Dewa sepenuhnya. Luo Jian segera memberikannya pada Luo Zhuo dan tentunya memberikan tata cara penyerapan kesadaran Dewa dengan baik.


"Hanya sedikit saja yang bisa aku berikan," ucap Luo Jian.


"Saudara ahh tidak tidak, junior berterimaksih pada senior," ucap Luo Zhuo sangat senang itu malahan membuat Luo Jian melototkan matanya.


"Saudara Zhuo karena bagaimanapun, umurmu dan umurku lebih tua darimu! Lantas jangan pernah menganggapku bahwa aku lebih tua darimu!" Ucap sedikit kesal Luo Jian.


"Hehehe baiklah," tertawa kecil lalu tiba tiba wajahnya terlihat heran disaat cincin penyimpanannya bergetar.


"Apa ada masalah?" Tanya heran Luo Jian yang segera di benarkan oleh Luo Zhuo.


"Saudara iblis yang kemarin aku lawan saat ini terkepung oleh pasukan Jiwa Cahaya dan pasukanku, tapi mereka..." Ucap tercekat Luo Zhuo.


"Jika begitu cepat kita bantu mereka," ucap kesal Luo Jian yang tidak melihat kesigapan Luo Zhuo.


"Saudara aku saja tidak bisa melukainya," ucap Luo Zhuo memberikan senyum pahitnya.


"Ingatkah saat pertama kali kita bertemu. Dan lagi, dengan sikapmu yang ditunjukan saat ini, kau sungguh tidak layak menerima penghormatan atas statusmu sebagai pasukan pelindung Benua Api bukan?" Tanya Luo Jian membuat Luo Zhuo pada akhirnya segera membuat segel tangan dan membawa Luo Jian kearah pertempuran.


Setibanya disebuah hutan yang sangat luas. pertempuran sangat kacau terlihat.


"Ini..." Ucap Luo Zhuo tercekat melihat kehancuran yang menyebabkan hutan luas itu menjadi sebuah tanah lapang tanpa pepohonan sama sekali. Bahkan ribuan lubang terlihat dengan diameter lebih dari sepuluh meter lebarnya.

__ADS_1


Luo Jian yang tidak mungkin untuk menghadapi Huang Ruo secara langsung itu menatap pasukan Jiwa Cahaya yang terus dibuat mundur, bahkan beberapa ada yang tergeletak tanpa nyawa.


"Hahahaha! Manusia bodoh! Enyahlah!"


Iblis Huang Ruo semakin menjadi jadi dengan menggunakan ukurannya yang besar. Serangan jarak jauh yang bersusulan itu nyatanya tidak membuat Iblis Huang Ruo itu mundur sedikitpun.


"Saudara Zhuo, tarik semua pasukan dan kau yang akan menghadapi iblis Huang Ruo sendiri," ucap santai Luo Jian sambil menatap pertempuran.


"Ta..." Terhenti sambil melototkan matanya.


"Tidak ada kata tapi, apakah kau ingin pasukanmu dan pasukanku menjadi mayat?" Tanya sinis Luo Jian yang tentunya ia tidak ingin kehilangan anggota klan Cahaya yang dibangun ayahnya.


"Baiklah," jawab Luo Zhuo sambil menyiapkan mentalnya.


Swuuuuuuush!


Luo Zhuo segera memberikan sinyal kepada pasukannya agar mundur, dibarengi dengan itu Luo Zhuo segera melesat kearah Iblis Huang Ruo yang menggunakan wujud transformasinya.


Serangan tapak cahaya tepat terkena punggung iblis Huang Ruo, dan hal itu menyebabkan iblis Huang Ruo mundur dari tempatnya.


"Segel kawasan pertarungan!" Disusul dengan suara Luo Jian yang menggelegar.


Pasukan Jiwa Cahaya yang mengetahui suara Luo Jian segera membuat segel formasi dan menutup pertarungan. Disisi lain, Luo Zhang yang juga mendapat kabar munculnya iblis Huang Ruo melesat membawa pasukan Jiwa Cahaya yang sedang membantu kota lainnya akhirnya tiba di samping Luo Jian.


"Saudara ini..." Ucap Luo Zhang yang melihat beberapa mayat anggota klannya yang telah mati dengan raut wajah yang sedih.


"Sudahlah, menyesalpun tidak dapat merubah apapun, saat ini kalian segera bantu rekan kalian memperkuat segel."


"Baik!" Jawab kompak pasukan Jiwa Cahaya yang memakai topeng dan jirah perang segera membantu rekan mereka.

__ADS_1


Disisi lain.


Hu Tong yang tidak tahu rencana Luo Jian itu begitu kesal dan segera terbang menghampiri Luo Jian yang terbang terbungkus energi Qi milik Luo Zhuo.


"Bocah apakah kau ingin membunuh Pangeran Zhuo!" Ucap keras dengan menunjuk kearah wajah Luo Jian.


"Ka..." Luo Zhang ingin segera menampar wajah Hu Tong yang merupakan Jendral pasukan Abadi, namun tindakannya dihentikan oleh Luo Jian.


"Hei apakah begini cara kalian melindungi benua ini? Jelas jelas kultivasi iblis itu tidak rendah, kenapa kalian masih saja nekat," ucap santai Luo Jian yang membuat rahang Hu Tong itu mengeras.


"Baj*ngan dari mana sebenarnya kalian berasal! Oh sepertinya kalian adalah sekutu iblis, yang berpura pura membantu kami lalu tujuan sebenarnya melenyapkan Pangeran Zhuo kan!" Ucap meninggi Hu Tong kemudian meremukan batu pemanggil pasukan.


Swuuuuuush!


Pasukan yang berada disamping pasukan Jiwa Cahaya seketika langsung memberikan sikap siap bertarung. Sedangkan Luo Jian menghela napas melihat kebodohan seorang Jendral pasukan Abadi yang tentunya mengira ia yang ingin membunuh Luo Zhuo.


"Saudara Zhang..."


Swuuuuung!


Udara bergetar hebat dibarengi dengan kemunculannya ratusan portal dimensi yang sangat besar. Tak lama, ribuan pasukan yang memiliki ranah setara dengan para ahli klan Cahaya muncul dari dalam portal dimensi.


"Hu Tong, siapa yang ingin membunuh Pangeran Zhuo!" Ucap keras menggelegar dibalik langit.


"Pemimpin kedua, pasukan yang mengenakan topeng ini!" Ucap Hu Tong menunjuk.


Swuuuuuung!


Sinar kebiruan muncul dibarengi dengan munculnya enam gerbang teleportasi diatas langit.

__ADS_1


"Pangeran Zhuo!" Ucap mereka terkejut yang tak lain enam pemimpin pasukan Abadi melihat Pangeran Zhuo yang kini menjadi bulan bulanan menatap tajam kearah Luo Zhang dan juga Luo Jian.


"Hancurkan segel formasi!" Teriak perintah Dao Shi Yun.


__ADS_2