Kaisar Langit

Kaisar Langit
Perjalanan menuju makam Naga Bumi 3


__ADS_3

"Ka ... Kau sudah mengetahui keberadaanku sejak awal?" Tanya ketidak percayaan tetua itu.


"Hanya orang bodoh yang tidak mengetahui trik semacam ini," ucap dengan nada mengejek Luo Jian.


Ejekan kecil itu membuat Ling Jun wajahnya menjadi memerah.


"Entah dari mana pak tua sialan itu menyewamu, tapi kurasa kau hanyalah pemuda yang sedikit berbakat saja. Jadi matilah dengan satu jurusku ini!"


"Sentilan sembilan iblis!"


Swuuuuuuuuush!


Ling Jun memutarkan tubuhnya sambil melepaskan serangan Qi dari ujung jarinya kearah Luo Jian. Surga tingkat lima milik Ling Jun tidak membuat rasa takut melanda hati Luo Jian. Wajah tenangnya ia perlihatkan sambil memutarkan kedua tangannya tepat didepanya.


Swuuuuuuung! Dhuuuuuar! Dhuuuuuuuar!


Perisai muncul yang segera disambut oleh serangan energi Qi secara beruntun. Ledakan tak terelakan, wajah Ling Jun seketika berkedut disaat salah satu jurus yang sering ia gunakan tidak mampu membuat keretakan pada perisai biasa yang dibentuk oleh Luo Jian.


"Bisakah senior lebih serius?" Tanya Luo Jian sambil menggunakan nada mengejek.


"Kau..."


Swuuuuush!


Ling Jun melesat kearah Luo Jian sambil memutarkan tubuhnya, sedangkan Luo Jian bersiap menyambut serangan Ling Jun menggunakan pedang yang terbentuk dari elemen cahaya. Melihat pemuda didepannya mampu membentuk senjata dari elemen yang dikuasai oleh pemilik elemen itu sendiri, hal itu menyebebabkan rasa keterkejutan yang sangat tinggi diperlihatkan pada wajah Ling Jun.


"Sudah terlambat menyadarinya senior," ucap Luo Jian menghentakan kakinya melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh, dengan cepat Luo Jian segera menyambut serangan pedang milik Ling Jun dengan menggunakan pedang cahayanya.


Sriiiiiing! Klaaaaaang!

__ADS_1


Pedang tingkat rendah yang dimiliki Ling Jun seketika patah hanya dengan sekali gesekan dengan pedang cahaya buatan Luo Jian.


"Sejak kapan pak tua itu mampu membayar pendekar kuat seperti ini," ucap kesal didalam hatinya.


Luo Jian yang tidak ingin berlama lama itu terus menggempur Ling Jun yang kini hanya bisa menghindari gempuran pedang Luo Jian. Tapi tidak disangka, kecepatan Luo Jian perlahan meningkat, dan hal itu membuat Ling Jun harus mundur dari pijakannya berkali kali.


Disisi lain, Ling Huan merasa kesal dengan perisai yang melindungi sembilan pemuda utusan kepala desa. Berkali kali mencoba menembus, dan mencoba menyerang perisai, tapi sayangnya ia harus gagal disaat perisai secara terus menerus mementalkan tubuhnya.


"Senior, karena aku tidak ingin menimbulkan masalah lebih panjang. Maka terimalah konsekuensinya setelah menyinggungku!"


Swuuuuuuuush!


Luo Jian yang menemukan celah pada area leher Ling Jun segera memutarkan tubuhnya, di barengi dengan Luo Jian yang menebas pedang cahaya kearah leher Ling Jun. Seketika Ling Jun tewas dengan luka kepala yang telah terlepas dari tubuhnya. Setelah membunuh Ling Jun, Luo Jian menatap kebodohan Ling Huan yang tidak menyadari bahwa pamannya telah tewas tanpa perlawanan menghadapi Luo Jian.


"Eheem ... Sepertinya saudara yang satu ini memerlukan bantuan," ucap Luo Jian dibelakang Ling Huan yang seketika melompat dari tempatnya karena terkejut.


"Tidak adil bukan jika paman dan rekanmu telah mati, tapi kamu...," Ucap dingin Luo Jian sambil menyunggingkan senyum misteriusnya.


"Tu ... Tuan ampuni aku, jika kamu mengampuniku maka aku akan memberikan batu ilusi iblis Langit," ucap Ling Huan mengeluarkan batu berukuran genggaman tangan kearah Luo Jian.


"Batu ilusi iblis Langit?" Tanya dipikirannya sendiri.


Seketika mata Luo Jian berubah menjadi keperakan, disaat itu juga dari penglihatan mata dewanya. Ia terkejut setelah melihat batu yang berada digenggaman Ling Huan.


"Apa mereka bodoh, ini sumber daya tingkat Surgawi," ucap terkejut setengah mati didalam pikirannya sendiri.


"Baiklah aku akan menerimanya," ucap Luo Jian sambil menyunggingkan senyum misteriusnya.


Merasa tawarannya berhasil, Ling Jun akhirnya bisa bernafas lega. Setelah memberi batu ilusi iblis Langit. Ling Huan segera pergi menggunakan ilmu meringankan tubuhnya, namun sebelum menjauh, seuilet pedang yang terbentuk dari elemen cahaya melesat kearah Ling Jun.

__ADS_1


Swuuuuuuush! Jleeeeeeb!


Seketika langkah Ling Huan terhenti, wajahnya hanya bisa menggambarkan ketidak percayaan atas penawaran dua detik setelah menerima batu ilusi iblis langit.


"Aku tadi belum menyetujui bahwa kamu keluar hidup hidup, huh dasar naif," ucap Luo Jian sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah itu, Luo Jian memunguti cincin ruang mereka. Tak berselang lama disaat memulihkan energi Qi, Ling Shen datang membawa satu babi hutan berukuran yang cukup besar. Hal pertama yang ia lihat adalah mayat Ling Jun yang merupakan salah satu panatua di desanya.


"Saudara kamu..." Ucapnya tercekat.


Luo Jian kemudian membuka matanya sejenak.


"Apa ada yang salah?" Tanya heran Luo Jian.


"Ka ... Kau kenapa membunuh tetua Jun!" Ucapnya menunjuk kearah Luo Jian dengan tatapan membunuh.


Sedikit tertawa kecil, Luo Jian hanya mengibaskan tangannya kearah sembilan pemuda yang telah ia lindungi dari niat tetua Jun, serta Ling Huan.


Kesembilan pemuda itu yang juga melihat perkelahian Luo Jian, serta membunuh tetua Jun menjelaskan apa yang mereka dengar dari percakapan singkat Luo Jian saat bertarung. Pada akhirnya Ling Shen menghela napas panjang, lalu ia segera meminta maaf atas tuduhannya kepada Luo Jian.


Malam itu setelah memakan hewan buruan Ling Shen, mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menuju desa Ling Jin. Ditengah perjalanan mereka, Luo Jian sangat tertarik untuk mengetahui penyakit yang dialami oleh warga desa. Tak hanya itu, tentunya masalah batu ilusi iblis langit.


"Saudara apa kalian tau dimana Ling Huan mendapatkan batu seperti ini?" Tanya Luo Jian membuat mereka semuanya menggelengkan kepalanya.


Tidak terasa dua hari perjalanan mereka terlewati, tepatnya kini mereka telah berada didepan gerbang desa Ling Jin.


"Sepertinya ini bukan wabah penyakit," gumam Luo Jian kemudian mengedarkan kesadaran dewanya.


Aura gelap, berat, dan dapat membuat seseorang berhalusinasi mencoba menerpa tubuh Luo Jian, namun dengan adanya kesadaran Dewa, ia tidak merasakan efek apapun. Bahkan secara diam diam Luo Jian memberi kesepuluh pemuda itu kesadaran Dewa.

__ADS_1


__ADS_2