Kaisar Langit

Kaisar Langit
Tang Yin 1.


__ADS_3

"Saudara Jian, aku ucapkan terimakasih telah membantuku sekali ini," ucap Shui Long sangat hormat.


Luo Jian hanya mengangguk, setelah itu ia menatap Ling Hua dengan lembut.


"Saudari, aku ingin berkultivasi, aku berharap saudari mau berjaga sejenak," ucap Luo Jian yang di setujui langsung oleh Ling Hua.


Setelah itu, Luo Jian mengeluarkan pill Chung Yang. Tak lama ia segera menelan tiga buah pill secara langsung dan duduk bersila.


Swuuuuush!


Energi kuat berasal dari pill Chung Yang menyebar diseluruh tubuh Luo Jian. Kesadaran Dewanya dan teknik Kultivasi miliknya membantu penyerapan energi yang bergejolak itu. Luo Jian mengeluarkan keringatnya, karena setidaknya dengan tiga pill Chung Yang yang ia serap. Akan membuatnya naik hingga tiga tingkat.


Tiga jam waktu telah berjalan, Luo Jian yang sangat fokus kini menaikan salah satu alisnya. Karena ia sendiri tidak berharap setelah banyaknya energi Chung Yang yang telah ia serap tidak mampu menaikan tingkat Kultivasinya. Tak menyerah begitu saja, Luo Jian terus mengolah energi pill Chung Yang kedalam Dantiannya. Hingga tiba tiba pill Chung Yang yang energinya hampir habis, ia merasakan tanda tanda akan menerobos ketingkat Fondasi Qi satu.


Swuuuuuung!


Aura kesadaran Dewanya tiba tiba menyebar, membuat Shui Long yang juga berkultivasi dan Ling Hua terkejut. Karena aura milik Luo Jian sangatlah mendominasi.


Baaaaams!


Tiga menit aura besar keluar, Luo Jian akhirnya naik tingkat. Setelah kenaikan tingkatnya Luo Jian kembali membuka matanya dan menatap kearah Shui Long serta Ling Hua yang juga menatap kearahnya.


"Saudari, saudara apa ada hal aneh?" Tanya heran Luo Jian.


Keduanya tidak menjawab, melainkan hanya menggelengkan kepalanya. Luo Jian hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Karena melihat reaksi mereka yang aneh kepadanya. Luo Jian kembali memutuskan untuk berkultivasi.


Kali ini, Luo Jian tidak hanya menelan tiga pill Chung Yang yang digunakan, melainkan sembilan pill Chung Yang.


Swuuuuush!


Kesadaran Dewa dan teknik Kultivasinya kembali mengedar didalam tubuhnya membantu penyerapan energi pill Chung Yang dengan kecepatan tak kasat mata.


Enam jam berkultivasi, akhirnya Luo Jian berhasil naik hingga Fondasi Qi empat. Dan yang diartikan ia mampu mengalahkan tiga tingkat diatasnya dengan mudah.


"Akhirnya...," Gumam Luo Jian menatap Shui Long yang masih berkultivasi.


Tiba tiba, ditengah lamunannya Luo Jian dan Ling Hua merasakan datangnya lima aura dari arah gerbang masuk dunia tersebut.


"Siapa mereka," ucap Luo Jian yang ditanggapi oleh Ling Hua dengan menaikan kedua bahunya.


"Saudari, aku rasa mereka datang tidak dengan membawa rasa sahabat, karena itu tolong lindungi Shui Long," ucap Luo Jian terus menatap aura yang bergerak kearah mereka.


Swuuuuuush! Swuuuush!


Lima aura yang telah diduga akhirnya tiba didepan Luo Jian, empat orang itu berumur tujuh puluh tahunan. Dan satu pemuda yang menggunakan pakaian bangsawan.

__ADS_1


"Tuan muda, ternyata lembah Hantu tidak memiliki sumber daya seperti dugaan tuan muda," ucap salah satu pria paruh baya disamping pemuda yang kini menatap Luo Jian dan Ling Hua dengan tatapan tajam.


"Sangat cantik, tapi sepertinya aku harus membunuh kekasihnya terlebih dahulu..." Gumam tuan muda bernama Tang Yin.


"Tu..."


"Kalian bunuh pemuda itu, dan lumpuhkan wanita cantik itu untukku bermalam," Tang Yin memotong ucapan pengawalnya.


"Baik tuan muda," jawab keempat pria paruh baya.


Swuuuush! Swuuuush!


"Bocah dengar tuan muda kami mengatakannya? Atau kau akan mati ditangan kami," ucap salah satu pria muncul didepan Luo Jian.


"Begitukah?"


Plaaaaak!


Luo Jian langsung menampar tetua itu hingga terpental lima meter kebelakang.


"Kau..."


Swuuuuush! Swuuuush!


Tiga tetua dan satu tetua yang telah terpental maju langsung menyerang Luo Jian tanpa ampun.


Baaaaaams!


Salah satu tetua menyambut tinju milik Luo Jian dengan tinjunya sendiri. Sehingga daya kejut dari keduanya terjadi.


"Sangat kuat!"


Swuuuuush!


Luo Jian bergerak kesamping lalu mengayunkan kembali tinjunya kearah tetua itu.


Baaaams!


Tetua itu terpental kembali setelah Luo Jian menyerang dengan kecepatan tak kasat mata.


"Baj*ngan bunuh saja langsung!" Teriak murka tetua itu yang telah terpental.


Sriiiiing!


Pedang tingkat normal mereka keluarkan lalu mengayunkan kearah Luo Jian. Luo Jian hanya bisa tersenyum melihat mereka yang benar benar ingin membunuhnya. Dengan demikian, ia sendiri juga tak segan untuk membunuh mereka semua tanpa ampun.

__ADS_1


Swuuuuuuuuuung!


Tangan kanan Luo Jian tiba tiba muncul pedang hitam yang memiliki aura kematian yang sangat kuat.


Klaaaaaaaang!


Hanya sekali benturan pedang, pedang tingkat normal milik tetua itu hancur menjadi dua bagian. Tiga tetua lainnya membelalakan mata mereka.


"Baj*ngan ini sepertinya telah menemukan rahasia dibalik lembah Hantu ini!" Ucapnya kesal kemudian mengepung pergerakan Luo Jian.


Luo Jian dengan kekuatan barunya kini melawan empat tetua di ranah Fondasi Tao tingkat tiga bukan perkara yang sulit baginya. Disisi lain pedang hitam ditingkat Surgawi, dan Kultivasinya yang telah naik tingkat membuatnya sangat mudah menghindari gempuran pedang yang terus mengarah padanya.


Gerakan yang lincah terus diperlihatkan Luo Jian dengan cara bergerak kekanan, dan kekiri secara terus menerus. Hingga tiba tiba.


"Gerakan Cahaya!"


Swuuuuush!


Luo Jian berkelebat sangat cepat melebihi kecepatan awal menghindari serangan yang bertubi tubi.


"Bocah ini!" Murka salah satunya.


Swuuuuuush!


"Pedang Langit! Surgawi membelah bumi!" Salah satu tetua mengeluarkan jurusnya melepaskan tebasan pedang kearah Luo Jian yang bergerak sangat cepat memberikan perlawanan maut yang membuat tiga rekannya kewalahan.


Seuliet energi tebasan pedang yang mengarah kepada Luo Jian membuat Luo Jian sendiri mengentikan gempurannya dan menunggu energi itu tiba tepat kearahnya.


Dhuuuuuaar!


Ledakan bergema, terlihat Luo Jian sangat santai memblokir energi jurus salah satu tetua dengan pedang hitamnya.


"Di-dia..." Ucap tetua yang melepaskan jurusnya tercekat karena melihat Luo Jian yang menatapnya dengan santai.


"Hanya ini?"


Swuuuuush!


Luo Jian bergerak sangat cepat menggunakan elemen cahaya yang ia gunakan pada pijakan kakinya melesat kearah tetua yang melepaskan jurus itu.


Slaaaaaash!


Leher tetua itu akhirnya terlepas dari tubuhnya. Ketiga lainnya sadar, bahwa pemuda didepannya adalah momok monster yang sangat menakutkan. Karena kebodohan mereka sejak awal, mereka hanyalah alat mainan baginya.


"Di-dia sebenarnya bukan lawan kita! Tuan muda mari lari!" Teriak salah satu tetua melesat kearah Tang Yin dan menariknya pergi menjauh.

__ADS_1


Melihat mereka pergi, Luo Jian menatap Ling Hua yang sejak awal sudah marah akibat ucapan Tang Yin yang menganggapnya sebagai wanita penghibur.


"Hmppp! Ingin kabur!" Ucap Ling Hua menggema kemudian menjentikan jarinya muncul tepat dihadapan mereka bertiga.


__ADS_2