
Hal itu benar benar membuat Lin Yue kebingungan.
"Meskipun dia jahat, tapi dia adalah petarung yang baik dan adil, jadi kau tidak perlu memikirkannya," ucap telepati Luo Jian kepada Lin Yue.
"Baik tuan," balas telepati Lin Yue.
"Ahhh ngomong ngomong, Yang Mulia datang kepadaku hari ini apa ada hal yang penting?" Tanya Raja Hantu Qing Lun.
"Saat ini kau tidak perlu memanggilku dengan sebutan Yang Mulia, dan untuk pertanyaan terkait hal ini, kau tidak perlu menanyakannya," ucap Luo Jian.
"Aku kemari hanya ingin meminta semua sumber daya yang kau miliki di lembah ini, apakah kau bersedia memberikannya padaku?" Tanya lagi Luo Jian.
Bing Lun menaikan kedua alisnya karena heran mendengar pertanyaan Luo Jian yang tidak masuk akal.
"Heeem jadi kau memintaku untuk memberikan sumber daya yang tidak berguna untukmu?" Tanya Qing Lun.
"Bisa seperti itu," ucap Luo Jian santai sambil menyesap araknya.
"Ahh kau ada ada saja, baiklah tapi aku memiliki syarat."
Luo Jian memandang Lin Yue dengan wajah serius.
"Kau tidak boleh gegabah, dia sama sekali bukan lawanmu," ucap telepati Luo Jian.
"Baik katakan saja, jika itu bisa aku lakukan aku akan melakukannya," ucap santai Luo Jian.
"Kita bertarung kembali seperti dulu, jika kau menang sumber daya yang aku tanam selama jutaan tahun lamanya menjadi milikmu," ucap tenang Qing Lun sambil menyesap araknya.
"Aku menerima tantanganmu, tapi saat ini kita berada di alam fana, dan kau tau daya tahan dialam sini tidak bisa menampung kekuatan kita, maka dari itu bagaimana kita hanya boleh menggunakan kekuatan fisik?" Tanya Luo Jian.
"Heem benar juga ucapanmu, baiklah aku setuju," ucap Qing Lun yang membenarkan penjelasan Luo Jian.
Swuuuuuush!
Qing Lun melesat keluar dari istana kecil yang disusul oleh Luo Jian dan Lin Yue. Setibanya, Luo Jian yang berhasil memberikan penawarannya tersenyum kearah Qing Lun.
"Siapapun yang menggunakan energi Qi, maka dia akan kalah dalam pertarungan ini, tidak boleh menggunakan ilmu meringankan tubuh dan teknik lainnya," ucap jelas lagi Luo Jian.
__ADS_1
"Hahahaa baiklah, aku lebih suka seperti ini, karena dunia kecil ini tidak mungkin juga dapat menampung kekuatan kita berdua." Balas Qing Lun cepat.
Lin Yue berdiri ditengah tengah keduanya, ia bersiap memberikan aba aba, meskipun awalnya ragu. Tapi setelah mendengar penjelasan Luo Jian, akhirnya Lin Yue hanya menjadi wasit bagi keduanya.
"Apakah kalian sudah siap?" Tanya Lin Yue kearah keduanya.
"Siap!" Jawab kompak keduanya.
"Mulai!"
Luo Jian berlari kearah Qing Lun yang juga ikut berlari sambil mengayunkan tinjunya kearah Luo Jian. Pertarungan kekuatan fisik nyatanya seperti manusia biasa yang sedang berkelahi, dan kini nampak keduanya memberikan pukulan masing masing kearah wajah mereka.
Gerakan lihai dan lincah diperlihatkan oleh Luo Jian, sedangkan saat ini Qing Lun yang merasa dibodohi oleh Kaisar Langit hanya bisa menghindar dan menggerutu didalam hati.
"Gerakannya sangat aneh, banyak sekali serangan tipuan yang membuatku harus berhati hati," ucap Qing Lun.
Plaaaaak! Duuuuugh! Plaaaaak!
Benar saja, baru saja Qing Lun memperingati diri sendiri. Sebuah tamparan, yang disertai tendangan dan tamparan lagi beruntun kearah tubuhnya.
"Ternyata Kaisar Langit memang pantas menjadi seorang pemimpin alam Dewa, tidak seperti dahulu saat mengalahkan ku bersama Dewa Bintang," puji Qing Lun menghindar lalu berganti bergerak menyerang Luo Jian.
"Hahaha! Saat itu aku memerlukan Dewa Bintang karena tentu aku bukan lawanmu, tapi kini semuanya telah berubah Qing Lun," balas Luo Jian sambil menghindari tinjuan kearah wajahnya.
****
Disisi lain, tepatnya di lembah Hantu.
"Saudara Long, kau tidak boleh menyerah, baj*ngan nyamuk ini terlalu banyak!" Ucap Ling Hua kerepotan. Karena nyamuk darah api terus berdatangan tanpa henti.
"Saudari maafkan aku yang merepotkanmu!" Balas Shui Long mencoba menebas kawanan nyamuk berukuran sepuluh cm.
Swuuuuuuush!
Air yang sangat deras menyembur keluar dari bawah tanah menutupi tubuh keduanya. Melihat Ling Hua sangat mengkhawatirkan kondisinya. Membuat hati Shui Long terasa tersentuh.
"Saudari terimakasih," ucap Shui Long.
__ADS_1
"Saudara kau tetap didalam perisai ini, karena nyamuk ini bukan lawan anda," ucap Ling Hua sambil menganggukan kepalanya dan keluar dari perisai yang menutupi keduanya.
****
Pertukaran serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Luo Jian dan Qing Lun. Lin Yue yang melihat pertempuran mereka hanya bisa menahan tawanya. Karena saat ini keduanya seperti bocah cilik yang sedang berkelahi. Wajah keduanya pun sama, telah membengkak akibat hantaman dari tinju yang mengenai wajah mereka masing masing.
Qing Lun meskipun seorang roh seperti Lin Yue. Tentu ia juga bisa merasakan rasa sakit diarea wajahnya. Namun tidak dengan Luo Jian, dia telah melatih fisiknya sejak dini, sehingga tinjuan Qing Lun tidak terlalu berdampak rasa sakit pada wajahnya.
Buuuuuugh!
Dua tinju bertemu yang mengarah ke wajah mereka masing masing. Qing Lun merasa bahwa tulang lehernya geser dari tempatnya. Sedangkan Luo Jian tidak memperdulikan rasa sakit, kakinya mulai bergerak mengarah kearah tubuh Qing Lun yang kini juga mulai menghindari dari tendangan Luo Jian.
"Aku sungguh tidak menyangka ketahanan tubuhmu sangat kuat Kaisar Langit." Ucap Qing Lun.
"Kau pun sama pak tua," ejek Luo Jian masih bersemangat baku hantam dengan sosok Qing Lun yang nyatanya seumuran dengan ayahnya yang telah tewas saat pertarungan Surgawi saat lalu.
Kini tidak hanya kaki, kedua tangan Luo Jian terus bergerak menuju wajah Qing Lun, dan kakinya juga terus bergerak kearah titik vital milik Qing Lun.
"Bocah kep*rat apakah kau ingin meledakan senjata kebangganku!" Ucap kesal Qing Lun yang melihat serangan kaki Luo Jian kearah molennya.
Luo Jian tidak berhenti menyerang area molen milik Qing Lun secepat yang ia bisa. Hal itu benar benar membuat Qing Lun bergidik ngeri dibuatnya. Mungkin dia hanya roh, tapi jika salah satu di tubuh rohnya hancur, maka ditubuh nyatanya yang tersegel disebuah tempat maka tubuhnya ikut hancur.
"Bocah kau...." Ucapan Qing Lun tercekat karena Luo Jian semakin gencar menyerang.
Plaaaaaaaak!
Luo Jian yang berhasil mengalihkan perhatian Qing Lun akhirnya memberikan tamparan yang cukup keras kearah wajah Qing Lun.
"Hehehehe pak tua, apa kamu masih belum mengakui kekalahanmu," ucap Luo Jian berlari sambil menyerang kearah Qing Lun.
Qing Lun hanya diam, dan kembali fokus dalam pertarungannya. Sedangkan Lin Yue terus menahan tawanya melihat tingkah keduanya seperti kucing yang mengejar tikus.
"Pak tua rasakan ini!"
Pyaaaaaaaar!
Seketika mata Qing Lun melotot merasakan rasa sakit pada bagian molennya setelah Luo Jian terus memberikan gerakan tipuan, dan hingga akhirnya gerakan yang asli membuat Qing Lun kelabakan.
__ADS_1