Kaisar Langit

Kaisar Langit
Munculnya kekacauan


__ADS_3

Swuuuush! Swuuuush!


Dua siluman rubah keluar dari resto menatap santai rekannya mengepung pergerakan Luo Jian.


"Mungkin kekuatan mereka berada di Tao lima, tapi racunnya mampu membunuh langit lima, ini sama saja dengan bunuh diri jika semua kalajengking menyerangku dengan racun mereka," gumam Luo Jian melihat kesekitarnya.


"Apakah aku harus menggunakan domain dewa lagi," ucap dalam hati Luo Jian ragu.


Swuuuuuush! Swuuuush!


Serangan cairan beracun melesat kearah Luo Jian. Namun sebelum menghindar, ia merasakan aura familiar yang dimiliki oleh Ling Hua.


"Saudari Hua hendak tiba disini, sepertinya aku perlu mengulur waktu," gumam Luo Jian kemudian melompat lebih tinggi lalu menyabetkan pedang hitamnya.


Sraaaaaaaaack! Dhuuuuaaar! Swuuuuush!


Luo Jian bergerak secara zig zag menghindari serangan racun yang terus mengarah padanya. Hingga tiba tiba Luo Jian yang kesal karena tidak mendapat celah mengeluarkan jurusnya.


"Domain Dewa! Cahaya Kekal!"


Swuuuuung!


Luo Jian merubah bentuknya menjadi cahaya keemasan yang mengambang, tidak memiliki pilihan lain, Luo Jian melesat kearah salah satu kalajengking ekor merah untuk membunuhnya.


Slaaaash! Slaaaaash!


Luo Jian melesat seperti sebuah pedang cahaya dan berputar secara membabi buta menyerang kearah kalajengking terdekat. Cairan hijau menyembur keluar dari luka kalajengking dari tubuhnya. Luo Jian yang berhasil membunuh rekan kalajengking merah membuat kalajengking yang lainnya murka dan mulai membabi buta menyerang Luo Jian secara brutal.


Merasa tidak ada celah lagi karena ia telah dikepung banyaknya kalajengking. Luo Jian kembali menjadi asap cahaya keemasan untuk mengelabuhi para kalajengking.


"Mati!" Ucap siluman rubah menyerang menggunakan ekor yang dapat memanjang kearah asap keemasan tersebut.


Swuuush!


Namun sayangnya, ekornya yang tajam seperti menembus sebuah kehampaan. Hal itu membuatnya cukup terkejut.


"Kultivator tidak mungkin bisa melakukan sihir ini, siapa dia," ucap dalam hati Bai Ling.


"Kesadaran Dewa! Domain Dewa Cahaya Pembinasa!"


Swuuuuuuush!


Asap keemasan menyebar lalu meledakan tubuh satu persatu kalajengking merah secara bergantian.

__ADS_1


Dhuuuaar! Dhuuuaar!


Cairan hijau itu terus menyembur dengan kematiannya para kalajengking yang terkena jurus Domain Dewa.


Tersisa dua kalajengking ekor merah, Luo Jian kembali menjadi dirinya sendiri dan menatap kearah Bai Ling dengan tatapan tajam.


"Kukira seorang siluman tidak pernah menyampuri urusan para Kultivator, tapi melihat tingkahmu aku tahu bahwa kau memiliki perjanjian dengan para Kultivator. Maka aku tidak akan diam dan membiarkan kalian bersekutu yang dapat mengacaukan alam semesta ini!"


Swuuuuuuush!


Luo Jian tanpa menghiraukan dua kalajengking lainnya segera melesat kearah Bai Ling. Melihat Bai Ling dalam bahaya dan kecepatan yang ditunjukan oleh Luo Jian diluar nalar. Bai Shi segera berdiri dan bersiap menahan tebasan pedang milik Luo Jian menggunakan tubuhnya.


"Saudari Bai Shi!" Teriak Bai Ling.


Jleeeeeeb!


Bai Shi akhirnya tewass ditangan Luo Jian, sedangkan Bai Ling jatuh berlutut karena apa yang dikatakan leluhurnya adalah kebenaran. Saat kedua kalajengking ingin menyerang Luo Jian. Bai Ling segera menghentikan tindakan mereka.


"Kalian pergilah," ucap Bai Ling yang kemudian menatap Luo Jian dengan tatapan lemas.


"Tuan aku tahu kamu tidak akan melepaskanku, karena itu biarkan mereka pergi. Dan ambilah nyawaku yang tidak berguna ini," ucap Bai Ling.


Luo Jian menaikan kedua alisnya, sedangkan Zhong keluar dari resto dengan amarah yang besar terhadap siluman Bai Ling.


"Tuan muda maaf, aku tidak bisa menepati janjimu, karena bagaimanapun tuan muda didepanku adalah bukan sosok yang pantas aku lawan," ucap Bai Ling memejamkan mata pasrah menunggu ajalnya.


Swuuuuush!


Zhong yang merasa Bai Ling sudah tidak berguna melesat sambil menghunuskan pedangnya kearah Bai Ling. Melihat adanya yang janggal, Luo Jian segera menggunakan pedang hitamnya memblokir hunusan pedang milik Zhong hingga patah menjadi dua bagian.


Tiiiiiing! Klaaaaaang!


Zhong membelalakan matanya, melihat Bai Ling saja sudah bisa menebak akan kalah dengan Luo Jian apalagi dirinya. Karena itu ia mundur dari tempatnya hendak melarikan diri.


Swuuuuush!


Luo Jian melesat mendahului langkah Zhong dengan menempelkan pedang hitam tepat dileher Zhong.


"Menyerah atau mati," ucap Luo Jian tenang.


"Ka-kau mau apa!" Ucap Zhong masih meninggikan egonya.


Slaaaaaash!

__ADS_1


Tanpa menjawab, pedang hitam bergerak mengoyak leher Zhong. Setelah membunuh Zhong, Luo Jian menatap lembut Bai Ling.


"Siluman kecil, bisa kau ceritakan kenapa menyentuh para Kultivator dan membunuhnya?" Tanya Luo Jian santai membuat Bai Ling terkejut setengah mati.


"Tu-tuan bagaimana anda tahu..."


"Itu rahasia," ucap Luo Jian yang seandainya tidak menggunakan mata Dewa, maka ia tidak mungkin dapat mengetahuinya.


Merasa Bai Ling tidak bisa berbuat apapun, ia menceritakan hal yang terjadi. Luo Jian menganggukan kepalanya mengerti.


"Mungkin masalahku membunuh Zhong tidak akan berakhir dengan baik," gumam Luo Jian yang sudah dapat dipastikan peperangan akan terjadi.


"Tapi apakah kamu tahu siapapun tidak dapat menghidupkan orang yang telah mati, bahkan jika mereka itu Dewa," ucap tenang Luo Jian.


"Tuan benar, aku benar benar telah termakan oleh omongannya."


Luo Jian mengangguk, mendengar cerita yang disampaikan oleh Bai Ling membuatnya tahu bahwa sosok ketua Sekte Tapak Api mengelabuhinya untuk memanfaatkan Bai Ling. Dan hal itu tentunya bukan kabar baik bagi Benua Merah, karena sosok ketua Tapak Api menyerap energi Kultivator yang telah dibunuh Bai Ling untuk menambah kekuatannya sendiri.


"Apakah kamu tahu siapa dibalik kekuatan yang ada pada ketua sekte?" Tanya Luo Jian.


"Sosok itu tidak memiliki wujud, tapi kekuatannya sangat luar biasa, bahkan sekali sentilan angin sosok itu mampu meledakan tubuh anggota tetua sekte yang tidak patuh dengannya," ucap Bai Ling serius.


Swuuuuuush!


Tiba tiba Ling Hua muncul dengan wajah yang terkejut, karena saat ini cairan racun berserakan disekitar Luo Jian.


"Saudara kau tidak apa apa?" Tanya Ling Hua kawatir.


Bai Ling tiba tiba bersikap waspada merasakan darah siluman yang begitu kuat ia rasakan dari tubuh pemuda yang tiba tiba muncul. Namun ia heran dengan ucapannya yang memanggil wanita didekatnya itu dengan sebutan saudara.


Swuuuuush!


Keduanya merubah fisik mereka yang asli membuat sosok siluman itu terkejut setengah mati.


"Ka-kalian?" Tanyanya kebingungan.


Luo Jian hanya tersenyum. Setelah itu Ling Hua menanyakan kejadian yang telah terjadi. Setelah tidak ada masalah, Luo Jian menyimpan cincin ruang milik Zhong dan memasukan mutiara jiwa siluman yang telah ia bunuh.


"Tuan tuan, hanya ini saja yang dapat aku sajikan," ucap Bai Ling memberikan makanan yang tidak beracun.


"Terimakasih," ucap Luo Jian kemudian membiarkan Bai Ling duduk dihadapannya.


"Saudari, masalah Bai Ling tidak sesederhana yang dia pikirkan, karena itu aku memutuskan untuk ikut campur dalam urusan sekte Tapak Api," ucap Luo Jian telepati.

__ADS_1


__ADS_2