Kaisar Langit

Kaisar Langit
Pertikaian


__ADS_3

"Kau bearti masuk dalam jadwal kematian raja Asura pada hari ini...," Ucap dingin Yang Shen.


Luo Jian menganggukan kepalanya, tapi ia sendiri tidak memiliki minat untuk ikut campur urusan mereka.


"Baiklah nyawa Hua Yun sekarang milikmu, tapi aku harus memastikan bahwa Hua Yun harus mati ditanganmu," ucap tenang Luo Jian sambil memprovokasi.


"Sejak kapan murid baru berani memberikan penawaran terhadap seniornya?" Tanya heran Yang Shen samnil menaikan alisnya.


Sedangkan disisi lain, Hua Yun telah melesat sambil melepaskan serangan cakarnya dari kehampaan kearah Yang Shen. Serangan tak terduga itu tidak disedari oleh Yang Shen, sehingga Luo Jian melesat kearah Yang Shen dan menepis serangan Hua Yun dengan menggenggam tangan Hua Yun.


Gerakan Luo Jian yang sangat cepat itu membuat rasa keterkejutan diperlihatkan oleh Hua Yun dan juga Yang Shen. Karena dari hal kecil itu membuktikan kekuatan Luo Jian sama dengan mereka.


"Kau..." Ucap tercekat Hua Yun.


"Menyerang secara diam diam apakah kau ini masih lelaki," ucap Luo Jian mendorong Hua Yun dengan sedikit menggunakan energi Qinya.


Hal itu menyebabkan Hua Yun mundur dari tempatnya. Setelah itu, Yang Shen yang tahu balas budi menatap ramah Luo Jian.


"Terimakasih," ucapnya langsung melesat menyerang Hua Yun.


Pertikaian itu menyebabkan beberapa tetua yang merasakan aura pertempuran segera mendekat dan menonton apa yang telah terjadi. Sedangkan disisi lain, Bai Zilong, yang merupakan rekan dari Hua Yun masih menatap santai pertempuran keduanya dari kejauhan.


"Saudara apa kau tidak ingin membantu saudara Yun?" Tanya salah satunya.


"Aku tidak ingin gegabah, karena bisa saja Yang Shen memiliki sesuatu yang dapat mengalahkan kita. Datangnya dia setelah melakukan pelatihan  tertutup mungkin karena memang ia memiliki kartu truf yang baru." Ucapan Bai Zilong akhirnya membuat pikiran rekannya terbuka.


"Tapi kulihat pemuda tampan yang tadinya berselisih dengan Hua Yun lebih kuat dari Yang Shen itu sendiri," ucapan Bai Zilong membuat mereka terkejut.


"Maksudmu Yin Lang murid baru itu?" Tanya heran rekannya.


Bai Zilong menganggukan kepalanya. Sedangkan Ye Tian yang juga ada dilapangan pelatihan mengeratkan rahangnya melihat adanya Yin Lang.

__ADS_1


"Sepertinya bocah itu ingin mencari muka," ucapnya acuh tak acuh seketika meninggalkan lapangan pelatihan dan segera menuju asrama untuk pelatihan tertutup.


Disisi lain, Luo Jian dengan santai menatap pertempuran keduanya yang semakin memanas. Kedua senjata kebanggaan mereka yang telah mereka keluarkan membuat Luo Jian tahu. Keduanya benar benar akan bertarung hidup dan mati.


"Yang Shen ini masih belum menunjukan kartu trufnya, tapi dia berhasil memojokan Hua Yun hanya dengan teknik berpedangnya, ini cukup menarik ..." Ucap tercekat Luo Jian yang merasakan beberapa aura mengedarkan aura pembunuh kearah Yang Shen.


Senyuman kecil terlukis dibibirnya saat Yang Shen berhasil mendorong tubuh Hua Yun, setelah itu Yang Shen akan melepaskan tebasan pedang kearah leher Hua Yun, tapi sebelum itu terjadi. Tiba tiba dari arah barat, sosok pemuda yang tak lain Bai Zilong melesat kearah Yang Shen.


Dhuuuaar!


Yang Shen terpental dan memuntahkan seteguk darah merahnya, para murid dalam dan luar yang mengenali Bai Zilong bergidik ngeri meihat kumunculannya.


"Murid urutan nomor lima dari murid dalam," ucap salah satu murid dalam.


Swuuuuush!


Beberapa murid dalam muncul membantu Hua Yun, setelah Hua Yun berterimakasih pada mereka. Tanpa berkata sedikitpun, Bai Zilong yang ternyata berada dipihak Hua Yun itu segera melesat dan memberikan serangan pukulan tapak api kearah Yang Shen. Akibat awal ia yang terkena pukulan dari Bai Zilong, Yang Shen hanya bisa memejamkan matanya disaat Bai Zilong bersiap menyerang kearahnya. Namun tiba tiba ledakan yang cukup menggetarkan area itu terjadi, tapi anehhnya tubuhnya tidak merasakan apapun setelah ledakan terdengar.


Mata Bai Zilong melotot disaat dengan santai Yin Lang menepis tinju apinya dengan satu jarinya saja.


Suara Luo Jian membuat mata Yang Shen terbuka, hal yang pertama ia lihat adalah ketidak percayaan melihat Luo Jian menepis serangan tinju api milik Bai Zilong menggunakan satu jarinya.


Dhuuuuuuuar!


Semua orang kembali terkejut setelah keheningan beberapa detik itu setelah dari sela sela jari Luo Jian muncul elemen cahaya yang menyebabkan Bai Zilong terpental kearah belakang.


"Ba... Bagaimana bisa!" Ucapnya terkejut.


"Ahh bukankah pemuda itu yang bernama Yin Lang! Ternyata benar desas desus mengenai kekuatannya yang mengerikan!" Ucap para murid yang mengenal sosok Yin Lang telah memberikan beberapa pelajaran terhadap murid dalam yang tak lain Ye Tian.


"Saudara Shen, tadinya aku tidak ingin membantumu, tapi melihat Hua Yun memiliki teman, kali ini aku bersedia menjadi temanmu untuk membalaskan dendam pribadi diantara kalian," ucap tenang Luo Jian membuat Yang Shen terdiam mencoba memahami ucapan Luo Jian, yang sepertinya dapat mengalahkan sosok Bai Zilong.

__ADS_1


Bai Zilong mengeratkan rahangnya, disaat ia akan melesat dan menyerang Luo Jian yang telah mempermalukannya, tiba tiba Luo Jian menghentikan langkahnya dengan mengangkat tangannya.


"Hei bung! Lebih baik temanmu kau ajak bertarung melawanku secara bersama," ucap Luo Jian tenang membuat semua orang kembali terkejut.


"Meskipun kekuatan Yin Lang mengerikan, tapi bukankah dia terlalu naif!" Ucap para murid.


Ucapan Luo Jian yang sepertinya sangat merendahkan kekuatannya itu membuat mata Bai Zilong memerah. Sedangkan disisi lain, seorang tetua yang menonton pertiakaian itu melaporkan pada She Yin apa yang sedang terjadi dilapangan pelatihan.


Swuuuuuuung!


Tubuh Bai Zilong tiba tiba bergetar dibarengi dengan menyebarnya ranah kultivasinya ditingkat Langit lima. Sunggingkan kecil diperlihatkan oleh Luo Jian.


Swuuuuuush!


Seperti bayangan emas, sosok Luo Jian itu telah berada dihadapan Bai Zilong, kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata Bai Zilong itu membuatnya cukup terkejut. Tapi tiba tiba, sebuah tamparan keras mampir diwajah Bai Zilong.


Plaaaaak!


"Sudah kukatakan jika hanya kamu yang melawanku, aku tidak pantas mengeluarkan beberapa teknik bertarungku," ucap Luo Jian menatap kelima murid dalam yang merupakan bawahan Bai Zilong.


Merasa bos aliansi mereka direndahkan, kelima sosok itu seketika menyerang Luo Jian dari berbagai sisi. Luo Jian tentu masih bersikap tenang menghindari lima serangan dari lima arah berbeda. Disela sela menghindari, Bai Zilong yang merasa terpukul karena direndahkan terus mematung. Tapi jelas aura pembunhnya semakin meningkat yang diarahkan pada Luo Jian.


Lima puluh perrtukaran serangan yang telah dihindari oleh Luo Jian dengan tenang tanpa kewalahan itu membuat semua orang terdiam membisu. Karena apa yang mereka lihat saat ini, Luo Jian benar benar memegang ucapannya disaat merendahkan Bai Zilong.


"Sudahi permainan ini!"


Swuuuuushh!


Luo Jian memutarkan tangannya bersama badannya secara bersamaan, gerakan yang sangat cepat ia lakukan dengan cara menotok peredaran darah kelima murid dalam itu secara bersamaan. Hal itu yang membuat mereka mematung itu, Luo Jian menatap kearah Yang Shen.


"Saudara Shen, sekarang giliranmu," ucap Luo Jian tenang.

__ADS_1


Yang Shen mengangguk dan kemudian menangkupkan tinjunya sebagai hormatnya.


"Saudara terimakasih," ucap Yang Shen setelah itu menyunggingkan senyum misterius kearah Hua Yun yang kini semakin salah tingkah.


__ADS_2