Kaisar Langit

Kaisar Langit
Peperangan 2


__ADS_3

Ming Lao merenungkan ucapan rekannya, setelah itu ia menganggukan kepalanya.


"Hanya ada satu cara, membawa mayatnya kehadapan Master," ucap Ming Lao terus menatap pertarungan Luo Jian.


Luo Jian sendiri terus membiarkan pedang hitam melesat dan membunuh lawan sesuka hatinya. Sedangkan ia terus berjalan sambil memainkan sulingnya dengan alunan nada yang sangat nyaman.


Disisi lain, rekan Ming Lao terus menatap pedang hitam dengan tatapan keserakahannya. Kini ia tidak mengindahkan kata kata Ming Lao sama sekali.


"Aku harus mendapatkan pedang hitam dari tangan bocah itu," gumamnya.


Swuuuuush!


Tetua tingkat Langit dua itu melesat kearah Luo Jian dan hendak melepaskan tapak racunnya.


"Zhao Yan bodoh!" Teriak Ming Lao.


Sedangkan Luo Jian yang masih asik memainkan suling menyipitkan matanya melihat tetua sekte Elang Darah menyerang kearahnya.


Ngiiiiiiing!


Seketika tetua tersebut kehilangan keseimbangan setelah Luo Jian merubah alunan nadanya menjadi kacau. Darah merah kehitaman keluar dari dalam telinga tetua yang kini hanya bisa memegangi telinganya. Disisi lain, pedang hitam yang sedang membunuh lawannya dan merasa tuannya dalam bahaya segera melesat kearah Luo Jian.


"Tuan dia bukan lawan anda," ucap telepati Lin Yue.


"Tenanglah, setidaknya masih ada senjata yang kau katakan butut ini," ucap telepati Luo Jian dan menatap tetua didepannya yang terlihat kebingungan.


"Ternyata kekuatan jiwanya terlalu lemah," ucap Luo Jian.


Serangan suling tingkat Surgawinya mungkin bisa menyerang organ dalam secara brutal, namun lebih parah lagi dapat melukai kekuatan jiwa seseorang. Bagaimanapun mati lebih baik jadi seorang yang kehilangan jiwanya, karena itu sosok tetua itu tersenyum senyum sendiri, seolah olah dia sudah gila.


"Lin Yue sekarang!" Ucap Luo Jian merasakan tiga tetua Sekte Elang Darah hendak mengincarnya.


Swuuuush! Slaaaash!


Lin Yue melesat dan membunuh tetua yang jiwanya telah terluka tersebut. Dan benar saja tiba tiba serangan Qi melesat kearah Luo Jian yang berhasil ia hindari dengan cepat.


Dhuuuaar! Dhuaaar!


"Bocah! Kau sungguh berani menyinggung sekte kami!" Ucap Ming Lao marah lalu menggunakan ilmu meringankan tubuhnya bersama tiga tetua lainnya mengepung Luo Jian.


Swuuuuuush!


Luo Jian mengangkat tangan kirinya, setelah itu pedang hitam berada tepat di genggamannya.

__ADS_1


"Apakah kamu belum kapok?" Tanya Luo Jian.


"Hahahaha! Waktu lalu, aku hanya tidak menggunakan kekuatanku yang sebenarnya, jadi kau jangan sombong terlebih dahulu," ucap Ming Lao.


Swuuuush!


Langit tingkat tiga mengedar dari tubuhnya, begitu juga dengan tiga tetua lainnya. Mereka kini memperlihatkan wajah serius mereka. Luo Jian yang melihat keseriusan mereka tidak ingin bermain main, apalagi kekuatan sebenarnya yang ia miliki sangatlah rendah, kemenangan melawan langit tiga hanyalah bantuan dari senjata Surgawinya saja.


Swoooooosh!


Qi kecil dari pedang yang tak lain Lin Yue mengalir ke arah tubuh Luo Jian. Seketika asap kehitaman keluar dari tubuhnya, dan hal itu dibarengi aura yang sangat mematikan. Meskipun kesadaran Dewanya terus mencoba menekan Qi iblis, tetap saja hal itu percuma. Karena kesadaran Dewanya terlalu lemah, sedangkan Qi iblis pemberian Lin Yue lebih pekat dan mendominasi.


Rooooooooaaaarh!


Bagaikan naga, Qi iblis yang meluap luap membuat Luo Jian mengaum bagaikan seekor Naga yang baru saja keluar dari kandanganya. Bola matanya seketika menghitam, namun kembali lagi seperti semula. Rambut yang tadinya terikat kini terurai panjang dengan warna hitam pekat.


Swuuuuuush!


Luo Jian melesat dan menyerang kearah Ming Lao.


"Zheng Fao blokir!" Perintah Ming Lao yang mengumpulkan energi gelapnya.


"Baik!"


Luo Jian yang melihat kebodohan dan kenaifan mereka hanya menyunggingkan senyum misteriusnya. Saat pedang hitam akan membentur perisai buatan tiga perisai, Ming Lao segera mengumpulkan Qi iblis berjumlah yang cukup besar pada kedua tangannya.


Dhuuuuuuuaaaar!


Ledakan dahsyat saat pedang hitam menghancurkan perisai dan sekaligus membunuh tiga tetua dalam satu serangan. Debu yang berterbangan membuat Ming Lao belum mengerti kematian rekannya. Namun ia yang bersiap melancarkan serangannya kearah Luo Jian.


"Dewa Nirwana! Petir Darah Nirwana!"


Dhuuuuuaaar!


Petir dahsyat menggelegar melesat kearah Luo Jian. Sedangkan Luo Jian sendiri hanya tersenyum dan menangkis petir dahsyat itu dengan sulingnya.


Namun tiba tiba, Luo Jian merasakan serangan Ming Lao tak berhenti pada petirnya saja. Karena ia merasakan Ming Lao melesat kearahnya. Sehingga ia sendiri memasukan suling kedalam cincin ruangnya.


"Membunuhmu tidak perlu menggunakan jurus milikku," ucap Luo Jian kemudian bersiap menyambut tinju Ming Lao menggunakan tangan kanannya.


Dhuaaaaar!


Pertemuan Qi iblis terjadi, terlihat Luo Jian sangat mudah menangkap tinju milik Ming Lao yang membuat mata Ming Lao melotot.

__ADS_1


"Ka-kau bagai mana bisa!"


Luo Jian kembali menyunggingkan senyum misteriusnya. Setelah itu, genggaman tangannya ia eratkan, dan tangan kirinya yang menggenggam pedang hitam ia ayunkan memotong lengan Ming Lao.


Slaaaaaash!


"Akkkkhh!" Pekik Ming Lao.


Luo Jian terlihat berbeda dari sebelumnya, jika ia merasa malas untuk menyiksa dan lebih suka langsung membunuh. Wajahnya terlihat sangat menikmati suara sakit yang keluar dari mulut Ming Lao. Namun tidak hanya tangan kanan Ming Lao saja yang menjadi incarannya. Kini ia mengincar tangan kiri Ming Lao.


Slaaaaaaash!


Akhirnya kedua tangan Ming Lao terlepas dari tubuhnya. Dan hal itu membuat Ming Lao bertambah kesetanan dalam berteriak.


"Ka-kau begitu kejam! Akkkkkh!"


Luo Jian hanya memiringkan kepalanya, seolah olah ia benar menikmati penderitaan yang diberikan pada Ming Lao.


****


Dibalik awan sosok Bao Yun yang mencari Luo Jian menatap pertempuran dua kubu dengan wajah yang kebingungan.


"Wajahnya mirip dengan Luo Jian, namun kekuatannya mengandung Qi iblis," ucapnya kebingungan.


"Lebih baik aku melihatnya terlebih dahulu, jika ia mengeluarkan jurus ataupun senjata yang ku kenal, aku akan turun dan membunuhnya secara langsung!" Ucapnya senang.


****


"Ka-kau mau apa!" Ucap Ming Lao ketakutan melihat Luo Jian melangkahkan kakinya mendekat kearahnya.


Luo Jian hanya memberikan senyum misteriusnya, sedangkan Ming Lao mencoba mengancam Luo Jian menggunakan sekte dan Master sektenya.


"Ji-jika kau membunuhku, bisa bisa tiga Master sekte kami akan meratakan sekte, keluarga dan orang terdekatmu! Apakah kau kira Master akan diam saja?" Tanya Ming Lao dengan wajah pucatnya.


"Menurutmu?" Tanya Luo Jian.


Saat tepat dihadapan Ming Lao, tiba tiba salah satu murid sekte Elang Darah melesat dan mengayunkan tinjunya kearah Luo Jian. Namun gerakannya yang lambat, membuat Luo Jian segera menyadarinya. Dan ia langsung menggunakan tangannya merobek perut murid tersebut hingga organ dalamnya keluar dari dalam tubuhnya. Sontak apa yang dilakukan oleh Luo Jian benar benar membuat semua orang bergidik ngeri dibuatnya, termasuk Ling Yuan, Ling Huan, dan Shui Long.


****


"Dia sangat kejam, dan memiliki Qi iblis, tentunya dia bukan Luo Jian," ucapnya kesal karena ia harus membuang waktu menonton peperangan yang membosankan.


Setelah itu, Bao Yun menghilang dan kembali mencari keberadaan Luo Jian kembali.

__ADS_1


__ADS_2