Kaisar Langit

Kaisar Langit
Teman / musuh


__ADS_3

"Baik!" Jawab Ling Hua cepat.


Swuuuuush! Slaaaaaash! Slaaaaash!


Banyaknya tengkorak hidup membuat Luo Jian sebisa mungkin membunuh tengkorak didepannya. Setiap tebasan menggunakan pedang hitamnya, tengkorak itu hancur menjadi debu dan aura kematiannya terserap kearah pedang hitam.


"Gerakan Cahaya! Pedang Langit Tingkat Satu!" Teriak Luo Jian mengeluarkan jurusnya.


Swuuuusssh! Slaaaaaash! Slaaaash!


Luo Jian bergerak dengan kecepatan puncaknya sambil menebas tengkorak hidup yang menghalangi jalannya. Terkadang Luo Jian terus bergerak secara zig zag dan sambil mengayunkan pedangnya membabat habis tengkorak hidup.


Tengkorak hidup semakin menjadi jadi banyaknya, kini ratusan tengkorak dari arah dalam menyerbu kearahnya membuat Luo Jian merasa bahwa mungkin sudah ada ribuan Kultivator mati didalam lembah.


"Lin Yue, apakah kamu dapat mendengar suaraku," ucap telepati Luo Jian.


Lin Yue hanya diam saja. Tidak adanya respon dari Lin Yue membuat Luo Jian heran. Namun tiba tiba suara sendawa/ antop terdengar.


"Agggh!"


Luo Jian matanya melotot mendengar suara sendawa Lin Yue.


"Yuer kau gila," telepati Luo Jian.


"Tu-tuan maaf soalnya sejak awal adanya Ling Hua kau melupakanku, jadi aku lebih memilih diam dan menikmati aura kematian yang menempel disekitar tubuh para tengkorak ini."


"Apa kau memiliki ide? Karena mereka terus berdatangan secara terus menerus, mungkin aku bisa membunuh mereka semua tapi tenagaku terbatas," ucap telepati Luo Jian sambil terus bergerak menghabisi tengkorak yang ada didepannya.


"Bukankah ada Ling Hua, kenapa tuan begitu repot," ketus Lin Yue.


"Lin Yue jangan bercanda, cepat pikirkan rencana!" Ucap kesal Luo Jian.


"Baiklah tuan," ucap Lin Yue.


Swuuuuuung!


Tubuh pedang bergetar hebat. Setelah itu Luo Jian melepaskan genggamannya, akhirnya pedang hitam mengambang terbang disekitar Luo Jian membunuh tengkorak didepan Luo Jian yang menghalangi jalannya.


Luo Jian juga tidak tinggal diam, ia kembali mengeluarkan sulingnya. Ia kini berjalan santai sambil meniup sulingnya dengan alunan nada yang cukup membuat tengkorak didepannya ikut hancur menjadi debu.


Auuuuuuuuuu!


Lolongan hantu dengan aura mencekam menyebar secara tiba tiba disaat Luo Jian terus meniup sulingnya.


"Ternyata dia berada disini!" Ucap Luo Jian yang mengetahui suara lolongan itu.

__ADS_1


Senyum kecil ia perlihatkan, setelah itu ia melemparkan ratusan bola cahaya menggunakan tenaga dalamnya kearah suara lolongan hantu itu.


Dhuuuuaar! Dhuuuaar!


Tentu saja, elemen cahaya sangat berlawanan dengan elemen hitam, yang membuat ledakan besar terjadi diatas langit lembah. Luo Jian terus bergerak, hingga tiba tiba sebuah tinju dari kehampaan muncul menabrak tubuhnya.


Dhuuuuuuaar!


"Akkkkh!" Pekik Luo Jian terpental, namun ia sendiri tidak merasa bahwa menabrak dinding lembah dibelakangnya.


Swuuuuuush!


Pedang hitam yang melihat tuannya memasuki sebuah portal segera mengejarnya. Hingga keduanya tiba disebuah tempat misterius. Tempat itu memliki aura hantu yang sangat pekat. Dan membuat Lin Yue merubah wujudnya menjadi roh.


"Tuan aku takut aku bukan lawan pemilik aura ini, apakah tuan benar benar akan mencari asal pemilik aura ini," ucap Lin Yue.


Luo Jian hanya mengangguk, namun wajahnya merasa sangat senang melihat hamparan ribuan tanaman herbal, dan bahan pembuat pill Kultivasi yang telah berumur lebih dari lima juta tahun.


Auuuuuuuuuu!


Lolongan hantu kembali menggelegar didalam dunia yang di singgahi Luo Jian. Matanya yang tajam menatap kearah barat dunia itu dengan tatapan tajam.


"Qing Lun..." Ucap datar Luo Jian.


Swuuuuuush!


Luo Jian menggunakan ilmu meringankan tubuhnya diikuti oleh Lin Yue. Semakin dekat dengan lolongan hantu yang terus terdengar, membuat siapapun bergidik ngeri. Namun tidak dengan Luo Jian dan Lin Yue.


Setibanya di sebuah istana kecil namun megah, Luo Jian menatap Lin Yue yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Tuan, aku merasa ada roh sepertiku didalam istana ini, apakah anda benar benar akan memasukinya?" Tanya Lin Yue.


Saat Luo Jian akan menjawab, tiba tiba suara yang familiar ditelinga Luo Jian terdengar.


"Hahahahaha! Rekan lama yang ingin mengunjungi ku, silahkan masuk. Dan bawa roh iblis itu sekalian!" Ucap sosok didalam istana.


"Lin Yue tenanglah," ucap telepati Luo Jian memasuki istana itu.


Lin Yue akhirnya mengikuti Luo Jian, namun ia tetap mewaspadai area sekitarnya.


Setibanya didalam istana.


Sosok roh sempurna menyerupai manusia duduk di singgasananya sambil menatap santai Luo Jian.


"Hei bocah cilik, setelah jutaan tahun lamanya akhirnya kita bertemu lagi," ucapnya santai.

__ADS_1


"Qing Lun ternyata ini benar kau," ucap Luo Jian tetap tenang, meskipun hanya ia sendiri yang tahu bahwa ia sangat waspada.


"Bocah, dan kau roh iblis cantik duduklah," sapa Qing Lun yang membuat Lin Yue ragu.


Luo Jian yang mengerti sifat raja Hantu kemudian duduk ditempat yang disediakan. Setelah itu, meja yang kosong tiba tiba mucul dua gelas dan satu guci arak yang sangat harum.


"Minumlah, Kaisar Langit yang agung, sejak kapan kau bermain ke alam fana ini?" Tanya Qing Lun tenang sambil menyesap araknya.


Luo Jian menuangkan arak didalam guci kedalam dua gelas yang disiapkan oleh Qing Lun.


"Tuan..." Ucap Lin Yue menghentikan Luo Jian yang ingin meminum arak itu.


"Jika dia ingin membunuhku, tidak mungkin menggunakan cara seperti ini bukankah begitu Qing Lun...," Ucap dingin Luo Jian menatap tajam Qing Lun.


"Hahahahaha! Kaisar Langit ini memang suka bercanda, mana mungkin aku bisa membunuhmu dengan kondisiku yang sebagai roh hantu ini," ucap Qing Lun sambil tertawa.


Gleeeek!


"Arak yang sangat nikmat, selain memabukan arak ini memiliki khasiat khusus, jadi cobalah." Ucap Luo Jian mengagumi racikan arak milik Qing Lun.


Lin Yue terlihat ragu, namun karena melihat tuannya baik baik saja. Lin Yue ikut meminumnya. Dan hal yang pertama ia perlihatkan adalah wajahnya terlihat lebih segar. Dan tubuhnya sangat berstamina.


"Sangat nikmat," ucap Lin Yue.


"Hahahaha! Iblis kecil, kau tidak usah terlalu curiga padaku, karena Kaisar Langit ini adalah teman lamaku," ucap Qing Lun.


"Benar teman lama yang seharusnya telah mati ternyata menjadi roh dan mengganggu para Kultivator alam fana." Balas Luo Jian sambil menatap tajam.


"Hahahaa! Kaisar Langit ini sungguh membuatku merasa seperti dulu saja. Yang perlu kau ketahui, mereka mati karena adanya hewan iblis nyamuk darah api yang berkembang biak di sekitar lembah yang ku diami ini," ucap Qing Lun jujur.


"...."


Luo Jian terdiam, ia jelas sangat tahu karakter Qing Lun. Meskipun jahat dia adalah orang yang sangat jujur dan selalu menepati omongannya atau janjinya sendiri.


"Gawat Shui Long!" Ucap khawatir Luo Jian.


"Tuan bukankah Shui Long bersama Ling Hua," ucap Lin Yue.


Akhirnya Luo Jian bisa menghela napas mengingat keberadaan Ling Hua. Namun tetap wajahnya terlihat khawatir.


"Oooh siluman kecil itu, sepertinya cukup untuk membunuh seluruh nyamuk darah api," ucap Qing Lun.


"Sebenarnya dia ini teman atau musuh," ucap didalam hati Lin Yue kebingungan.


Karena melihat tidak ada niat membunuh pada keduanya. Namun setiap kata kata mengandung isyarat dendam yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2