
"Leluhur kau mengenalnya?" Tanya heran Luo Zhang.
Luo Jian menghela napas panjang.
"Tidak hanya mengenalnya, bahkan aku sendiri pernah membunuhnya disaat kekacauan penerimaan Dewa baru, kekacauan itu juga akibat ulahnhya," ucap Luo Jian membuat Luo Zhang yang sedikit tahu mengenai alam Dewa itu bergidik ngeri.
"Tapi bukankah seharusnya dia tidak bisa bereinkarnasi kembali," ucap lagi Luo Jian keheranan.
Ditengah gempuran yang begitu hebat serangan iblis Huang Ruo, Pangeran Zhuo yang sedang fokus dalam pertarungan tidak menyadari keberadaan Luo Jian dan juga Luo Lang.
"Kamu..." Ucap Iblis Huang Rou tercekat namun matanya tertuju kearah Luo Jian dengan wajah yang penuh ketakutan.
Baaammsss! Dhuuaar!
Melihat adanya celah pada iblis didepannya, Luo Zhuo tidak menyia nyiakan kesempatan itu yang membuatnya segera melepaskan tapak cahaya dari kehampaan.
"Ughhhh!"
Iblis Huang Ruo terpental, namun dengan segera ia menyeimbangkan tubuhnya dan mencoba kembali melihat kearah Luo Jian untuk memastikannya.
"Sosok itu benar benar Kaisar Langit," ucap Iblis Huang Ruo yang segera membuat segel teleportasi dan menghilang dari kehampaan.
Melihat iblis didepannya yang diduga telah membantai klannya itu, membuat Pangeran Zhuo begitu murka.
"Argggghhhh! Akan aku cari hingga ujung Benua ini!" Ucap Pangeran Zhuo hendak membuat segel teleportasi namun tindakannya terhenti setelah mendengar suara yang ia kenali dengan baik memanggilnya.
"Leluhur Zhuo," ucap Luo Zhang.
Seketika wajah Luo Zhuo menjadi sangat bersinar, dan disaat membalikan tubuhnya, benar saja bahwa Luo Zhanglah yang memanggilnya.
"Zhanger kenapa klan sangat sepi?"
"Kenapa banyak bangunan yang rusak?"
Pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan oleh Luo Zhuo dan hal itu membuat Luo Zhang begitu bingung ingin menjawab salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Luo Zhuo. Dengan wajah sedikit bersalah, Luo Zhang kemudian terdiam sejenak.
"Zhanger apa yang sebenarnya ingin kau sembunyikan dariku!" Ucap meninggi karena Luo Zhuo merasakan bahwa Luo Zhang akan memberikan kabar buruk.
Luo Jian yang melihat Luo Zhang tidak bisa berkutik sama sekali kemudian berdehem yang menyebabkan sepasang mata Luo Zhuo tertuju kearah Luo Jian.
"Siapa kamu? Sepertinya aku baru pernah melihatmu," ucap Luo Zhuo, namun wajahnya sedikit merasa tidak suka.
__ADS_1
Luo Jian kemudian tersenyum.
"Senior aku hanyalah pengelana kesepian yang tidak sengaja bertemu Patriak Zhang," ucap Luo Jian membuat Luo Zhuo menganggukan kepalanya.
"Jika urusanmu telah selesai kini kau bisa segera pergi dari sini, karena aku sendiri ingin menyampaikan hal pribadi pada Luo Zhang," ucap Luo Zhuo.
Perbincangan kecil itu membuat Luo Zhang benar benar seperti orang bodoh. Disisi lain, ia ingin menjelaskan bahwa dihadapan Luo Zhuo adalah anak dari gurunya Luo Zhuo. Tapi saat ia akan menjelaskan hal itu, tatapan tajam Luo Zhuo terarah padanya.
"Senior Zhuo, bukankah tidak sopan jika anda mengusir tamu secara pribadi?" Tanya Luo Jian tenang membuat Luo Zhuo menghela napas panjang.
"Masalahnya tidak seperti yang kau bayangkan bocah, karena..."
"Leluhur!" Teriak Luo Zhang yang sedikit kesal, karena tentunya identitas Luo Jian lebih tinggi.
Luo Jian kemudian tersenyum melihat keberanian Luo Zhang, sedangkan Luo Zhuo menaikan salah satu alisnya karena merasa bahwa Luo Zhang tidak sopan terhadap dirinya yang tidak lain generasi ketiga dari penerus klan cahaya.
"Luo Zhang sudah hidup berapa ratus tahun kamu sehingga lupa akan kesopanan terhadap leluhurmu!" Ucap meninggi Luo Zhuo.
"..."
"Bocah aku sarankan kau segera pergi, apakah kamu tahu siapa aku?" Tanya lagi Luo Zhuo.
"Luo Zhuo, leluhur generasi ketiga klan cahaya. Sejak puluhan ribu tahun telah menjabat sebagai ketua aliansi enam klan terkuat di Benua Api yang disebut dengan pasukan Abadi. Tapi kau lupa, kamu masih memiliki tugas yang sebenarnya hal itu sangat mudah diurus olehmu sendiri. Dan karena kesibukanmu, kau menghancurkan klan cahaya ini...," Ucap dingin Luo Jian.
Penjelasan singkat Luo Jian membuat jantung Luo Zhuo hampir berhenti untuk selamanya. Tapi ia masih belum bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh pemuda yang berada disisi Luo Zhang.
"Zhuoer apakah..." Ucap terhenti setelah Luo Zhang menganggukan kepalanya.
Swuuuuuuung!
Udara bergetar hebat, aura sangat kuat keluar dari tubuh Luo Zhuo. Dan hal itu membuat Luo Zhang kebingungan bagaimana cara menenangkan pangeran Zhuo yang bisa saja menghancurkan sesuatu dengan hanya menggunakan auranya saja.
"Leluhur aku..." Ucap Luo Zhang terhenti.
"Katakan padaku, siapa yang menghancurkan klan Cahaya yang telah berdiri lama oleh guruku..," Ucap Luo Zhuo menggunakan nada dingin.
Luo Zhang seketika menunjuk kearah Luo Jian, dan hal itu menyebabkan Luo Zhuo seketika muncul dihadapan Luo Jian kemudian mencengkeram erat leher Luo Jian.
"Leluhur anda..."
"Diam apakah kau juga bersekutu dengan dia...," Ucap dingin Luo Jian.
__ADS_1
Luo Jian yang tercekik itu tetap berusaha tenang. Yang pasti dia sendirilah menginginkan tuduhan agar dia tahu sifat Luo Zhuo yang sebenarnya kepada Luo Zhang.
"Bocah kau kira klan Cahaya dapat kau tindas seenaknya? Bahkan kau berani menghancurkan klan milik Yang Agung leluhur Luo Ling!" Ucap meninggi Luo Zhuo.
Luo Zhuo yang tidak bisa mengukur kekuatan Luo Jian memang sedikit waspada ketika ia mencekiknya. Namun harga dirinya sebagai leluhur merasa terinjak dan terhapus, karena itu meskipun harus mati. Pasti ia akan membawa mereka semua ikut mati bersamanya.
"Katakan dari mana kau berasal...," Ucap dingin Luo Zhuo.
Hanya menyunggingkan senyum dan ketenangan pada wajahnya, hal itu membuat Luo Zhuo begitu kesal.
"Apakah dengan sikap tenang dan senyummu itu dapat pengampunan dariku?"
Swuuuuuuung!
Tubuh Luo Jian bersinar sangat terang, hingga Luo Zhang dan Zhuo yang mencekik Luo Jian segera melepaskan tangannya. Kesadaran Dewa menyebar yang membuat Luo Zhuo pernah merasakan kesadaran Dewa segera berlutut dengan tubuh yang gemetar tak karuan. Dibarengi serangan Kesadaran Dewa, Luo Jian kemudian mengedarkan aura yang sangat agung dari dalam tubuhnya.
"Yang Mulia maafkan kelancangan hamba!" Ucap Luo Zhuo masih berlutut diatas langit dengan tubuh yang gemetar.
Hanya dengan sebuah kesadaran Dewa yang terasa abadi dan sangat agung, dan tentunya ia seperti mengenal wajah pemuda didepannya membuatnya kini sudah dapat menebak bahwa didepannya adalah Luo Ling. Perlahan Luo Jian menghilangkan elemen cahaya yang sangat murni, hal itu membuat sinar yang sangat menyilaukan perlahan memudar.
Penampilan Luo Jian pun berubah dengan dua bola matanya yang berubah menjadi keperakan, dua sayap emas yang merupakan ia lambang dari klan Cahaya. Dan satu mahkota yang terbentuk dari elemen cahaya.
"Zhanger segera berlutut!" Teriak kesal Luo Zhuo yang melihat Luo Zhang hanya diam menatap perubahan Luo Jian.
"Pangeran Zhuo bangunlah," ucap tenang Luo Jian membuat Luo Zhuo yang ingin mengajari kesopanan terhadap Luo Zhang itu merasa sangat bodoh karena menyinggung sosok agung didepannya.
"Yang Mulia, panggil saja nama hamba."
"Berdirilah!" Ucap meninggi Luo Jian membuat Luo Zhuo begitu ketakutan.
Tanpa basa basi, Luo Jian kemudian menjelaskan keadaan clan Cahaya yang telah hancur akibat ulah Weng Lao sesuai kejadian yang diceritakan Luo Zhang.
"Yang Mulia, jadi anda yang telah membunuh Weng Lao? Tetapi kenapa..." Ucap tercekat Luo Zhuo kemudian menatap tajam kearah Luo Zhang.
Luo Jian menanggapinya dengan senyuman.
"Karena aku sendiri ingin mengetesmu apakah masih peduli terhadap klan Cahaya atau tidak," ketus Luo Jian.
"Yang Mulia aku sendiri adalah murid Anda yang pastinya tidak akan membiarkan klan ini hancur, tapi Zhanger ini..." Ucap kesal Luo Zhuo.
"Berhentilah memanggilku dengan sebutan Yang Mulia," ucap tenang Luo Jian.
__ADS_1
Luo Zhuo merasakan tubuhnya seperti tersengat ribuan jarum, ucapan Luo Ling nyatanya seperti sudah tidak menganggapnya sebagai murid akibat kelalainnya.