Kaisar Langit

Kaisar Langit
Ketertarikan She Yin


__ADS_3

Yang Shen akhirnya melesat, tapi sebelum pergerakannya kearah Hua Yun tiba. Bola bola api muncul dari kehampaan menyambut Yang Shen. Melihat Bai Zilong yang melakukan hal tersebut, Luo Jian menggunakan ilmu meringankan tubuhnya mendahului Yang Shen untuk menepis bola bola api itu.


Dhuuuuar! Dhuuuuar!


Bola bola api meledak disaat Luo Jian menyambutnya dengan elemen cahaya berwarna keemasan yang membuat semua orang terkejut.


"Dia..."


"Darah klan cahaya!" Ucap mereka terkejut.


Belum terlalu yakin bahwa Yin Lang merupakan dari klan cahaya. Luo Jian sendiri yang memang dengan sengaja mengeluarkan identitasnya sebagai darah cahaya itu melepaskan sebuah tapak dari kehampaan yang terbuat dari energi Qi.


Swuuuuuush!


Tapak itu menuju kearah Bai Zilong. Bai Zilong sendiri yang merasa bahwa kekuatan Yin Lang sama dengan miliknya itu, mencoba percaya diri untuk memblokir dengan menggunakan elemen api yang berkobar ditelapak tangannya.


"Naif," ucap Luo Jian.


Dhuaaaarr!


Saat tapak tangan milik Bai Zilong itu menyentuh tapak cahaya buatan Yin Lang, tiba tiba wajah Bai Zilong memucat.


"Tidak mungkin sekuat ini!" Teriaknya sambil terpental dan memuntahkan darah merahnya.


Disisi lain, She Yin yang menatap pertempuran Yin Lang itu membelalakan matanya.


"Dia berasal dari klan cahaya!" Serunya dengan wajah keterkejutan yang tidak bisa ia sembunyikan dari siapapun.


"Pemimpin aku juga belum mengetaahuinya dengan pasti, tapi dari tapak cahaya dan bola cahaya tadi..." Ucap tercekat tetua kepercayaan puncak Ling.


"Aku ingin menerimanya menjadi muridku, pemilihan murid dalam akan segera dimulai, aku harus bisa mendapatkannya...," Ucap dingin She Yin yang ingin memanfaatkan darah klan cahaya yang legendaris.


"Sekarang kau cari identitas, dan alasannya untuk bergabung dengan sekte darah iblis," ucap She Yin lagi kearah tetua kepercayaanya itu.


"Baik tetua," jawab tetua itu sambil menundukan kepalanya.


Disisi lain, Hua Yun telah menjadi samsak bagi Yang Shen. Yang Shen yang telah terlalap dendam dan emosi terhadap Hua Yun itu terus memberikan pukulan keseluruh tubuh Hua Yun, yang menyebabkan wajah dan tubuh Hua Yun terlihat memar dan tidak dikenali lagi.


"Yang Shen arghhh!" Teriaknya kesakitan.


Sedangkan Luo Jian menatap Bai Zilong yang kini benar benar merasa dipermalukan itu dengan santai.


"Senior Long, sepertinya jika anda melanjutkan pertarungan ini anda akan benar benar kehilangan muka," ucap tenang Luo Jian.


Swuuuuush!

__ADS_1


Tanpa menjawab, Bai Zilong mengeluarkan tombak dan segera melesat kearah Luo Jian. Provokasi Luo Jian akhirnya berhasil, melihat tombak milik Bai Zilong merupakan senjata tingkat tinggi, Luo Jian terus berhati hati dalam menghindari serangan dari Bai Zilong.


Pertarungan yang disertai amarah itu nyatanya tidak membuat Bai Zilong mampu memojokan Luo Jian. Bahkan untuk menyentuh bajunya saja. Yang pasti, Luo Jian hanyalah ingin merenggangkan otot ototnya sendiri.


"Senior ini terlalu lambat!"


Haaaap!


Tangan Luo Jian menggenggam tombak milik Bai Zilong dan setelah itu, Luo Jian menariknya dengan paksa yang membuat Bai Zilong segera mengedarkan api dari tubuhnya kearah telapak tangannya sehingga tombaknya terbakar.


Swoooosh!


Api itu berkobar besar membakar tangan Luo Jian, bukannya kepanasan seperti harapan Bai Zilong. Luo Jian hanya menyunggingkan senyumnya. Dan hal itu membuat Bai Zilong membelalakan matanya.


"Kauuu..." Ucap tercekat Bai Zilong.


"Sudahi saja permainan ini!"


Swuuuuuuush! Baaaaaammss! Pyaaaaar!


Pukulan kearah perut, dan disusul dengan tendangan maut kearah otong membuat Bai Zilong itu berteriak, serta langsung berguling guling menahan rasa sakit yang tidak pernah terbayang olehnya. Saat Luo Jian ingin menunjukan kekejamannya dihadapan She Yin yang ia sendiri tahu bahwa She Yin melihat pertempurannya itu.


Tiba tiba sebuah serangan energi melesat kearah Luo Jian yang menyebabkannya harus menghindari serangan itu.


Dhuuaaar! Dhuuuuar!


Tetua itu menatap tajam kearah Luo Jian sejenak, setelah itu ia menatap Bai Zilong yang tak lain anaknya sendiri.


"Ayah...," Ucap Bai Zilong senang.


Bai Wong hanya mengangguk, dengan tatapan merendahkan ia menggerakan kepalanya.


Kretek! Kretek!


"Kau kalah dengan murid baru ini? Betapa memalukannya dirimu itu," ucap Bai Wong kepada Bai Zilong.


"Bocah pergilah dari sini, jangan sampai aku melihatmu setelah kau mempermalukan anakku, jika kau berani melakukan hal yang sama pada anakku, aku tidak akan pernah memafkaanmu," ucap Bai Wong arogan.


Luo Jian hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, namun ia sendiri tidak merasa takut sedikitpun dengan tetua itu. Karena secara diam diam ia melihat tetua disebelah She Yin ingin ikut campur.


"Sepertinya aku perlu memprovokasi tetua ini agar tahu bahwa pihak She Yin menginginkanku."


Disisi lain, tepatnya She Yin yang menghentikan tetua kepercayaannya itu kemudian menjelaskan alasannya.


"Tenanglah, jika sifatnya tidak sepertiku meskipun ia jenius kita tidak perlu ikut campur," ucap She Yin tenang.

__ADS_1


"Tapi bukankah anda ingin dia menjadi murid anda?"


"Itu memang benar, tapi jika dia hanyalah pengecut aku sungguh tidak menginginkannya," jawab She Yin.


Luo Jian meskipun tidak takut dengan tetua itu, tapi pastinya jika bicara dengan cara bertarung. Tentu ia hanyalah kertas yang siap dibakar oleh api kecil.


"Jika saat ini aku tetap ingin membunuhnya?"


"Jika kau tetap bersikeras, coba saja...," Ucap dingin tetua itu.


Pernyataan Luo Jian yang tidak menyerah begitu saja mengejutkan banyak pihak. Keramaian itu juga menyebabkan tetua tingkat rendah, menengah dan tinggi melihat pertikaian itu dengan seksama. Namun dari wajah mereka, tidak ada yang ingin ikut campur urusan mereka.


Swuuuuuush!


Luo Jian melesat kearah Bai Zilong tanpa rasa takut, melihat Yin Lang benar benar melakukannya, rahang Bai Wong mengeras karena ia tidak tahu jalan pikir Luo Jian.


"Sampah!"


Plaaaaaak!


Bai Wong menghilang lalu muncul tepat didepan Luo Jian sambil menanmparnya dengan keras. Hal itu menyebabkan Luo Jian terpental, tapi karena ia sudah mengantisipasi bahwa Bai Wong tidak mungkin membunuhnya. Luo Jian telah melapisi kulit tepatnya diwajahnya dengan energi Qinya.


Sehingga tamparan Bai Wong itu hanya membuat Luo Jian terpental sejauh dua puluh meter. Dan hal itu cukup mengejutkan Bai Wong sendiri, jika anaknya itu Mungkin beberapa giginya akan rontok.


"Ketahanan tubuhnya sangat kuat!" Puji Bai Wong.


Swuuuuuush!


Luo Jian kembali melesat kearah Bai Zilong. Kali ini ia tidak menggunakan tangan kosong melainkan pedang tingkat tinggi pemberian Dai Mubai ia gunakan. Melihat nafsu membunuh Yin Lang semakin besar terhadap anaknya, hal itu membuat Bai Wong begitu kesal.


"Bocah jangan salahkanku jika kau mati disini!"


"Tapak Iblis!"


Swooosh!


Sebuah kekuatan besar muncul diatas langit, kali ini Luo Jian yang benar benar merasa nyawanya dalam bahaya yang besar mengeratkan rahangnya.


"Hidupku ini tergantung pada She Yin!" Ucapnya terus melesat.


Dibarengi dengan melesatnya tapak hitam berukuran lima puluh meter diatas langit kearah Luo Jian. Saat dua puluh meter tingginya tapak itu akan menyentuh tubuh Luo Jian, tiba tiba aura yang sangat besar. Dan suara menggelegar muncul. Hal itu dibarengi dengan hilangnya tapak sebesar lima puluh meter itu seperti tertelan memasuki kehampaan.


"Bai Wong! Apakah kau ingin membunuh murid yang diinginkan oleh ketua puncak Ling!"


Suara itu berat, mengandung sebuah penekanan yang sangat besar. Hal itu menyebabkan Bai Wong tubuhnya gemetar tak karuan.

__ADS_1


"Gawat! Apakah dia..." Ucapnya menatap gentar wajah Luo Jian.


__ADS_2