Kaisar Langit

Kaisar Langit
Ketegangan 3.


__ADS_3

"Gao Xhuan apa kau masih menyangkal?" Ucap Lin Zhao kesal.


Lin Zhao merasa terpojok, tapi bagaimanapun seseorang tidak berhak menghakimi anaknya dengan sedemikian parahnya.


"Tapi apakah kau masih berhak menghakimi anakku?" Tanya Lin Zhao melesat kearah Ling Hua.


"Saudari beri dia pelajaran," ucap Luo Jian telepati.


Swuuuuush!


Ling Hua menghindari serangan Gao Xhuan, Lin Zhao yang ingin membantu mengurungkan niatnya setelah Luo Jian memberikan tatapan pada Lin Zhao.


Plaaaaak! Buuuuug! Paaaaaak!


Tamparan beruntun serta tinjuan dari Ling Hua mengenai tubuh Gao Xhuan dengan telak. Sehingga kini Gao Xhuan menjadi bulan bulanan Ling Hua yang juga sudah kesal.


Lin Zhao, dan semua orang yang melihatnya dibuat menganga. Karena saat ini hanya ranah Kultivasi Lin Zhao saja yang bisa mengimbangi Gao Xhuan. Tapi sosok wanita yang entah siapa mampu mengimbangi Gao Xhuan bahkan melukai membuat semua orang tercengang. Melihat Gao Xhuan telah bertempur, Zhong calon penerus ketua sekte Tapak Api melepaskan serangannya kearah Luo Jian.


"Bunuh dia!" Teriak Zhong melepaskan pukulan tapak api dari kehampaan.


Dhuuuuuuaar!


Luo Jian hanya mengibaskan tangannya sehingga tapak api meledak diatas langit. Tiga tetua sekte Tapak Api melesat kearah Luo Jian. Namun dua diantaranya dihentikan oleh Fang Long, dan Yan Long yang tidak ingin Luo Jian terluka.


Zhong merasa kesal, karena incarannya Luo Jian, tapi kini Fang Long, dan Yan Long menghentikan kedua tetuanya. Sehingga mau tidak mau ia membantu salah satu tetua melawan Luo Jian.


Disisi lain, pemuda yang merasa dikenal oleh Luo Jian terus mengamati pertempuran Luo Jian yang sepertinya menyembunyikan semua jurus, dan teknik bertarungnya.


"Apakah kamu saudaraku yang telah berinkarnasi," ucap dalam hati Zhao Shun.


Luo Jian memang bisa membunuh tetua dan Zhong dengan menggunakan pedang hitamnya. Namun saat ini, ia membutuhkan nama yang baik, sehingga ia tidak melakukannya sama sekali.


Menghindar dengan cepat, dan akurat memberikan serangannya yang tidak terlalu kuat itu cukup membuat Zhong dan satu tetua waspada terhadapnya. Pertarungan Luo Jian dan Ling Hua membuat perhatian khusus, dari umurnya yang masih sangat muda. Mereka sangat kagum karena Luo Jian dapat mengimbangi kedua lawannya. Apalagi Ling Hua yang bisa dikatakan mampu mengimbangi master di Kekaisaran Lin.


"Tapak Api Penghancur Sukma!" Teriak Zhong.


Aura sedikit mencekam akibat jurus yang akan dikeluarkan oleh Zhong. Namun hal itu tidak membuat Luo Jian gentar.

__ADS_1


"Tetua formasi Tapak!" Teriak Zhong yang bersiap melepaskan jurusnya.


"Baik!"


Swuuuuung!


Formasi besar muncul dari langit menembus kearah tubuh Luo Jian. Luo Jian kemudian berpura pura kesakitan saat Formasi itu mencoba menyerap kekuatannya. Aksinya dalam berpura pura membuat Zhong dan tetua itu semakin percaya diri.


"Mati kau baj*ngan!" Teriak Zhong melepaskan jurusnya.


Swuuuuuung!


Tapak api yang sangat besar melesat menuju tubuh Luo Jian, aura yang sangat mencekam membuat semua orang memejamkan matanya karena mereka tahu mungkin Luo Jian akan mati dalam satu serangan.


Sama halnya dengan Lin Zhao, Fang Lao, Yan Long, serta lainnya. Tapi tidak dengan Ling Hua yang masih percaya pada Luo Jian bahwa Luo Jian mampu menahan serangan itu.


Lima meter tapak api besar hampir mengenai tubuh Luo Jian, Luo Jian berhenti meringis dan menyunggingkan senyumnya. Seolah olah keadaan kini telah terbalik.


"Cahaya Sembilan Warna Langit Menjadi Beku!"


Swuuuuuuung!


Ribuan tangan yang terbentuk dari elemen cahaya meremas tapak api hingga menyebabkan suara ledakan yang cukup dahsyat.


Dhuuuaaaar!


Mata Zhong, dan tiga tetua sekte tapak api melotot melihat salah satu jurus pamungkas milik sekte mereka mudah di akali dengan jurus yang aneh. Bahkan semua orang yang mengetahui jurus itupun sama.


Dibalik kekacauan, diatas langit.


"Hahahahaha! Aku menemukanmu! Aku akan segera membunuhmu! Tapi tidak sekarang..., Aku ingin melihat sampai mana kau menyombongkan diri dihadapan manusia alam fana ini!" Ucapnya senang Bao Yun yang ternyata telah mengintai keberadaan Luo Jian.


"Hanya ini?" Tanya Luo Jian sambil mengibaskan jubahnya.


Fang Lao dan Yan Long akhirnya bisa kembali fokus untuk menyerang lawannya, mereka kini tidak terlalu mengkhawatirkan Luo Jian.


"Sa-saudara Jian!" Ucap terkejut Zhao Shun.

__ADS_1


Zhao Shun terdiam, memikirkan jurus yang dipakai pemuda itu melawan dua tetua yang cukup mengejutkannya. Karena jurus yang di gunakan itu sangatlah mirip dengan yang digunakan Luo Jian. Namun ia tidak gegabah, melainkan sebaliknya kini ia menatap dibalik awan.


"Dewa kepa*t!" Gumamnya kesal.


****


Luo Jian yang tidak ingin bermain main melesat kearah Zhong dan segera memberikan pukulan tinju sangat keras kearah perut Zhong dan tetua yang berada ditingkat Tao empat.


Baaaaaams! Baaaaaams!


Zhong dan Tetua utusan sektenya terpental sambil memuntahkan seteguk darah merah. Setelah berhasil melukainya, Ling Hua yang juga melihatnya segera mengakhiri pertempuran dengan cara menampar wajah Gao Xhuan secara beruntun.


Plaaaaak! Plaaaaak! Plaaaaak!


Wajah Gao Xhuan memerah, dengan luka membengkak hingga tak bisa dikenali sama sekali. Setelah puas menamparnya, Ling Hua kembali disamping Luo Jian.


"Saudara," sapa Ling Hua puas memberikan pelajaran.


Fang Lao, dan Yan Long pun berhasil melukai dua tetua. Sehingga mereka berhenti menyerang kedua lswannya.


Luo Jian mengangguk, keramahannya kini berubah menjadi wajah datar tanpa ekspresi.


"Senior Gao Xhuan, dan Tuan muda Zhong masalah ini selesai sampai disini atau kalian akan tetap melanjutkannya hingga mati...," Ucap dingin Luo Jian.


Gleeek!


Mereka menelan ludah mereka mendengar peringatan Luo Jian. Namun karena merasa terhina akibat kekalahan mereka yang ditonton jutaan banyaknya Kultivator, membuat gengsi mereka terus melangit.


"Huh! Tunggu saja pembalasan kami!"


Swuuuuush!


Tuan muda Zhong pergi meninggalkan area turnamen dengan menggunakan ilmu meringankan tubuhnya bersama tiga tetua dan tiga murid yang akan mengikuti turnamen. Begitu juga dengan Gao Xhuan yang menarik tiga anggota Klannya beserta tetua dan anaknya pergi dari tempat turnamen.


Lin Zhao tidak bisa berkata apa apa lagi kecuali melanjutkan turnamen diadakan. Banyak dari mereka yang tidak puas melihat pertempuran yang tergolong cepat itu, namun berbeda dengan mereka yang mencuri ilmu pertarungan dari setiap kubu yang berbeda.


"Yang Mulia maafkan kekacauan yang disebabkan oleh kami," ucap Luo Jian menangkupkan tinjunya diikuti oleh Ling Hua kemudian kembali kebangku yang mereka tadi duduki.

__ADS_1


Kaisar Lin Zhao hanya menghela napas. Setelah pertempuran kecil, ia akhirnya memutuskan untuk melanjutkan turnamen sesi pertama yang diadakan di Kekaisarannya.


"Saudara apakah kamu tidak takut bahwa mereka akan datang membawa lebih banyak pasukan untuk membunuh kita?" Tanya Ling Hua heran dengan keputusan Luo Jian.


__ADS_2