
"Saudara benar, dimana mana siluman a tidak terikat pada manusia apapun itu, bahkan membunuhnya. Kecuali jika ras iblis, karena mereka takut adanya tombak yang dimiliki oleh saudara Long dapat menjadi kiamat bagi mereka." Jawab telepati Ling Hua.
"Nona Bai Ling, jika boleh tau dimana keberadaan sekte Tapak Api?" Tanya Luo Jian.
"Tuan, semenjak adanya sosok misterius yang meyakinkanku untuk menghidupkan adikku, sosok itu telah memindahkan pusat sekte di atas langit sekte sebelumnya," ucap serius Bai Ling.
"Oooh tidak, jika begitu kekuatannya...," Ucap Luo Jian tercekat karena setidaknya sosok itu berada di kekuatan yang tidak mungkin dimiliki oleh Kultivator Benua Merah.
**
Di atas dimensi batas Benua Merah.
"Arrrrghh! Dewa Bintang kau sungguh sangat arogan benar benar berani melukaiku!"
Swuuuuuung!
Lingkaran kesadaran Dewa milik Bao Yun akhirnya keluar.
***
Kesadaran Dewa milik Luo Jian yang tersisa sedikit tiba tiba bergetar. Hal itu membuat tubuhnya terasa nyeri.
"Saudara kamu kenapa," ucap Ling Hua khawatir.
"Nona Bai Ling, ini giok milikku, jika sesuatu terjadi padamu, kamu bisa memecahkannya. Saat ini aku memiliki tugas penting," ucap Luo Jian kemudian menatap Ling Hua untuk keluar dari restoran.
"Tuan ter..."
"Panggil saja namaku," ucap Luo Jian kemudian bergegas keluar.
Setelah berada diluar resto.
"Uuuuugh!" Luo Jian memuntahkan darah emasnya.
"Saudara kamu..." Ucap Ling Hua yang menduga Luo Jian telah terluka.
"Saudari, saat ini keduanya sedang melakukan pertarungan di atas Benua ini, dan itu yang diartikan mereka melanggar hukum langit. Petir Surgawi akan tiba untuk membunuh mereka, jadi kita harus bergegas kesana," ucap Luo Jian khawatir.
"Baik," ucap Ling Hua kemudian merobek celah dimensi, dan membuat pelindung yang menutupi tubuh Luo Jian agar tidak meledak saat terkena terpaan energi langit dan bumi yang sangat pekat diluar Benua.
Setibanya. Dikejauhan dua cahaya keemasan saling berbenturan dengan mengeluarkan lingkaran kesadaran Dewa mereka.
__ADS_1
"Ini sangat berbahaya," ucap Luo Jian menatap langit langit yang mulai menunjukan petir diatas mereka.
"Zhao Shun apakah kau ingin mati bersama!" Ucap kesal Bao Yun yang melihat petir Surgawi mulai menari nari diatas langit.
"Jika untuk melindungi saudaraku, nyawaku bukanlah hal bearti! Tanpanya dan kedua orang tuanya, aku tidak akan pernah menjadi seperti ini!"
"Bintang Surgawi! Bintang Pelahap Dewa!" Teriak Zhao Shun.
Luo Jian membelalakan matanya, melihat kekhawatiran Luo Jian, Ling Hua ingin segera melesat untuk menghentikan pertempuran. Namun hal itu segera dihentikan oleh Luo Jian.
"Saudari cukup, aku tidak ingin kau yang akan menjadi korban, dan ini adalah masalahku, maka aku akan mengakhiri hidupku disini saja. Bagaimanapun mungkin alam Dewa akan damai tanpa keberadaan ku," ucap meyakinkan Luo Jian.
"Sa-saudara tapi," ucap terhenti Ling Hua. Karena hanya Luo Jian yang dapat membalaskan dendam kaumnya yang telah binasa.
"Roda inkarnasi akan tetap berputar, meskipun aku akan mati seribu kali, maka aku akan tetap ada di dunia ini," ucap Luo Jian kemudian melihat petir Surgawi yang mulai membesar diatas langit.
"Pedang Jiwa! Pembunuh Dewa!" Teriak Bao Yun melepaskan jurusnya.
Swuuuuuush! Swuuuuush!
Kedua jurus bertemu yang mengakibatkan ledakan yang maha dahsyat terjadi melempar Luo Jian dan Ling Hua kearah yang berbeda. Seteguk darah emas keluar dari bibir Luo Jian, dan Ling Hua. Sedangkan kedua Dewa itupun mengalami hal yang sama.
"Hahahahaha! Siapa suruh alam Dewa dipimpin oleh Luo Jian, karena itu alam Dewa tidak memiliki sama sekali kemajuan yang bearti," jawab Bao Yun.
Swuuuuuush! Swuuuuush!
Keduanya melesat berlawanan arah untuk bertarung, tiba tiba petir Surgawi yang telah berkumpul menembakan petir yang sangat besar kearah titik dimana keberadaan bertemu kedua Dewa Yan aksn bertarung.
Swuuuuush!
Ling Hua muncul dengan wajah panik melihat petir Surgawi akan menghantam Dewa Bintang.
"Saudari, sampaikan maafku pada saudara Long, sekarang kau kembalilah, dan hidup bahagia bersama Shui Long," ucap Luo Jian kemudian meminjam kekuatan Lin Yue.
Swuuuuush!
Luo Jian melesat dengan kecepatan tak kasat mata mengarah kearah Petir Surgawi yang bersiap menabrak tubuh kedua Dewa. Mata Luo Jian terpejam sambil menguatkan tekadnya untuk tetap hidup meskipun ia tahu hukum langit tidak akan bisa menyelamatkan hidupnya.
Dhuuuuuuuuuuuuuaaar!
Ledakan yang maha dahsyat terjadi saat Luo Jian memaksa elemen cahaya yang telah dipinjami energi sepiritual milik Lin Yue. Sekilas ledakan yang menyebabkan Zhao Shun melihat Luo Jian yang menjadi pelindung dari serangan petir Surgawi terpental dan menangis histeris.
__ADS_1
"Sa-saudara!"
Luo Jian yang telah menjadi debu itu juga membuat Bao Yun melototkan matanya. Perasaan senang kini hadir didalam tubuhnya.
Swuuuush!
Seperti ucapan Luo Jian, Ling Hua menangis lalu kembali ke Benua Merah untuk menemui Shui Long. Sedangkan Bao Yun meninggalkan Zhao Shun yang kini berlutut dan menangis.
"Sa-saudarw bagaimana kau menjadi bodoh seperti ini! Aakkkkkkkh!"
Zhao Shun akhirnya yang merasa kesedihan tidak ada habisnya tidak sadarkan diri. Disisi lain, ternyata tubuh Luo Jian tidak meledak, melainkan terpental ketempat yang sangat jauh dari keberadaaan Benua Merah. Namun dirinya masih tak sadarkan diri, dan rohnya tiba ditempat yang sangat indah.
"Bocah, apa yang kau pikirkan," ucap sosok kakek tua berjanggut putih terlihat sedang memancing didekat Luo Jian yang terbaring memejamkan matanya.
Sontak Luo Jian bangun dan menatap kakek tua lalu melihat kesekitarnya.
"Apakah ini alam menuju kematian," ucap Luo Jian pelan.
"Hahahahaha! Bocah bodoh bocah bodoh!" Ucap Kakek misterius itu sambil menggelengkan kepalanya.
Luo Jian kemudian duduk disamping kakek tua itu.
"Kek lalu aku berada dimana?" Tanya Luo Jian.
"Saat ini kau berada di alam tak terbatas, aku sengaja memanggilmu kemari karena apa yang dilakukan olehmu adalah kebodohan!" Ucap Kakek tua sambil menahan tawanya.
Luo Jian menaikan kedua alisnya karena bingung.
"Nak kau ingat saat kau menerima petir Surgawi?"
Luo Jian hanya menanggapinya dengan anggukan kepala.
"Kenapa kau membiarkan tubuhmu menjadi sasaran petir Surgawi yang bahkan Dewapun akan hancur berkeping keping?"
"Ini semua karena aku tidak ingin melibatkan masalahku pada saudaraku, dan membuatnya kehilangan nyawa," ucap pelan Luo Jian.
Namun tiba tiba, Luo Jian menjadi waspada dan mundur dari pijakannya menatap sang kakek tua.
"Kek, bagaimana anda tahu bahwa aku telah menerima petir Surgawi? Bahkan aku sendiri belum menceritakan hal apapun padamu," ucap waspada Luo Jian.
Kakek tua misterius itu terdiam dan hal itu menyebabkan keheningan yang cukup lama. Luo Jian yang tidak merasakan bahaya pun menurunkan kewaspadaannya dan mencoba meminta jawaban yang ia pertanyakan.
__ADS_1