Kaisar Langit

Kaisar Langit
Perjalanan menuju makam Naga Bumi 2. (Menemukan hambatan)


__ADS_3

Luo Jian menaikan sebelah alisnya.


"Memang penyakit aneh apa?"


Salah satunya saling pandang, seolah olah mencoba meyakinkan untuk memberitahu yang sebenarnya. Mereka yang belum mengetahui asal usul Jiang She (Samaran) itu kemudian menghela napas panjang.


"Maaf saudara, apakah saudara memiliki kenalan tabib?"


Luo Jian hanya tersenyum, namun ia tidak merasa tersinggung apa yang mereka maksudkan kepadanya.


"Saudara aku tidak memiliki kenalan tabib, tapi jika aku melihat seseorang yang terkena penyakit itu, mungkin aku dapat membantu kalian," ucap Luo Jian.


Mereka saling pandang sejenak, dan pada akhirnya memutuskan untuk membawa Jiang She bersama dengan mereka.


"Baiklah," ucap mereka sedikit kesal, karena yang mereka harapkan Luo Jian memiliki kenalan tabib hebat yang dapat membantu mereka.


"Saudara, kita juga tidak mengenal asal usul pemuda ini... Aku takut...." Ucap telepati yang terhenti.


"Sudahlah, lagian dia juga sudah membantu kita memburu hewan buas ini, lagian belum tentu dia akan tahu sebab akibat penyakit yang melanda desa kita," telepati rekannya.


Swuuuuuush!


Saat pimpinan kelompok akan membagikan pill penyembuh yang diberikan pada Luo Jian, aroma herbal yang sangat kuat menyebar dan tercium jelas dihidung mereka.


"Pill ini kualitas tingkat tinggi!" Ucap pimpinan itu yang menebak kualitas pill penyembuh buatan Luo Jian.


Luo Jian yang sedang duduk dengan tenang itu menggelengkan kepalanya.


"Bukan pill tingkat tinggi, melainkan tingkat Dewa," ucap tenang Luo Jian membuat mereka tak percaya.


Melihat raut wajah ketidak percayaan mereka, Luo Jian hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


"Hahahaha! Aku hanya bercanda, cepatlah pulihkan diri kalian, jangan sungkan atas pemberian kecil dariku itu," ucap Luo Jian.


Alasan lain Luo Jian mau mengikuti mereka tidak lain ingin mencari teman seperjalanan. Mereka yang masih tidak percaya itu kemudian menganggukan kepalanya dan segera berterimakasih dengan tulus pada Luo Jian.


"Saudara, ia memberikan pill tingkat tinggi dengan mudah kepada kita, sepertinya pemuda ini memang memiliki latar belakang yang mengerikan," ucap telepati salah satunya.


"Akupun berpikir begitu, jika memang benar dia berasal dari salah satu keluarga mengerikan, aku pasti akan bersujud demi keluarga kita yang terkena musibah agar saudara Jiang She ini mau membantu kita," ucap salah satunya.


Lima belas menit memulihkan diri, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan. Luo Jian yang mengikuti mereka dari belakang dengan santai mengawasi setiap tempat sudut hutan dengan seksama. Alasannya cukup mudah, ia hanya ingin tahu siapa yang dapat memberikan kesadaran iblis pada hewan buas.


Tanpa sepuluh pemuda itu sedari, Luo Jian yang sejak awal mengeluarkan kesadaran Dewa untuk memancing seseorang yang telah memberi kesadaran iblis pada hewan buas trenggiling yang telah dibunuh. Pada akhirnya membuka topik pembicaraannya.


"Saudara, berapa lama kita akan tiba di desa kalian?"


"Dua hari perjalanan setelah melewati dua kota besar, dan satu kerajaan."


Sore harinya setelah perjalanan tanpa melewati hambatan dan rintangan yang menyebabkan mereka harus berhenti serta melakukan pertempuran.


"Saudara, sepertinya kalian merasa lelah, alangkah baiknya kita beristirahat di bukit ini saja," ucap Luo Jian yang berpura pura menyeka keringat dikeningnya.


"Mereka datang sejauh ini hanya untuk memburu hewan buas, sebenarnya wabah penyakit apa yang menyerang desa mereka," ucap dalam hati Luo Jian yang penasaran.


"Saudara Jiang, aku ingin mencari beberapa hewan untuk makan malam nanti, aku harap saudara dapat mengawasi rekan rekanku sejenak," ucap pemuda bernama Shu Yun mengejutkan lamunan Luo Jian.


Luo Jian hanya menganggukan kepalanya dengan tenang, namun setelah kepergian Shu Yun. Luo Jian segera membuat segel tangan untuk melindungi sembilan pemuda lainnya karena mereka sedang memulihkan energi Qi mereka setelah perjalanan.


"Masih ingin bersembunyi?" Tanya Luo Jian kearah belakang semak semak.


Proook! Proook!


"Ternyata kau hebat juga dapat mengetahui keberadaanku."

__ADS_1


Lima pemuda keluar dari dalam semak semak dengan intimidasi aura pembunuh kearah Luo Jian. Mata Luo Jian seketika menyipit, ia tidak mengenal mereka. Tapi sepertinya mereka menginginkan nyawanya yang bahkan ia sendiri tidak tahu apa akar permasalahannya.


"Nampaknya desa Ling Jhin hanya bisa membayar pendekar kecil sepertimu," cibir salah satu pemuda.


Luo Jian hanya menganggukan kepalanya dengan santai.


"Aku memang pendekar bayaran yang disewa desa Ling Jhin, memang siapa kalian."


"Jangan banyak tanya, saudara cepat bunuh semuanya maka urusan kita selesai!" Ling Huan berteriak yang merupakan pimpinan lima pemuda itu.


"Baik!" Jawab keempatnya kompak melesat mengepung pergerakan Luo Jian.


"Hanya pemuda yang tidak tahu diri...," Ucap dingin Luo Jian kemudian dengan santainya memutarkan tubuhnya.


Muncul empat lingkaran Qi sebesar batu kerikil biasa. Lingkaran Qi itu berputar mengikuti gerakan Luo Jian, lalu dengan mudahnya, Luo Jian mengibaskan jubahnya sehingga empat lingkaran berukuran batu kerikil melesat kearah empat pemuda yang mengepungnya.


"Saudara ini hanyalah permainan biasa!" Salah satunya berteriak dan hendak menghantam lingkaran Qi sebesar kerikil yang kearahnya.


Luo Jian hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan perlahan melihat kebodohan mereka.


Dhuuuuuar! Dhuuuuuar! Dhuuuuuar!


Ketiga pemuda yang mencoba menghancurkan bola Qi itu tiba tiba meledak menjadi kabut darah, sedangkan salah satu pemuda yang merupakan pimpinan tiga pemuda yang telah tewas terkejut disaat pamannya tiba tiba melindungi dirinya dari serangan energi Qi kecil yang ia sendiri ingin menerima dengan tubuhnya.


"Apa kau bodoh ingin bunuh diri!" Ucapnya setelah menerima serangan energi Qi kecil milik Luo Jian.


"Pa..."


"Pemuda ini sepertinya menyembunyikan kekuatannya, kau mundurlah. Atau lebih baik kau membunuh mereka semua yang sedang memulihkan diri," ucap tetua itu dengan nada sedikit kesal.


"Tapi..." Ucap pemuda itu terpotong saat mendengar suara tepukan tangan dari Luo Jian.

__ADS_1


Proook! Proook!


"Hehehehe, akhirnya senior mau muncul juga," ucap sedikit tertawa Luo Jian mengejutkan perbincangan mereka.


__ADS_2