Kaisar Langit

Kaisar Langit
Naik tingkat Fondasi Tao 4, Zhi Yu mulai perhatian.


__ADS_3

Swuuuuush!


Secercah cahaya muncul ditelapak tangannya, melihat dirinya dapat menggunakan elemen cahayanya, wajahnya menjadi berseri seri senang. Namun sesaat setelah itu, ia merasakan adanya satu sosok aura yang ia kenali menuju kearahnya.


"Ketua sekte," ucapnya heran.


Swuuuush!


Dan benar saja, tak lama muncul Weng Lao dihadapan Luo Jian. Tentu Luo Jian tidak merasa heran dengan kepekaannya terhadap aura disekitarnya, karena ia sendiri mengira hal itu adalah hal yang sangat wajar.


"Ket..." Terpotong oleh Weng Lao.


"Panggil guru, karena kau kini adalah muridku," ucap Weng Lao tersrenyum.


Luo Jian mengangguk dan kemudian memanggil Weng Lao sebagai gurunya tanpa membantah sama sekali.Weng Lao menatap seluruh tubuh Luo Jian dari atas hingga bawah. Ia menaikan alisnya saat Luo Jian masih belum memancarkan aura kultivasinya sama sekali.


"Apakah kitab yang diberikan oleh Yin Kun belum kau pelajari?" Tanya Weng Lao.


"Guru aku sudah mempelajarinya, tapi hanya bagian dasar saja," jawab Luo Jian kemudian mengedarkan kekuatannya ditingkat Tao tingkat satu.


"Hemmm sangat lemah, tapi aura dari kultivasinya begitu mendominasi," gumam Weng Lao kemudian menyunggingkan senyum misteriusnya.


Setelah tidak ada hal yang dikhawatirkan, Weng Lao meminta pada Luo Jian untuk segera meningkatkan kultivasinya. Dan tentunya ia memberikan cincin ruang yang berisi ribuan sumber daya berbentuk pill. Luo Jian menerimanya dengan baik, namun belum sampai disitu saja tatapan Weng Lao berubah menjadi datar tanpa ekspresi.


"Jadilah yang terbaik, jika dalam waktu tiga bulan kamu tidak mampu menjadi seperti apa yang aku inginkan, maka tidak ada satupun yang dapat menyelematkanmu muridku," ucap Weng Lao tiba tiba menghilang dari pandangan.


Luo Jian mematung namun suara Weng Lao kembali hadir dipikirannya.


"Tiga bulan lagi pemilihan murid dalam akan dimulai, jadi ingatlah seperti apa yang aku katakan tadi!"


Suara itu membuat Luo Jian terdiam. Beberapa menit kemudian, Luo Jian memutuskan untuk berkultivasi sesuai arahan Weng Lao.Tiga pill yang merupakan peningkat kultivasi pada tingkat Tao satu hingga lima ia keluarkan. Menguatkan tekadnya untuk menjadi kuat, dan mencari tau siapa identitas yang sebenarnya. Luo Jian akhirnya berkultivasi dengan dua tujuan itu.

__ADS_1


Satu hari telah berlalu, Luo Jian terus menyerap energi pill yang terus bergejolak didalam Dantiannya. Tiga pill kultivasi yang ia telan sungguh tidak membuat merasakan adanya tanda tanda terbosan yang pastinya dinantikan oleh seorang Kultivator.


Dua hari setelah berkultivasi dan semua energi yang ada didalam tubuhnya telah benar benar habis.


"Kenapa aku tidak merasakan adanya tanda tanda terobosan?" Tanya pada diri sendiri Luo Jian heran.


Menurut pengetahuan dari kitab yang ia baca, satu pill kultivasi dapat menaikan satu tingkat ranah Kultivasi seseorang, namun kini ia menelan sekaligus tiga pill. Tapi tidak ada tanda tanda ia akan menerobos ketingkat yang lebih tinggi. Karena tidak ingin menyerah, dan teringat akan peringatan gurunya. Luo Jian kembali berkultivasi seperti biasanya. Mungkin jika ia menggunakan teknik Kultivasi Kaisar Dewanya, ia hanya membutuhkan satu jam untuk menyerap energi yang ada disetiap satu pill kultivasi yang ia konsumsi. Tapi saat ini ia menggunakan teknik dasar yang dipelajari oleh Kultivator alam fana. Sehingga hal itu membuatnya sangat lambat untuk menyerap energi disetiap pill kultivasi yang ia telan.


Tiga hari kemudian, dan tak sadar Zhi Yu selalu berkunjung sekali dalam sehari untuk melihat perkembangan yang dialami oleh Luo Jian. Hal utama yang ia lihat adalah keheranan meskipun ingin menanyakan kenapa Luo Jian tidak berhasil naik tingkat, tapi ia sendiri tidak ingin menganggu pelatihan Luo Jian. Sehingga ia hanya bisa memantau dari jauh perkembangan Luo Jian.


Swuuuuuuush!


Kepergian Zhi Yu ternyata dibarengi dengan Luo Jian yang berhasil menerobos ketingkat Fondasi Tao tingkat dua. Hal itu menyebabkan Luo Jian merasa senang atas pencapaiannya. Tapi ia yang tidak ingin berbangga hati, memilih untuk melanjutkan Kultivasinya.


Hari berganti sangat cepat, tepatnya kini satu bulan telah berlalu. Selama sebulan itu hari hari Luo Jian hanya diisi dengan melakukan pelatihan kultivasi. Ranah Kultivasnya pun sudah ada peningkatan ketingkat Fondasi Tao tingkat empat. Merasa bosan karena berkultivasi secara terus menerus, ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari kediaman Yin Kun untuk mencari angin segar.


"Yin Lang kau ingin kemana?" Tanya sinis murid Yin Kun yang ditugaskan untuk menjaga Yin Lang.


"Ciiih! Begitu sombong, lihat saja saat pemilihan murid dalam, aku pastikan dengan kekuatanmu itu pasti akan tersingkir dibabak pertama pemilihan murid dalam." Cibir murid itu segera meninggalkan Luo Jian.


Luo Jian hanya diam saja, merasa bahwa ia bukan lawan murid itu ia sengaja untuk diam dan tidak bertindak lebih jauh. Kecuali keadaan yang terpaksa. Lima menit menatap keadaan puncak kediaman milik Yin Kun, Luo Jian kembali merasa bosan, disaat ia akan kembali untuk melanjutkan pelatihan Kultivasinya,tiba tiba aura yang ia kenali mendekat kearahnya.


"Langer bagaimana pelatihanmu dalam sebulan ini?" Tanya Zhi Yu mendarat tepat dihadapan Luo Jian.


"Senio..."


"Panggil saudari Yu saja," jawab Zhi Yu memotong.


"Saudari Yu seperti yang saat ini kau lihat," jawab ramah Luo Jian.


"Bakatnya sama saja dengan kultivator yang ada di Benua ini, ini aneh apa sebenarnya yang diinginkan ketua sekte," ucap dalam hati Zhi Yu karena tidak melihat kelebihan yang dimiliki oleh Luo Jian.

__ADS_1


Melihat Zhi Yu terdiam mematung, Luo Jian merasa bahwa ia mengecewakan harapan Zhi Yu.


"Saudari apakah kau kecewa?" Tanya Luo Jian.


Zhi Yu menggelengkan kepalanya lalu tersenyum lembut kearah Luo Jian. Sedikit lega melihat reaksi jawaban Zhi Yu tapi tetap saja ia juga masih penasaran apa yang membuatnya membutuhkan sumber daya yang lebih banyak dari kultivator lainnya.


"Saudari apakah kamu tau penyebab seseorang membutuhkan banyak sumber daya yang dibutuhkan dari kultivator lainnya?" Tanya Luo Jian.


"Saudara aku juga tidak mengetahuinya," sambil menggelengkan kepalanya.


Luo Jian hanya mengangguk, tapi tiba tiba hatinya sedikit risau dengan waktu pemilihan murid luar yang akan menjadi murid dalam, karena ia tidak tahu kekuatan murid luar yang akan mengikuti ajang pemilihan tersebut.


"Apakah kau khawatir dengan pemilihan murid dalam yang akan diadakan dua bulan lagi?" Tanya Zhi Yu.


"Benar," jawab singkat Luo Jian.


Zhi Yu tersenyum penuh makna terhadap Luo Jian.


"Berusahalah untuk menjadi kuat, karena di dunia kultivator yang kuat berkuasa dan yang lemah menjadi tertindas, maka kau harus bisa menjadi kuat untuk menghindari penindasan itu. Jadikan motivasi ini sebagai semangatmu," ucap Zhi Yu.


"Saudari terimakasih," balas Luo Jian.


"Terimakasih untuk?"


"Ucapan semangatmu," balas Luo Jian masih khawatir.


"Hahahaha! Saudara sepertinya kau ragu pada dirimu sendiri, jika kau terus meragukan dirimu hanya ada kegagalan dalam usahamu. Ini dunia kita, dunia yang penuh misteri dan memiliki takdir masing masing. Jadi saudara kau harus berusaha dan capai cita citamu meskipun kau harus melawan takdir."


Ucapan Zhi Yu membuat pikiran Luo Jian terbuka, seketika rasa semangat membara hadir untuk mendorong Luo Jian untuk berusaha lebih maksimal lagi.


"Dari pada membicarakan hal ini, bagaimana jika kau belajar teknik beladiri dariku? Karena Weng Lao belum memberikan teknik bertarung padamu bukan?"

__ADS_1


__ADS_2