Kaisar Langit

Kaisar Langit
Danau Ping


__ADS_3

Disisi lain, Ming Zhao sebagai Raja di Kerajaan Ming wajahnya memucat karena Luo Jian yang ingin membunuh kakaknya.


"Bagaimana ini," ucapnya panik.


Tiba tiba ia teringat atas perintah Ming Lao saat lalu. Ia mengeluarkan giok berwarna merah kehitaman, setelah itu segera memecahkan giok tersebut. Namun sesaat, wajahnya menegang, karena ia sendiri belum mengetahui giok yang dipecahkan adalah batu giok pemanggil bantuan. Sehingga sampai saat ini tidak ada reaksi sama sekali.


"Apa apaan ini," ucap Ming Zhao bertambah panik.


Apalagi melihat Luo Jian yang telah mencengkeram leher Ming Lao.


"Bocah ampuni nyawaku, jika kau mengampuni nyawaku aku akan memberikan apapun yang kau mau."


Kraaaaack!


"Akkkhhh!" Pekik Ming Lao akhirnya tewas dengan luka leher yang remuk.


Luo Jian yang berhasil membunuh Ming Lao menatap kearah sekitarnya. Pedang hitam masih ia genggam dengan erat, namun yang jelas perlahan kesadaran Dewanya terkikis oleh Qi iblis.


"Tuan kau harus menyelesaikan pertempuran ini secepat yang kau bisa..." Ucap telepati Lin Yue.


Luo Jian mengangguk, kemudian ia mengeluarkan kembali suling tingkat Surgawinya. Setelah itu, perlahan bibirnya menempel pada lubang yang akan ia tiup.


Ngiiiiiiiiiing! Ngiiiiiiiiiing! Nguuuuuung!


Suara nada alunan suling yang sangat pecah menggema. Suara itu meledakan satu persatu tubuh murid sekte Elang Darah yang sedang bertempur. Bahkan suara itu hampir menyelakai pasukan dipihak Luo Jian sendiri. Semua orang kini menutup telinga mereka sekencang yang bisa mereka lakukan.


"Akkkkkhh!" Pekik mereka semua.


Ngiiiiing! Ngiiiiing!


Luo Jian terus meniupnya, dalam hitungan detik sudah ratusan nyawa mati ditangan Luo Jian, sedangkan Lin Yue yang tidak ingin ia disalahkan karena pihak Luo Jian terkena dampak suara yang tak terkendali itu segera menyerap kembali Qi iblis yang tersisa. Sontak Luo Jian tubuhnya terasa lemas dan jatuh berlutut pada cengkeraman pedangnya.


Helaaan nafas panjang, dan hal yang pertama ia bereaksi adalah terkejut. Karena saat ini kelompok Pedang Gurun sedang menatapnya dengan tatapan penuh rasa ketakutan. Hingga ada yang membasahi celana mereka sendiri.


"Sepertinya Qi Iblis milik Lin Yue sangat kuat, hingga aku sendiri seperti sadar tidak sadar melakukan hal ini semuanya."

__ADS_1


Swuuuuush!


Shui Long muncul disamping Luo Jian dengan tubuh yang sedikit takut.


"Saudara Jian ka-kau sungguh mengerikan!" Ucap Shui Long jujur.


Luo Jian hanya mengangguk, kini ia tidak tahu harus berkata apa lagi kecuali menyesali perbuatan dirinya yang meminjam Qi iblis milik Lin Yue.


"Longer sudahlah, aku ingin memulihkan kekuatan ku, ucapkan pada Senior Ling Huan Kerajaan Ming akan diapakan terserahnya saja, karena setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan," ucap Luo Jian duduk bermeditasi.


Sedangkan Shui Long hanya mengangguk dan segera menghampiri Ling Huan serta Ling Yuan menyampaikan pesan yang diminta oleh Luo Jian.


"Sampaikan pesan pada tuan muda Jian, terimakasih telah membantu kelompok kami, jika memerlukan bantuan, ia dapat mengunjungi Kerajaan Ming ini," ucap Ling Huan.


"Baik senior," ucap Shui Long.


Setelah menyampaikan, Ling Yuan dan Ling Huan akhirnya memutuskan untuk merebut tahta Kerajaan Ming. Tentu hal itu adalah rencana Ling Huan, karena Ling Huan tidak ingin melihat Ming Zhao bertindak semena mena. Dan untuk membunuh Ming Zhao, mungkin adiknya dapat membunuh Ming Zhao dengan mudah. Karena itu ia tetap melanjutkan rencananya.


Pasukan kelompok Pedang Gurun berhasil memasuki Kerajaan Ming dan tentunya hanya hitungan menit, tahta Ming Zhao berhasil dilengserkan.


Lima belas menit berlalu, Luo Jian yang sedang mempertahankan kesadaran Dewanya akhirnya membuka matanya dengan wajah yang cerah. Disampingnya terlihat Shui Long yang berjaga jaga.


"Longer aku baik baik saja," balas Luo Jian.


Swuuuuush!


Pedang hitam hilang tertelan kehampaan, setelah itu Luo Jian menanyakan kabar pasukan Pedang Gurun. Dan tentunya Shui Long dapat menjawab dengan baik.


"Baiklah jika begitu, lebih baik kita segera menuju Lembah Hantu," ucap Luo Jian yang disetujui oleh Shui Long.


Pada malam menjelang pagi itu, akhirnya keduanya menggunakan ilmu meringankan tubuh melewati hutan belantara didepannya. Tidak adanya hewan iblis, dan buas membuat perjalanan mereka santai hingga pagi hari sampai di gunung Shu.


"Saudara Jian aku lelah bolehkah kita beristirahat?" Tanya Shui Long.


"Tentu," balas singkat Luo Jian kemudian menatap sekitarnya.

__ADS_1


"Disini saja sepertinya aman," ucap Luo Jian kemudian duduk bersila mengubah energi langit dan bumi menjadi tenaga dalam.


Satu jam beristirahat, akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan. Ditengah perjalanan dibawah kaki gunung Shu.


"Saudara setelah melewati gunung ini, kita akan melewati danau besar yang bernama Danau Ping. Setelah itu kita akan melewati beberapa kota lainnya dan tiba di Lembah Hantu." Ucap Shui Long membuka percakapan.


Luo Jian mengangguk, dan kemudian mempercepat langkah meringankan tubuhnya diikuti oleh Shui Long dan Lin Yue. Lin Yue yang tidak diajak ngobrol sama sekali oleh Luo Jian membuatnya merasa bosan. Karena itu ide tengilnya muncul.


Swuuuuuush! Dhuuuuuuaar!


Seuliet energi Qi kecil melesat kearah pohon didepan Shui Long. Yang menyebabkan pohon tersebut roboh dan hampir mengenai Shui Long. Namun dengan cepat, Luo Jian menahan dengan tenaga dalamnya dan melototi Lin Yue yang kini diam dan bersiul diatas dahan pohon.


"Lin Yue apakah kau ingin membunuh Shui Long!" Bentak dipikiran Lin Yue.


Sedangkan Shui Long langsung mewaspadai area sekitarnya, karena takut adanya bandit gunung yang memang tersebar di wilayah Kekaisaran Lin.


"Saudara sepertinya ada bandit gunung," ucap Shui Long bertambah waspada.


Sedangkan Luo Jian terdiam, dia tidak memiliki alasan kuat kecuali hanya menyetujui ucapan Shui Long.


"Sepertinya begitu, lebih baik kita segera lanjutkan perjalanan," ucap Luo Jian membuang pohon yang tumbang kesebelahnya.


Shui Long mengangguk, dan ia kembali melanjutkan perjalanan bersama Luo Jian. Namun karena melihat Shui Long yang sangat waspada dan kepalanya yang tidak melihat kesatu arah selalu berpindah pindah. Membuat Luo Jian sedikit menahan tawanya.


"Saudara Jian apakah ada yang lucu," ucap Shui Long heran.


"Hehehe tidak tidak," ucap Luo Jian kembali melanjutkan perjalanannya.


Enam jam perjalanan tidak menemukan hal yang membuat mereka menghentikan perjalanan, akhirnya mereka tiba di danau Ping sesuai tebakan Shui Long.


Hal pertama yang di dapatkan oleh Luo Jian adalah hawa yang nyaman, namun terasa mematikan jika ia rasakan semakin dalam dari air yang ada didepannya.


"Sepertinya danau ini bukan danau yang biasa," ucap Luo Jian dalam hati yang disetujui oleh Lin Yue.


Swuuuuush! Swuuuuush!

__ADS_1


Tiba tiba muncul dua sosok pria paruh baya menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka menyapa Luo Jian dan Shui Long dengan ramah.


"Tuan tuan, apakah anda ingin menyewa kapal milik kami?"


__ADS_2