Kaisar Langit

Kaisar Langit
Suasana Tegang didalam markas Pedang Gurun


__ADS_3

Setelah keluar dari Kerajaan, Luo Jian tubuhnya terasa lemas karena efek perlawanan kekuatan Dewa yang telah melewah melawan Qi iblis pinjaman Lin Yue. Melihat itu, Lin Yue segera menyerap kembali pinjaman energi Qinya.


"Saudara apakah kita akan tetap melanjutkan perjalanan?" Tanya Shui Long yang merasa gentar dengan hutan didepannya.


"Tidak, kita akan beristirahat disini," ucap Luo Jian kemudian menyuruh Shui Long untuk berjaga sejenak.


Kemudian Luo Jian duduk memulihkan kekuatan jiwa kesadaran Dewanya yang telah melemah menggunakan kekuatan langit dan bumi di sekitarnya.


Satu jam berlalu, Luo Jian merasakan banyaknya aura yang mendekat kearahnya, yang membuat Shui Long sedang berjaga merinding dibuatnya.


"Longer tenanglah, mereka bukan lawan kita," ucap Luo Jian yang membuat Shui Long merasa tenang.


Swuuuuush! Swuuuuush!


Sepuluh pria yang salah satunya menggunakan tombak besar dengan mata tajam mengepung mereka.


"Siapa kalian!" Bentak keras pria tersebut.


Luo Jian menyelidik melihat jubah yang mereka kenakan.


"Kami hanya murid biasa yang sedang melakukan pengembangan diri senior," ucap santai Luo Jian.


"Token," hanya itu saja yang dikatakan, namun memberikan tatapan tajam kearah Luo Jian.


Luo Jian mengeluarkan token emas sekte Naga Langit. Seketika pria tersebut merubah wajahnya menjadi ramah.


"Maaf junior, saya tidak mengenal anda. Maka kalian cepatlah pergi dari sini, karena kelompok kami akan melakukan peperangan dengan Kerajaan baj*ngan ini!" Ucapnya dengan nada kesal kearah Kerajaan Ming.


Luo Jian menangkupkan tangannya dan mengangguk sebagai tanda hormatnya.


"Terimakasih senior, namun yang harus kalian waspadai ada salah satu sekte aliran hitam yang membantu mereka. Kekuatan merekapun bukanlah sesuatu yang mudah untuk dihadapi," ucap Luo Jian setelah itu ia dan Shui Long meninggalkan pria tersebut.


Sepuluh pria tersebut menyipitkan matanya, dan setelah itu sadar dari ancaman Luo Jian.


"Kalian cepat kejar tuan muda itu, karena kita membutuhkan informasi darinya. Setelah itu bawa mereka kearah kemah utama markas kita," ucapnya memerintah.


"Baik komandan!" Ucap sembilan orang yang merupakan bawahan kelompok tersebut.


Disisi lain, Luo Jian tiba tiba memikirkan pertiakaian dua kelompok tersebut. Namun ia sadar disetiap sudut hutan terdapat banyaknya kelompok yang sama sedang bersembunyi dengan baik dibalik pohon.

__ADS_1


"Saudara Jian mereka..." Ucap Shui Long merasakan sembilan orang yang tadi mengejar mereka.


"Biarkan saja, aku rasa mereka orang yang baik." Ucap Luo Jian tenang sambil melompat kedahan satu kedahan pohon lainnya diikuti oleh Shui Long dan Lin Yue.


Swuuuuush! Swuuuush!


Sembilan orang tersebut akhirnya berhasil mengejar Luo Jian yang membuat Shui Long sedikit merasa canggung.


"Senior apa ada hal yang ingin anda bicarakan?" Tanya Luo Jian tenang.


Salah satu pria mengangguk dan tersenyum ramah.


"Benar Junioor, ada baiknya Junior mengikuti kami terlebih dahulu." Ucapnya ramah.


Luo Jian mengangguk, dan hendak mengikuti sembilan pria tersebut. Namun ia segera dihentikan oleh Shui Long.


"Longer tenanglah, aku benar benar merasa mereka orang yang baik," ucap telepati Luo Jian.


Shui Long menghela napas panjang dibuatnya. Akhirnya keduanya kini mengikuti ilmu meringankan tubuh kesembilan pria tersebut kearah markas sementara pasukan Pedang Gurun.


Lima belas menit mendalami hutan yang mereka lewati. Terlihat ribuan pasukan yang sedang berjaga diluar banyaknya kemah yang berdiri. Luo Jian hanya mengangguk, tidak menyangka perang akan benar benar terjadi. Bahkan dari segi kesiapan jelas kelompok ini memenangkan pertempuran.


Luo Jian kembali mengikuti mereka dengan tenang.


"Sepertinya mereka ingin meminta informasi dariku," gumam Luo Jian terus mengikuti mereka.


Hingga berada tepat didepan tenda terbesar yang ada disekitarnya.


"Tuan silahkan masuk," ucap mereka ramah.


Luo Jian dan Shui Long mengangguk, setelah itu ia memasuki tenda. Terlihat puluhan pria, yang dipimpin oleh kakek tua berjubah putih dengan janggut putihnya menatap kedatangan mereka berdua dengan ramah.


"Tuan muda, silahkan masuk." Ucap ramah kakek tua yang bernama Ling Huan.


"Terimakasih senior," ucap Luo Jian sambil menangkupkan tinjunya sebagai tanda hormat.


Tak lama, pelayan wanita mendekat kearah mereka dan menunjukan tempat duduk dengan satu meja yang kosong.


"Terimakasih," ucap Luo Jian duduk dengan tenang dan kemudian menatap kearah kakek tua yang bernama Ling Huan dengan wajah herannya.

__ADS_1


"Tuan muda kau pasti heran kenapa kau kami undang kemari bukan?"


Luo Jian mengangguk.


"Tuan muda mengatakan, bahwa Kerajaan Ming berkolusi dengan sekte aliran hitam, apakah itu benar? Dan bagai mana tuan muda mengetahuinya, karena tentu hal itu bersifat rahasia mereka bukan?" Tanya Ling Huan.


"Senior, aku telah menyinggung mereka didalam Kerajaan, bahkan membunuh salah satunya," ucap Luo Jian hormat, ia tahu semua didalam tenda adalah orang yang baik, sehingga ia menceritakan kejadiannya kenapa kembali melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan mereka.


Salah satu petinggi kelompok masih tidak percaya dengan ucapan bocah yang ia kira hanya omong kosong saja.


"Bocah kau jangan bercanda, kamu menyinggung dan membunuh tetua sekte Elang Darah? Dengan aura tanpa Kultivasi mu itu? Semua orang juga tahu ceritamu hanyalah dongeng belaka!" Ucap tidak percaya Ling Yuan.


"Benar kata tetua Ling Yuan!" Timpal lainnya.


Luo Jian hanya tersenyum menanggapinya. Berbeda dengan Ling Huan yang berbeda pendapat dengan bawahannya.


"Jika senior tidak percaya juga itu bukan masalahku, aku kesini juga karena kalian yang telah mengajakku," ucap Luo Jian menahan kekesalannya.


"Hahaha! Bocah kau sungguh berbakat mendongeng, jadi aku ingin tahu siapa namamu itu," ucapnya sambil tertawa.


"Senior tidak tahu mengenal namaku," ucap Luo Jian acuh tak acuh yang membuat Ling Yuan naik pitam.


"Kau... Sudah mendongeng yang tak benar, apakah kau tahu siapa kami!" Ucapnya tegas.


"Siapa kalian aku tidak memperdulikannya, aku kemari hanya memberikan informasi yang kalian minta, jadi jangan kurang ajar terhadap tamu! Tamu adalah raja!" Ucap Luo Jian yang juga kesal.


Luo Jian berdiri diikuti Shui Long yang lagi dan lagi wajahnya memucat. Setelah itu Luo Jian keluar dari tenda besar namun segera dihentikan oleh Ling Yuan.


"Sudah mendongeng yang membuat kita was was masih ingin pergi dari sini begitu saja!" Ucapnya kesal dan membuat perisai menutup pintu tenda.


Luo Jian membalikan tubuhnya dan menatap kesal kearah Ling Yuan.


"Aku menghormati kalian, tapi kalian tidak menghormati balik kepadaku, apakah ini pantas...," Ucap Luo Jian dingin.


"Kau ingin mengancamku bocah? Kau itu tidak memiliki Kultivasi jadi jika mampu keluar dari tekanan auraku, kau bisa pergi dari markas kami!"


"Ling..." Ling Huan ingin melerai namun Ling Yun yang masih tidak percaya ucapan Luo Jian.


"Ketua, dia sudah menakuti kita dengan dongeng yang tidak benar, untuk apa memberinya ampun! Lebih baik kita memberinya pelajaran!" Ucap Ling Yuan semakin menjadi jadi.

__ADS_1


"Kau ingin memberikan pelajaran padaku? Baiklah aku terima tantanganmu itu," ucap Luo Jian menatap tajam Ling Yuan.


__ADS_2