
assalamualaikum kalian...bukan extra part tapi sekedar pengumuman.
Kak Mel ada novel baru lagi nih judul 'Janda Daster Bolong' yang sudah mampir terima kasih, yang belum, ayo mampir. Sama Anisa Sang Pendosa yang belum mampir yuk mampir, anggaplah novel Anisa sang Pendosa sebagai Extra part KARENA USTADZ AKU CACAT 🤭nanti aku datangkan mereka lagi di novel itu. 🥰
cuplikan Janda Daster
Nur mendekat ke ruangan yang penuh dengan suara aneh, bulu kuduknya sampai berdiri mendengar itu. Tangannya membuka dengan hati-hati gagang pintu. Mata Nur menatap lekat apa yang dia lihat. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Langit seakan runtuh menindihnya. Napas Nur tersengal tidak teratur dan mulutnya tetap menganga menyaksikan kejadian yang sangat tidak dia sangka.
"Bang Raditya!" teriak Nur melangkah cepat ke arah 2 insan yang sedang memadu cinta di atas ranjang tidurnya.
Nur langsung menyeret paksa wanita yang sedang nangkring di atas tubuh suaminya hingga wanita itu tersungkur ke lantai. Mereka sama-sama polos tanpa sehelai benang.
__ADS_1
Raditya juga sangat terkejut dengan kedatangan Nur karena dia izin ke rumah orang tuanya untuk menginap di sana selama 3 hari. Siang ini, baru 2 hari tapi Nur tiba-tiba pulang ke rumah.
"Nur tidak nyangka! Abang setega ini!" kesal Nur memukul suaminya dengan sandal jepit yang dia pakai.
"Aku bisa jelasin Nur!" ujar Raditya, menahan timpukan Nur dengan tangannya. Namun, tangan Nur tidak berhenti tetap memukul bahu sang suami.
Wanita murahan itu tersenyum sinis sambil memungut bajunya yang berserakan di lantai. Satu persatu dia lekatkan di tubuhnya. Dia melangkah ke sofa kamar dan dengan santainya dia duduk di sofa itu, menyaksikan pertunjukan suami istri yang sedang beradu mulut dan fisik.
Raditya diam. "Aku..., Aku hanya_"
"Hanya masukin si entu ke lobang neraka!" cekat Nur dengan geram, menatap ke arah pusaka milik suami yang cepat-cepat Raditya tutup dengan selimut.
__ADS_1
"Kita bicarakan nanti," bujuk Raditya turun dari ranjang dengan selimut yang menutup tubuhnya. Dia mendekat ke arah Nur tapi Nur memundurkan tubuhnya merasa tidak sudi dipegang suaminya.
"Kagak perlu! Kita kagak perlu bicarakan ape-ape lagi! Nur kagak pengen dengar penjelasan apapun dari Abang!" geram Nur kemudian melangkah keluar dari kamar. Namun, sebelum keluar dari kamarnya, dia menatap wanita yang masih tersenyum menatap langkah Nur.
"Kite sama-sama wanita! Siap-siap lu terima karma karena perbuatan lu!" ancam Nur.
Wanita itu melebarkan senyumnya lalu tertawa kekeh hingga mulutnya terbuka lebar.
"Makan tuh sandal!" kesal Nur langsung menyumpal sandal jepitnya ke mulut wanita itu.
Wanita itu langsung menarik sandal dari mulutnya, wajahnya terlihat sangat kesal.
__ADS_1
"Hei! Wanita gembrot! Wanita yang tidak ada menariknya-menariknya! Makanya ngaca tuh body kamu yang kayak drum minyak curah!" teriak wanita itu, tubuhnya yang akan keluar hendak mengejar Nur ditarik Raditya.