
Seperti yang di katakan Arya tadi siang kalau dirinya akan pulang telat lagi karna 'lembur'. Meski Kinara tau maksud yang sebenarnya dari lembur yang di maksud suaminya tapi Kinara tidak bisa mencegah hal itu apalagi kalau melabrak mereka, bisa bisa suami dan selingkuhannya itu malah makin terang terangan pacaran. Terus bagaimana dengan putrinya kalau begitu.
Terus memikirkan hal itu hanya membuat hati dan pikiran Kinara lelah.
Kinara merebahkan dirinya di ranjang dan menatap langit langit kamarnya. Sesungguhnya Kinara ingin mengadu, menceritakan masalahnya pada seseorang agar setidaknya hatinya sedikit lega tapi, Kinara tidak bisa menceritakan masalah ini pada siapapun. Kinara tidak punya teman yang bisa di ajak bicara, apalagi pada keluarganya. Kinara tidak ingin membebani keluarganya.
********
Pagi harinya Kinara m lakukan rutinitas paginya seperti biasa, tapi ada sedikit perubahan pagi ini. Kinara yang biasanya tidak pernah makeup saat pagi seperti saat ini kini dia memoles wajahnya dengan make up tipis agar dirinya terlihat cantik setiap suaminya melihatnya.
Kinara kembali masuk ke dalam kamarnya setelah membuat sarapan dan membantu putrinya bersiap. Kini gantian dia harus membantu suaminya bersiap ke kantor.
Terlihat Arya sedang mengancingkan lengan kemejanya saat Kinara masuk ke dalam kamar.
"Sini aku bantuin mas ngancingin nya"
Arya yang tadi sibuk dengan kancingnya lalu menoleh pada Kinara yang baru masuk itu. Arya terus memandangi istrinya yang tengah membantunya bersiap, mulai dari mengancingkan kemejanya sampai memakaikan dasi. Arya menatap istrinya tanpa berkedip sangking terpesonanya.
Istrinya ini tidak biasanya tampil cantik seperti ini. Dan kalau dilihat lihat juga istrinya ini semakin cantik saja setelah merubah penampilannya dari kemarin.
"Udah selesai mas, yuk kita turun Feli pasti udah nunggu kita di meja makan" ucapan Kinara sontak membuat Arya tersadar dari lamunannya.
Kinara baru akan berbalik tapi tangannya sudah di tahan oleh Arya. dan reflek Kinara langsung menoleh pada suaminya.
"Ada apa mas?" tanya Kinara saat Arya mencekal tangannya.
Sebelum menjawab Arya tersenyum lalu mengusap pipi Kinara.
"Tumben kamu udah dandan pagi pagi? biasa nggak pernah"
__ADS_1
"Ya aku pengen aja mas, emang nggak boleh ya"
"Bukan nggak boleh sih tapi tumben aja" ucap Arya.
"Tapi kamu cantik kok. Tambah cantik malah dengan penampilan kamu yang sekarang" lanjutnya lagi.
"Bagus deh mas kalau kamu suka, aku jadi seneng. Nggak sia sia aku ngerubah penampilan ku kemarin" sahut Kinara tersenyum karena usahanya merubah penampilan mendapat pujian dari suaminya.
Melihat Kinara tersenyum Arya jadi merasa terhipnotis dan reflek memajukan wajahnya ingin menc*um Kinara. Kinara yang melihat Arya memajukan wajahnya seperti akan menc*um dirinya pun jadi bingung sendiri. Jujur kinara belum siap untuk menerima c*uman suaminya karena dia masih terbayang bayang kalau b*b*r itu saat bercumbu dengan selingkuhannya beberapa waktu lalu.
Tapi menolak juga sepertinya dia tidak bisa karena suaminya nanti malah curiga padanya. Jadi dengan agak enggan Kinara bersiap menerima c*uman dari Arya.
Tapi belum juga kedua b*bir itu bertemu, sebuah suara dari belakang mengejutkan mereka berdua.
"Mami, Papi" panggil Feli.
Seketika Kinara merasa lega mendengar putrinya memanggil mereka dari belakang. 'Terima kasih sayang kamu udah nolong Mami' ucap Kinara dalam hati.
"Ada apa sayang?" tanya Kinara begitu di depan putrinya.
"Mami sama Papi kok lama banget sih? Feli udah nunggu dari tadi di meja makan" Rajuk Feli.
"Iya ini Mami sama Papi udah mau turun, tapi keduluan Feli dateng ke sini" ujar Kinara.
"Iya sayang, ini Papi sama Mami udah mau turun tadinya. Yuk sekarang kita turun sarapan" ajak Arya. Lalu mereka pun turun ke lantai bawah bersama sama.
Mereka sarapan dengan tenang. Dan setelah selesai mereka berjalan ke luar dan berpamitan pada Kinara sebelum berangkat.
"Hati hati ya mas, Feli juga jangan nakal nanti di sekolah, belajar yang pinter ok!"
__ADS_1
"Ok Mi"
"Iya sayang" sahut mereka bersamaan.
Dan saat Kinara menc*um punggung tangan Arya, tanpa di sangka Kinara Arya mengecup keningnya lagi setelah beberapa bulan tidak pernah melakukan kebiasaan itu lagi.
Kinara terpaku sejenak saat keningnya ci cium lembut oleh sang suami. Sungguh Kinara merasa specles sangking kagetnya.
"Aku berangkat" ucap Arya setelah mengecup kening Kinara.
Kinara sendiri seperti orang bodoh yang hanya bisa mengangguk saja. Otaknya masih loading saat ini sangking terkejutnya.
Rupanya usahanya sedikit demi sedikit telah membuahkan hasil. Kinara yakin suatu saat suaminya pasti akan kembali.
Kinara memasuki rumah dengan suasana hati yang baik setelah mendapatkan kemajuan barusan.
Dia baru akan membersihkan peralatan makanannya tapi suara ponsel menghentikan aktivitasnya dan dilihatnya siapa yang menelfon nya pagi pagi.
"Melisa, ngapain dia pagi pagi telfon" gumam Kinara begitu melihat nama kontak. Tanpa menunggu lama Kinara segera mengangkat panggilan itu.
📞"Hallo"
📞"Hallo Kinar, kamu sibuk nggak hari ini? kalau nggak sibuk gimana kalau kita ke kafe aja, aku masih kangen sama kamu, kemarin kan kita nggak bisa ngobrol bayak"
📞"Aku sih nggak ngapa-ngapain hari ini, cuma mungkin agak siangan aku jemput anakku ke sekolah"
📞"Jadi bisa donk kita ketemu"
📞"Iya bisa nanti kamu shareloc aja tempatnya, aku pasti dateng"
__ADS_1
📞"Ok deh kalau gitu sampai jumpa nanti Kinar bye"
📞"Sampai jumpa nanti bye"