
Pagi ini Arya maupun Kinara masih perang dingin. Mereka tetap makan di meja makan bersama, tapi tak ada satupun dari mereka yang berbicara atau hanya menegur sapa.
Bahkan Feli yang masih kecil bisa ikut merasakan ada yang tidak baik terjadi di antara orang tuanya. Feli ingin bertanya, tapi dia takut kalau malah akan di marahi oleh mami dan Papinya, meski Feli terbilang hampir tidak pernah di marahi orang tuanya. Sebenarnya bukan di marahi, tapi lebih tepatnya di nasehati.
Setelah sarapan, Kinara langsung pergi ke kafe bersama Feli sedangkan Arya pergi menuju acaranya sendiri. Mereka benar benar berperan dingin sejak semalam.
Arya sendiri merasa langkahnya semakin berat dan bahkan berniat untuk tak datang ke pernikahannya sendiri dan berniat menyusul Kinara, tapi Arya sadar kalau tindakan itu malah akan semakin memperburuk keadaan. Lari dari tanggung jawab tidak akan menyelesaikan masalah malah akan membawa masalah baru. Meski bertanggung jawab pun tak sepenuhnya benar disini.
**********
Kinara sampai di kafe saat Melisa dan suaminya sudah lebih dulu sampai. Kinara juga melihat ada Abian yang ikut datang ke acara pembukaan ini. Dalam hati Kinara sungguh berterimakasih pada pria itu karena sudah banyak membantu. Kinara mendekatt dan menyapa mereka semua.
"Hai maaf ya aku telat" ucap Kinara merasa tidak enak karena datang terlambat.
"Nggak kok kita juga baru datang" ucap Melisa. "Hai Feli, kamu juga mau ikut bantuin Mami ya?" tanyanya pada Feli.
"Iya tante, Feli seneng banget ke sini. Tempatnya bagus banget Tante" jawab Feli eksaited. Abian yang dari tadi menatap Kinara dan Feli sejak mereka datang pun ikut terkesima dengan gadis kecil yang lucu dan cantik itu. Benar benar Kinara versi kecilnya.
__ADS_1
Mereka masuk lalu berbincang sebentar sebelum benar benar memulai pembukaan kafe. Hari ini mereka ingin membagikan makanan menu kafe secara gratis untuk testimoni pelanggan dan besok sampai seminggu kedepan mereka akan memberi diskon lima puluh persen pada para pelanggan. Mereka ingin para pelanggan merasakan beragam menu kafe mereka dan setelah merasakan dan melihat suasana kafe mereka yakin para pengunjung akan ketagihan untuk datang.
Saat mereka berdiskusi ringan keluarga Kinara datang, ada kedua orang tuanya dan juga mertuanya. Sebenarnya bukan hanya keluarga Kinara saja yang hadir. Tapi keluarga Melisa dan suami juga hadir. Mereka semua sana semangatnya mendukung Melisa dan Kinara.
"Kinar, Mama kok nggak lihat Arya sih dari tadi? emangnya dia nggak ikut?" tanya mama Sekar yang penasaran karena tak melihat putranya disana.
"Emm mas Arya nggak bisa dateng Ma, ada meeting dadakan katanya. Tapi nanti setelah selesai mas Arya akan nyusul kesini kok Ma" ucap Kinara berusaha tersenyum agar mertuanya tak tau kalau dia dan sang suami tengah perang dingin.
"Keterlaluan Arya! Bisa bisanya dia lebih pilih kerjaan dari pada istrinya. Awas aja nanti kalau mama ketemu sama dia, mama pasti bakal marahin dia abis abisan mama pecel juga kalau perlu. Masak istrinya lagi pembukaan kafe kayak gini masih bisa bisanya dia nggak nemenin Emang pekerjaan penting apa sih sampai hari Minggu juga kerja. Emang dia nggak tau kalau istri itu juga butuh suport dari suami" mana Sekar langsung mengomel kala tau putranya tidak hadir karena ada pekerjaan.
Papa Agus yang melihat istrinya yang ngomel nggak jelas pun ikut mendekat di susul kedua besannya.
"Gimana mana nggak kesel deh pa, Arya tuh bisa bisanya istrinya lagi pembukaan kafe bukannya di temenin kasih dukungan eh malah sibuk kerja dianya" jawab Mama Sekar kesal.
Papa Agus pun menatap Kinara lalu melirik ke arah besannya. Dia merasa malu karena putranya lebih mementingkan urusan kerjaan ketimbang keluarga.
"Maaf ya Kinar. Papa tau kalau Arya itu keterlaluan, tapi papa harap kamu yang sabar ya nak. Papa janji akan ngomong sama Arya soal ini. Dan untuk pak bagus dan Bu Laras, sama minta maaf ya pak kalau putra saya sudah membuat kalian kecewa" ucap papa Agus menyesalkan putranya yang lebih memilih pekarjaan padahal dia sudah sering bilang pada Arya kalau keluarga harus selalu di dahulukan sebelum hal lain.
__ADS_1
"Kinar nggak apa apa kok pa, lagian mas Arya juga bilang akan segera menyusul kemaren setelah pekerjaannya selesai" ucap Kinara ingin mertuanya tak merasa sungkan.
"Benar pak Agus Bu Sekar. Arya mungkin lagi sibuk sekarang, dan lagi pula dia juga sudah janji kalau akan kemari setelah pekerjaannya selesai" kini giliran mama Laras yang bersuara.
Dia memang sedikit kecewa karena Arya tidak bisa datang di hari penting istrinya, tapi dia juga tidak ingin terlalu menyalakan dan membuat semua jadi rumit.
Dari belakang Melisa tak sengaja mendengar percakapan antara Kinara dan keluarganya. Seketika Melisa tersadar kalau dia belum memberitahukan kepada Kinara tentang pertemuannya dengan pria yang merip dengan suami Kinara. Ntah mengapa, meski suaminya Prabu sudah mengatakan kemungkinan kalau pria itu mungkin hanya mirip, tapi kalau memang bukan Arya, mengapa saat dia bertanya pria itu tidak mau langsung menjawab malah terlihat marah dan pergi begitu saja. Melisa memutuskan akan memberitahu Kinara setelah acara selesai.
**************
Acara berlangsung cukup lancar dan terbilang cukup banyak di hadiri banyak orang. Banyak orang-orang yang mencoba menu menu kafe baru itu dan mereka semua kompak memuji kafe itu. Mulai dari tempatnya yang ciamik dan cocok untuk yang suka foto foto. Sampai menu makanannya yang enak dan mengunggah selera.
Menu desert juga langsung jadi incaran banyak orang. Selain bentuknya yang lucu dan cantik, rasanya juga sangat enak dan pas di lidah. Banyak pengunjung juga mengabadikan suasana kafe dan menu makanan dan langsung di upload di sosmed mereka masing masing.
Semua orang juga ikut senang karena acara berjalan lancar, kini hari sudah menjelang malam dan semua menu makanan yang di siapkan juga sudah ludes oleh para pengunjung. Para keluarga yang tadi ikut datang pun sudah pulang terlebih dulu, pun Feli yang ikut di ajak pulang mama Laras karena takut dia kecapean.
Kini setelah suasana cukup sepi dan hanya tersisa Kinara, Melisa, Prabu dan para karyawan. Melisa pun memberanikan diri untuk bicara pada Kinara. Dia semakin yakin untuk mengatakannya mengingat suami Kinara yang katanya akan menyusul kesini malah tak ada batang hidungnya sampai hari hampir malam.
__ADS_1
"Kinar, emmm gue mau bicara sesuatu ke elo"