Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Syarat Suami


__ADS_3

Kening Arya menyerngit heran. Bagus dari mananya coba, kenapa Sherly malah mengatakan kalau lebih bagus Kinara bekerja. Dan Sherly pun segera menjawab pertanyaan Arya tentang pendapat nya barusan.


"Jadi gini lho mas Arya ku sayang, kalau Kinara kerja, dia kan nggak bisa ngerecokin hubungan kita berdua. Kita bisa lebih bebas berhubungan, nggak kayak sekarang. Baru juga mau pergi bareng eh tau tau istri kamu kesini atau nggak telfon suruh cepet pulang. Aku juga butuh kamu mas, nggak cuma dia aja yang harus kamu perhatikan, tapi aku juga. Kalau Kinara kerja atau bisnis sama temennya kan dia jadi ada kesibukan dan nggak tanya aneh aneh apalagi curiga sama kamu mas, bukannya itu bagus buat kita" ucap Sherly dengan nada manja.


Arya termenung sebentar, dia kembali berfikir tentang pendapat Sherly tadi, memang benar sih kalau dia dan Sherly bisa menikmati waktu lebih banyak seperti dulu lagi. Tanpa takut kalau istrinya curiga padanya. Tapi ntahlah, Arya merasa cukup senang dan bahagia dengan Kinara yang akhir akhir ini berubah lebih manis, manja dan perhatian dari biasanya. Arya belum siap rasanya kalau harus kehilangan momen kebersamaan mereka lagi.


Sherly melihat Arya yang kembali termenung setelah dia mengatakan pendapatnya tentang Kinara pun melihat ekspresi wajah Arya yang sepertinya masih belum sepenuhnya mengijinkan Kinara bekarja pun menggeram dalam hati.


'Kenapa sekarang lebih susah sih di ajak bicara mas Arya' geram Sherly dalam hati.


Sherly pun kembali membuka suaranya. Kini dia melingkarkan kedua tangannya di leher Arya dengan posisi masih sama duduk di pangkuan Arya.


"Kenapa mas Arya diem aja, Jangan bilang kalau mas Arya nggak mau ngabisin banyak waktu sama aku. Mas Arya udah nggak cinta lagi sama aku" Sherly memasang wajah memelas.


Arya pun menghela nafas. Meski enggan tapi yang di katakan Sherly memang ada benarnya. Selama beberapa hari ini dia dan Sherly sedang menjaga jarak agar hubungan mereka tidak tercium oleh Kinara. Tapi Arya pun juga merindukan masa masa bersamanya dengan Sherly. Entah itu hanya sekedar dinner romantis berdua atau jalan jalan ke mall.


Tapi belakangan Kinara yang sering datang ke kantor dan putrinya yang memintanya untuk pulang tepat waktu membuat dia dan Sherly jarang memiliki waktu berdua. Padahal mereka bekerja di gedung yang sama.


"Bukan aku nggak cinta sama kamu Sher, aku hanya nggak mau nanti Kinara jadi lebih memprioritaskan pekerjaan nya dari pada keluarganya. Aku cuma nggak mau itu terjadi" jawab Arya menatap lekat wajah Sherly.

__ADS_1


"Udah kamu nggak perlu menghawatirkan hal belum tentu terjadi. Mending sekarang kita mulai kerja dan nanti siang kita launch di resto favorit aku, oke sayang!" ucap Sherly mengakhiri percakapan menyebalkan ini.


"Iya udah kamu yang rajin kerja nya. Nanti siang kalau Kinara nggak dateng aku pasti bakal bawa kamu launch bareng" ucap Arya sambil mengelus rambut Sherly lembut dan di akhiri dengan mencium kening kekasihnya lembut.


********


Siang itu Arya benar benar mengajak Sherly launch karena istrinya tidak terlihat kedatangannya.


Memang Kinara tidak setiap hari datang ke kantor dan mengantar makanan siang untuk suaminya, dan saat kau Kinara tidak ada biasanya Arya dan Sherly akan pergi berdua seperti yang terjadi siang ini.


Sedang Kinara saat ini tengah bertamu dengan Melisa di kafe tempat mereka janjian tadi pagi.


"Hai Kinar" Mereka cipika cipiki "Hai ini pasti Feli ya, aduh gemes banget sih cantik kamu nak kayak ibunya" Melisa pun mencubit pelan pipi Feli karena gemas.


"Ya udah duduk malah berdiri aja" Ajak Melisa.


"Makasih tante"


"Iya Mel" ucap kinara dan Feli bersamaan.

__ADS_1


Kemudian Melisa memanggil pelayan untuk memesan makanan siang untuk mereka bertiga. Tak lupa pula memesan beberapa cemilan.


Sambil menunggu makanan datang Kinara dan Melisa pun memulai obrolan mereka tentang rencana bisnis mereka.


"Jadi gini Mel, semalam mas Arya udah ngijinin gue buat join kerja sama bisnis sama elo. Tapi mas Arya punya beberapa syarat yang harus gue lakukan kalau gue mau bisnis sama elo" ucap Kinara memulai percakapan.


"Emang suami elo ngajuin syarat apa Kinar?" tanya Melisa.


"Suami gue bilang kalau meskipun gue nantinya kerja, tapi gue harus lebih mengutamakan kepentingan keluarga. Gue nggak boleh terlalu sibuk dengan urusan kerjaan dan meninggalkan kewajiban gue sebagai seorang istri dan ibu. Terus mas Arya juga minta supaya gue bisa pulang ke rumah sebelum mas Arya pulang kantor. Gue sih setuju sama idenya mas Arya karena gue sadar kalau gue bukan lagi perempuan lajang yang bisa seenaknya pergi atau kerja gitu aja. Gue juga punya tanggung jawab dan pekerjaan lain di rumah. Kalau elo nggak keberatan sama syarat dari suami gue, gue bakal setuju buat buka kafe sama elo" ujar Kinara mengungkapkan syara dan permintaan suaminya.


Melisa pun mencerna ucapan Kinara tadi. Memang benar kalau sahabatnya itu seorang ibu dan istri. Dia sendiri juga seorang istri jadi dia mengerti kalau meskipun bekerja tapi keluarga pun harus tetap di utamakan.


"Gue sih nggak keberatan Kinar, kan nantinya juga kita akan ada karyawan bukan kita yang ngurus semua sendiri. Gue juga nggak bisa ke tempat itu nanti dari buka sampai tutup. Nanti gue yang akan ngatur manajemen dan promosi dan elo yang ngurus bagian dapurnya. Sesuai dengan kemampuan kita masing masing. Nanti setelah ini gue bakal ngajak elo ke ruko milik suami gue yang lagi nggak terpakai karena penyewa yang sebelumnya udah pindah. Kita lihat lihat dulu tempatnya lalu abis itu kita bahas disain dan tema yang cocok buat kafe kita disana ok! Sekarang kita makan dulu biar enak nanti ngomongnya lagi. Kan nggak enak ngobrol kalau laper he he"


Melisa menyetujui syarat dan permintaan itu membuat Kinara bernafas lega. Mungkin kalau Melisa menolaknya Kinara terpaksa harus membatalkan niatnya untuk berbisnis bersama.


Mereka pun makan di selingi dengan obrolan ringan dan Melisa juga sering menggodanya si lucu Feli yang terlihat menggemaskan menurutnya. Dia pun ingin segera di karuniai seorang anak dalam rumah tangganya mengingat sudah hampir satu tahun dia dan suaminya menikah.


Untungnya dari pihak keluarga dan suami tidak ada yang mempertanyakan hal itu membuat Melisa tidak terlalu terbebani akan hal itu. Menurut keluarganya anak adalah titipan dari yang maha kuasa. Mungkin memang belum saatnya, Melisa percaya kalau segala yang baik akan datang pada waktu yang tepat.

__ADS_1


Tapi melihat Feli yang lucu, cantik dan menggemaskan tak ayal membuat Melisa pun berharap agar segera di beri kepercayaan itu dari Allah.


__ADS_2