Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
KEJUTAN


__ADS_3

Dua bulan tak terasa sudah berlalu setelah putusan hakim yang menyatakan bahwa Kinara dan Arya resmi bercerai. Kini kinara benar benar menikmati hari harinya sebagai janda.


Meski terkadang ada saja gunjingan dari tetangga yang selalu berfikir kalau janda itu identik dengan hal negatif. Tapi Kinara sama sekali tak menanggapi omongan orang orang yang menurutnya tak punya kerjaan itu. Baginya itu semua hanya angin lalu yang tak penting untuk di ladenin.


Pukul setengah dua belas malam saat Kinara tengah tertidur lelap, tiba tiba ponselnya berdering pertanda ada panggilan masuk. Kinara awalnya mengabaikan dering ponselnya karena merasa sangat mengantuk dan kelelahan juga karena hari ini weekend jadi kafe lebih ramai dari biasanya.


Tapi karena ponselnya tak mau berhenti berdering dari tadi mau tak mau Kinara pun dengan mata terpejam mengambil ponselnya di nakas dan menganggapnya tanpa melihat siapa yang menelfon nya terlebih dulu.


📞"Hallo" ucap Kinara dengan nada serak khas bangun tidur.


📞"Halo Kinara, syukurlah akhirnya kamu angkat panggilan dari ku, ada hal gawat kinara" suara terdengar panik dari sebrang sana.


Sontak hal itu membuat Kinara yang tadinya masih m ngantuk segera membuka lebar matanya dan melihat siapa yang menelfonnya.


"Melisa, ada apa dengan nya" ucap Kinara lirih.


📞"Hallo Mel, kamu kenapa Mel. Apanya yang gawat Mel?" ucap Kinara ikut panik.


📞"Kinara, aku, aku nggak bisa ngomong lewat telfon Kinara. Tolong kamu segera ke kafe sekarang juga Kinara! Ini sangat penting Kinara" ucap Melisa makin membuat Kinara panik dan khawatir.


📞"Baiklah, aku akan kesana sekarang juga! Kamu tunggu sebentar ya"


📞"Iya Kinar, cepat lah ohya hati hati dijalan"


📞"Baiklah. Aku tutup dulu telfonnya"


Setelah panggilan itu terputus, Kinara segera mengambil cardingan nya lalu segera pergi ke kafe menggunakan motornya.


Kinara bahkan tak sempat berpamitan pada keluarganya karena terburu-buru. Untungnya jalanan sudah sepi karena ini sudah hampir tengah malam. Jadi tidak ada drama terjebak macet segala.


Kinara sampai di kafe pukul 12 tepat. Kinara melihat kafenya terlihat sepi dan gelap dari luar. Kinara menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat dimana Melisa. Tapi dia tak melihat keberadaan Melisa, bahkan mobilnya pun tak ada di sini. Semua terlihat sangat sepi dan lengang.


Kinara mengambil ponselnya di saku lalu menelfon nomer Melisa untuk menanyakan dimana dia sekarang.


📞" Hallo Mel, kamu dimana sekarang! Aku sudah sampai di depan kafe, tapi tak ada orang sana sekali. Kafe juga terlihat sepi" ucap Kinara langsung bertanya pada Melisa.


📞"Aku ada di dalam kafe. Kamu segeralah masuk!" Tut Tut.... Setelah mengucapkan itu Melisa langsung menutup sambungan telfonnya.


"Oh astaga, kenapa langsung dimatikan! Melisa ada apa dengan mu?" dengan perasaan khawatir Kinara langsung membuka pintu kafe dan ternyata pintu itu tak terkunci saat dia mendongnya.

__ADS_1


"Mel, Melisa!" panggil Kinara sambil berjalan masuk. Kinara mencari ponselnya di saku untuk menghidupkan senter dari ponselnya. Tapi belum juga Kinara menghidupkan senter di ponselnya, tiba tiba lampu menyala dan ruangan yang tadinya gelap kini menjadi terang benderang.


"KEJUTAN...... SELAMAT ULANG TAHUN........" teriak orang orang saat lampu menyala.


Kinara menutup mulutnya tak percaya, Di sana ada Mama Laras, Papa Bagus, ada Feli, Abian, Melisa, Prabu dan ada seorang wanita paruh baya yang tak Kinara kenal. Ada pula para karyawan kafenya yang ikut memberi kejutan untuknya.


Kinara bahkan tak kuasa meneteskan air mata karena merasa terharu. Dia tak menyangka akan mendapatkan kejutan dari semua orang terdekatnya.


Kinara masih berdiri di tempatnya dengan masih tak percaya. Lalu Abian mendekat dan mengajak Kinara mendekati semua orang.


"Kalian, aku nggak nyangka bakal dapet kejutan seperti ini hiks, dan kamu Mel, jahat banget sih kamu. Aku pikir ada apa tadi hiks, aku udah panik banget tau!" ucap kinara sambil menangis bahagia.


Sungguh Kinara sudah sangat cemas tadi, tapi untungnya tak ada hal yang harus dia khawatirkan. Malah dia mendapat kejutan indah ini.


"Maaf ya udah buat elo khawatir. Tapi kejutannya sukses kan?" ucap Melisa tanpa rasa bersalah dan menaik turunkan alisnya.


"Ish" Kinara memukul pelan bahu Melisa.


"Selamat ulang tahun ya" ucap Melisa lalu mereka berpelukan. Lalu Kinara mengurai pelukan itu dan menatap ke arah orang tuanya dan Feli.


"Kalian juga ikut ngerjain Kinar" ucap Kinara pura pura merajuk.


"Makasih ma, pa, selama ini udah selalu ada untuk Kinar" ucap Kinara di sela tangisnya.


"Tentu saja sayang. Kami akan selalu ada untukmu. Kamu selamanya adalah putri kesayangan kami" ucap papa Bagus.


"Mami nggak mau peluk Feli" tiba tiba Feli bersuara setelah cukup lama dia melihat Maminya memeluk Oma dan opa nya.


"Tentu saja sayang" Kinara berjongkok lalu menggendong Feli lalu menciumi wajah putrinya berkali-kali. "Kenapa Feli masih belum tidur hm" ucap Kinara pada Feli.


"Ha ha ha ha geli Mami. Feli kan mau kasih mami kejutan. Jadi Feli belum tidur" jawab Feli sambil tertawa karena merasa geli di cuimi Maminya.


"Ehmmm" Abian berdehem karena sedari tadi dia dicueki Kinara.


"Abian"


"Bisakah kita lanjutkan adegan pelukannya nanti dulu, lihatlah lilinnya sudah hampir meleleh semua. Setidaknya kau harus tiup lilinnya dulu" ucap Abian sambil menunjukkan kue yang ada di tangannya.


Kinara dan semua orang disana tertawa bersama lalu Kinara memejamkan matanya sebentar setelah itu dia meniup lilinnya.

__ADS_1


"Terima kasih Abian" ucap Kinara tersenyum tulus pada Abian.


Abian meletakkan kue ulangtahun itu lalu dua mengambil sesuatu dari kantong celananya, lalu dia berlutut di depan Kinara sambil membuka kotak kecil yang berisi cincin berlian yang sangat cantik.


"Kinara, di hadapan orang tuamu dan mamaku serta semua orang yang ada di sini. Aku meminta dengan setulus hatiku, maukah kamu menjadi istriku?" ucap Abian tersenyum sambil berlutut.


Kinara merasa terkejut untuk yang kedua kalinya malam ini. Kinara memang tau kalau Abian menaruh rasa padanya. Dan secara terang-terangan Abian juga menunjukkan perasaannya, tapi Kinara masih tak menyangka kalau Abian benar benar melamarnya.


Jujur Kinara sedikit merasa insecure karna Abian terlalu sempurna untuk wanita sepertinya, dia hanya seorang janda, beranak satu lagi. Sedangkan Abian dia tampan, muda dan punya perusahaan sendiri. Sungguh pasangan yang jomplang menurut Kinara.


Tapi Abian selalu meyakinkan Kinara bahwa Abian lah yang beruntung karena mencintai wanita seperti Kinara. Ntah apa yang dia maksud dengan beruntung itu? Kinara tak pernah merasa dia punya hal spesial dalam dirinya.


Kinara menatap Abian yang memancarkan raut penuh harap lalu dia menatap wajah kedua orangtuanya. Dan saat dia melihat mama Laras, Kinara melihat mamanya mengangguk samar dan tersenyum.


"Tapi, aku masih dalam masa idah Bian. Aku masih belum bisa menikah sekarang" ucap Kinara hati hati.


"Itu hanya tinggal sebulan lagi Kinar, aku akan menunggu, tapi selama menunggu masa itu selesai, sebaiknya kita persiapkan pernikahan kita dulu kan? lagipula, aku tak bisa membiarkan kamu begitu saja sebulan lagi tanpa mengikatmu. Kamu tau kamu itu terlalu cantik sebagai janda. Jadi aku tidak mau kecolongan" ucap Abian.


Kinar tertawa pelan. Tadi dia sudah merasa terharu dengan lamaran Abian. Tapi entah kenapa kata katanya malah membuat dia ingin tertawa.


"Jadi bagaimana? Apa lamaranku diterima? Ayolah Kinara, terima, kakiku akan mati rasa kalau terlalu lama berlutut" ucap Abian lagi. Tapi dari belakang kepalanya di pukul oleh mana Yuni karena gemas dengan ucapan putranya.


"Dasar anak ini, Kinara tolong terima lamaran anak ini ya nak, Kalau tidak mungkin dia akan menjadi tidak waras" ucap mana Yuni membuat Abian mendelik tajam pada mamanya.


"Bagaimana nak? Kamu mau?" tanya mama Yuni lagi pada Kinara.


Kinara menoleh pada Abian lalu tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya. Abian yang melihat itu langsung tersenyum lebar dan bangkit dari berlutut nya, kemudian dia memasangkan cincin itu di jari manis Kinara.


"Kamu sudah resmi menjadi tunangan ku, Jangan berubah pikiran ok sayang" lalu Abian menc*um b*b*r Kinara lembut di hadapan semua orang sangking bahagianya.


Kinara mendelik saat mendapati ciu*an dadakan dari Abian. Lalu tak lama ciu*an itu terlepas dan Abian berteriak keras "Awww sakit mama, kenapa Abian dijewer ma, aww sakit ma"


"Salah sendiri main nyosor aja. Ingat satu bulan! Bersabarlah satu bulan lagi" hardik mama Yuni.


Dan semua yang ada disana pun tertawa melihat Abian di jewer mana Yuni.


"Padahal kan Abian sudah sering mencium kinara" gerutu Abyan lirih tapi bisa didengar oleh orang orang yang ada di sana.


"ABIAN......." Terik Kinara merasa malu.

__ADS_1


__ADS_2