Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Membungkam Mulut Untuk Selamanya


__ADS_3

Arya kembali ke apartemen dengan lunglai. Tak pernah dia bayangkan karirnya yang cemerlang akan hancur begitu saja. Padahal dia sudah bekerja dengan baik selama ini, Tapi, hanya karena hal kecil seperti ini bosnya bahkan tidak berfikir dua kali untuk memecatnya. Apa semua yang dua lakukan tidak ada artinya untuk perusahaan?


"AKHHH KENAPA TIDAK ADA YANG BERJALAN DENGAN BENAR! SEENAKNYA SAJA MEREKA MEMECATKU! AAKKHHH" Arya mengamuk tidak jelas begitu masuk ke dalam apartemennya.


Tak lama setelahnya ponsel Arya berbunyi tanda ada notifikasi pesan. Arya mengambil ponselnya lalu membuka pesan notifikasi yang ternyata pemberitahuan penarikan uang sebesar 50 juta dari ATM nya.


"Astaga apalagi ini Sherly!!!" Arya mencoba menghubungi nomer telpon Sherly tapi sama sekali tak diangkat olehnya meski sudah berulang kali Arya mencoba menelfonnya.


"AKHHH s*alan kamu Sherly!" Arya sangat geram karena panggilannya diabaikan oleh Sherly hingga dia membanting ponselnya sangking marahnya.


"Suaminya baru dipecat dan dia malah seenaknya menghamburkan uang sebanyak itu. Kali ini untuk apalagi dia mengambil uang sebanyak itu?" Arya berjalan memasuki kamarnya. Kepalanya sudah pening dan dia merasa hampir gi*a memikirkan masalahnya yang seakan tak kunjung usai malah semakin bertambah terus.


Disisi lain Sherly tengah berada di kafe setelah dia pergi mengambil uang 50 juta dari bank. Sore ini Bastian kembali meminta uang padanya, padahal baru beberapa minggu yang lalu Bastian sudah meminta uang padanya.


"Hai sayang" sapa Bastian begitu sampai di depan Sherly.


"Tak usah basa-basi! ini, ambil uangnya setelah itu pergilah! jangan usik hidupku lagi. Aku sudah muak berurusan dengan mu!" ucap Sherly menahan amarah karena Bastian selalu memerasnya habis habisan.


"Auch terimakasih sayang. Aku tau kau memang paling bisa ku andalkan" ucap Bastian tersenyum srimik.

__ADS_1


"Kalau begitu aku pergi dulu, terimakasih atas uangnya, jaga anakku baik baik. Sampai jumpa sayang aku harus segera menghabiskan uangku agar kita bisa beremu lagi secepatnya" ucap Bastian sebelum pergi meninggalkan Sherly.


"Si*lan kamu Bastian! Tertawa lah, karena setelah ini kamu tidak akan bisa lagi mengeluarkan suaramu" kini giliran Sherly yang tersenyum srimik. Lalu Sherly mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang.


📞"Dia sudah keluar, Segera lakukan tugas kalian dan kalian bisa mendapatkan uang yang dia bawa!" Tutttt setelah mengucapkan itu Sherly langsung mematikan sambungan telfonnya.


"Kamu sendiri yang cari masalah dengan ku Bastian! Jadi jangan salahkan aku kalau aku harus menutup mulutmu selamanya"


Sherly meminum kembali jusnya dengan santai. Dia merasa senang karena sebentar lagi dia akan terbebas dari ancaman Bastian selamanya. Sherly tadinya tak ingin menggunakan cara ini, tapi Bastian yang terus menerus meminta uang dan mengancamnya membuat Sherly tak punya pilihan lain selain membungkam mulutnya selamanya.


*********


Bastian memacu motornya lebih kencang agar bisa kabur dari orang yang membuntutinya. Tapi tanpa sadar Bastian malah membawa motornya kearah jalan yang sepi. Kedua orang suruhan Sherly pun tak mau kehilangan Bastian dan saat Bastian memilih jalan sepi mereka segera memacu motornya lebih kencang lagi agar dapat memotong jalan Bastian.


Dan benar saja, orang orang suruhan Sherly berhasil mengejutkannya dan pria yang duduk di belakang langsung menendang motor Bastian sampai motor itu jatuh karena kehilangan keseimbangan.


Begitu Bastian jatuh, mereka segera menghampiri Bastian yang masih terjepit di motornya.


"Berikan duait yang elo bawa!" ucap salah satu orang suruhan itu.

__ADS_1


"Bastian yang tak bisa lari lagi pun segera memberikan tasnya yang berisi uang dari Sherly tadi.


"Wah, banyak juga duit elo, ha ha ha ha kita bisa pesta pake duit ini bro" ucap salah satu orang itu kegirangan saat membuka tas Bastian.


Lalu yang satunya lagi dengan cepat menembakkan pistol ke arah Bastian.


"Ka li an, Ke na pa me ne mbak ku?" ucap Bastian lirih sambil terbata bata karena rasa sakit yang luar biasa.


"Ha ha ha ha.......... Kami memang menginginkan uang ini, tapi sayangnya bos kami ingin nyawamu juga. Selamat tinggal selamanya bro!" Setelah itu mereka segera meninggalkan Bastian seorang diri dalam keadaan hampir tewas. Mereka tak ingin mengambil resiko lebih lama lagi disana karena takut ketahuan orang.


Sedangkan Bastian, dia langsung sadar kalau Sherly lah orang yang menjadi bis mereka, karena Bastian yakin hanya Sherly satu satunya orang yang membencinya sampai ingin melenyapkan seperti ini.


Dengan sisa tenaga, Bastian mencari ponselnya dan setelah ketemu dia segera mengirim video percakapannya dengan Sherly beserta video percintaan panasnya dengan Sherly para nomer Arya. Bastian tak yakin jika dia meminra pertolongan akan ada orang yang datang. Jadi bila dia harus mat* maka dia akan menghancurkan hidup Sherly terlebih dulu. Dia tidak akan membiarkan Sherly bahagia atas kematiannya.


'Aku akan membawamu keneraka bersama ku Sherly'


Lalu tak lupa pula dia menelfon nomer polisi untuk melaporkan bahwa dia dibun*h oleh Sherly.


"Ha ha lo pak, sa ya di bu nuh She rly" belum selesai dia bicara, Bastian malah terlebih dulu merenggang nyawanya. Tapi apa yang dia ucapkan tadi sudah bisa di dengar oleh polisi yang mengangkat panggilan telepon nya tadi.

__ADS_1


Polisi pun bergegas mencari titik dimana Bastian berada, dan lalu melakukan penyelidikan lebih dalam. Mereka tentu langsung bisa mengetahui Sherly mana yang Bastian maksud karena ponsel Bastian cukup banyak bukti mulai dari daftar riwayat panggilan sampai beberapa pesan singkat.


__ADS_2