
Sherly duduk di kursi di depan Arya, tentu saja dengan pembatas meja di antara mereka.
Arya masih sibuk menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Sherly sibuk memainkan ponselnya. Sherly melihat lihat baju baju dan tas keluaran terbaru dan saat Sherly melihat sebuah tas keluaran terbaru yang menurutnya bagus sekali Sherly langsung menunjukkan gambar tas itu pada Arya.
"Lihat deh sayang, ada tas bau bagus banget..... Nanti sore kita ke mall yuk beli tas ini" Ajak Sherly.
Arya hanya mengangguk tanpa menoleh pada gambar yang di tunjukkan Sherly membuat Sherly kesal.
"Ih dilihat dulu donk masak kamu cuma ngangguk aja nggak lihat"
"Iya Sherly nih aku lihat, aku tuh pengen cepet cepet selesaikan kerjaan aku biar kita bisa cepat makan bareng. Kamu malah nganggu mulu" jawab Arya agak kesal.
"Jadi menurut kamu aku ini ganggu!" Sherly berdiri dari duduknya sangking kesalahannya pada Arya.
"Bukan gitu maksud ku tapi coba kamu biarin aku fokus dulu kerja baru kita omongin hal lain setelah aku selesai ok"
Sherly baru akan membuka suara lagi saat pintu tiba tiba terbuka dan masuk seorang anak perempuan berlari ke arah Arya dengan senyum ceria.
"Papi" seru gadis kecil itu.
Arya dan Sherly sama sama kaget dan terpaku dengan kedatangan putri kecil Arya itu. Saat Feli memeluknya Arya baru teringat kalau tadi pagi putrinya ingin datang kemari dan sudah janji makan siang bersama.
'Bagamana aku bisa lupa?' ucap Arya dalam hati sambil melirik ke arah kekasihnya yang masih terpaku melihat kehadiran Feli.
Belum juga usai rasa kesal di hati Sherly. Dia kembali merasa lebih kesal lagi saat kemudian ada seorang wanita cantik ikut masuk dengan senyum menawannya. Sherly bahkan membelalakkan kedua matanya melihat perempuan yang baru masuk itu. Bukannya Sherly tidak mengenal perempuan itu, jelas Sherly mengenalnya bahkan sangat membencinya. Tapi penampilan lain dari perempuan itu yang membuat Sherly semakin tercengang dan merasa panas seketika.
__ADS_1
Kinara yang melihat ekspresi wajah Sherly tersenyum dalam hati. Dia melirik sekilas Sherly sebelum berjalan melewatinya dan menghampiri suaminya.
Kinara merasa puas melihat wajah pias Sherly dan dua akan menunjukkan dimana statusnya yang sebenarnya.
Bila dia wanita baik baik pastinya dia akan mundur dengan sendirinya bila melihat Arya miliki anak dan istri dan pernikahan mereka baik dan harmonis. Tapi bila dengan cara ini Sherly masih berhubungan dengan suaminya maka Kinara akan membuat dia menyerah kalah nantinya.
Arya pun sama seperti Sherly yang terus menatap Kinara tapi bila Sherly menatapnya dengan perasaan benci tapi Arya menatap Kinara dengan perasaan takjub. Dia tidak pernah menyangka istrinya bisa tampil secantik ini. Ini seperti bukan Kinara yang biasanya.
Di hadapannya kini adalah wanita yang cantik dan elegan dan jauh dari kesan lugu dan membosankan seperti pandangan Arya biasanya.
'Bagaimana bisa Kinara tampil secantik ini' batin Arya.
"Kok bengong sih mas?" tanya Kinara dan langsung membuat Arya kembali sadar dari rasa terkesima nya.
Sherly menatapnya tajam dan mengumpat dalam hati melihat Arya yang terus memandangi istrinya.
Kinara mengecup punggung tangan Arya sebelum menjawab pertanyaan suaminya.
"Iya aku emang sengaja ingin tampil beda mas, mau coba gaya baru. Menurut mas aku cocok nggak dengan penampilan aku yang sekarang?" tanya Kinara dengan tersenyum manis.
"Cocok banget kok sayang. Kamu cantik banget kalau dandan kayak gini. Berasa tambahan muda dan segar" jawab Arya jujur. Tapi jawaban Arya tadi semakin membuat kobaran api di hati Sherly makin membesar dan Sherly segera berdehem untuk mengingatkannya kalau dirinya masih ada di ruangan ini.
"Ehhmm" dan benar saja suara deheman itu berhasil membuat Arya sadar kalau Sherly masih berada di ruangan ini. Dan Arya yakin sekali kalau Sherly pasti sedang marah besar pada dirinya. Arya segera menoleh pada Sherly begitu juga Kinara.
Arya memandang Sherly dengan sedot panik namun Kinara memandangnya dengan sedikit tersenyum, senyum mengejek lebih tepatnya.
__ADS_1
"Aduh maaf ya saya nggak tau kalau kamu masih di sana. Saya pikir anda sudah keluar begitu saya masuk tadi" ucap Kinara pura pura merasa tidak enak pada Sherly.
Arya yang merasa situasi akan semakin buruk jika Sherly tetap berada di ruangan ini segera meminta Sherly untuk keluar dari ruangannya.
Meski kesal dan marah tapi Sherly tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perintah Arya dan pergi dari ruangan itu. Meski rasanya ingin mencakar wajah sok polos Kinara tapi Sherly sadar dia tidak bisa bertindak implusif dan hanya akan merugikan dirinya sendiri mengingat statusnya hanya sebagai kekasih gelap Arya.
Sherly keluar dari ruangan itu dengan rasa gondok di hatinya. 'Awas saja kamu Kinara, aku bakal bales kamu. Aku bakal tunjukkan kalau mas Arya hanya mencintaiku dan hanya akan jadi milikku. Dan untuk mas Arya awas aja kamu kalau istri kamu udah pulang aku bakal buat perhitungan sama kamu bisa bisanya kamu usir aku di depan perempuan kampung itu' ucap Sherly dalam hati.
Sementara di dalam ruangan kerja Arya. Pria itu menghela nafas setelah Sherly keluar dari ruangannya. Meski dia tahu kalau Sherly pasti marah besar padanya dan akan menguras dampetnya saat membujuk nya nanti tapi setidaknya itu lebih baik dari pada istrinya curiga dengan kehadiran Sherly tadi.
"Papi ayo kita pergi sekarang Papi, Feli udah laper nih" ajak Feli.
"Iya tunggu sebentar ya sayang, Papi beresin kerjaan Papi dulu baru setelah itu kita pergi makan bareng ok"
"Ok Pi"
"Sini sayang kita duduk dulu sambil nunggu Papi selasai" ucap Kinara mengajak putrinya duduk bersama.
"Iya Mami" Seru Feli.
Setelah itu Arya segera membereskan pekerjaannya tapi mata Arya beberapa kali melirik Kinara yang tampil sangat cantik hari ini menurutnya.
Bibirnya tersenyum simpul melihat perubahan istrinya yang semakin cantik dan modis itu. Tidak ada lagi Kinara yang kuno membosankan kini berubah menjadi wanita cantik modis dan elegan.
Bahkan Arya berani bertaruh kalau istrinya sedang keluar sendiri dengan penampilannya yang sekarang pasti banyak orang yang berfikir kalau Kinara adalah seorang gadis bukan seorang wanita yang sudah menikah dan memiliki anak.
__ADS_1