
Setelah kepergian Melisa, Kinara kembali menatap makanan yang ada di meja makan yang masih sangat banyak itu. Meski tadi Melisa sudah membawa pulang beberapa makanan, tapi ternyata masih banyak juga yang ada di meja makan.
Kinara yakin dirinya dan sang suami tidak akan sanggup untuk menghasilkan makanan sebanyak itu. Akhirnya Kinara memiliki ide untuk membawa makanan itu untuk Mamanya dan Mama mertuanya. Mereka pasti seneng kalau Kinara bawakan makanan, Sekalian nanti Kinara akan bicara soal rencana dia yang ingin membuka kafe bersama temannya.
Selama ini Kinara memang belum pernah berbicara tentang niatnya yang ingin membuka bisnis dengan Melisa pada keluarganya selain mas Arya. Kinara rasa ini adalah waktu yang tepat.
Kinara mengambil ponselnya dan segera menghubungi nomor suaminya agar suaminya cepat pula supaya mereka bisa pergi ke rumah orang tuanya dan mertuanya tidak kelamaan.
Kinara menelfon nomer suaminya, namun pada panggilan pertama telfonnya tidak di angkat, Kinara pun mencoba menelfon kembali nomer suaminya, dan benar saja, setelah panggilan kedua suaminya akhirnya menjawab panggilan darinya.
📞"Hallo Kinar, ada apa?" tanya Arya begitu mengangkat telfon.
📞"Hallo mas assalamualaikum" bukannya menjawab pertanyaan Arya, Kinara malah mengucapkan salam karena tadi Arya tidak mengucapkan salam tapi malah langsung bertanya padanya, seperti sedang terburu buru saja suaminya ini.
📞"Waalikumsalam Kinar, ada apa kamu telfon?" tanya Arya kembali setelah menjawab salam dari Kinara.
📞"Gini mas, tadi pagi kan aku cerita kalau temenku yang mau bisnis bareng aku mau ke rumah dan buat makan yang akan di jadikan menu kafe kita tadi. Nah sekarang dia udah pulang tapi makanannya ada banyak banget mas yang masih, dan ada beberapa cake dan puding juga mas, kan mubazir kalau nggak ke makan. Jadi aku berencana buat bawa makanan ini ke rumah Mama Sekar dan Mama Laras, sekalian aku mau ngasih tau rencana aku buat bisnis mas" jelas Kinara.
📞" Ya udah aku usahain pulang cepet ya. Biar kita bisa ke rumah Mama Sekar dan Mama Laras"
📞"Makasih ya mas, oh ya aku tutup dulu telfonnya mas. Cepet pulang ya, assalamualaikum"
📞"Waalikumsalam"
Tutttt........
__ADS_1
"Sekarang lebih baik aku natain makan ini biar nanti tinggal bawa aja. Terus abis itu aku siap siap deh" gumam Kinara senang.
Di sisi lain, rupanya waktu Kinara telfon dari Arya sedang bersama Sherly di kamar apartemen Sherly. Mereka sedang berolahraga panas jadi tadi panggilan Kinara sempat tak di angkat oleh Arya. Tapi karena Kinara menelfon lagi dan takutnya ada sesuatu yang penting akhirnya Arya menghentikab sejenak aktivitas menyenangkannya dulu.
"Telfon dari istri kamu ya mas?" tanya Sherly ketus.
"Iya" jawab Arya singkat.
"Ngapain sih dia telfon telfon segala mas? ganggu aja. Kan nanggung mas" kesal Sherly.
"Dia minta aku buat cepet pulang, soalnya nanti dua mau ngajak aku ke rumah Mama Sekar sama mama mertua ku. Jadi dia telfon buat minta aku cepat pulang nanti" terang Arya.
"Terus kamu mau pulang sekarang mas? ninggalin aku" tanya Sherly tidak percaya.
'Lagi enak enak eh si Kinara malah gangguin. Emang nggak bisa pergi sendiri apa. Harus banget gangguin waktu mas Arya lagi sama aku. Mana belum tuntas lagi tadi. Nanggung banget' geram Sherly dalam hati.
"Iya aku akan segera pulang tapi nanti dulu, aku mau selesaikan ini dulu" ucap Arya sambil memeras salah satu gunung kembar milik Sherly lalu segera menyerang Sherly lagi.
Arya menang harus segera pulang jadi dia ingin segera menyelesaikan ini dengan cepat.
Sherly merasa kesal karena rencananya membuat Arya lebih lama bersamanya gagal. Tapi Sherly pun tidak bisa terlalu menunjukkan rasa kesal dan marahnya itu pada Arya. Bisa bisa mereka malah hanya akan bertengkar saja.
Setelah urusannya selesai dengan Sherly, Arya pun segera berpakaian dan pulang secepatnya. Sherly pun hanya melihat Arya yang pergi dengan terburu-buru meninggalkan apartemen nya.
Tadi sebelum pergi Sherly sempat meminta Arya untuk tetap tinggal sebentar lagi. Namun Arya menolak dengan alasan sudah ditunggu Kinara.
__ADS_1
Tapi Arya tadi berjanji kalau besok sepulang dari kantor dia akan mengajak Sherly belanja ke mall. Dan benar saja meski dengan wajah cemberut, Sherly tidak menahan Arya lagi untuk tetap tinggal.
Saat Arya sampai di mobil handphone Arya kembali berbunyi, tapi kali ini bukan panggilan yang masuk, tapi sebuah pesan yang masuk di handphone nya.
Arya mengambil ponselnya dan membaca postingan pesan tersebut, ternyata Kinara kembali m menanyakan apakah Arya sudah pulang atau belum.
✉️ Assalamualaikum mas, mas Arya udah pulang apa masih di kantor? kalau masih di kantor usahakan pulang sekarang ya mas, ini udah mau magrib mas, nanti kemakeman ke rumah mama Sekar sama mama Laras.
Begitulah pesan yang di terima Arya. Setelah membaca pesan dari Kinara, Arya pun segera pulang tapi Sebelumnya dua menempatkan mengirim pesan balasan untuk Kinara.
✉️ Ini mas udah mau otw, mereka mungkin kurang dari satu jam aku udah sampe, kamu langsung ke rumah mama Sekar aja dulu, nanti kita ketemu di sana aja. Biar nggak kemaleman sampe sananya kalau nunggu aku. Bukannya kamu bilang mau ke rumah mama Laras juga.
Pesan balasan dari Arya langsung dua garis biru. Tanda si penerima pesan sudah membacanya.
✉️Ya udah kalau gitu aku kesana sejarang aja ya mas, kamu jangan lupa nanti nyusul. Terus kita ke rumah mama Laras bareng bareng. Dan jangan lupa tetap hati hati bawa mobilnya.
Balas Kinara. Tak lupa pula dia memperingatkan suaminya agar tetap hati hati di jalan.
✉️Iya, kamu juga hati hati ke rumah mama Sekar nya, jangan bawa motor, pesan taksi online aja. Aku juga udah di mobil ini mau otw kesana.
Arya sekali lagi menatap ponselnya setelah mengirim pesan balasan pada Kinara. Bibirnya tersenyum simpul melihat pesan dari istrinya yang memperingatkan dirinya agar tetap hati hati di jalan.
Sebenarnya bukan jalan yang harus di waspadai, tapi bunga lain yang harus di peringatkan Kinara.
Arya menaruh kembali ponselnya di kantung celananya lalu menjalankan mobilnya menuju rumah orang tuanya.
__ADS_1
Arya berharap jalan tidak terlalu macet saat pulang nanti agar segera bisa menyusul anak dan istrinya di rumah orang tuanya.